Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 122. Senang Berbisnis Dengan Kalian


__ADS_3

Sejak penampilan Wu Lihua telah mengejutkan seluruh penonton yang berada di area turnamen tersebut, tak ada lagi para peserta yang berani meremehkan lawannya masing-masing.


Pertarungan di setiap arena pun terus berlangsung dengan sengit. Xiao Jun masih duduk dengan tenang menunggu gilirannya, sambil memperhatikan para peserta lain di dalam kelompoknya itu sedang beraksi.


Dengan melakukan hal tersebut, dia bisa sedikit menilai di mana letak kekurangan dan kelebihan dari mereka semua.


"Xiao Jun, dengan nomor urut 137... Melawan Tang Ye, dengan nomor urut 298!" Seru wasit yang akan memimpin pertarungan.


Mendengar bahwa namanya telah di sebutkan, Xiao Jun segera berdiri dari tempat duduknya dan berjalan ke arah arena.


"Hmmm... Bukankah pemuda ini adalah teman dari gadis remaja tadi, yang mengalahkan lawannya hanya dengan satu pukulan saja?"


"Dia juga terlihat hanya berusia 17-18 tahun, namun telah bergabung dengan kelompok peserta yang memiliki tingkat kultivasi pada tahap kedelapan Bintang Emas."


"Turnamen beladiri tahun ini telah banyak memunculkan para jenius muda yang lebih kuat lagi dari tahun-tahun sebelumnya."


"Hehehe... Sepertinya, pertarungan ini akan menjadi sangat menarik."


"Mari kita lihat saja, apa yang bisa di lakukan oleh pemuda itu!"


Beberapa penonton mulai berkomentar memberikan penilaian mereka ketika melihat Xiao Jun telah memasuki arena pertarungan. Sedangkan untuk lawannya sendiri yaitu Tang Ye, matanya menatap tajam ke arah Xiao Jun sambil memeriksa tingkat kekuatannya.


Setelah yakin bahwa dirinya tidak dapat melihat tingkat kekuatan dari Xiao Jun, Tang Ye pun menjadi lebih semakin waspada.


"Kalian berdua, bersiaplah! Dengarkan aba-abaku ini!" Seorang wasit yang memimpin jalannya pertarung tersebut, segera berkata ketika melihat Xiao Jun dan Tang Ye telah berada di dalam arena.


Mendengar ucapan dari sang wasit, Tang Ye langsung mengeluarkan senjatanya berupa tombak dengan ujung yang bengkok seperti sebuah arit.


Sedangkan untuk Xiao Jun sendiri, dia hanya berdiri dengan santai meniru gaya Ling Tian ketika bertarung.


"Hehehe...." Ling Tian tertawa lirih melihat tingkah Xiao Jun tersebut sambil menggelengkan kepalanya.


"Mulai!"


Mendengar seruan aba-aba dari sang wasit, Tang Ye langsung melesat dengan cepat menyerang Xiao Jun yang terlihat seperti belum siap untuk bertarung. Ujung tombaknya di arahkan tepat di bahu kiri dekat dengan leher Xiao Jun yang masih diam tak bergerak.


Mendapatkan serangan ganas seperti itu, Xiao Jun tetap tenang seakan tak mempedulikannya. Ketika ujung tombak Tang Ye tinggal satu sentimeter lagi dari tubuhnya, Xiao Jun dengan sangat cepat berkelit sedikit untuk menghindarinya.


Melihat bahwa dirinya telah gagal, Tang Ye segera merubah posisi serangan tombaknya ke arah pinggang Xiao Jun. Serangan tersebut juga sangat kuat karena telah dialiri oleh energi Qi-nya sendiri.


Xiao Jun pun dengan gerakan refleks mengangkat kaki kanannya, lalu melakukan tendangan yang sangat kuat juga pada gagang tombak Tang Ye.


BAM


Bunyi peraduan antara energi Qi mereka terdengar cukup keras. Tombak di tangan Tang Ye bergetar dan terdorong sedikit kebelakang. Sementara untuk Xiao Jun, dia masih tetap berdiri dengan santai di tempatnya.


"Hmph!"

__ADS_1


Tang Ye mendengus kesal, kemudian segera memutar-mutar tombaknya dengan gerakan yang sangat cepat. Suara deru angin yang kencang pun terdengar dari setiap putaran tombaknya itu.


Lalu, dia pun melesat kembali ke arah Xiao Jun dengan menggunakan kecepatan penuhnya. Serangan Tang Ye terlihat seperti dia sedang melakukannya dengan secara acak-acakan, namun semuanya tepat mengarah ke titik penting pada tubuh Xiao Jun.


Melihat hal tersebut, Xiao Jun pun mulai bergerak dengan indah menghindari setiap serangan yang datang padanya. Dia belum mau membalas serangan dari Tang Ye, karena ingin mengukur sampai sejauh mana kekuatan lawannya itu.


Tang Ye juga mulai meningkatkan ritme serangannya secara perlahan. Gerakan tombaknya pun menjadi semakin cepat dari yang sebelumnya. Setiap serangan yang dilancarkannya juga kian ganas.


"Sepertinya pemuda itu sedang bermain-main dengan lawannya. Sedari tadi dia hanya menghindar saja tanpa melayangkan satu pun serangan balasan."


"Hmmm... Menurutku, pemuda bernama Xiao Jun tersebut memang tidak bisa membalas serangan dari Tang Ye yang begitu sengit."


"Bagaimana kalau kita bertaruh! Aku akan memilih Tang Ye yang akan menjadi pemenang dalam pertarungan ini."


"Di lihat dari posisinya saat ini, aku pun akan memilih Tang Ye."


Mendengar percakapan dari orang-orang yang berada tidak jauh darinya, Ling Tian segera berbalik dan bertanya pelan, "Berapa nilai yang akan kalian gunakan dalam taruhan itu?"


"Hahaha... Anak muda, apakah kamu berani bertaruh denganku? Jika begitu, bagaimana kalau kita mulai dengan 300 juta koin emas? Tanya salah seorang dari penonton yang sebelumnya telah mengatakan bahwa Xiao Jun akan kalah dan Tang Ye yang akan keluar sebagai pemenang dalam pertarungan tersebut.


"Hmmm... Aku juga akan ikut bertaruh sebanyak 200 juta koin emas. Aku memilih Tang Ye." Kata penonton lainnya kepada Ling Tian.


"Nah, anak muda... Apakah kamu berani menerima taruhan kami berdua? Total jumlah keseluruhannya adalah 500 juta koin emas sekarang."


"Hehehe... Baiklah, itu tidak masalah bagiku. Apakah masih ada lagi di antara kalian yang ingin bertaruh kepada Tang Ye?" Tanya Ling Tian sambil tertawa lirih.


"Hahaha... Aku juga akan memilih Tang Ye."


"Aku juga...."


Beberapa orang yang merasa Tang Ye akan memenangkan pertarungan tersebut, mulai menyebutkan nilai taruhan mereka. Sehingga, total jumlah dari keseluruhan taruhan tersebut telah mencapai 1 miliar koin emas.


"Sepakat!" Jawab Ling Tian bersemangat.


Lalu dia pun berbalik kembali memandang ke arah arena pertarungan Xiao Jun dan Tang Ye, kemudian berbicara pelan menggunakan energi Qi-nya, "Jun, mengapa kamu hanya bermain-main saja? Cepatlah selesaikan pertarunganmu itu! Aku bosan melihatnya."


Semua orang yang berada di area turnamen sangat terkejut mendengar perkataan Ling Tian tersebut. Mereka semua kini berbalik memandang ke arahnya dengan tatapan penuh keheranan.


"Aahh! Siapa pemuda itu? Beraninya dia berbicara menggunakan energi Qi-nya ketika pertarungan sedang berlangsung."


"Yaah... Itu akan mengganggu konsentrasi para peserta yang sedang bertarung di arena lainnya."


"Aku juga tidak tahu siapa pemuda itu. Dari pakaian yang dikenakannya, dia terlihat bukan dari latar belakang yang kuat."


"Jika dia melakukannya sekali lagi, kita harus bertindak untuk menghukumnya karena mengganggu jalannya pertarungan."


Para hakim dan tim yang menjadi penyelenggara turnamen beladiri tersebut, mulai mempertanyakan tentang Ling Tian dan juga statusnya.

__ADS_1


Sedangkan untuk Xiao Jun yang mendengar ucapan Ling Tian dengan nada seakan mengeluh melihat gaya bertarungnya itu, seketika langsung mundur menjauh sekitar 30 meter dari Tang Ye.


Kemudian dengan cepat dia melesat kembali ke arah Tang Ye dengan menggunakan kecepatan penuhnya.


Tang Ye pun yang juga telah bersiap menyambut kedatangan Xiao Jun, segera mengayunkan tombaknya dengan cara menghalangi serangan yang ditujukan kepadanya.


Namun serangan itu seakan tak berarti bagi Xiao Jun, sebab dia dapat dengan mudah menghindari semuanya. Ketika ujung tombak akan menyerang kepalanya, Xiao Jun menunduk kemudian melayangkan pukulan yang sangat cepat dan kuat ke arah perut Tang Ye.


BAM


Tubuh Tang Ye langsung terpental jauh keluar dari arena pertarungan. Beberapa tetes darah terlihat mengalir dari mulutnya, lalu dia pun jatuh tak sadarkan diri di tanah.


"Pemenangnya adalah, Xiao Jun!" Seru wasit yang memimpin pertarungan itu.


Tanpa menghiraukan kata-kata dari sang wasit, Xiao Jun segera memandang ke arah kursi penonton di mana Ling Tian sedang duduk santai sambil menyunggingkan senyum khasnya.


Lalu Xiao Jun pun membungkuk memberi hormat ketika melihat Ling Tian telah mengacungkan jempol ke arahnya. Dia sendiri sebenarnya juga merasa aneh dengan perkataan Ling Tian sebelumnya, yang menyuruhnya untuk segera menyelesaikan pertarungan tersebut.


"Hmmm... Apakah Guru tidak menyukai jika aku meniru gaya bertarungnya? Padahal aku sudah berusaha agar terlihat keren di depannya." Xiao Jun membatin dengan nada heran.


"Huufftt... Sudahlah. Mungkin Guru tak ingin disaingi dalam hal menampilkan sikap kerennya. Aku juga harus memilih cara bertarungku sendiri, agar terlihat lebih keren lagi dari penampilan Guru." Lanjut Xiao Jun sambil berjalan keluar dari arena pertarungan.


"Hehehe... Ayo segera bayar taruhan kalian semua padaku! Aku telah memenangkan pertaruhan kita tadi." Ling Tian tertawa lirih ke arah para penonton yang bertaruh dengannya.


Orang-orang tersebut langsung mengeluarkan uang taruhan mereka dengan wajah masam.


"Semua uang taruhanku ada di dalam Cincin Ruang ini. Silakan kamu periksa kembali."


"Ini juga uang taruhan dariku."


"Ini juga punyaku."


Satu per satu mulai menyerahkan Cincin Ruang mereka kepada Ling Tian. Setelah memastikan bahwa jumlahnya tepat, Ling Tian tersenyum gembira lalu berkata pelan, "Senang berbisnis dengan kalian semua."


Wu Dunrui dan Xiu Rong hanya bisa tersenyum canggung sambil menggelengkan kepala mereka melihat tingkah Ling Tian tersebut.


***


Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.


Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan Tip.


Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca, baik itu yang suka maupun yang tidak suka dengan Novel "LSM" ini.


Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.


Mohon maaf karena Author lambat mengupdate cerita ini di karenakan beberapa kesibukan di dunia nyata demi menyambut hari raya Idul Adha.

__ADS_1


Author juga ingin mengucapkan... Selamat Hari Raya Idul Adha, Minal Aidhin Walfaidzin, Mohon Maaf Lahir Bathin.


__ADS_2