Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 175. Ledakan Beruntun Lagi


__ADS_3

Mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Ling Tian, kedua pemimpin Sekte tersebut yaitu Xu Dong dan Zhao Baofeng menyipitkan mata mereka ke arahnya dengan niat membunuh yang sangat kuat. Para tetua yang berdiri di belakang mereka pun sudah bersiap menunggu perintah untuk menyerang Ling Tian.


"Bunuh bocah sombong itu dan rebut Buah Roh yang ada padanya! Jangan sampai orang-orang dari Sekte Tangan Baja yang mengambilnya lebih dulu dari kalian!" seru Xu Dong dengan nada tegas.


"Baik, pemimpin!"


Para tetua Sekte Tulang Abadi segera menghilang dari tempat mereka dan langsung muncul di sekeliling Ling Tian.


"Hmph ... Kalian juga jangan sampai kalah dari orang-orang Sekte Tulang Abadi tersebut. Lakukan dengan cepat dan rebut Cincin Ruang bocah itu. Kita harus mengambil semua hartanya tanpa terkecuali!" Zhao Baofeng mendengus ketika melihat para tetua Sekte Tulang Abadi sudah bergerak terlebih dahulu untuk menyerang Ling Tian.


"Laksanakan, pemimpin!"


Keempat tetua Sekte Tangan Baja pun segera menghilang dari tempat mereka dan tanpa basa basi langsung menyerang ke arah Ling Tian. Melihat tindakan mereka, salah satu tetua Sekte Tulang Abadi memberikan tanda kepada tetua lainnya untuk ikut menyerang juga.


"Hehehe ... Ini cukup menyenangkan karena tingkat kekuatan kalian semua sedikit lebih tinggi dibanding para tetua klan Zhuge yang baru saja bertemu dengan Dewa Kematian. Kalau begitu, mari kita bersenang-senang!" Ling Tian tertawa lirih seraya mengelak setiap serangan yang datang padanya.


Kemarahan Zhuge Changlai semakin bergejolak ketika mendengar Ling Tian merendahkan kekuatan para tetua klan Zhuge yang telah dibunuhnya. Hal itu sama saja dengan menginjak-injak martabat klannya sendiri di depan orang lain.


Zhuge Changlai menoleh ke arah Xiao Jun dan Wei Ziqing yang berada di dalam Formasi Pelindung, lalu berkata dengan nada geram, "Saat semua ini berakhir, aku akan mencari cara untuk menghancurkan formasi ini. Kemudian, aku akan menyiksa kalian berdua secara perlahan-lahan sampai mati!"


"Hmmm ... Maaf, Tuan! Mungkin kamu takkan memiliki kesempatan itu. Sebab, Guruku akan membunuh kalian semua hari ini," balas Xiao Jun penuh percaya diri sambil mengangkat bahunya.


"Ciihh ... Ternyata bocah itu adalah Gurumu! Pantas saja kamu memiliki sikap yang angkuh sama seperti dirinya. Lihatlah dengan mata kepalamu sendiri! Tak lama lagi Gurumu tersebut akan dihabisi oleh para tetua Sekteku." Sebelum Zhuge Changlai membalas perkataan Xiao Jun, Xu Dong sudah terlebih dahulu berbicara padanya dengan nada menghina.


Para tetua dari Sekte Tulang Abadi dan Sekte Tangan Baja melancarkan serangannya dengan menggunakan teknik terkuat mereka masing-masing. Mereka semuanya bersaing untuk memperebutkan siapa yang terlebih dahulu membunuh Ling Tian dan mengambil semua harta yang ada di dalam Cincin Ruangnya.


"Hahaha ... Kalian semua terlalu bernafsu hingga membuat serangan yang kalian lancarkan tak terkombinasi dengan baik." Ling Tian tertawa gembira mengetahui niat para tetua dari kedua Sekte tersebut.


"Taman ini juga terlalu sempit. Ayo kita bermain di tempat yang lebih luas!" lanjut Ling Tian lagi dan segera melesat ke langit.


Para tetua itu pun mengikutinya sambil terus melepaskan serangan mereka ke arahnya. Tapi semua itu masih tetap dengan sangat mudah dihindari oleh Ling Tian.


Wei Ziqing yang sedari tadi terus memperhatikan pertarungan Ling Tian dari dalam Formasi Pelindung, tampak penasaran dan akhirnya bertanya pada Xiao Jun, "Mengapa Tuan Muda tidak membalas serangan mereka semua?"

__ADS_1


Sebelum Xiao Jun menjawabnya, Xu Dong sudah terlebih dahulu berkata, "Hmph ... Bocah tersebut bukannya tak ingin membalasnya, tetapi itu karena ia memang tak memiliki kesempatan untuk melakukannya!"


"Hahaha ... Aku juga berpikiran demikian. Ia mengajak para tetua kami bertarung di atas udara karena mungkin berniat mencari kesempatan untuk melarikan diri. Jika bocah tersebut berpikir begitu, ia terlalu percaya diri untuk bisa lolos dari genggaman tanganku!" Zhao Baofeng terkekeh sambil terus mengamati pergerakan Ling Tian.


"Hehehe ... Jangan dengarkan perkataan mereka, Paman Wei! Guru sengaja melakukannya karena ingin bersenang-senang. Jika ia telah bosan, para tetua itu akan segera dibunuhnya." ucap Xiao Jun seraya tertawa kecil.


"Ciihh ... Kita lihat saja nanti!" cibir Xu Dong.


Di atas udara, para tetua dari kedua Sekte tersebut terus melancarkan serangan mereka dengan sangat cepat dan ganas. Formasi Pelindung khusus untuk Kota Primordial aktif secara otomatis saat mendapatkan tekanan dari energi Qi yang mereka keluarkan.


Fluktuasi udara pun dapat terlihat dengan jelas ketika para tetua itu melancarkan serangan mereka. Gelombang energi Qi yang sangat kuat terus keluar dari pukulan dan tendangan yang mereka arahkan ke tubuh Ling Tian.


"Aaiihh ... Apakah hanya ini kemampuan kalian?" ujar Ling Tian dengan nada mengeluh di sela-sela pertarungan tersebut.


Mengetahui bahwa serangan mereka seakan sia-sia karena tak ada yang dapat mengenai tubuh Ling Tian, para tetua itu pun segera mengeluarkan senjata mereka dari Cincin Ruangnya.


Aura yang terpancar dari tubuh para tetua tersebut mendadak lebih kuat dari sebelumnya ketika senjata Pusaka Tingkat Langit kelas menengah telah berada di tangan mereka masing-masing.


"Yaah ... Seperti itu lebih bagus! Ayo, gunakan kekuatan penuh kalian untuk menyerangku agar permainan ini tak terlalu membosankan!" seru Ling Tian.


Tebasan serta tusukan dari senjata mereka di arahkan tepat ke bagian tubuh Ling Tian yang pertahanannya tampak terbuka. Namun, setiap kali senjata-senjata itu akan mengenainya, Ling Tian hanya menggerakkan sedikit tubuhnya untuk menghindarinya.


Para tetua tersebut menjadi semakin kalap dan beringas. Serangan dari senjata mereka masing-masing berusaha untuk terus mengunci pergerakan Ling Tian. Dengan begitu, mereka dapat mencari titik lemah dan menggunakan kesempatan untuk melepaskan serangan yang mematikan ke arahnya.


Setiap kali ada peluang di depan mata mereka, para tetua itu langsung memanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Tetapi, usaha mereka tersebut masih saja berakhir dengan kegagalan karena Ling Tian dapat dengan sangat mudah membaca pola serangan yang mereka lepaskan.


Meskipun para tetua dari kedua Sekte itu sudah mengerahkan seluruh kekuatan penuhnya untuk menyerang Ling Tian, namun itu seakan sia-sia saja karena Ling Tian tetap terlihat santai mengelak semua serangan yang datang padanya. Walau demikian, tak ada satu pun di antara mereka yang mau menyerah.


Beberapa saat kemudian, Ling Tian akhirnya berkata dengan nada mengeluh, "Huuhh ... Aku telah bosan. Waktu bermain untuk kalian juga telah habis! Mungkin akan lebih menyenangkan jika pemimpin Sekte kalian yang menemaniku bersenang-senang."


Setelah mengatakan hal tersebut, Ling Tian mengangkat tangan dan menggerakkannya ke arah para tetua dari kedua Sekte itu.


BOOM ... BOOM ... BOOM

__ADS_1


Suara ledakan beruntun sebanyak delapan kali, terdengar cukup keras menggema di atas udara hingga membuat penduduk Kota Primordial tersentak kaget. Kebanyakan dari kultivator tingkat tinggi hanya bisa menyaksikannya dari kejauhan karena takut untuk mendekati area pertempuran.


"Siapa pemuda itu? Kekuatannya sangat hebat. Hanya dengan lambaian tangannya saja ia dapat meledakkan tubuh musuh-musuhnya."


"Aku juga tak mengenalnya. Namun, melihat dari pakaian lawan-lawannya tadi, sepertinya mereka berasal dari Sekte Tulang Abadi dan Sekte Tangan Baja."


"Yaah ... Itu benar! Orang-orang yang telah terbunuh tadi memang berasal dari kedua Sekte tersebut."


Berbagai macam pertanyaan serta komentar mulai terdengar dari para penduduk yang menyaksikan pertarungan itu. Mereka sangat terkejut ketika melihat bahwa seorang pemuda dapat mengalahkan para tetua yang berasal dari kedua Sekte besar yang sangat terkenal di Kota Primordial.


Sementara itu, Xu Dong dan Zhao Baofeng yang berada tak jauh dari area pertempuran tersebut, memandang ke arah Ling Tian dengan sorot mata tajam dan niat membunuh yang sangat kuat.


Mereka tak pernah menyangka, bahwa Ling Tian masih dapat dengan mudah membunuh para tetua itu yang memiliki kekuatan lebih tinggi dari para tetua yang berasal dari klan Zhuge. Hal ini juga merupakan penghinaan yang sangat besar bagi Sekte mereka.


"Hehehe ... Bagaimana, Paman Wei? Apakah kamu sudah percaya dengan apa yang tadi aku katakan?" tanya Xiao Jun seraya tertawa kecil.


"Yaah ... Ternyata Tuan Muda memang ingin bermain dengan mereka. Tapi, mengapa Tuan Muda seakan tak menikmati pertarungan tersebut?"


"Aaiihh ... Itu karena para kakek tua tadi sangat lemah. Makanya Guru cepat sekali bosan menghadapi mereka semua. Meskipun aku tak bisa menyaksikan pertarungan tersebut karena gerakan mereka sangat cepat, namun aku sudah tahu hasil akhirnya."


Zhuge Changlai, Xu Dong serta Zhao Baofeng, menjadi bertambah geram lagi saat mendengarkan percakapan keduanya. Jika saja Xiao Jun dan Wei Ziqing tak berada di dalam Formasi Pelindung, mungkin mereka akan langsung terbunuh dan menjadi bubur daging seperti yang sudah dialami oleh para tetua itu.


Setelah mengambil semua Cincin Ruang para tetua dari kedua Sekte tersebut, Ling Tian tetap berdiri di atas udara sambil tersenyum memandang ke arah Zhuge Changlai, Xu Dong dan Zhao Baofeng yang masih berada di tanah.


"Aku sarankan, sebaiknya kalian bertiga melawanku secara bersama-sama. Jika tidak, kalian takkan bisa meregangkan otot-ototku yang masih kaku ini," ucap Ling Tian seraya mengangkat bahunya.


***


Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.


Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan TIP.


Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca, baik itu yang suka maupun yang tidak suka dengan Novel "LSM" ini.

__ADS_1


Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.


__ADS_2