
Setelah sang wasit mengumumkan bahwa akan memberikan waktu selama 10 menit kepada para penonton untuk memasang taruhannya, seketika area turnamen tersebut kembali gaduh dengan orang-orang yang sibuk mencari lawan untuk bertaruh.
"Apakah Paman akan ikut bertaruh denganku lagi?" tanya Ling Tian kepada Wu Dunrui.
"Aku akan tetap ikut dengan pilihanmu. Meskipun Jun menghadapi sembilan orang peserta lainnya, aku yakin dia dapat mengalahkan mereka semua," jawab Wu Dunrui dengan nada tegas sambil menyerahkan uang taruhannya kepada Ling Tian.
"Baiklah! Kalau begitu, aku sekarang akan pergi mencari orang yang ingin bertaruh denganku."
Setelah mengatakan hal tersebut, Ling Tian bergegas meninggalkan tempat duduknya dan berjalan ke arah para penonton lainnya.
"Siapa yang ingin bertaruh denganku? Aku memilih sembilan peserta yang akan melawan pemuda bernama Xiao Jun itu!" ujar salah seorang penonton yang bertanya pada sekelilingnya.
"Aku juga mencari orang yang ingin bertaruh denganku. Tapi, sepertinya sulit untuk menemukannya. Karena kebanyakan orang yang memasang taruhannya lebih memilih ke sembilan peserta daripada Xiao Jun."
"Itu benar! Sebab, pertarungan ini terlihat sangat tidak seimbang."
Mendengar obrolan dari para penonton itu, Ling Tian segera tersenyum kecil dan bergegas menghampiri mereka.
"Permisi! Apakah kalian semua ingin bertaruh pada sembilan peserta lainnya, atau pada pemuda yang bernama Xiao Jun tersebut?" tanya Ling Tian yang berpura-pura tak tahu dengan apa yang telah dibicarakan oleh para penonton itu.
"Kami ingin memasang taruhan pada sembilan peserta lainnya. Tapi sangat sulit mendapatkan lawan untuk bertaruh," jawab salah seorang penonton dengan nada mengeluh.
"Bagaimana jika aku terpaksa memasang taruhan pada Xiao Jun? Apakah nilai perbandingan taruhannya masih tetap sama?" tanya Ling Tian lagi.
"Seandainya kamu mau bertaruh pada pemuda bernama Xiao Jun itu, aku akan mempertaruhkan seluruh uangku dan memberikan taruhan satu berbanding setengah."
"Yaah, aku juga akan melakukan hal yang sama. Taruhanku sebanyak 1 miliar koin emas dan kamu hanya bertaruh dengan 500 juta koin emas saja. Bagaimana pendapatmu?"
"Aaiihh... Aku tidak sekaya kalian semua. Bagaimana jika aku memasang taruhan dengan jumlah 250 juta dan kamu bertaruh sebesar 1 miliar? Jadi, bila aku kalah, aku tidak akan langsung menjadi pengemis di jalanan karena telah kehabisan uang," ucap Ling Tian dengan nada sedih.
"Hmmm... Perbandingan yang kau berikan terlalu kecil." Salah seorang dari penonton tersebut berbicara sambil menggelengkan kepalanya.
"Baiklah! Kalau memang seperti itu, aku akan pergi mencari orang lain saja untuk bertaruh denganku." Ling Tian berbalik dan mulai berjalan dengan pelan.
"Anak muda, tunggu! Bukankah pemuda bernama Xiao Jun itu adalah muridmu? Aku juga sempat melihatmu terus bertaruh untuknya."
"Iya, dia adalah muridku. Meskipun aku tahu ia mungkin terlalu impulsif dan sangat ceroboh karena ingin bertarung melawan sembilan peserta sekaligus, tapi sebagai Gurunya, aku tetap harus mendukungnya walaupun kali ini tidak ada sedikitpun harapan untuk bisa menang." keluh Ling Tian dengan suara yang berat.
"Huuff... Biarlah. Mungkin dengan merasakan kekalahannya, dia bisa belajar untuk menjadi pemuda yang lebih tenang dan tidak memaksakan kehendaknya lagi hanya karena ingin pamer di depan semua orang." lanjut Ling Tian sambil tersenyum kecut.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Ling Tian, mata para penonton tersebut langsung berbinar.
__ADS_1
"Kalau begitu, aku akan bertaruh denganmu."
"Aku juga...."
"Aku pun demikian...."
"Hitung denganku juga...."
Satu per satu dari para penonton itu mulai berbicara dan mengeluarkan tawaran mereka masing-masing.
"Baiklah, ayo kita ke tempat para hakim yang akan menjadi saksi dari pertaruhan ini."
Dengan cepat, mereka semua pun bergegas menuju ke tempat salah satu hakim dan menyerahkan seluruh uang taruhan tersebut kepadanya.
Ling Tian kemudian berdiri santai di sisi arena pertarungan tanpa menghiraukan lagi orang-orang yang telah bertaruh dengannya.
Setelah beberapa saat, sang wasit yang akan memimpin pertarungan itu mulai berbicara kembali, "Waktu 10 menit telah habis. Untuk seluruh peserta, pergilah ke posisi kalian masing-masing dan bersiaplah!"
Mendengar apa yang dikatakan oleh wasit tersebut, sepuluh peserta termasuk Xiao Jun dan Long Haocun segera bergerak ke posisinya sendiri.
"Jun, bermainlah sepuasmu!" seru Ling Tian sambil menyunggingkan senyum khasnya.
"Hahaha... Baiklah, Guru! Jangan menghukumku bila aku ingin sedikit bersenang-senang dengan mereka semua," Xiao Jun tertawa gembira tanpa mempedulikan peserta lainnya yang sudah bersiap menyerangnya.
Orang-orang yang bertaruh bersama Ling Tian, langsung mencibir ketika mendengar percakapannya dengan Xiao Jun. Sedangkan untuk para penonton lainnya yang berada di sekitar arena tersebut, mereka merasa bahwa pembicaraan keduanya hanyalah omong kosong belaka.
Sebab, mereka semua berpikir sebaliknya, bahwa Xiao Jun lah yang akan dijadikan mainan oleh sembilan peserta di dalam arena itu.
"Hehehe... Karena Guruku telah mengizinkan aku untuk bermain bersama kalian, maka mari temani aku untuk bersenang-senang."
Setelah mengatakan hal tersebut, Xiao Jun segera mengeluarkan pedang kembar dari Cincin Ruangnya.
"Hmmm... Mengapa pemuda itu mengeluarkan dua buah pedangnya? Bukankah sejak awal dia bertarung hanya menggunakan sebuah pedang saja?"
"Menurutku itu hanya akan membuat pergerakannya menjadi terbatas. Karena setahuku, teknik pedang ganda sangat sulit dipelajari daripada teknik pedang tunggal."
"Huuuhhh... Jika dia melakukan hal tersebut, pertarungan ini akan selesai dengan sangat cepat. Dan pemuda itu juga akan mengalami kekalahan yang hanya mempermalukan dirinya sendiri."
"Aahh! Menurutku tidak seperti itu. Sepertinya sejak awal pemuda bernama Xiao Jun tersebut telah menyembunyikan kemampuannya yang sesungguhnya. Mungkin teknik yang paling dikuasainya adalah teknik pedang ganda."
"Mari kita lihat apa yang akan terjadi selanjutnya. Jika ia benar-benar menguasai teknik pedang ganda, maka ini akan menjadi pertarungan yang paling menarik pada tahun ini."
__ADS_1
Melihat bahwa Xiao Jun telah mengeluarkan pedang kembarnya, berbagai analisis dan komentar dari para penonton mulai terdengar satu per satu di sekitar area pertarungan tersebut.
"Mulailah!" teriak sang wasit untuk memberikan aba-abanya.
Dengan cepat, sembilan peserta lainnya langsung mengelilingi Xiao Jun yang masih tersenyum tenang di tempatnya sambil memanggul salah satu pedang di pundaknya.
"Hehehe... Ayo, majulah kalian semuanya!" Xiao Jun tertawa lirih melihat tindakan dari lawan-lawannya itu.
"Sombong! Aku yang akan mengalahkanmu terlebih dahulu hingga kau mengerti bahwa dirimu belum pantas untuk menghadapi kami semua sekaligus." Salah seorang peserta bernama Feng Chu segera mengeluarkan senjatanya berupa sebuah pedang bergerigi.
Setelah itu, Feng Chu pun langsung melesat dengan kecepatan penuhnya. Ujung pedangnya juga di arahkan tepat ke jantung Xiao Jun.
Mendapatkan serangan seperti itu, Xiao Jun dengan santai mengayunkan salah satu pedang yang ada di tangannya dan melakukan gerakan menampar.
TRANG
Suara senjata yang saling beradu pun terdengar. Sisi pedang Xiao Jun menampar pedang Feng Chu hingga membuat tangannya ikut bergetar.
Aliran energi Qi yang berasal dari tekanan yang dikeluarkan oleh keduanya membuat udara di sekitarnya juga ikut berfluktuasi. Feng Chu dengan cepat melakukan gerakan memutar dan bertujuan untuk menebas kepala Xiao Jun.
Namun, Xiao Jun masih tetap santai mengayunkan pedangnya sama seperti sebelumnya, yaitu dengan menggunakan gerakan yang menamparkan pedangnya ke arah pedang Feng Chu.
TRANG
Sekali lagi pedang mereka pun bertemu hingga menimbulkan bunyi yang cukup keras. Tangan Feng Chu kembali bergetar karena energi Qi yang dikeluarkan oleh pedang Xiao Jun sangat kuat.
Feng Chu segera mundur beberapa meter dari Xiao Jun, lalu berkata dengan keras, "Mungkin sebaiknya kita menyerangnya secara bersamaan. Aku seorang diri tidak ingin menghabiskan sebagian energi Qi-ku hanya untuk mengalahkan bocah ini. Sebab, aku masih ingin bertarung di pertandingan selanjutnya melawan kalian."
"Hehehe... Sejak awal aku sudah mengatakan kepada kalian agar maju semuanya sekaligus. Hari ini, aku ingin bermain sepuasnya bersama kalian," kata Xiao Jun sambil tertawa kecil.
"Jika kalian masih maju satu per satu, maka aku pastikan kesempatan kalian untuk menang adalah 0%," lanjut Xiao Jun lagi.
***
Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.
Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan Tip.
Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca, baik itu yang suka maupun yang tidak suka dengan Novel "LSM" ini.
Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.
__ADS_1
Mohon maaf karena Author lambat mengupdate cerita di karenakan beberapa hari ini Author lagi sakit (DEMAM). Author saat ini juga masih berada dalam selimut sambil menuliskan cerita novel "LSM" ini.