
"Aaiihh ... Teman! Cobalah bertahan lebih lama jika bertarung dengan Putri Qing Ruan. Mungkin kamu akan menemukan kesempatan untuk melancarkan serangan yang membuatnya kalah," ujar peserta itu lagi dengan nada sedikit memaksa.
"Hehehe ... Mengapa bukan kamu saja yang pergi bertarung dengan Putri Qing Ruan? Lakukanlah seperti apa yang kamu katakan untuk bertahan sedikit lebih lama ketika bertarung dengannya," balas Ling Tian sambil tertawa lirih.
Mendengar perkataan Ling Tian, peserta tersebut langsung diam tak berkata apa-apa lagi. Dia mengira bahwa bisa membujuk Ling Tian dengan tipuannya, tetapi Ling Tian malah mengembalikan kata-kata itu pada dirinya sendiri.
"Hmph ... Namaku, Jue Lang! Aku akan bertarung denganmu, Tuan Putri!" Seorang pemuda memperkenalkan dirinya terlebih dahulu saat dia masih berada di tempat para peserta kompetisi. Lalu segera melompat masuk ke dalam arena pertarungan.
Jue Lang tetap membungkuk memberi hormat ke arah Putri Qing Ruan meski sebelumnya Putri Qing Ruan telah mengatakan tak perlu mengatakan hal itu. Kemudian Jue Lang mengeluarkan pedang dari Cincin Ruang, lalu segera menerjang ke arah Putri Qing Ruan dengan ganas.
Dia mengeluarkan semua kemampuannya tanpa menahan sedikit pun. Sebab, ia tahu bahwa untuk melawan Putri Qing Ruan, tidak perlu lagi bagi dirinya untuk memberikan serangan uji coba yang berniat mengukur kekuatan lawan.
Melihat hal itu, Putri Qing Ruan tersenyum. Akhirnya dia bertarung sedikit serius melawan Jue Lang. Dengan gerakan yang sangat cepat, Putri Qing Ruan juga ikut menerjang ke arah Jue Lang.
Peserta kompetisi bernama Jue Lang inilah salah satu peserta yang dimaksudkan oleh Ling Tian yang bisa membuat Putri Qing Duan sedikit serius bertarung melawannya.
Meskipun kultivasinya hanya berada di tahap ketiga Bintang Bumi, tapi Ling Tian bisa merasakan energi Qi yang padat di dalam tubuh Jue Lang.
Pertarungan antara Putri Qing Ruan berlangsung sengit yang membuat udara di sekitar mereka terlihat berfluktuasi. Mereka berdua sama-sama saling menyerang dan bertahan.
"Hahaha ... Akhirnya ada seseorang di antara kita yang bisa menguras energi Qi dari Putri Qing Ruan."
"Sstt ... Pelankan suaramu! Jika tidak, strategi yang kita rencanakan bisa diketahui oleh Putri Qing Ruan."
"Aahh ... Maaf ... Maaf ... Aku terlalu bersemangat."
"Semoga saja pemuda bernama Jue Lang itu akan bertahan lebih lama lagi."
"Yah ... Aku berharap bahwa dia bisa memberikan sedikit luka pada Putri Qing Ruan agar selanjutnya semakin membuatnya sulit untuk bergerak. Jika benar-benar terjadi demikian, kesempatan kita pasti akan lebih besar lagi untuk mengalahkan Putri Qing Ruan."
__ADS_1
Ling Tian hanya menggeleng-gelengkan kepalanya ketika mendengar apa yang dibicarakan oleh para peserta tersebut. Sebab, ia tahu bahwa dalam pertarungan yang terjadi saat ini, Putri Qing Ruan masih menahan diri. Jika tidak, Jue Lang sedari tadi telah menjadi tak sadarkan diri seperti peserta yang sebelumnya telah dikalahkan oleh Putri Qing Ruan.
"Hehehe ... Benar-benar idiot!" gumam Ling Tian di dalam hati menanggapi percakapan para peserta kompetisi itu.
Pertarungan di dalam arena telah berpindah ke atas udara. Putri Qing Ruan mulai meningkatkan serangannya lebih intens lagi hingga membuat Jue Lang akhirnya kewalahan.
"Mari kita akhiri saja!" ucap Putri Qing Ruan sambil memukul perut Jue Lang.
BAM
Tubuh Jue Lang terpental cukup jauh, kemudian meluncur turun dengan cepat ke bawah dan menghantam lantai arena. Ia terlihat akan berusaha bangkit kembali, namun segera tubuhnya jatuh tak sadarkan diri.
Tanpa menunggu Putri Qing Ruan bertanya ke arah para peserta kompetisi, seorang pemuda sudah terlebih dahulu melompat masuk ke dalam arena pertarungan.
"Namaku, Yun Heng!" Hanya itu yang terucap dari bibir pemuda tersebut. Lalu dia segera mengeluarkan tombak dari Cincin Ruangnya. Sebab, dia berpikir bahwa inilah kesempatannya untuk mengalahkan Putri Qing Ruan yang energi Qi-nya sudah terkuras melalui pertempurannya melawan Jue Lang.
"Tuan Putri! Terima tombak ini!" Yun Heng meraung keras. Tubuhnya segera mengeluarkan energi Qi yang sangat kuat. Dengan cepat ia melesat menyerang ke arah Putri Qing Ruan.
Melihat hal itu, Putri Qing Ruan hanya tersenyum dan seolah terlihat tak menghindari ujung tombak Yun Heng. Namun, energi Qi di dalam tubuhnya juga terpancar keluar yang membuat Yun Heng sedikit terdorong mundur ke belakang.
Yun Heng maju sekali lagi. Bayangan dari serangan tombaknya terlihat menari-nari, mencoba memaksa Putri Qing Ruan untuk mundur. Yun Heng meraung setiap menusuk dan memukulkan tombaknya ke arah Putri Qing Ruan. Desiran angin terus terdengar mengikuti ayunan tombak Yun Heng.
Ketika ujung tombak Yun Heng semakin mendekat ke arah nya, Putri Qing Ruan mengulurkan kepalan tangannya menyambut tombak tersebut. Energi Qi yang terpancar keluar dari tombak Yun Heng segera menghilang akibat berbenturan dengan energi Qi di kepalan tangan Putri Qing Ruan.
Merasakan hal ini, Yun Heng dengan cepat menarik kembali tombaknya. Namun, itu sudah terlambat. Sebab, Putri Qing Ruan langsung menangkap tombak tersebut lalu sedikit mengguncangnya.
Tombak di tangan Yun Heng segera terlepas. Tubuhnya juga menjadi goyah akibat energi Qi Putri Qing Ruan yang menekannya. Pada saat inilah Putri Qing Yuan mengayunkan kaki kanannya ke dada Yun Heng.
BAM
__ADS_1
Bunyi yang cukup keras sekali lagi menggema di dalam arena pertarungan. Tulang dada di tubuh Yun Heng retak akibat tendangan dari kaki Putri Qing Ruan. Jika saja Putri Qing Ruan tidak mengurangi kekuatannya, mungkin seluruh tulang di dada Yun Heng menjadi hancur berkeping-keping.
Putri Qing Ruan kemudian melemparkan kembali tombak di tangannya ke arah Yun Heng dan jatuh tepat di sisi tubuhnya yang telah tak sadarkan diri. Lalu ia berbalik memandang ke arah para peserta kompetisi dan berkata, "Siapa selanjutnya?"
Tak ada satu orang pun dari para peserta kompetisi yang menjawab pertanyaan Putri Qing Ruan tersebut. Sebab, tak ada yang berani maju untuk melawannya. Strategi untuk mengalahkan Qing Ruan juga tidak berjalan sesuai yang mereka inginkan karena benar-benar tak ada lagi yang mau menjadi tumbal untuk membuat energi Qi di tubuh Putri Qing Ruan terkuras.
"Sepertinya sudah saatnya aku membalas kekalahan waktu itu." Pangeran Yuan Congming yang beberapa bulan lalu dikalahkan oleh Putri Qing Ruan, akhirnya melangkah keluar.
"Hmmm ... Benarkah?! Apakah kamu yakin?" tanya Putri Qing Ruan santai.
"Bagaimana kita tahu jika tidak mencobanya!" jawab Pangeran Yuan Chongming tegas.
"Baiklah! Kalau begitu, datanglah mencobanya!" balas Putri Qing Ruan.
Pangeran Yuan Congming tidak langsung melompat masuk ke arena pertarungan. Dia hanya berjalan santai seolah-olah sengaja membuat Putri Qing Ruan Menunggunya.
Tingkat kultivasi Pangeran Yuan Congming sama seperti tingkat kultivasi Putri Qing Ruan. Tetapi, dalam hal kemampuan serta teknik bertarung, Pangeran Yuan Congming masih jauh berada di bawah Putri Qing Ruan.
Usia Yuan Congming sekarang 29-30 tahun. Sedangkan usia Putri Qing Ruan masih 25-26 tahun. Perbedaan dari usia mereka inilah yang membuat orang-orang tahu, siapa jenius sebenarnya.
Setelah sampai di depan arena pertarungan, Pangeran Yuan Congming menatap lekat-lekat ke arah Putri Qing Ruan selama beberapa saat. Kemudian ia pun melompat masuk ke dalam arena.
"Sebaiknya, kamu tidak menahan diri lagi. Sebab, aku bukanlah seperti beberapa bulan yang lalu," ucap Pangeran Yuan Congming seraya mengeluarkan pedang dari Cincin Ruangnya.
"Hmmm ... Begitu yah?! Tapi menurutku hasilnya akan tetap sama saja," balas Putri Qing Ruan yang juga langsung mengeluarkan pedang dari Cincin Ruangnya.
Sejak dimulainya kompetisi, Putri Qing Ruan belum menggunakan senjatanya. Sekarang, ketika menghadapi Yuan Congming, akhirnya Putri Qing Ruan mengeluarkannya.
"Bersiaplah jadi istriku! ujar Pangeran Yuan Congming sambil mengangkat pedangnya dan langsung melesat ke arah Putri Qing Ruan.
__ADS_1
"Hmph ... Dalam mimpimu!" seru Putri Qing Ruan yang juga menerjang ke arah Pangeran Yuan Chongming.