
Pria paruh baya gendut yang disebut sebagai An Bei segera datang membawa semua pesanan dari Yun Feilong dan menaruhnya di atas meja. Kemudian dengan cepat ia berlutut di depan Ling Tian.
"Tu... Tuan Muda! Mohon ampuni kesalahanku yang sebelumnya sebab telah berlaku kasar terhadapmu! Aku melarang orang lain memasuki tempat ini karena peraturannya memang seperti itu. Dan kebetulan juga hari ini ketua sedang meramu pil, jadi aku tak bisa membiarkan siapa pun datang mengganggunya."
"Tidak apa-apa, Paman! Kamu sudah selayaknya harus bersikap seperti itu untuk menjalankan kewajibanmu. Berdirilah! Sebagai orang yang lebih tua dariku, kamu tak pantas berlutut di depanku." Ling Tian mengangkat tangannya untuk menyuruh An Bei agar tak berlutut.
"Senior Ling! Biarkan dia terus seperti itu! Ini adalah hukumannya karena telah berlaku kasar terhadap kalian semua," kata Yun Feilong sambil melotot ke arah An Bei.
"Aku akan segera meninggalkan tempat ini jika ia masih melakukan hal tersebut!" ujar Ling Tian seraya berdiri dari tempat duduknya.
"Ja... Jangan senior! Tenang... Tenang senior! Tolong duduk kembali! Tolong senior!" Yun Feilong langsung berdiri dengan wajah memohon, lalu berbalik ke arah An Bei dan berkata keras, "Cepat berdiri! Apakah kamu tak mendengar apa yang dikatakan oleh senior Ling!"
"B-baik, ketua! Terima kasih, Tuan Muda!" Dengan gerakan cepat, An Bei langsung bangkit dan bergegas berdiri di samping kursi Yun Feilong.
Ling Tian duduk kembali di kursinya dan segera menyeruput teh yang ada di atas meja. Kemudian ia pun menatap ketiga pria tua di depannya dan berkata santai, "Katakanlah! Apa yang kalian inginkan dariku?"
Yun Feilong, Zhang He dan Meng Hu saling berpandangan ketika mendengar pertanyaan Ling Tian. Mereka bertiga tak tahu harus memulainya dari mana untuk mengutarakan keinginannya.
"Ehem... Biar aku saja! Begini, senior Ling! Kami bertiga ingin meminta tolong agar kamu berkenan mau memberikan sedikit arahan tentang proses meramu pil," ucap Zhang He pelan dengan nada memohon.
"Hmmm... Begitu yah? Tapi kira-kira apa yang aku dapatkan jika membantu kalian?" tanya Ling Tian sambil tersenyum kecil.
Yun Feilong, Zhang He dan Meng Hu sekali lagi saling berpandangan dengan tatapan canggung.
"Itu... Itu tak terpikirkan oleh kami sebelumnya, senior Ling. Jika ada sesuatu yang kamu butuhkan, katakanlah! Selama hal tersebut masih berada dalam batas kemampuan Asosiasi Alkemis ini, kami pasti akan segera menyanggupinya."
__ADS_1
Yun Feilong yang posisinya sebagai ketua Asosiasi Alkemis dengan cepat langsung mengambil alih pembicaraan. Meskipun demikian, di dalam hatinya juga masih merasa cemas bila tak mampu menyanggupi permintaan Ling Tian.
"Hehehe... Sebenarnya aku hanya ingin melihat beberapa Ramuan Roh di dalam harta perbendaharaan kalian. Jika ada di antara Ramuan Roh itu yang aku butuhkan, maka aku akan membelinya sesuai harga yang kalian tawarkan padaku dan takkan mengambilnya secara cuma-cuma."
"Aaiihh... Jika hanya itu permintaan dari senior Ling, mari kita segera pergi untuk melihatnya! Juga, silakan ambil Ramuan Roh apapun yang kamu inginkan dan tak perlu untuk membayarnya," jawab Yun Feilong dengan nada bersemangat.
Ia berpikir bahwa permintaan Ling Tian sangat mudah. Sebab, menurutnya semua Ramuan Roh yang ada dalam harta perbendaharaan Asosiasi Alkemis bisa di dapatkannya kembali dengan cara membelinya dari para penjual Ramuan Roh. Karena setiap arahan pada proses meramu pil yang akan diajarkan oleh Ling Tian lebih penting lagi dari semua hal tersebut.
"Baiklah, bawa aku untuk melihatnya!" ucap Ling Tian singkat dan langsung berdiri dari tempat duduknya.
Sementara untuk Xiao Jun, Xiaohai dan Kera Salju, mereka tetap duduk santai sambil menikmati sajian yang telah di sediakan oleh An Bei.
Ketiga pria tua itu pun segera bergegas membawa Ling Tian ke arah bagian belakang gedung Asosiasi Alkemis. Area halaman belakang yang berada di dalamnya sangat luas dan indah.
Ketika mereka melewatinya, Ling Tian mencium aroma khas dari Tumbuhan Roh yang di tanam di sekitarnya. Hal itu juga dapat membuat pikiran orang-orang menjadi lebih rileks dan tenang saat menghirup udara di sekitar halaman tersebut.
Setelah beberapa saat, mereka pun telah sampai di sebuah bangunan yang cukup besar yang terdapat di halaman belakang Asosiasi Alkemis. Bangunan tersebut di kelilingi oleh berlapis-lapis Formasi Pelindung untuk mencegah dari orang-orang yang berniat mencuri semua harta perbendaharaan Asosiasi Alkemis yang tersimpan di dalamnya.
Agar lebih amannya, Formasi Pelindung pada bangunan tersebut memerlukan tiga buah kunci dan juga dibutuhkan tiga orang untuk membukanya. Ketiga pria tua tersebut secara bersamaan memasukkan ketiga buah kunci yang berada di tangan mereka masing-masing.
"Hehehe... Sangat kreatif! Dan ini juga termasuk Formasi Pelindung tingkat 6, karena harus dilakukan oleh tiga orang untuk membukanya. Tetapi ini masih sangat mudah jika aku ingin menghancurkannya karena masih banyak celah dan kekurangan pada formasinya," gumam Ling Tian di dalam hatinya sambil tertawa lirih.
Apa yang diucapkan oleh Ling Tian adalah benar. Dengan pengetahuan yang ada di dalam kepalanya, Ling Tian bisa dikatakan sebagai Master Formasi yang tak terukur tingkatannya.
Namun, semua itu juga tergantung dari tingkat kekuatannya sendiri. Untuk saat ini, dengan tingkat kekuatannya yang sekarang, Ling Tian bisa dikategorikan sebagai Master Formasi tingkat 7.
__ADS_1
Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya Formasi Pelindung itu pun terbuka. Yun Feilong segera mempersilakan Ling Tian terlebih dahulu untuk memasuki bangunan tersebut dan kemudian mereka bertiga dengan cepat menyusulnya.
Ling Tian tampak takjub ketika melihat semua jenis harta yang ada di dalamnya. Dapat dikatakan bahwa Asosiasi Alkemis itu memang sangat kaya.
Di dalamnya terdapat berbagai macam senjata Pusaka Tingkat Langit, batu giok tingkat tinggi, Ramuan Roh yang berumur ribuan tahun dan juga ratusan buku tentang cara meramu pil serta masih banyak lagi harta yang lainnya.
"Aahh! Ternyata benda ini ada juga di sini!" Ling Tian cukup terkejut ketika melihat sebuah batu besar berwarna hitam yang seukuran meja berada di dekat sekumpulan batu giok tingkat tinggi.
Itu adalah batu Meteor Hitam yang digunakan oleh Ling Tian sebagai salah satu bahan untuk menempa Pedang Pelangi. Jika dia bisa mendapatkan batu Meteor Hitam yang sebesar meja tersebut, mungkin Ling Tian bisa juga membuat ribuan senjata Pusaka Tingkat Langit kelas tinggi yang setara dengan Pedang Pelangi miliknya.
Ling Tian berjalan santai menghampiri batu Meteor Hitam dan mengetuknya sebanyak beberapa kali seraya berpura-pura memeriksa tingkat kekerasannya.
"Batu apa ini?" tanya Ling Tian dengan menampilkan tampang keheranan.
"Kami juga tak tahu, senior Ling. Ini di dapatkan dari pelelangan dengan harga yang sangat murah. Sebab, tak ada satu pun orang yang mau membelinya karena tak tahu jenis dan kegunaan dari batu ini. Jika senior Ling menyukainya, maka ambilah!" jawab Yun Feilong sambil mengusap-usap janggutnya yang terbakar akibat ledakan dari kuali pil miliknya.
"Baiklah! Aku akan mengambil batu ini, ju... junior Yun. Aaiihh... Sebutan ini terasa tak pantas dan terdengar aneh. Lebih baik aku memanggilmu sebagai saudara Yun saja."
"Hahaha... Itu terdengar bagus juga jika kamu memanggil kami dengan sebutan saudara." Yun Feilong tertawa gembira mendengar perkataan Ling Tian.
***
Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.
Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan TIP.
__ADS_1
Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca, baik itu yang suka maupun yang tidak suka dengan Novel "LSM" ini.
Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.