
Ji Ran pun turun dari arena dengan bangga setelah memenangkan pertarungannya sebanyak tiga kali berturut-turut. Ia disambut dengan sorakan penuh semangat oleh para murid dari Sekte Cahaya Matahari.
Sementara untuk orang-orang dari ketujuh sekte lainnya, wajah mereka semua tampak suram seolah tak sudi jika Sekte Cahaya Matahari mendapatkan kemenangan dalam sesi pertarungan tersebut.
Pemimpin Chu serta pemimpin sekte yang lain memandang ke arah Yan Qingshan dengan tatapan tidak senang. Sedangkan untuk Yan Qingshan sendiri, ia tetap bersikap tenang dan santai, tidak memedulikan apa yang dipikirkan oleh ketujuh pemimpin sekte tersebut terhadap dirinya.
Pertarungan kemudian dilanjutkan kembali. Murid-murid yang berkompetisi saat ini adalah murid yang tingkat kultivasinya berada di tahap kedelapan Bintang Langit.
Namun, pertarungan itu masih tetap dimenangkan oleh murid dari Sekte Cahaya Matahari. Sebab, pertarungan yang dilakukan murid dari Sekte Cahaya matahari tersebut terus berjalan sesuai dengan arahan dan petunjuk dari Ling Tian.
Hal ini semakin membuat tampang semua orang menjadi lebih suram. Terutama wajah dari ketujuh pemimpin sekte yang lain. Mereka hanya bisa menggeretakkan gigi menahan amarah di dalam hatinya.
Tak ada di antara mereka semua yang pernah menyangka bahwa Sekte Cahaya Matahari yang selalu menjadi sekte peringkat akhir dalam Aliansi Delapan Sekte tersebut, kini sudah memenangkan dua pertarungan berturut-turut.
“Apakah sekte kita telah menurun? Mengapa muridmu pribadimu tak mampu mengalahkan murid dari Sekte Cahaya Matahari itu?” tanya Pemimpin Chu pada salah seorang pria paruh baya yang duduk tak jauh darinya.
“Aku juga tidak mengerti, Pemimpin! Setelah aku memperhatikan pertarungan sebelumnya dengan saksama, sepertinya kedua murid dari Sekte Cahaya Matahari tersebut bisa mengetahui kelemahan dari lawan-lawannya. Sehingga, mereka dapat dengan mudah memenangkan pertarungan,” jawab pria paruh baya itu dengan nada pelan.
__ADS_1
“Yah ... Aku juga sependapat dengan pemikiran Tetua Ma,” sambung pria paruh baya lainnya.
Mendengar hal ini, Pemimpin Chu mengernyitkan alisnya dalam-dalam seraya berpikir sejenak, kemudian berkata, “Tetua Shi! Kalau begitu, segera perintahkan murid pribadimu untuk memenangkan seluruh pertarungan yang tersisa. Tidak perlu lagi kita bermain-main dengan orang-orang dari ketujuh sekte lainnya. Mari kita tunjukkan kepada mereka, bahwa kita masihlah penguasa di dalam Aliansi Delapan Sekte ini.”
“Baik, Pemimpin!” jawab pria paruh baya yang disebut sebagai Tetua Shi itu. Selanjutnya, ia pun segera memerintahkan murid pribadinya untuk naik ke atas arena pertarungan.
Seorang pemuda yang berperawakan tinggi besar langsung melompat ke atas arena setelah menerima perintah dari Tetua Ma. Ia berdiri tegap dengan menyilangkan kedua tangan di dadanya, sembari menatap tajam ke arah para murid dari Sekte Cahaya Matahari.
“Bukankah itu He Chang Lang, yang menjadi murid peringkat nomor satu di dalam Aliansi Delapan Sekte ini?”
“Ya, itu dia! Selama beberapa tahun ini, He Chang Lang belum pernah sekali pun kalah dalam pertarungan dan menjadi murid peringkat nomor satu di dalam aliansi.”
“Jika benar demikian, maka tidak akan ada lagi yang mampu bersaing dengannya. Sekte Lautan Mendalam masih tetap akan menjadi peringkat nomor satu di dalam aliansi.”
“Sepertinya, Sekte Lautan Mendalam kini benar-benar telah marah dan ingin menyelesaikan pertarungan secepat mungkin.”
“Bila seperti itu, maka acara pertemuan ini akan berakhir dengan cepat. He Chang Lang pasti akan mengeluarkan tantangan kepada seluruh murid yang ikut berkompetisi.”
__ADS_1
“Kalau memang begitu, He Chang Lang sudah tentu akan memenangkan seluruh pertarungan ini. Pada tahun lalu, tak ada yang bisa mengalahkannya saat tingkat kultivasinya masih berada di tahap ketiga Bintang Raja. Sekarang, tingkat kultivasinya sudah mencapai tahap keempat Bintang Raja. Itu sudah jelas bahwa tak ada seorang pun murid yang akan berani naik ke arena pertarungan untuk menantangnya.”
“Aaiihh ... Jika seperti ini, murid dari sekte kita juga tidak akan berani menghadapi He Chang Lang.”
“Hmmm ... Lihatlah wajah-wajah semua murid yang ikut berkompetisi! Sebelumnya mereka tampak bersemangat dan penuh percaya diri. Tapi, kini ....”
“....................”
Para murid dari ketujuh sekte lainnya mulai berkomentar tentang kemunculan He Chang Lang di atas arena pertarungan. Sementara untuk He Chang Lang sendiri yang mendengar semua itu, langsung menunjukkan seringainya seolah-olah sedang meremehkan seluruh murid jenius dari ketujuh sekte tersebut.
Sedangkan bagi para murid Sekte Cahaya Matahari yang sebelumnya bersorak keras meluapkan kegembiraan mereka, kini terdiam seperti kucing kebasahan. Hanya Ling Tian sendiri yang masih tampak santai dan terus memutar-mutarkan bajunya ke atas, seakan tak menghiraukan kemunculan He Chang Lang di atas arena pertarungan.
Melihat hal ini, He Chang Lang menjadi geram dan segera menatap lekat-lekat pada Ling Tian sambil memelototkan mata ke arahnya. Namun, sekali lagi Ling Tian benar-benar tidak memedulikannya sedikit pun.
Alih-alih menjadi takut, Ling Tian bahkan berbicara keras kepada murid Sekte Cahaya Matahari yang menghentikan sorakan mereka, “Para senior! Mengapa kalian berhenti melakukan Tarian Pria Tertampan Di Benua Langit ini? Mungkinkah kalian semua takut pada seekor semut yang berada di atas arena pertarungan itu?”
***
__ADS_1
Mohon maaf kepada semua pembaca setia novel LSM karena updatenya telat selama beberapa hari ini. Soalnya author lagi kurang sehat. Tapi author akan berusaha untuk tetap update ceritanya meski masih dalam keadaan kurang fit. Semoga kalian semua bisa mengerti.