
Kera Salju tersentak kaget ketika mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh Ling Tian. Jika ia harus melakukan Kontrak Jiwa bersama dengannya, itu berarti dirinya juga akan menjadi milik Ling Tian sepenuhnya.
Kontrak Jiwa juga lebih berbahaya dari Segel Perbudakan yang dulu tertanam di dalam tubuhnya. Sebab, bila suatu saat Ling Tian mengalami sebuah kecelakaan dan mati, maka dia juga akan ikut mati bersamanya.
Hal inilah yang membuat hati dan pikiran Kera Salju menjadi dilema. Di satu sisi ia ingin sekali mengikuti seorang Monster seperti Ling Tian. Namun, di sisi lain ia sangat takut terhadap bahaya yang harus dipertaruhkannya melalui media Kontrak Jiwa tersebut.
"Jika kamu masih ragu dengan keputusan yang akan kamu ambil untuk mengikutiku, jangan lakukan. Aku juga takkan memaksamu melakukan hal itu," ucap Ling Tian dengan nada santai.
"Baiklah! Sudah saatnya kami meninggalkan tempat ini. Semoga kita masih bisa bertemu lagi di lain kesempatan!" lanjut Ling Tian tenang sambil berbalik dan berjalan pelan menuju ke arah Xiaohai.
"Aahh! T-tunggu, Tuan Muda!" Kera Salju langsung tersentak dari lamunannya dan segera berlari menghampiri Ling Tian.
"A-apakah tak ada cara lain lagi selain melakukan Kontrak Jiwa ini, Tuan Muda?"
"Alasan mengapa aku harus menggunakan Kontrak Jiwa ini padamu, karena aku belum mengetahui bagaimana sifat dan kepribadianmu yang sesungguhnya. Jika suatu saat kamu membahayakan orang-orang yang berada di sekitarku, itu hanya akan membuatku menyesalinya karena aku sendiri yang telah mengizinkanmu untuk mengikutiku."
"Ingatlah! Aku tak pernah memaksamu untuk ikut bersamaku! Seandainya aku mau, mungkin saat menghapus Segel Perbudakan yang ada di dalam tubuhmu itu, aku bisa saja langsung menyisipkan Kontrak Jiwa juga ke dalam kepalamu."
"Dan hal paling penting yang harus kamu tahu, aku menawarkan Kontrak Jiwa adalah untuk menjadikanmu sebagai teman atau sahabat yang mau berjuang bersamaku dan tidak menganggapmu hanya sebagai seorang budak seperti yang telah dilakukan oleh Tuanmu tersebut!"
"B-bukankah Kontrak Jiwa akan membuatku terbunuh jika suatu hal yang tak diinginkan telah terjadi pada dirimu, Tuan Muda?" tanya Kera Salju dengan nada hati-hati.
"Kontrak Jiwa memang sangat berbahaya daripada Segel Perbudakan. Namun, aku bisa dengan mudah menghapusnya melalui jiwaku jika suatu saat aku akan dihadapkan pada kematian. Sehingga itu juga takkan membuat dirimu ikut mati bersamaku." jawab Ling Tian sambil tersenyum kecil.
"T-tapi menurut Tuanku, hal tersebut tak bisa dihilangkan. Sebab jiwaku nanti akan menyatu bersama dengan jiwamu bila aku melakukan Kontrak Jiwa itu, Tuan Muda."
"Huuhh... Pengetahuan Tuanmu tentang formasi masih sangat dangkal. Kontrak Jiwa juga merupakan salah satu formasi yang ditempatkan pada jiwa seseorang."
"Jika formasi dalam Kontrak Jiwa masih memiliki celah dan kekurangan, maka efek yang ditimbulkannya sama seperti yang dikatakan oleh Tuanmu. Namun, bila formasi tersebut telah berada pada tahap kesempurnaan, maka semuanya akan sama seperti yang aku ucapkan sebelumnya."
Mendengar semua penjelasan dari Ling Tian, Kera Salju tertegun sejenak sambil mengerutkan dahinya ketika mempertimbangkan apa yang harus dilakukannya. Ling Tian yang melihat hal tersebut hanya berdiri diam untuk memberikan kesempatan pada Kera Salju dalam mengambil keputusan yang tepat bagi dirinya sendiri.
Setelah beberapa saat, Kera Salju pun akhirnya telah selesai memikirkannya dan langsung berkata dengan nada tegas, "Baiklah, Tuan Muda! Aku akan mengikutimu dan mengabdikan hidupku ini padamu!"
__ADS_1
"Hmmm... Omong-omong, aku belum mengetahui siapa namamu yang sesungguhnya."
"Ehem... Tuan Muda! Sebenarnya namaku adalah... Erm... Xiaohou." gumam Kera Salju sangat pelan dengan nada malu-malu.
"Hahaha... Xiaohou! Kakak besar yang sangat kuat ternyata bernama Xiaohou!" Xiaohai yang sedari tadi mendengarkan pembicaraan Ling Tian dan Kera Salju, langsung tertawa terbahak-bahak karena tak mampu lagi menahannya.
Xiao Jun pun ikut tertawa keras bersamanya. Sebab, untuk Kera Salju yang mempunyai tampang sangar dan sangat kuat tersebut, sungguh tak pantas jika memiliki nama Xiaohou. Karena arti sebenarnya dari Xiaohou adalah monyet kecil.
"Hehehe... Xiaohou yah! Baiklah, karena itu sudah menjadi keputusanmu, jangan pernah menyesalinya!" Ling Tian hanya tertawa lirih, kemudian segera mengulurkan tangannya ke kepala Kera Salju.
Selanjutnya, proses Kontrak Jiwa itu pun dilaksanakan dan berakhir hanya dalam beberapa menit saja. Setelah semuanya selesai, Ling Tian menghilang dari tempatnya dan langsung muncul di atas punggung Xiaohai.
"Baiklah, sudah saatnya kita meninggalkan tempat ini!" ujar Ling Tian.
"Hahaha... Kakak besar! Akhirnya kita bisa terus bermain bersama," ucap Xiao Jun dengan nada gembira, lalu segera melompat ke atas punggung Xiaohai.
Kera Salju seakan ragu-ragu untuk mengikuti Ling Tian dan Xiao Jun naik ke atas punggung Xiaohai. Ia hanya berdiri diam dengan tampang canggung karena tak tahu apa yang harus dilakukannya.
Melihat hal tersebut, Xiaohai langsung membusungkan dadanya untuk menunjukkan sikap kerennya. Kemudian segera mencibir ke arah Kera Salju, "Kakak besar! Jika kamu tak naik ke atas punggungku, aku takut kamu akan tertinggal jauh di belakangku!"
"Bos! Selanjutnya kita akan pergi ke mana?" tanya Xiaohai cepat.
"Teruslah ke arah barat! Menurut apa yang sudah tertera di peta, di sana ada sebuah kota yang sangat besar bernama Kota Primordial."
"Oke, Bos!"
Xiaohai pun melesat terbang ke langit dan segera menggunakan kecepatan penuhnya menuju ke arah barat sesuai apa yang sudah diperintahkan oleh Ling Tian. Dengan kecepatan Xiaohai yang sekarang, hanya dalam sehari saja mereka berempat telah sampai dan akhirnya memasuki wilayah Kota Primordial.
Ketika masih berada di udara, Xiaohai langsung mengurangi kecepatannya saat ia melihat begitu banyak Binatang Roh yang terbang berlalu-lalang tak jauh dari mereka. Di atas punggung para Binatang Roh tersebut juga terdapat beberapa kultivator yang sedang menungganginya.
"Hmmm... Kota Primordial ini ternyata adalah sebuah kota yang bebas. Binatang Roh dan manusia hidup bersama-sama. Ini sangat bagus buat Xiaohai dan Xiaohou agar tak terlihat mencolok di mata orang-orang," batin Ling Tian seraya tersenyum kecil saat mengedarkan indra spiritualnya untuk memeriksa keadaan di dalam kota itu.
"Xiaohai! Mendaratlah di dekat pepohonan yang ada di sana!" Ling Tian menunjuk ke arah hutan kecil yang berada tak terlalu jauh dari pintu masuk Kota Primordial.
__ADS_1
"Baik, Bos!"
Dengan cepat, Xiaohai pun bergegas turun dan mendarat di tanah. Setelah Ling Tian dan yang lainnya telah turun dari atas punggungnya, ia segera berubah wujud ke tampilan yang paling disukainya, yaitu seekor anj!ng berwarna hitam.
"Xiaohou! Apakah kamu akan menggunakan wujud aslimu yang seperti ini, ataukah bertransformasi juga ke bentukmu yang lainnya?" tanya Ling Tian sambil menoleh ke arah Kera Salju.
"Aku akan berubah ke bentuk transformasiku juga, Tuan Muda!" jawab Kera Salju yang langsung merubah bentuk tubuhnya.
"Hahaha... Kakak besar! Pantas saja kamu diberi nama Xiaohou. Wajahmu sangat jelek dengan penampilan yang seperti itu. Aku jadi malu untuk berdekatan denganmu." Xiaohai terkekeh melihat transformasi yang ditunjukkan oleh Kera Salju dan segera menjauh darinya.
Itu karena Kera Salju berubah ke bentuk transformasi tubuhnya menjadi seekor monyet kecil berbulu putih dengan wajah yang terlihat tampak sangat imut.
Ketika Kera Salju mendengar Xiaohai mengejek dan menghinanya, wajahnya seketika berubah marah. Ia pun segera mengangkat tangannya dan mengarahkannya pada Xiaohai.
Energi Qi yang sangat kuat langsung menyerang Xiaohai dan membuat tubuhnya tak bisa bergerak seolah-olah membeku. Lalu dengan cepat Kera Salju melompat dan duduk di atas punggungnya.
"Jadilah anj!ng yang baik! Mulai sekarang, kamu akan menjadi tungganganku," geram Kera Salju untuk menakut-nakuti Xiaohai.
"B-baik, kakak besar!" Xiaohai berbicara melalui telepati dengan nada ketakutan kepada Kera Salju karena mulutnya tak bisa terbuka.
Setelah melakukan Kontrak Jiwa dengan Ling Tian, mereka bertiga akhirnya dapat saling berbicara melalui telepati.
"Huuhh... Kalian berdua, sudahlah bertengkar! Ayo, kita segera memasuki kota ini! Mungkin akan ada sesuatu yang cukup menarik di dalamnya." gerutu Ling Tian dengan nada mengeluh.
Sedangkan untuk Xiao Jun sendiri, ia hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya ketika melihat tingkah keduanya yang seperti anak kecil tersebut. Mereka berempat pun segera meninggalkan hutan itu dan berjalan ke arah pintu gerbang Kota Primordial.
***
Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.
Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan TIP.
Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca, baik itu yang suka maupun yang tidak suka dengan Novel "LSM" ini.
__ADS_1
Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.