Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 140. Lawan Yang Sangat Tangguh


__ADS_3

Sekarang Ling Tian telah terbang dengan menggunakan kecepatan penuhnya. Ia berpikir harus cepat ke pusat hutan untuk menemukan inti Formasi Penyegelan Jiwa agar indra spiritualnya bisa kembali berfungsi seperti semula.


Dan juga, jika ada sesuatu yang menyerangnya secara diam-diam seperti yang sudah dilakukan oleh Serigala Bayangan Bulan, maka ia dapat melihatnya dengan cara memperhatikan fluktuasi udara di sekitarnya.


Tapi setelah terbang selama setengah hari lagi, tak ada satu pun Binatang Roh yang menyerangnya. Meski demikian, Ling Tian tak menurunkan sedikitpun tingkat kewaspadaannya.


"Sepertinya, aku dapat merasakan ada aura kematian yang sangat kuat di depan sana melalui pergerakan Api Ilahi yang seakan tak tenang," batin Ling Tian sambil memperlambat kecepatan terbangnya saat mengetahui Api Ilahi terus bergerak-gerak seolah-olah sedang gelisah dan ingin keluar dari dalam tubuhnya.


"Mari kita lihat apa yang ada di sana!" gumam Ling Ting sangat pelan seraya berbicara pada Api Ilahi.


Lalu ia pun terus melesat ke arah aura kematian yang berada di depannya. Namun, ketika Ling Tian baru saja akan mendekati asal aura kematian tersebut, tiba-tiba sebuah suara berat mengejutkannya.


"Bocah kecil! Ternyata kamu memiliki sedikit kemampuan hingga bisa sampai di tempat ini. Jika aku tak salah, kamu pasti telah berhasil mengalahkan serigala tak berguna itu!"


Entah dari mana asalnya, sosok besar dengan tinggi 20 meter serta berbadan kekar tiba-tiba muncul di depan Ling Tian. Itu adalah seekor kera yang dipenuhi oleh bulu panjang berwarna putih.


"Aahh... Kera Salju! Mengapa ia bisa berada di hutan ini? Aku juga tak bisa melihat tingkat kultivasinya karena indra spiritualku tak berfungsi akibat pengaruh dari Formasi Penyegelan Jiwa." Ling Tian sangat terkejut di dalam hatinya dengan kehadiran Kera Salju yang telah berdiri tak terlalu jauh darinya.


"Jika saja tingkat kultivasinya setara denganku seperti tingkat kultivasi Serigala Bayangan Bulan, mungkin aku bisa mengetahuinya. Hanya satu saja penjelasannya, yaitu bahwa tingkat kultivasi dari Kera Salju ini lebih tinggi dariku," lanjut Ling Tian lagi sambil memandang sang Kera Salju dengan tatapan menyelidik.


"Apakah kamu ke tempat ini untuk mencari Kolam Darah Iblis? Jika memang seperti itu, maka aku ucapkan selamat karena kamu telah berhasil menemukannya! Tetapi sebelum mengambil air di dalam kolam tersebut, kamu harus mengalahkanku terlebih dahulu," ujar Kera Salju dengan suara beratnya.


"Kolam Darah Iblis? Apa itu?" tanya Ling Tian dengan nada heran dan kebingungan.


"Hmmm... Bukankah kamu ke sini hanya untuk menemukan Kolam Darah Iblis?" Kera Salju tertegun sejenak, kemudian bertanya sambil memperhatikan raut wajah Ling Tian untuk mencari tahu apakah dia sedang berpura-pura tak mengetahui adanya Kolam Darah Iblis di tempat itu.


"Tidak! Aku ke sini hanya untuk mencari sebuah makam kuno sesuai peta yang aku temukan," jawab Ling Tian tegas.

__ADS_1


"Ooh... Ternyata kamu mencari makam Tuanku! Untuk memasuki makamnya, kamu juga harus mengalahkanku terlebih dahulu." Kera Salju berkata dengan nada santai sambil menunjuk dirinya sendiri.


Ling Tian memandang ke arah Kera Salju sambil mengerutkan alisnya, lalu bertanya pelan, "Apakah tak ada jalan yang lebih baik selain bertarung?"


"Untuk hal itu, aku hanya bisa mengatakan, Maaf! Tak ada pilihan yang lain! Satu-satunya cara adalah kamu harus mengalahkanku," jawab Kera Salju dengan nada yang lebih tegas lagi.


"Hmmm... Baiklah! Kalau begitu, aku akan mencobanya," ucap Ling Tian tenang sambil mengepalkan tangannya, lalu segera melesat ke arah Kera Salju dan melepaskan Teknik Pukulan Dewa Naga miliknya.


Melihat Ling Tian sudah berada tepat di depannya, Kera Salju tetap diam tak bergerak membiarkan pukulan Ling Tian mengenainya. Ia juga tampak santai menghadapi tinju yang telah dipenuhi oleh energi Qi tersebut.


BAM


Bunyi ledakan terdengar ketika energi Qi yang berasal dari Teknik Pukulan Dewa Naga bertemu dengan dada Kera Salju. Ling Tian langsung terpental mundur ke belakang sejauh 50 meter. Sementara untuk Kera Salju sendiri, ia hanya terdorong sejauh satu langkah saja.


"Aahh! Kultivasinya berada pada puncak tahap keenam Bintang Bumi! Ternyata kekuatannya memang jauh lebih tinggi dariku," batin Ling Tian dengan nada yang sangat terkejut ketika mengetahui tingkat kultivasi Kera Salju saat bersentuhan langsung dengan tubuhnya.


"Kau lumayan kuat juga dan energi Qi-mu sangat murni. Pantas saja kau dapat mengalahkan Serigala tak berguna tersebut. Namun, jika kekuatanmu hanya seperti ini, kamu tak akan bisa mengalahkanku." Kera salju menepuk-nepuk bekas pukulan Ling Tian yang berada di dadanya.


Merasakan aura Ling Tian yang menjadi semakin lebih kuat, Kera Salju memandang Pedang Pelangi sambil tersenyum, "Hmmm... Pedang yang sangat bagus."


Ling Tian tak mempedulikan tentang penilaian dari Kera Salju tersebut. Sambil memegang Pedang Pelangi di tangannya, ia pun langsung menghilang dari tempatnya dan melesat dengan sangat cepat menerjang ke arah Kera Salju.


Mendapatkan serangan seperti itu, Kera Salju masih tetap bersikap santai. Ketika pedang Ling Tian hanya berjarak 1 inci dari kepalanya, ia sedikit memiringkan tubuhnya ke belakang sehingga Pedang Pelangi hanya menebas udara saja.


"Hahaha... Gerakanmu cukup cepat. Tetapi di mataku, kecepatanmu itu hanya seperti seekor kura-kura yang berjalan." Kera Salju berkata dengan tawa yang keras sambil terus menghindari serangan beruntun yang lancarkan kembali oleh Ling Tian.


Suara desiran angin terdengar ketika Pedang Pelangi terus menari di sekitar tubuh Kera Salju tanpa bisa mengenainya sedikitpun. Meskipun Ling Tian telah menggunakan Teknik Pedang Tanpa Nama, tapi itu seakan sia-sia saja jika tak dapat menyentuh tubuh Kera Salju.

__ADS_1


"Teknik pedangmu sangat hebat dan aku baru pertama kali melihat teknik pedang yang seperti ini. Setiap serangannya bervariasi serta sangat kuat dan juga sangat cepat. Jika saja tingkat kultivasimu sedikit lebih tinggi dari yang sekarang, mungkin pertarungan kita akan menjadi seimbang."


"Tapi sayangnya tingkat kultivasimu lebih rendah dariku. Jadi, apapun yang kamu lakukan sekarang, kamu tetap saja takkan bisa mengalahkanku."


"Ayo! Temani aku bermain sedikit lebih lama lagi sampai aku puas! Sudah lama sekali tak ada yang menemaniku bersenang-senang di tempat ini."


"Ayo! Lakukanlan yang terbaik! Keluarkan seluruh kemampuanmu agar permainan ini sedikit lebih menarik! Jika kemampuanmu hanya seperti ini, itu akan menjadi sangat membosankan."


Kera Salju terus bebicara dan memberikan penilaiannya terhadap kekuatan serangan yang dilancarkan oleh Ling Tian sambil terus mengelak dari tebasan Pedang Pelangi.


Ling Tian tak menghiraukan apa yang diucapkan oleh Kera Salju. Dia terus saja berfokus menyerang titik-titik berbahaya pada seluruh bagian tubuhnya. Meskipun pedang di tangannya hanya menebas udara tanpa bisa menyentuh dan menggores sedikitpun tubuh dari Kera Salju tersebut, Ling Tian takkan pernah menyerah untuk melakukannya.


ROAR


Di sela-sela pertarungan itu, suara auman yang sangat keras terdengar menggema di sekitar hutan. Itu adalah suara yang keluar dari mulut Ling Tian ketika ia juga telah menggunakan Teknik Auman Naga miliknya.


"Hahaha... Ini sangat enak. Ayo, lakukan lagi! Kupingku terasa gatal ketika mendengar teriakanmu itu," ucap Kera Salju sambil memasukkan jari ke dalam telinganya lalu menggerak-gerakannya.


Mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh Kera Salju, Ling Tian segera melesat mundur ke belakang. Ia pun menatap Kera Salju yang masih berdiri santai di depannya sambil memainkan jarinya di dalam telinganya.


"Apa lagi yang harus aku lakukan? Aku telah mengerahkan seluruh teknik terkuatku, namun semua itu hanya sia-sia saja. Untungnya Kera Salju tersebut belum memberikan serangan balasan terhadapku. Jika dia melakukannya, mungkin aku akan berada dalam bahaya dan bisa mati di tempat ini," gumam Ling Tian di dalam hatinya dengan nada mengeluh.


***


Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.


Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan TIP.

__ADS_1


Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca, baik itu yang suka maupun yang tidak suka dengan Novel "LSM" ini.


Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.


__ADS_2