Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 148. Dia Memang Seorang Monster


__ADS_3

Ling Tian membawa Xiaohai dan Xiao Jun ke tempat yang lebih nyaman tak jauh dari bangunan milik Tuan Kera Salju. Selanjutnya ia pun mulai duduk bersama Xiaohai untuk membantunya menyerap inti roh dari Serigala Bayangan Bulan.


Xiao Jun juga mulai berlatih lagi di tempat yang sedikit jauh dari mereka agar tak menggangu proses penyerapan itu.


"Kakak besar! Bukankah Segel Perbudakan telah sepenuhnya menghilang dari tubuhmu? Mengapa kamu belum pergi meninggalkan hutan ini?" tanya Xiao Jun kebingungan melihat Kera Salju ikut ke tempat latihannya.


Mendengar pertanyaan yang tiba-tiba dari Xiao Jun, Kera Salju tersentak kaget lalu menjawab dengan nada canggung, "Ehem... Itu... Aku masih ingin tinggal di sini sejenak. Karena ketika nanti aku pun akhirnya meninggalkan tempat ini, mungkin aku takkan pernah kembali lagi."


"Ooh... Jadi... Seperti itu yah? Kalau memang demikian, sebelum pergi dari hutan ini, kakak besar mungkin bisa menemaniku untuk berlatih!" ucap Xiao Jun bersemangat.


"Aaiihh... Baiklah! Aku akan menemanimu berlatih selama aku masih berada di sini." Kera Salju berkata dengan nada mengeluh, tetapi tatapan matanya terlihat berbinar, namun ia segera menyembunyikannya dengan menampakkan wajah cemberutnya.


Waktu terus berputar, tak terasa telah 10 hari lagi berlalu. Kultivasi Xiao Jun yang sudah berada di puncak tahap kedelapan Bintang Emas tersebut akhirnya berhasil menerobos ke tahap kesembilan Bintang Emas. Aura yang terpancar dari tubuhnya juga menjadi semakin kuat.


BOOM ... BOOM


Pepohonan dan bebatuan hancur berkeping-keping saat terkena amukan pedang kembar yang berada di tangannya. Anehnya, semua benda yang terkena pedangnya itu menjadi berwarna putih, seakan-akan dibekukan terlebih dahulu sebelum Xiao Jun menghancurkannya.


"Hahaha... Teknik Salju Pembeku yang aku ajarkan ternyata telah sedikit meningkat. Kecepatan pemahamanmu juga bahkan lebih cepat dari yang aku bayangkan. Waktu aku menguasainya sampai ke tahap ini, aku memerlukan waktu sekitar 3 tahun. Tetapi kamu sudah menguasainya hanya beberapa bulan saja. Kamu memang kultivator manusia yang sangat jenius," tawa gembira dari Kera Salju terdengar tak jauh dari tempat latihan Xiao Jun.


"Aahh... Kakak besar! Jangan menyanjungku seperti itu saat kita masih berada di dekat Guru," gerutu Xiao Jun ketika mendengar Kera Salju memberikan penilaian pada teknik yang digunakannya.


"Memangnya kenapa? Apa yang aku katakan memang benar adanya! Sejak dulu sewaktu aku masih bebas bertualang bersama Tuanku, tak pernah aku jumpai seorang kultivator manusia yang sangat jenius seperti dirimu. Teknik Salju Pembeku milikku itu sangat sulit untuk dipelajari oleh para kultivator manusia. Sebab, teknik tersebut lebih dikhususkan bagi ras keturunanku saja," jawab Kera Salju dengan nada keheranan.


"Kakak besar! Kultivasimu sangat tinggi, dengan begitu kamu bisa melihat usia Guruku secara tepat. Pernahkah kamu berpikir di usianya yang masih sekitar 21 tahun tersebut ia telah memiliki kultivasi yang berada di Tingkat Bintang Bumi?" ucap Xiao Jun pelan.


"Aahh! I-itu... Mungkin saja Tuan Muda telah menyembunyikan umurnya yang sebenarnya. Sebab, sampai saat ini aku pun tak bisa melihat tingkat kultivasinya. Aku yakin dia menggunakan sebuah teknik untuk menyembunyikan semua hal itu." Kera Salju tertegun sejenak, lalu berkata dengan nada canggung.


"Hehehe... Kamu salah, kakak besar! Guru tak pernah menyembunyikan umurnya karena saat ini dia memang berada di usianya yang sekarang. Dan yang paling penting lagi, Guru hanya berasal dari Benua Langit Tingkat Rendah." Xiao Jun berkata sambil tertawa kecil.

__ADS_1


"Apaaaa?! Dengan sangat sulitnya sumber daya yang berada di Benua Langit Tingkat Rendah, mengapa pencapaiannya bisa seperti sekarang?" teriak Kera Salju yang sangat terkejut mendengar penjelasan dari Xiao Jun.


"Itu karena Guru bukan hanya sangat jenius lagi, tetapi dia adalah seorang Monster yang nyata. Di tempat kami, orang-orang menjulukinya sebagai Ling Tian sang Monster. Jadi, kakak besar jangan pernah menyanjungku jika berada di dekat Guru. Sebab, itu hanya akan membuat diriku malu," gerutu Xiao Jun, namun ada perasaan bangga di dalam ucapannya, karena ia adalah murid dari seorang Monster seperti Ling Tian.


"Satu hal paling penting yang ingin aku katakan padamu, kakak besar! Jika Guru yang mempelajari Teknik Salju Pembeku milikmu ini, ia tak perlu membutuhkan waktu yang lama untuk sampai pada tahap kesempurnaannya. Mungkin ia hanya memerlukan waktu beberapa menit atau bahkan lebih cepatnya lagi hanya beberapa detik saja," lanjut Xiao Jun lagi, lalu meninggalkan Kera Salju yang matanya telah terbelalak dengan mulut yang ternganga dan kemudian ia melanjutkan kembali latihannya.


"Jika benar kenyataannya seperti itu, ia memang pantas dijuluki sebagai seorang Monster!" gumam Kera Salju sangat pelan seolah-olah belum percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.


Hari demi hari Kera Salju terus menemani Xiao Jun berlatih. Kadang ia juga bertarung melawannya untuk menguji telah sampai di mana tingkat kekuatan dari Xiao Jun.


Tanpa terasa sudah sebulan lagi telah berlalu. Energi dari inti roh Serigala Bayangan Bulan yang sedang diserap oleh Xiaohai sudah hampir habis. Merasakan aura yang berasal dari dalam tubuh Xiaohai akan meledak keluar, Ling Tian dengan cepat melepaskan tangannya dari punggung Xiaohai dan langsung melesat terbang ke udara.


Selang beberapa saat kemudian, energi yang sangat kuat terpancar keluar dari tubuh Xiaohai. Batu-batu yang ada di sekitarnya hancur menjadi serbuk halus karena tak mampu menahan tekanan dari energi yang mengamuk dan terus berputar-putar di sekeliling tubuhnya.


KWAAKK


Teriakan nyaring dari mulut Xiaohai terdengar menggema di sekitar area hutan tersebut. Ia pun segera melebarkan sayapnya dan membusungkan dadanya tinggi-tinggi untuk menunjukkan sikap kerennya. Lalu tiba-tiba ia menghilang dan langsung muncul tepat di samping Ling Tian.


"Hehehe... Kamu ingin bertanding denganku? Baiklah, dengarkan aba-aba dariku! Satu... Dua... Tiga!" seru Ling Tian yang langsung terbang melesat dengan menggunakan kecepatan penuhnya.


Xiaohai sengaja membiarkan Ling Tian terlebih dahulu, kemudian ia pun segera bergegas menyusulnya. Hanya dalam waktu sepersekian detik saja, Xiaohai telah berada di samping Ling Tian.


"Hahaha... Bos! Akhirnya kamu bisa mengaku kalah lagi dariku." Xiaohai tertawa gembira.


"Ciihh... Cobalah jika kamu mampu!" ujar Ling Tian sambil terus melesat terbang.


"Hahaha... Baiklah, Bos!" tawa Xiaohai keras yang kemudian langsung meningkatkan kecepatannya.


WUUSSHH

__ADS_1


Desir angin yang sangat kencang segera menerpa wajah Ling Tian ketika Xiaohai telah melewatinya. Kini ia telah tertinggal dan berada jauh di belakang Xiaohai.


"Hmph... Sial! Tunggu saja! Aku akan segera mengalahkanmu jika kultivasiku meningkat lagi," gerutu Ling Tian kesal yang segera menghentikan kecepatan terbangnya.


"Hahaha... Itu tetap sama saja, Bos! Jika kultivasiku juga meningkat, pasti jarak kita akan tetap seperti ini," ucap Xiaohai dengan tawa bangga sambil berputar-putar mengelilingi Ling Tian.


"Huuhh... Sudahlah! Ayo kita segera kembali ke tempat Jun berada!" Ling Tian masih berkata dengan nada kesal, kemudian langsung melompat ke arah punggung Xiaohai.


Sesampainya di tempat latihan Xiao Jun, Ling Tian dengan cepat melompat dari atas punggung Xiaohai dan seketika muncul dihadapan Kera Salju.


"Aku kira kamu akan segera pergi setelah aku menghapus Segel Perbudakan itu. Ternyata kamu masih tetap berada di sini dan bermain-main bersama Jun," ucap Ling Tian sambil menyunggingkan senyum khasnya.


"I-itu karena aku masih ingin tinggal sejenak sebelum aku meninggalkan hutan ini selamanya, Tuan Muda!" jawab Kera Salju dengan nada terbata.


"Ooh... Ternyata begitu! Aku pun telah menyelesaikan semua hal yang ingin aku lakukan di tempat ini. Jadi, sudah saatnya juga kami pergi."


Mendengar apa yang dikatakan oleh Ling Tian, wajah Kera Salju langsung berubah cemberut dan tampak terlihat sedih. Lalu ia pun berkata pelan, "Erm... Anu... Tuan Muda! Jika kamu mengizinkannya, bolehkah aku mengikuti dan bertualang bersama kalian semua?"


Ling Tian tertegun sejenak setelah mendengar perkataan Kera Salju dan kemudian menjawab, "Boleh saja. Namun, jika kamu benar-benar ingin mengikutiku, aku memiliki satu syarat!"


"Syarat apa itu, Tuan Muda?" tanya Kera Salju dengan cepat.


"Syaratnya adalah kamu harus melakukan Kontrak Jiwa denganku!" jawab Ling Tian santai sambil mengangkat bahunya.


***


Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.


Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan TIP.

__ADS_1


Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca, baik itu yang suka maupun yang tidak suka dengan Novel "LSM" ini.


Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.


__ADS_2