
Ling Tian dan yang lainnya berdiri tenang di atas udara, tepat di atas penginapan Wu Dunrui, tanpa ada seorang pun dari penduduk Kota Lima Warna yang bisa mengetahui keberadaan mereka.
"Hmmm ... Sepertinya gadis ini seorang kultivator jenius juga. Di usianya yang masih sangat muda, dia telah memiliki tingkat kutivasi di tahap keenam Bintang Emas." Yun Feilong berkata sambil mengelus-elus janggutnya.
"Saudara Ling Tian! Siapa gadis itu?" tanya Yan Xifeng dengan nada sedikit keheranan ketika melihat Ling Tian dan Xiao Jun terus memperhatikan Wu Lihua dengan wajah tersenyum.
"Dia adalah muridku juga, adik seperguruan dari Xiao Jun," jawab Ling Tian pelan.
"Mmm! Pantas saja tingkat kultivasinya sudah seperti ini. Ternyata dia adalah murid dari saudara Ling Tian sendiri," ucap Ning Qian Qian seraya mengangguk-anggukkan kepalanya.
Di halaman, Wu Lihua berlatih dengan keras sambil memainkan cambuk di tangannya, tanpa menyadari bahwa ia sedang diperhatikan oleh Ling Tian dan yang lainnya.
"Guru! Aku akan turun sekarang untuk menguji kemampuan adik seperguruan," ucap Xiao Jun yang sudah memakai topeng pemberian Yan Xifeng.
"Mmm!" Ling Tian hanya menanggapinya dengan anggukan pelan.
Xiao Jun segera melompat dan meluncur turun dengan cepat ke arah Wu Lihua. Ketika dirinya sudah berada cukup dekat dengan Wu Lihua, Xiao Jun pun langsung melepaskan pukulan ke arahnya.
Wu Lihua yang dikagetkan oleh kemunculan tiba-tiba dari Xiao Jun itu, dengan sigap bergegas mundur ke belakang. Ia memandang sejenak ke arah wajah Xiao Jun yang sedang ditutupi topeng emas.
"Siapa kamu? Mengapa kamu tiba-tiba menyerangku?" teriak Wu Lihua dengan nada sedikit marah.
Namun, Xiao Jun tak menghiraukannya. Ia kemudian kembali melancarkan serangannya dengan cepat ke arah Wu Lihua. Xiao Jun tidak menurunkan tingkat kultivasinya, melainkan hanya menggunakan kekuatan yang setara dengan kultivator tahap keenam Bintang Emas.
Melihat orang yang menyerangnya seolah-olah tidak mendengarkan pertanyaannya tersebut, Wu Lihua pun tak menahan diri lagi. Dia juga bergegas melancarkan serangan balasan yang sangat kuat. Cambuk di tangannya segera diayunkannya dengan keras ke arah Xiao Jun.
Akan tetapi, Xiao Jun dapat dengan mudah menghindarinya. Ia bergerak dengan cepat ke depan untuk menutup jarak antara dirinya dan Wu Lihua. Sebab, Xiao Jun sangat tahu bahwa kelebihan dari Wu Lihua adalah pertarungan jarak jauh karena senjata yang digunakannya adalah cambuk.
Sementara itu, Wu Dunrui yang sedang duduk menikmati segelas teh di kediamannya, merasakan bahwa Wu Lihua sedang bertarung dengan seseorang. Segera, ia langsung menghilang dari tempatnya dan melesat ke arah Wu Lihua.
Ketika Wu Dunrui baru saja tiba, Xiu Rong pun segera menyusul dan langsung muncul di sebelahnya.
"Berhenti!" seru Wu Dunrui keras. Dia tidak segera menyerang karena merasakan tak ada niat membunuh dari orang yang menyerang putrinya tersebut.
__ADS_1
Namun, Xiao Jun tak menghiraukan perkataan Wu Dunrui. Dia terus saja menyerang Wu Lihua dengan sengit. Meski demikian, pertahanan Wu Lihua juga sangat kuat. Cambuknya berputar-putar di sekitar tubuhnya untuk melindunginya dari setiap serangan yang dilancarkan oleh Xiao Jun.
"Benar-benar teknik beladiri yang sangat hebat. Seumur hidupku, baru pertama kalinya aku melihat teknik cambuk yang memiliki pertahanan sangat kuat seperti ini."
Di atas udara, Yun Feilong memberikan penilaiannya terhadap teknik yang digunakan Wu Lihua.
"Yaah ... Itu benar! Aku juga baru pertama kali melihatnya. Sebelumnya, aku mengira bahwa gadis tersebut akan sangat dirugikan ketika lawan menyerangnya dari jarak dekat. Tapi, ini benar-benar di luar dugaanku." Tetua Bei, salah satu Tetua yang dibawa Ling Tian dari Sekte Kabut Racun, membenarkan apa yang dikatakan oleh Yun Feilong.
"Hehehe ... Teknik ini sebenarnya bernama Teknik Cambuk Penggetar Langit dan Bumi. Bukan hanya serangannya saja yang sangat kuat, tetapi pertahanannya juga sangat kuat. Bila kultivasi pengguna teknik ini telah mencapai tahap Bintang Langit dan juga menguasai teknik ini dengan sangat sempurna, maka dia bisa mengeluarkan petir dari cambuknya. Semakin tinggi lagi kultivasinya, maka kekuatan petir yang berasal dari cambuk tersebut akan semakin kuat juga hingga bisa menggertarkan langit dan bumi." Ling Tian menjelaskan sambil tertawa kecil.
"Hah!"
Mulut semua orang yang mendengarkan penjelasan Ling Tian tersebut secara bersamaan ternganga lebar seolah-olah rahang mereka akan jatuh ke tanah. Hanya Kera Salju dan Xiaohai yang tetap tenang.
Yun Feilong, Wei Ziqing, Yan Xifeng, Ning Qian Qian serta keempat Tetua tersebut tak pernah berpikir bahwa teknik cambuk yang diperagakan oleh Wu Lihua akan sedahsyat itu jika kultivasinya telah mencapai tahap Bintang Langit.
Bahkan, di kehidupan ini, mereka sendiri tak pernah berpikir kultivasi mereka akan dapat menyentuh tahap Bintang Langit tersebut. Itu dikarenakan tak ada seorang pun di antara mereka yang pernah bertemu dengan seorang kultivator tahap Bintang Langit.
"Saudara Ling Tian! Apakah kamu memiliki seorang Guru yang membimbingmu dalam berkultivasi?" tanya Yan Xifeng dengan nada hati-hati karena takut pertanyaannya tersebut adalah rahasia pribadi Ling Tian.
Salah satunya adalah, Ling Tian sendiri menggunakan teknik dengan sebuah pedang. Sementara Xiao Jun menggunakan teknik pedang kembar dan Wu Lihua menggunakan teknik cambuk. Bukankah seharusnya Ling Tian yang merupakan seorang Guru harus menurunkan teknik beladirinya sendiri kepada murid pribadinya?
Itu adalah contoh kecil dari sekian banyaknya pertanyaan yang ada di benak mereka. Belum lagi jika di tambah dengan Ling Tian yang juga seorang Alkemis, Master Formasi dan Master Penempaan.
Mendengar pertanyaan dari Yan Xifeng, Ling Tian hanya menyunggingkan senyum khasnya dan menjawab dengan singkat, "Tidak!"
"Aahh ... Tapi ...."
"Tapi mengapa aku bisa tahu semuanya?" Sebelum Yan Xifeng menyelesaikan kalimatnya, Ling Tian sudah menyela terlebih dahulu. Kemudian melanjutkan seraya tertawa lirih, " Hehehe ... Karena aku adalah Monster!"
Ling Tian menatap lekat-lekat pada mereka semua sambil tersenyum hangat. Lalu berbicara lagi, "Suatu saat kalian juga akan mengetahuinya. Jika kalian mengikutiku, aku berjanji akan membawa kalian ke ketinggian yang belum pernah kalian bayangkan sebelumnya. Aaiihh ... Sudahlah! Mari kita saksikan saja pertarungan dari kedua muridku itu!"
Ling Tian kembali memandang ke arah pertarungan Xiao Jun dan Wu Lihua, meninggalkan Yun Feilong dan lainnya yang sedang melayang di alam pikiran mereka masing-masing.
__ADS_1
Pertarungan Xiao Jun dan Wu Lihua semakin sengit. Keduanya saling menyerang dan bertahan untuk mencari peluang demi mengalahkan satu sama lainnya.
Wu Dunrui juga belum menyerang Xiao Jun karena pertarungan itu masih tetap terlihat seimbang. Tapi, kesabarannya hampir habis karena ia merasa Xiao Jun tak mau mendengarkan perkataannya yang menyuruh untuk menghentikan pertarungan.
"Jika kamu tak mau berhenti, aku akan menyerangmu karena memasuki tempat ini tanpa izin dan bahkan menyerang putriku," ujar Wu Dunrui dengan nada tegas.
Tapi, lagi-lagi Xiao Jun tak menghiraukan perkataan Wu Dunrui. Ia masih terus bergerak melepaskan serangannya terhadap Wu Lihua.
"Hmph ... Baiklah kalau begitu. Jangan salahkan aku! Sebab, aku telah memperingatkanmu sebelumnya." Wu Dunrui mendengus kesal dan hendak bergerak menyerang Xiao Jun.
Namun, tiba-tiba ia tak bisa menggerakkan tubuhnya. Wu Dunrui merasakan seolah-olah ada tali yang sangat kuat mengikatnya dan membatasi pergerakannya.
"Ah! Apa yang terjadi? Mengapa ada energi Qi yang sangat kuat mengunci pergerakan tubuhku?" batin Wu Dunrui dengan nada kebingungan.
"Jun, Lihua, berhentilah!" ucap Ling Tian yang telah muncul di halaman tempat pertarungan itu berlangsung. Kemudian Xiaohai dan yang lainnya juga segera menyusulnya.
Xiao Jun pun langsung melompat mundur ke belakang ketika mendengar perintah Ling Tian. Sedangkan untuk Wu Lihua sendiri, seketika tubuhnya tersentak kaget saat mendengar suara yang sangat dikenalinya itu.
"Gu ... Guru!" seru Wu Lihua terbata dan langsung berlari menghampiri Ling Tian dengan mata yang berkaca-kaca karena merasa sangat bahagia.
"Mmm!" Ling Tian menganggukkan kepalanya seraya tersenyum.
"Huuhh ... Apakah kamu juga tak ingin menyapaku, adik seperguruan?!" ujar Xiao Jun dengan nada mengeluh, lalu segera membuka topeng yang menutupi wajahnya.
"Ah! Itu benar-benar kamu, kakak seperguruan?" Wu Lihua tersentak kaget melihat pria bertopeng yang menyerangnya, sebenarnya adalah Xiao Jun.
"Hehehe ... Memangnya siapa lagi kalau bukan aku?!" balas Xiao Jun sambil tertawa. Kemudian melanjutkan, "Meskipun tidak ada Guru di sisimu, kamu benar-benar terus berlatih keras, adik seperguruan. Kultivasimu juga meningkat pesat."
"Itu karena aku ingin mengejarmu!" jawab Wu Lihua tersenyum senang.
Ling Tian menoleh ke arah Wu Dunrui dan Xiu Rong, lalu berkata, "Hehehe ... Apa kabar, Paman, Bibi?" tanya Ling Tian seraya tersenyum kecil, kemudian menambahkan, "Maaf, karena telah mengunci pergerakan kalian!"
"Aahh ... Tidak apa-apa ... Tidak apa-apa! Kami baik-baik saja," balas Wu Dunrui seraya melambai-lambaikan tangannya. Lalu melanjutkan, "Hmmm ... Sepertinya perjalananmu menyenangkan! Kalau begitu, mari kita bicara di dalam, Tuan Muda Ling!"
__ADS_1
"Hehehe ... Baiklah!" jawab Ling Tian singkat.