
Di sekitar arena pertarungan yang digunakan oleh para kultivator tahap ketiga Bintang Emas itu pun kini menjadi semakin ramai ketika orang-orang mengetahui bahwa Chang Ye dan Wu Lihua telah menandatangani surat perjanjian untuk pertaruhan mereka sendiri.
Di tempat duduk para penonton yang dikhususkan bagi klan dan Sekte-sekte besar juga mulai ramai memperbincangkan hal tersebut.
"Hahaha... Saudara Li, sepertinya muridmu akan mendapatkan istri yang sangat cantik!" Seorang pria paruh baya berkata sambil terkekeh pada pria paruh baya yang berada di sebelahnya.
"Yah, begitulah saudara Ma. Namun, seharusnya gadis itu bersyukur mendapatkan suami seperti muridku yang sangat berbakat dalam berkultivasi."
"Kamu salah, saudara Li! Justru gadis tersebutlah yang sangat berbakat dibandingkan muridmu itu. Lihatlah usia mereka terlampau jauh, akan tetapi kultivasi keduanya sama."
"Hmph, aku juga bisa menaikkan tingkat kultivasi muridku dengan cepat agar bisa melebihi tingkat kultivasi para kultivator yang seusianya. Tapi itu hanya akan merusak fondasi kultivasinya saja."
"Aku sangat yakin bahwa fondasi kultivasi dari gadis tersebut telah rusak dan menjadi tidak stabil karena kultivasinya telah ditingkatkan dengan secara paksa," lanjut pria paruh baya itu yang nama sebenarnya adalah Li Ming, yaitu pemimpin Sekte Bintang Hitam dan juga merupakan Guru dari Chang Ye.
Sedangkan untuk pria paruh baya yang berbicara dengannya adalah Ma Hong, yaitu pemimpin Sekte Angin Barat.
"Hmmm... Kita akan segera tahu jika muridmu dapat mengalahkannya dengan sangat mudah. Apakah saudara Li akan ikut juga bertaruh padanya?"
"Tentu saja! Aku tidak akan pernah melepaskan kesempatan meraup lebih banyak uang di tempat ini. Semua hasilnya juga adalah untuk kepentingan Sekteku sendiri," jawab Li Ming tegas.
"Baiklah. Kalau begitu, aku juga akan ikut bertaruh pada muridmu. Aku ingin memasang taruhan sebanyak 1 miliar koin emas padanya," kata Ma Hong sambil mengeluarkan sebuah Cincin Ruang.
"Huuhh... Kamu akan menyesal karena hanya bertaruh sebanyak itu pada muridku yang sudah pasti akan memenangkan pertarungan ini," gerutu Li Ming yang juga mengeluarkan sebuah Cincin Ruang.
"Di dalam Cincin Ruang ini ada 10 miliar koin emas. Sebenarnya aku ingin mempertaruhkan semua hartaku padanya. Namun, itu akan terlalu sulit untuk mendapatkan lawan bertaruh jika taruhan yang kita tawarkan lebih tinggi lagi."
"Saudara Ma, berikan uang taruhanmu itu padaku! Aku akan menyuruh anggota Sekteku untuk mencari lawan yang mau bertaruh dengan kita," lanjut Li Ming lagi.
Ma Hong pun memberikan Cincin Ruang yang berisi 1 miliar koin emas kepada Li Ming. Dengan cepat, Li Ming segera menyerahkan seluruh uang taruhan mereka pada anggota Sektenya dan menginstruksikan agar pergi mencari orang yang ingin bertaruh melawannya.
Anggota Sektenya itu pun langsung bergegas ke arah para penonton yang sudah mulai saling menawarkan taruhan mereka.
"Permisi, Tuan-tuan! Aku dari Sekte Bintang Hitam. Aku ingin memasang taruhan pada Chang Ye sebesar 11 miliar koin emas. Apakah di sini ada yang ingin bertaruh denganku?" tanya orang suruhan Li Ming kepada beberapa penonton yang ditemuinya.
"Aku sebenarnya ingin bertaruh denganmu karena aku memilih gadis bernama Wu Lihua tersebut. Namun, aku tidak memiliki uang sebanyak itu."
__ADS_1
"Yaah, aku juga memilih memasang taruhan pada Wu Lihua. Tapi, meskipun kami yang ada di sini menggabungkan seluruh uang itu, mungkin jumlahnya jauh dari kata cukup untuk memenuhi taruhan tersebut."
"Cobalah pergi bertanya kepada para penonton lainnya. Mungkin ada di antara mereka yang bisa bertaruh denganmu."
Para penonton yang berada di tempat itu tak bisa mengikuti taruhan yang ditawarkan oleh anggota Sekte Bintang Hitam tersebut.
"Baiklah. Kalau begitu, aku akan mencarinya di tempat lain saja."
"Tunggu!"
Ketika anggota Sekte Bintang Hitam itu akan melangkah pergi, Ling Tian yang berada tidak terlalu jauh dari tempat mereka segera menghentikannya.
Setelah sampai, Ling Tian pun berkata dengan nada santai, "Aku akan mengambilnya sebanyak taruhan yang telah kau tawarkan itu."
"Ooh... Bukankah kamu Guru dari gadis yang berada di atas arena tersebut? Ini sangat kebetulan. Sebab, lawan dari muridmu adalah anggota Sekte kami juga. Baiklah, mari kita bergegas ke tempat hakim yang akan menjadi saksi atas pertaruhan kita!"
"Mmm...."
Ling Tian hanya mengangguk pelan, lalu segera berjalan mengikuti anggota Sekte Bintang Hitam itu ke tempat salah satu hakim. Setelah menyelesaikan semuanya, Ling Tian berdiri dengan tenang di sisi arena pertarungan Wu Lihua.
Beberapa saat kemudian, wasit yang akan memimpin pertarungan tersebut pun mulai berbicara, "Waktu untuk bertaruh telah habis. Bagi kedua peserta, silakan bersiap-siap!"
"Mulai!"
Ketika aba-aba dari sang wasit sudah terdengar, Wu Lihua dan Chang Ye secara bersamaan melesat dari tempatnya. Sejak awal, mereka berdua telah bertarung dengan serius agar bisa dengan cepat mengakhiri pertarungan itu.
CTAR ... CTAR
Suara sentakan cambuk Wu Lihua dapat terdengar jelas dari dalam arena saat cambuk tersebut terus menyerang ke arah Chang Ye dengan sangat ganas.
Chang Ye yang menggunakan pedang sebagai senjatanya, merasa sedikit sulit untuk mendekati Wu Lihua yang melancarkan serangan cambuknya dari berbagai arah.
"Hmph... Bukannya tadi kamu yang mengatakan bahwa telah memperhatikan semua teknik cambukku dari pertarunganku yang sebelumnya. Mengapa sekarang kamu tidak bisa sedikitpun untuk membalas setiap serangan yang aku lancarkan?"
"Dan juga, bukankah tadi kamu mengatakan dengan nada yang penuh semangat bahwa akan mengalahkanku agar bisa menjadi istrimu?"
__ADS_1
"Di mana semua kebanggaan dan kesombongan yang kamu tunjukkan sebelumnya? Apakah itu hanya bualan belaka?"
Wu Lihua semakin meningkatkan kecepatan serangannya sambil terus mengolok-olok Chang Ye yang terlihat sangat kewalahan menghadapi terjangan cambuknya.
"Aarrgghh!" Chang Ye berteriak marah sambil terus berusaha menangkis dan mengelak setiap serangan yang datang padanya.
Melihat bahwa muridnya dalam keadaan semakin terdesak, Li Ming mengepalkan tinjunya dengan keras sambil menunjukkan wajah yang tak sedap untuk dipandang.
Ma Hong yang duduk di sebelahnya hanya diam saja tanpa mengatakan apa-apa lagi. Sebab, dia dapat merasakan kemarahan yang sangat dalam dari Li Ming.
Di dalam arena, Wu Lihua terus saja melecutkan cambuknya ke arah Chang Ye seolah-olah sedang bermain-main dengan binatang peliharaannya.
CTAR ... CTAR
"Hehehe... Teruslah berlari seperti seekor tikus kecil! Cambukku ini akan selalu mengejar ke mana pun kamu pergi." Wu Lihua tertawa lirih sambil mengayunkan cambuknya menutupi ruang gerak Chang Ye.
"Ini tidak bisa dibiarkan! Jika terus seperti ini, aku yang akan kalah," gumam Chang Ye sangat pelan saat berusaha menghindar setiap serangan yang tertuju pada tubuhnya.
Karena merasakan dirinya semakin terdesak dan terpojok tanpa bisa melakukan serangan balasan terhadap Wu Lihua, Chang Ye segera mengeluarkan sebuah botol yang sangat kecil dari Cincin Ruangnya.
"Sekarang giliranku yang akan mempermainkanmu," batin Chang Ye sambil melemparkan botol yang ada di tangannya ke arah Wu Lihua.
Melihat sebuah benda yang sangat kecil menuju ke arahnya, Wu Lihua dengan gerakan refleks dan cepat langsung menangkapnya. Namun, tiba-tiba saja botol yang telah berada di tangannya itu seketika pecah dan menyebarkan serbuk halus yang hampir tak terlihat oleh mata.
Wu Lihua bergegas mundur karena merasakan hal yang aneh pada tubuhnya. Energi Qi-nya juga mulai kacau seakan-akan ada sesuatu yang menghambat Meridiannya.
Para hakim dan wasit yang memimpin jalannya pertarungan tersebut tidak mengetahui apa yang telah terjadi. Orang-orang yang berada di sekitar arena pertarungan pun hanya merasa heran dengan tindakan yang tiba-tiba dilakukan oleh Wu Lihua.
"Akhirnya Ye'er mengunakan hal itu juga. Serbuk Pelemah Otot yang aku berikan padanya tidak akan bisa terdeteksi oleh siapapun yang berada di tempat ini." Li Ming membatin sambil tersenyum sinis saat mengetahui semua yang terjadi dari tingkah Wu Lihua yang hanya berdiri diam di tempatnya tanpa melakukan serangan lagi terhadap Chang Ye.
***
Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.
Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan Tip.
__ADS_1
Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca, baik itu yang suka maupun yang tidak suka dengan Novel "LSM" ini.
Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.