
Xiao Jun segera berbalik menoleh ke belakang hendak melihat siapa yang telah menawarkan harga dua kali lipat untuk gelang giok biru yang masih berada di tangannya.
Itu adalah seorang pemuda berperawakan jangkung dengan pakaian yang mewah dan penampilannya juga terlihat elegan. Namun, sorot mata dari pemuda tersebut sangat dingin dan tampak jelas kesombongan di dalamnya meskipun wajahnya sedang tersenyum.
"Maaf, teman! Aku telah membeli gelang ini terlebih dahulu!" ucap Xiao Jun pelan bersikap sesopan mungkin di depan pemuda itu.
"Siapa yang kau panggil sebagai temanmu? Namaku adalah Zhuge Hong. Aku tak punya teman bertampang seorang pengemis sepertimu! Dan juga, aku melihat kamu belum membayar gelang tersebut," tampik pemuda bernama Zhuge Hong seraya melipat kedua tangan di dadanya.
Mendengar penghinaan yang ditujukan oleh Zhuge Hong pada dirinya, Xiao Jun hanya tersenyum kecil karena tak ingin berdebat dengannya. Kemudian ia pun berbalik dan segera mengeluarkan uang sebanyak 100.000 koin emas lalu menyerahkannya pada pemilik stan.
"Ini, Paman! Aku akan mengambil gelang ini!" ucap Xiao Jun sambil memasukkan gelang itu ke dalam Cincin Ruangnya.
"Hei, Pak Tua! Apakah kamu tak mendengarkan apa yang aku katakan sebelumnya? Aku akan membayar gelang tersebut sebanyak dua kali lipat dari harga aslinya. Tawaranku juga akan menguntungkan bisnismu ini!" sergah Zhuge Hong dengan nada ketus.
"Aahh! M-maaf, Tuan Muda Zhuge! T-tapi, Tuan ini sudah terlebih dahulu membeli gelang itu." Sang pemilik stan berkata terbata-bata karena takut menyinggung perasaan Zhuge Hong.
Itu karena dia tahu bahwa klan Zhuge adalah salah satu dari 6 klan besar di Kota Primordial. Meskipun kultivasinya lebih tinggi dari Zhuge Hong, tetapi pemilik stan tersebut tak mau mengambil resiko untuk menyinggung orang-orang dari klan Zhuge.
"Ciihh... Kalau begitu, aku hanya bisa mengambil secara paksa gelang tersebut dari tangan pengemis ini!" kata Zhuge Hong sambil menunjuk ke arah Xiao Jun, lalu kemudian membentaknya, "Hei, bocah miskin! Serahkan gelang itu jika kamu masih menyayangi nyawamu!"
Suara keras dari Zhuge Hong membuat orang-orang yang berada di sekitarnya langsung menoleh ke arahnya. Namun, setelah mengetahui bahwa ia adalah salah satu Tuan Muda yang berasal dari klan Zhuge, semua orang tersebut kembali melanjutkan aktivitasnya masing-masing karena tak ingin ikut campur dalam masalahnya.
"Aaiihh... Siapa anak muda itu? Ia hanya membahayakan dirinya sendiri jika berani menyinggung Tuan Muda Zhuge."
"Nasibnya sungguh sial karena telah bertemu dengan Tuan Muda Zhuge."
"Wajah Tuan Muda Zhuge terlihat sangat marah. Sepertinya, ia akan segera membunuh pemuda yang telah menyinggungnya itu. Sebaiknya kita pergi menjauh sebelum ikut terkena imbasnya."
Beberapa orang yang lewat di dekat stan tersebut mulai berbisik-bisik tentang apa yang selanjutnya akan dilakukan oleh Zhuge Hong terhadap Xiao Jun.
"Maaf, teman! Gelang ini sudah menjadi milikku dan...."
Sebelum Xiao Jun melanjutkan kalimatnya, Zhuge Hong dengan cepat berkata geram, "Bagus... Bagus! Ternyata kamu mengabaikan peringatanku. Kalau begitu, jangan salahkan aku karena akan segera menghabisimu!"
__ADS_1
Zhuge Hong yang sudah terbakar amarahnya langsung bergerak menyerang Xiao Jun dengan tinjunya. Pukulan yang dilayangkannya juga mengandung energi Qi yang sangat kuat karena ia berniat untuk menghancurkan kepala Xiao Jun.
Mendapatkan serangan yang kejam seperti itu, Xiao Jun hanya mengelak dengan santai untuk menghindarinya. Walaupun serangan yang dilancarkan oleh Zhuge Hong sudah sangat kuat, tetapi di mata Xiao Jun itu cuma seperti permainan anak-anak saja.
Mengetahui tinjunya hanya mengenai udara, Zhuge Hong menjadi semakin kalap. Dengan cepat ia mengangkat kakinya dan segera melayangkan tendangan ke arah dada Xiao Jun.
Namun, serangannya tersebut tetap sia-sia saja karena Xiao Jun masih dengan sangat mudah menghindarinya. Merasakan bahwa dirinya seperti sedang dipermainkan oleh Xiao Jun, Zhuge Hong pun langsung menyerang dengan segenap kekuatan penuhnya.
Kekuatan dan kecepatan serangannya juga menjadi semakin meningkat dari yang sebelumnya. Pukulan dan tendangannya pun terus dilancarkan ke arah tubuh Xiao Jun dengan sangat ganas.
Ketika salah satu kaki dari Zhuge Hong hendak mengenai pinggangnya, Xiao Jun bergerak dengan cepat untuk menangkapnya. Lalu ia segera mengangkat lengannya dan melemparkan tubuh Zhuge Hong dengan santai ke udara.
Zhuge Hong pun dengan gesit melakukan putaran jungkir balik di udara sebelum tubuhnya mendarat mulus di tanah. Kemudian ia langsung menyerang kembali ke arah Xiao Jun tanpa menghiraukan orang-orang yang berada di sekitarnya.
Kali ini Xiao Jun tak lagi menghindar. Saat tinju Zhuge Hong menyerang ke arah tubuhnya, Xiao Jun segera menyambut dengan tinjunya juga.
BAM
Sudah jelas sekali perbedaan kekuatan di antara keduanya. Meskipun Zhuge Hong termasuk salah satu kultivator jenius dari klan Zhuge, namun tingkat kultivasinya masih berada di bawah Xiao Jun yaitu hanya di tahap kedelapan Bintang Emas.
Merasa bahwa dirinya menjadi bahan tontonan orang-orang yang berada di sekitar tempat itu, wajah Zhuge Hong seketika berubah merah karena marah bercampur malu. Dengan sedikit lambaian dari tangannya, sebuah pedang sepanjang 1 meter langsung keluar dari Cincin Ruangnya.
Sebagai salah seorang kultivator jenius dari klannya, Zhuge Hong sebenarnya mampu bertarung seimbang melawan kultivator yang kultivasinya berada satu tingkat di atasnya saat ia telah menggunakan pedangnya. Jadi, ketika pedang telah berada di tangannya, kepercayaan diri Zhuge Hong pun bangkit kembali.
Tanpa basa basi lagi, ia segera melesat ke arah Xiao Jun untuk melancarkan serangannya. Tusukan dan tebasan dari pedang Zhuge Hong sangat cepat dan terarah dengan baik ke titik-titik vital pada tubuh Xiao Jun.
Tapi meski demikian, pergerakan yang ditampilkan oleh Xiao Jun bahkan lebih cepat lagi darinya. Setiap serangan pedangnya tak ada satu pun yang dapat menyentuh tubuh Xiao jun.
"Aaiihh... Lebih baik aku segera mengakhiri pertarungan ini! Sebab, jika Guru mengetahuinya, pasti aku akan mendapatkan hukuman karena telah membuat keributan," batin Xiao Jun dengan nada mengeluh sambil terus mengelak setiap serangan yang datang padanya.
Saat pedang Zhuge Hong menebas ke arah kepalanya, Xiao Jun dengan cepat memiringkan sedikit tubuhnya lalu mengayunkan kaki kanannya ke arah tangan Zhuge Hong.
BAM
__ADS_1
TRANG
Pedang yang berada di tangan Zhuge Hong terlepas dan jatuh ke tanah. Melihat hal tersebut, Xiao Jun dengan cepat maju dan melayangkan pukulan ke arah dadanya.
BAM
Tubuh Zhuge Hong sekali lagi terpental mundur akibat terkena tinju Xiao Jun. Darah segar langsung di muntahkan dari mulutnya. Ia terlihat sangat kesakitan dan tulang dadanya juga sedikit retak. Untungnya Xiao Jun dengan cepat mengurangi kekuatan pukulannya. Jika tidak, mungkin semua organ di dalam tubuh Zhuge Hong akan hancur seketika.
"Kemampuan anak muda itu sangat hebat. Saat melawan Tuan Muda Zhuge, ia hanya seperti sedang bermain-main saja."
"Yah... Aku juga melihatnya dengan jelas. Jika saja anak muda tersebut bersungguh-sungguh, mungkin nyawa Tuan Muda Zhuge akan dalam bahaya."
"Sepertinya ini takkan berakhir dengan baik. Pasti di sekitar sini ada orang-orang dari klan Zhuge yang memantau pertarungan tadi secara diam-diam."
Beberapa orang yang berada di sekitar tempat itu mulai berkomentar. Para kultivator yang berlalu-lalang hanya menggeleng-gelengkan kepala mereka setelah mengetahui apa yang sedang terjadi.
"Tuan! Segeralah pergi! Jika kamu masih berlama-lama di tempat ini, aku yakin orang-orang dari klan Zhuge akan segera menemukanmu," ucap pemilik stan setengah membisik pada Xiao Jun.
"Terima kasih, Paman! Aku memang akan segera meninggalkan tempat ini," jawab Xiao Jun pelan, lalu berbalik dan berjalan ke arah penginapan.
"Hei, Bocah! Siapa yang mengizinkanmu pergi. Dengan apa yang sudah kamu lakukan pada anggota klan Zhuge kami, maka tinggalkanlah nyawamu di sini."
Xiao Jun langsung menghentikan langkah kakinya ketika mendengar sebuah suara yang memanggilnya. Ia juga melihat beberapa orang telah berdiri menghadang jalannya seakan tak mengizinkan dirinya untuk lewat.
***
Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.
Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan TIP.
Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca, baik itu yang suka maupun yang tidak suka dengan Novel "LSM" ini.
Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.
__ADS_1