Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 136. Meninggalkan Kota Lima Warna


__ADS_3

Para tim dalam acara turnamen beladiri segera bergerak memperbaiki kondisi beberapa arena yang mengalami kerusakan akibat dari pertarungan Ling Tian dan kedua pemimpin Sekte besar tersebut.


Setelah beberapa saat, akhirnya semuanya telah selesai dan pertarungan untuk para peserta turnamen beladiri dilanjutkan kembali.


Wu Lihua terus bertarung dengan penuh semangat tanpa ada seorangpun yang dapat mengalahkannya, hingga akhirnya ia pun menjadi juara dalam acara turnamen beladiri itu.


Ling Tian, Wu Dunrui dan Xiao Jun juga telah menghasilkan banyak uang dari hasil pertaruhan mereka pada pertarungan Wu Lihua.


Mereka semua kembali ke penginapan setelah Xiao Jun dan Wu Lihua mengambil hadiah juara turnamen beladiri yang mereka dapatkan.


"Bos, pasti mereka berdua yang telah menjadi juara pada turnamen beladiri tersebut." Melihat kedatangan Ling Tian dan yang lainnya, Xiaohai berkata dengan nada malas sambil berbaring di taman.


"Hahaha... Itu memang benar! Mereka berdua tidak mempermalukan aku sebagai Gurunya." Ling Tian tertawa gembira.


"Makanya aku tidak ingin pergi ke acara turnamen beladiri itu karena telah menebak hasilnya. Aku pun merasakan bahwa kamu ikut bersenang-senang juga di sana, bos."


"Yaah, aku tadi hanya sedikit bermain untuk meregangkan otot-ototku yang kaku," ucap Ling Tian sambil mengangkat bahunya.


Xiaohai hanya menggelengkan kepalanya ketika melihat Ling Tian dan Xiao Jun sudah berjalan masuk ke dalam ruangannya masing-masing. Wu Dunrui, Xiu Rong dan Wu Lihua juga segera kembali ke kediaman mereka.


Di dalam ruangannya, Lin Tian duduk santai sambil memeriksa kedua Cincin Ruang milik Li Ming dan Ma Hong.


"Hehehe... Ternyata mereka berdua sangat kaya. Begitu banyak senjata Pusaka Tingkat Langit meskipun kualitasnya lebih rendah dari Pedang Pelangi milikku," batin Ling Tian sambil tertawa lirih.


"Ramuan Roh yang mereka miliki juga sangat banyak. Ini akan memudahkanku untuk membuat berbagai macam pil. Tapi sayangnya bahan-bahan ini tidak ada yang bisa dibuat pil untuk meningkatkan kultivasiku."


"Hmmm... Apa ini?" Ling Tian tersentak kaget ketika kesadaran spiritualnya memasuki Cincin Ruang Ma Hong.


Di dalam Cincin Ruang tersebut, Ling Tian menemukan sebuah gulungan kertas usang yang tersimpan di dalam sebuah kotak kayu. Dengan cepat dia pun segera mengeluarkan gulungan kertas itu lalu mulai memperhatikannya.


"Aahh, ini adalah sebuah peta! Apakah peta ini menunjukkan arah ke makam kuno?" Ling Tian meneliti peta di tangannya yang memiliki beberapa tanda silang dan juga sebuah gambar berbentuk makam.


"Mungkin aku harus menyelidikinya secara langsung," ucap Ling Tian di dalam hatinya lalu memasukkan peta tersebut ke dalam Cincin Ruangnya.

__ADS_1


"Huufftt...."


Ling Tian menghembuskan napas berat, kemudian ia pun berbaring di tempat tidurnya seakan hendak melepaskan semua beban yang ada dipikirannya. Dan setelah beberapa saat, dia akhirnya tertidur lelap.


Keesokan harinya, ketika cahaya matahari mulai menyinari Kota Lima Warna, Ling Tian bergerak dengan malas untuk bangkit dari tempat tidurnya.


"Perasaan seperti ini sudah lama sekali aku tak merasakannya. Tidur dapat membuat pikiranku menjadi lebih rileks ketika meninggalkan semua masalah tentang berpacu dalam dunia kultivasi ini. Mungkin sebaiknya aku harus lebih sering lagi untuk tidur, agar semua tekanan dalam pikiranku bisa terlepaskan," gumam Ling Tian pelan.


"Guru! Aku membawakan segelas teh kesukaanmu. Aku akan menaruhnya di sini dan mulai melanjutkan latihanku lagi." Suara panggilan Wu Lihua terdengar dari depan pintu kamar Ling Tian.


"Yaa, simpanlah di atas meja depan kamarku ini!" jawab Ling Tian, lalu ia pun segera keluar dari kamarnya dan kemudian duduk dengan santai memperhatikan Xiao Jun dan Wu Lihua yang mulai berlatih teknik beladiri mereka masing-masing.


Melihat gerakan yang di peragakan oleh kedua muridnya itu, Ling Tian tanpa sadar tersenyum senang. Meskipun teknik Wu Lihua masih jauh dari kesempurnaan seperti yang telah dilakukan oleh Xiao Jun, namun setiap gerakannya sudah terlihat semakin halus dan tertata rapi. Serangan serta pertahanannya juga menjadi semakin kuat.


"Huufftt... Sudah saatnya! Sebaiknya aku pergi ke tempat Paman Wu terlebih dahulu untuk memberitahukannya."


Setelah mengatakan hal tersebut, Ling Tian seketika menghilang dari tempat duduknya dan langsung muncul di depan kediaman Wu Dunrui. Merasakan kehadiran Ling Tian, Wu Dunrui bersama Xiu Rong segera bergegas datang untuk menemuinya.


Sambil tersenyum hangat, Ling Tian berkata pelan, "Paman, Bibi! Hari ini aku berencana untuk meninggalkan Kota Lima Warna. Jika kalian mengizinkan Lihua ikut bersamaku, aku akan membawanya untuk melihat dunia luar."


"Aahh! Lihua'er adalah anak kami satu-satunya dan aku juga pasti akan sangat merindukannya bila dia berada jauh dariku." Xiu Rong tersentak sejenak lalu berkata dengan nada sedih.


"Baiklah, Bibi! Jika memang seperti itu, aku tidak akan membawa Lihua bersamaku. Sebab, perjalananku ini juga akan lama dan sangat berbahaya. Aku juga tidak terlalu yakin apakah akan bisa melindungi mereka semua, terutama Lihua yang kultivasinya masih sangat rendah. Untuk itu, aku akan meninggalkan sumber daya baginya."


Ling Tian segera mengeluarkan beberapa butir Pil Susu Merah, Pil Susu Violet dan Pil Susu Awan beserta sebotol besar Susu Stalaktit. Dia juga memberi tahu semua fungsi dari pil buatannya tersebut dan juga kegunaan Susu Stalaktit untuk tubuh mereka bertiga nantinya.


Karena selain menguatkan tubuh, Susu Stalaktit juga sangat berguna untuk meremajakan kulit serta mengubah penampilan Wu Dunrui dan Xiu Rong hingga menjadi terlihat muda kembali.


Setelah menjelaskan semuanya, Ling Tian melesat kembali ke kediamannya diikuti oleh Wu Dunrui dan Xiu Rong.


"Kalian berdua, berhentilah dan cepatlah ke sini," ujar Ling Tian kepada Xiao Jun dan Wu Lihua.


Keduanya pun langsung menghentikan latihan mereka dan bergegas menghampiri Ling Tian.

__ADS_1


"Jun, bangunkan si pemalas itu agar segera bersiap! Kita akan segera meninggalkan kota ini," ucap Ling Tian sambil menunjuk Xiaohai yang masih berbaring di tanah.


Mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh Ling Tian, tanpa menunggu Xiao Jun datang padanya, Xiaohai langsung berdiri sambil menunjukkan wajah yang penuh semangat.


Ling Tian kemudian berbalik ke arah Wu Lihua dan berkata, "Lihua! Aku akan meninggalkanmu di sini untuk sementara. Teruslah berlatih dengan giat demi menyempurnakan teknik beladiri yang telah aku ajarkan padamu. Semua sumber daya untuk meningkatkan kultivasimu juga telah aku titipkan kepada kedua orangtuamu."


"Guru! Aku ingin...."


Ling Tian mengangkat tangannya untuk menghentikan ucapan Wu Lihua, lalu melanjutkan kata-katanya, "Perjalananku ini sangat berbahaya, dan mungkin akan memerlukan waktu yang lama untuk kembali ke sini."


Mata Wu Lihua berkaca-kaca setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Ling Tian. Dia ingin mengikuti ke mana pun Ling Tian pergi, tetapi ia juga mengerti jika Ling Tian telah mengatakan bahwa perjalanan itu akan sangat berbahaya, maka itu pastilah lebih berbahaya lagi dari apa yang dibayangkannya.


"Jika kamu bosan berada di kota ini, pergilah melihat-lihat Sekte Pria Tertampan Di Benua Langit yang berada di Kota Seribu Bunga bersama kedua orangtuamu. Semua Nyonya Gurumu juga berada di sana." Ling Tian berkata sambil mengusap lembut kepala Wu Lihua.


KWAK


Xiaohai segera merubah wujudnya kembali ke bentuknya semula yaitu Elang Petir Hitam, namun dengan ukuran yang lebih kecil agar tidak menghancurkan bangunan penginapan yang berada di sekitarnya.


"Adik seperguruan, teruslah berlatih agar kamu bisa mengejar tingkat kultivasiku. Di masa depan jika kita bertemu lagi, aku akan menguji sampai di mana hasil latihanmu tersebut," ucap Xiao Jun sambil tersenyum.


"Mmm...." Wu Lihua hanya mengangguk pelan menahan air matanya yang akan keluar.


"Baiklah, sudah saatnya kami berangkat. Paman, Bibi, Lihua, jaga diri kalian!


Ling Tian dan Xiao Jun segera melompat naik ke atas punggung Xiaohai. Dengan gerakan yang sangat cepat, Xiaohai pun melesat terbang ke langit dengan kecepatan penuhnya dan menghilang dari pandangan ketiganya.


***


Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.


Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan Tip.


Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca, baik itu yang suka maupun yang tidak suka dengan Novel "LSM" ini.

__ADS_1


Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.


__ADS_2