
“Mulailah!” seru wasit yang memimpin pertarungan antara Niu Lang dan Chu Fengzi.
Begitu aba-aba dari sang wasit sudah terdengar, Niu Lang serta Chu Fengzi langsung melesat dari tempatnya dan secara bersamaan melepaskan serangan terkuatnya masing-masing.
Keduanya bermaksud ingin cepat-cepat menyelesaikan pertarungan tersebut, agar energi Qi yang mereka keluarkan tidak terlalu banyak dibandingkan bila harus bertarung dalam waktu yang cukup lama. Sebab, masih ada pertarungan selanjutnya yang akan mereka lalui untuk mengamankan posisi peringkatnya.
TRANG ... TRANG
Bunyi dari pedang yang saling beradu pun mulai terdengar menggema di dalam arena pertarungan. Sejak awal dimulainya pertarungan itu, Niu Lang dan Chu Fengzi tidak menahan kekuatannya lagi dan langsung mengerahkan seluruh kemampuan mereka untuk saling mengalahkan satu sama lainnya.
Udara di sekitar Niu Lang dan Chu Fengzi terus berfluktuasi akibat lonjakan energi Qi yang terpancar keluar dari setiap serangan yang dilepaskan oleh keduanya. Di mana pun mereka berada, suara ledakan dari dampak beradunya energi Qi yang saling berbenturan dapat terdengar jelas sampai keluar arena.
Pertarungan berjalan dengan sangat sengit. Meski sebelumnya energi Qi milik Niu Lang sudah berkurang cukup banyak, tapi ternyata ia masih bisa bertarung secara seimbang melawan Chu Fengzi.
“Hmmm ... Teknik pedang yang digunakan oleh keduanya ternyata sama. Namun, tingkat penguasaan dari teknik pedang yang ditunjukkan oleh Senior Niu masih sedikit lebih tinggi dari yang ditampilkan oleh lawannya. Pantas saja Senior Niu dapat mengimbangi setiap serangan yang lancarkan oleh Chu Fengzi itu walaupun energi Qi-nya telah berkurang.” Ling Tian berkata pelan sembari memperhatikan pertarungan yang sedang berlangsung.
“Ya! Maka dari itu jugalah mereka berdua dikatakan sebagai rival, karena mempelajari teknik pedang yang sama milik sekte ini,” sambung Pang Huaxian cepat.
BANG
Baru saja Pang Huaxian menyelesaikan kata-katanya, bunyi ledakan yang cukup keras terdengar ketika tubuh Niu Lang menghantam dinding penghalang Formasi Pelindung arena. Bersamaan dengan itu, tubuh Chu Fengzi juga jatuh menghantam tanah.
Tampak darah segar mengalir keluar dari mulut keduanya. Dengan gerakan yang terhuyung-huyung, Niu Lang serta Chu Fengzi berusaha bangkit dan hendak bertarung kembali.
__ADS_1
Melihat hal ini, sang wasit segera menghentikan pertarungan karena mengetahui bahwa keduanya sudah cukup terluka parah. Bila pertarungan itu dilanjutkan lagi, maka ditakutkan Niu Lang dan Chu Fengzi akan mengalami cedera yang lebih fatal dan bisa membahayakan nyawa mereka sendiri. Dengan demikian, wasit memutuskan pertarungan tersebut berakhir seri.
Sebenarnya Chu Fengzi enggan menerima keputusan dari sang wasit. Itu terlihat jelas dari raut wajahnya yang tampak geram dan tidak puas dengan hasil pertarungan. Namun, keputusan wasit adalah mutlak dan tak bisa lagi untuk diganggu gugat. Maka dengan berat hati, Chu Fengzi pun melompat turun dari atas arena.
Karena adanya Formasi Pembentukan yang juga terpasang di arena, secara otomatis setiap bagian arena yang telah hancur diperbaiki kembali. Tanpa menyia-nyiakan waktu, Niu Lang dengan cepat menelan Pil Penyembuh sambil menunggu arena tersebut diperbaiki seperti semula.
“Aaiihh ... Jika keadaan saudara Niu seperti ini, sudah dapat dipastikan bahwa dia takkan dapat melanjutkan pertarungan terakhirnya,” ujar Tang Fei dengan nada mengeluh.
“Yah ... Sungguh disayangkan sekali! Padahal tinggal sedikit lagi saudara Niu akan berhasil mengamankan posisinya di peringkat ke-10,” sambung Xuan Jirou.
“Hehehe ... Aku memiliki ide! Bagaimana kalau aku naik ke atas arena dan menantang Senior Niu. Setelah itu, aku berpura-pura kalah sehingga Senior Niu bisa mengamankan posisinya,” ungkap Pang Huaxian sembari tertawa kecil.
“Huuhh ... Apakah kamu sudah melupakan aturannya? Hanya murid dari peringkat ke-20 besar saja yang dapat melakukan hal tersebut. Jadi, biarkan aku saja yang menantangnya,” tandas Tang Fei.
“Fiiuuhh ... Apakah tidak ada cara lain lagi?” Pang Huaxian berkata seraya menghela napas panjang, kemudian menambahkan, “Kecuali Senior Niu memiliki Ramuan Roh atau Pil Penyembuh yang bisa memulihkan cederanya dengan sangat cepat, sebelum seseorang naik ke atas arena untuk menantangnya. Sehingga, dengan demikian ia dapat melanjutkan pertarungannya kembali. Akan tetapi, meski sekali pun ada Pil Penyembuh dengan efektivitas 100 persen, tetap saja waktunya tidak mencukupi untuk menyembuhkan cedera yang dialami oleh Senior Niu.”
Ling Tian yang sedari tadi diam mendengarkan percakapan dari ketiga sahabatnya tersebut, akhirnya berbicara, “Senior Pang! Aku mempunyai Pil Penyembuh yang memiliki efektivitas 96 persen. Mungkin saja itu dapat sedikit membantu Senior Niu untuk menyembuhkan luka-lukanya.”
“Hah?! Di mana kamu mendapatkannya, Junior Ling?” tanya Pang Huaxian dengan nada keheranan.
Begitu pula dengan Tang Fei dan Xuan Jirou yang terkejut saat mendengar perkataan Ling Tian. Sebab, mereka tahu bahwa Ling Tian tidak memiliki sebuah pil apa pun pada dirinya. Karena merekalah yang memberikan pil kepada Ling Tian dan pil tersebut juga hanya memiliki efektivitas 94 persen saja.
“Nanti aku akan menjelaskannya pada kalian semua. Yang terpenting saat ini adalah menyembuhkan cedera yang dialami oleh Senior Niu terlebih dahulu,” jawab Ling Tian cepat.
__ADS_1
“Yah, baiklah ... baiklah! Kalau begitu, cepatlah berikan pil itu kepada Senior Niu sebelum ada murid lain yang mengeluarkan tantangan kepadanya!” balas Pang Huaxian dengan nada bersemangat.
Meski ia tahu bahwa Pil Penyembuh dengan efektivitas 96 persen tersebut belum cukup untuk menyembuhkan luka-luka yang dialami oleh Niu Lang, tetapi setidaknya itu bisa sedikit membantu meringankan cideranya.
Tanpa menunda lebih lama lagi, Ling Tian pun segera melompat ke atas arena. Seketika itu juga, tatapan seluruh murid yang berada di sekitar arena langsung tertuju padanya.
“Woah ... Sangat tampan! Siapa pemuda itu?”
“Tidak tahu! Aku juga baru pertama kali melihatnya.”
“Mungkin dia adalah murid baru di sekte kita.”
“Aahh ... Aku benar-benar terpesona dengan ketampanannya.”
“Ciihh! Kalian masih saja bertingkah seperti itu bila bertemu dengan pria tampan.”
“Hohoho ... Kali ini sungguh berbeda, Senior! Pemuda tersebut memiliki daya tarik yang sangat kuat dibandingkan dengan semua pemuda tampan yang pernah aku temui.”
“Huuhh ... Hentikanlah ocehanmu itu!”
Para murid wanita segera mengeluarkan komentar mereka ketika melihat Ling Tian yang sudah berdiri di atas arena pertarungan.
“Aaiihh! Seandainya saja aku memiliki wajah tampan seperti Junior Ling, pasti aku tidak perlu lagi bersusah payah untuk mengejar para gadis-gadis itu,” gerutu Pang Huaxian.
__ADS_1