Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 57. Rapat Yang Tertunda


__ADS_3

"Woouuww.. Sangat besar..!" Ling Tian takjub melihat bangunan istana yang sangat besar itu.


"Mari kita masuk ke dalam untuk menemui Ayahku." Jia Xiulan segera mengajak Ling Tian dan yang lainnya masuk ke dalam istana.


"Hmmm.. Baiklah..!" Ling Tian dan yang lainnya pun berjalan mengikuti Jia Xiulan sambil memandang ke kiri dan ke kanan dengan perasaan kagum.


Pengawal Jia Xiulan telah menghilang sejak mereka akan masuk ke dalam istana. Dia kembali ke sisi Kaisar karena dia sebenarnya adalah pengawal Kaisar yang di tugaskan untuk mengawal Jia Xiulan ke kota Bulan Biru.


"Aahh.. Mungkin nanti aku akan membuat rumahku lebih besar dan lebih indah dari istana ini." Ling Tian membatin.


Setelah berjalan beberapa menit, mereka akhirnya sampai di depan pintu aula istana. Ling Tian sejak awal telah merasakan bahwa banyak orang yang sedang berkumpul di dalam aula tersebut. Dia dan yang lainnya terus mengikuti Jia Xiulan memasuki aula itu.


"Ayah.. Aku kembali." Jia Xiulan menunduk untuk memberi hormat kepada Kaisar. Dia tidak memanggil ayahnya sebagai Yang Mulia karena dia telah terbiasa sejak dari kecil, dan dia juga merasa bahwa sebutan itu akan membuat hubungan mereka menjadi jauh.


"Salam hormat Yang Mulia..!" Ling Tian menundukkan kepalanya sedikit ke arah kaisar, sedangkan yang lainnya membungkuk ke arah Kaisar.


"Lancang..!" Orang-orang yang berada di dalam aula istana segera berteriak ke arah Ling Tian.


"Mmm.." Kaisar hanya menganggukkan kepalanya, dan mengangkat tangannya untuk menahan orang-orang tersebut yang terlihat akan menyerang Ling Tian.


Dia juga sebenarnya sangat terkejut melihat tindakan yang di lakukan Ling Tian, sebab Ling Tian terlihat sangat tenang saat berhadapan dengannya.


Sebagai seorang Kaisar, dia pun selalu menjaga ketenangannya dan tidak terpengaruh dengan hal-hal kecil seperti itu.


Ling Tian menyunggingkan senyum khasnya saat mendengar teriakan dari orang-orang tersebut yang di tujukan kepadanya.


"Kakak.. Akhirnya kamu kembali..! Kamu pergi kemana selama ini..? Mengapa kamu tidak mengajakku..?" Seorang bocah laki-laki berusia sekitar 9 tahun berkata kepada Jia Xiulan dengan nada sedih.


"Kun'er.. Aku dari melakukan perjalanan yang jauh, sehingga aku tidak bisa membawamu bersamaku." Jia Xiulan berkata lembut kepada bocah tersebut. Itu adalah Adiknya yang juga sebagai Putra Mahkota, bernama Jia Kun.


Meskipun mereka terlahir dari Ibu yang berbeda, tapi Jia Kun sangat manja kepada Jia Xiulan, sehingga Jia Xiulan sangat menyayanginya.


"Ayah.. Ini adalah teman-temanku dari kota Bulan Biru." Jia Xiulan memperkenalkan Ling Tian dan yang lainnya.


"Ini adalah Ling Tian. Yang ini adalah Ling Han, saudara Ling Tian. Yang ini adalah Su Mei, dan yang di sebelahnya adalah Lin Yue. Sedangkan yang ini adalah Paman Zhang Xuan." Jia Xiulan berkata sambil menunjuk ke arah mereka satu per satu.


"Salam hormat Yang Mulia..!" Sekali lagi mereka membungkuk, kecuali Ling Tian yang hanya menundukkan kepalanya lagi.

__ADS_1


Akhirnya Kaisar mengetahui bahwa pemuda yang semula hanya menunduk itu adalah Ling Tian. Orang-orang tadi yang akan menyerang Ling Tian segera terdiam.


Mereka semua langsung memeriksanya dari atas ke bawah, kemudian mereka menggelengkan kepalanya karena tidak menemukan sesuatu yang istimewa dari Ling Tian.


"Hmmm.. Aku mendengar rumor bahwa ada seorang pemuda bernama Ling Tian yang di juluki Monster oleh para penduduk. Apakah Ling Tian yang di maksud adalah kamu..?" Kaisar bertanya dengan nada tenangnya.


"Aahh.. Itu hanya rumor Yang Mulia, dan Yang Mulia tahu sendiri bahwa rumor selalu melebih-lebihkan. Mungkin itu bukan aku yang mereka maksudkan sebab nama Ling Tian cukup banyak di Benua Langit ini." Ling Tian menjawab santai.


"Tapi Ling Tian yang di rumorkan adalah Ling Tian yang berasal dari kota Bulan Biru, dan kebetulan kamu juga berasal dari sana." Kaisar bertanya menyelidik.


"Aahh.. Aku sebenarnya bukan berasal dari kota Bulan Biru, itu hanya tempat tinggalku untuk sementara waktu. Aku berasal dari kota Daun Wangi, Yang Mulia..!" Ling Tian tersenyum tenang.


"Benarkah itu Xiu'er..?" Kaisar berbalik ke arah Jia Xiulan.


"Itu benar Ayah..!" Jia Xiulan tidak menjelaskan semuanya kepada Kaisar karena masih banyak orang yang berada di dalam aula itu.


"Hmmm.. Baiklah..! Bawa dulu teman-temanmu ke ruang tamu, sebab aku masih memiliki hal yang penting untuk di bicarakan dengan para pejabat lainnya." Kaisar berkata pelan.


"Terima kasih Yang Mulia..! Tapi itu tidak perlu, kami akan segera pergi dari sini. Jadi kami sekalian pamit kepada Yang Mulia." Ling Tian menundukkan kepalanya lagi untuk memberi hormat kepada Kaisar.


"Lancang..! Beraninya kamu menolak perintah Kaisar..! Aku tidak peduli lagi apakah kamu seorang Monster atau tidak..!" Seorang pria paruh baya segera berdiri memarahi Ling Tian.


"Hahaha.. Aku heran kepada kalian semua. Sejak awal kalian terus berteriak kepadaku dengan keras di depan Kaisar. Apakah ini yang sering kalian sebutkan sebagai etiket seorang bangsawan..?"


"Kaisar tidak marah kepadaku, tetapi mengapa kalian yang marah..? Apakah jabatan kalian lebih tinggi dari Kaisar sehingga kalian semua berani mendahuluinya..?"


"Dan satu hal lagi yang perlu kalian ketahui, Kaisar tidak pernah memerintahkan kami, tetapi dia hanya menyuruh Tuan Putri membawa kami ke ruang tamu." Ling Tian berkata sambil mengangkat bahunya, kemudian tertawa pelan.


Semua orang yang telah berdiri tersebut segera terdiam mendengar apa yang di katakan oleh Ling Tian, tetapi wajah mereka masih tetap menunjukkan kemarahan.


"Baiklah Yang Mulia..! Karena tidak ada lagi hal lain, maka kami akan segera pergi." Ling Tian kemudian menundukkan kepalanya sekali lagi, lalu dia berbalik dan berjalan keluar aula istana di ikuti oleh Ling Han, Lin Yue dan Su Mei.


Penasehat Kaisar dengan cepat berdiri, lalu bergegas menghampiri Kaisar dan membisikkan sesuatu kepadanya. Tubuh Kaisar tersentak mendengar apa yang di bisikkan oleh penasehat tersebut kepadanya.


"Rapat ini akan di tunda dan akan kita lanjutkan lagi besok." Kaisar berkata dengan tegas, lalu menoleh ke arah Jia Xiulan dan memberi tanda kepadanya untuk menghentikan Ling Tian.


Jia Xiulan segera mengangguk karena mengerti maksud dari Ayahnya itu.

__ADS_1


"Ling Tian.. Tunggu sebentar..!" Jia Xiulan berlari ke arah Ling Tian yang telah berada di luar pintu aula.


"Ada apa Tuan Putri..?" Ling Tian berbalik dan menatap heran ke arah Jia Xiulan yang berlari sambil mengangkat gaun bawahnya hingga memperlihatkan betisnya yang sangat putih seperti giok tersebut.


Wajah Jia Xiulan segera memerah saat menyadari bahwa Ling Tian memperhatikan betisnya. Dia segera menurunkan gaunnya dan berjalan pelan ke arah Ling Tian.


"Ayahku ingin berbicara secara pribadi denganmu." Jia Xiulan berkata sangat pelan.


Meskipun suaranya sangat pelan, tetapi itu terdengar sangat jelas di telinga para pejabat yang semuanya adalah kultivator tingkat tinggi.


"Aahh.. Apakah Kaisar menunda rapat yang sangat penting ini hanya karena ingin berbicara dengan Ling Tian." Inilah apa yang di pikirkan oleh para pejabat tersebut.


"Ooo.. Jika Kaisar ingin berbicara kepadaku, aku akan mendengarkannya." Ling Tian tanpa sadar mengangkat tangannya dan mengacak-acak rambut Jia Xiulan.


Itu semua di lakukannya secara spontan karena telah terbiasa melakukan hal itu kepada Lin Yue dan Su Mei.


"Aahh.. Maaf..!" Ling Tian berkata dengan canggung.


Sedangkan untuk Jia Xiulan, dia segera tertegun mendapatkan perlakuan tersebut dari Ling Tian. Dia hanya diam tanpa tahu harus berbuat apa.


"Aaooww..!" Ling Tian menjerit saat merasakan kakinya telah di injak oleh Lin Yue.


"Ciiihhh..!" Lin Yue mendengus kesal.


Sementara Su Mei telah mengarahkan ujung pedangnya ke leher Jia Xiulan. Sekitar 1 sentimeter lagi akan mengenai tenggorokannya.


"Aahh.. Apa yang kalian lakukan..? Mei'er.. Segera turunkan pedangmu, itu sangat berbahaya..!" Ling Tian berkata dengan nada sedih.


"Mmm.." Su Mei hanya mengangguk kemudian segera memasukkan kembali pedangnya ke dalam Cincin Ruangnya karena takut Ling Tian akan memarahinya.


"Huuuhhh.. Tak ada yang bisa mengalahkan naluri wanita di dunia ini, sebab mereka terlalu peka dengan hal-hal yang menyangkut dengan perasaan." Ling Han menghela nafas panjang melihat semua itu.


"Inilah yang di katakan... Aahh sudahlah..! Aku juga tak tahu apa nama yang tepat untuk menyebutkannya." Zhang Xuan ikut membatin.


***


Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.

__ADS_1


Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.


__ADS_2