
Melihat hal ini, para murid yang berada di atas panggung saling memandang sejenak. Lalu, Han Xiang pun akhirnya berkata tegas, “Sebaiknya kita segera membantu saudara Hong! Jika kita membiarkannya begitu saja, kita juga nantinya yang akan terkena imbas dari kemarahan saudara Hong.”
“Ya, mari kita bekerja sama untuk mengalahkan pemuda itu! Meski dia tampak sangat kuat, tapi aku yakin dia takkan bisa menghadapi kita semua.”
“Hmmm ... Kalau begitu, ayo segera lakukan!”
Para murid yang berada di atas panggung itu pun bergegas melesat ke arah arena pertarungan. Dinding penghalang pada Formasi Pelindung juga secara otomatis langsung terbuka ketika satu per satu dari mereka memasuki arena. Kemudian segera menutup kembali saat semuanya telah berada di dalamnya.
“Nah, ini baru menyenangkan!” celetuk Ling Tian seraya menyunggingkan senyum khasnya. “Karena kalian sudah ada di sini, mari kita mulai bermain.”
“Ugh ... Berhati-hatilah! Pemuda ini sebenarnya memiliki Harta Pusaka yang aneh untuk melindungi tubuhnya. Kita harus menyerangnya dengan kekuatan penuh secara bersama-sama,” seru Hong Cao Yan sembari meringis kesakitan.
Untuk menjaga harga dirinya karena malu telah mendapatkan tamparan lagi dari Ling Tian, Hong Cao Yan segera melontarkan asumsinya agar semua orang mendengarnya.
“Ciihh ... Pantas saja Hong Cao Yan tidak bisa mendekati pemuda itu! Ternyata ia memiliki Harta Pusaka yang dapat melindungi dirinya.”
“Hmmm ... Aku baru tahu kalau ternyata ada Harta Pusaka yang memiliki fungsi demikian.”
__ADS_1
“Huuhh ... Kamu benar-benar ketinggalan zaman! Sebenarnya, Harta Pusaka tingkat tinggi seperti itu ada banyak di luar sana. Hanya saja, semua hal tersebut sangat sulit untuk mendapatkannya.”
“Betapa beruntungnya pemuda itu memiliki Harta Pusaka yang sangat kuat bersama dirinya.”
“Belum tentu! Harta Pusaka tingkat tinggi bisa menjadi keberuntungan dan juga malapetaka bagi pemiliknya. Sebab, jika semua orang telah mengetahui bahwa dia memiliki Harta Pusaka seperti itu, maka akan ada banyak orang yang mengincar nyawanya demi mendapatkan Harta Pusaka tersebut.”
“Mmm ... Memang benar! Aku yakin bawah kini Hong Cao Yan juga sangat menginginkan Harta Pusaka dari pemuda itu. Karena bila Hong Cao Yan memilikinya, maka tidak menutup kemungkinan ia akan bisa bersaing atau bahkan mengalahkan kultivator di tahap kedua Bintang Langit.”
Setelah Hong Cao Yan selesai berbicara, berbagai macam komentar pun mulai terdengar di antara para murid yang langsung memperbincangkannya. Suasana di sekitar arena akhirnya menjadi riuh kembali dengan pembahasan tentang Harta Pusaka yang dimiliki oleh Ling Tian.
Sambil tersenyum penuh arti, sang wasit segera mengeluarkan sebuah batu kristal kecil berwarna ungu dari Cincin Ruangnya. Kemudian dengan cepat ia langsung menghancurkannya tanpa ada seorang pun yang memperhatikan tindakannya tersebut.
Sementara itu, Hong Cao Yan dan teman-temannya sudah tampak bersiap menyerang Ling Tian secara bersamaan. Begitu semuanya telah mengeluarkan senjatanya masing-masing, Hong Cao Yan pun segera memberikan aba-aba untuk menyerang Ling Tian.
“Serang!”
Ketika mendengar perintah dari Hong Cao Yan, semua murid yang berada di atas arena langsung mengelilingi Ling Tian. Kemudian secara serempak mereka pun menerjang ke arah Ling Tian dengan menggunakan serangan terkuatnya masing-masing. Fluktuasi udara di dalam arena pertarungan dapat terlihat jelas akibat energi Qi yang melonjak keluar dari tubuh setiap orang.
__ADS_1
Mendapatkan serangan ganas seperti itu, Ling Tian tampak tetap tenang dan santai. Sambil memanggul baju dipundaknya, ia bergerak cepat menghindari setiap serangan yang datang padanya.
Karena merasa ingin sedikit bermain dengan orang-orang tersebut, Ling Tian tidak menggunakan energi Qi-nya untuk mengunci pergerakan mereka. Ia hanya terus berkelit tanpa melakukan perlawanan sedikit pun.
Dalam sejarah Sekte Cahaya Matahari, belum pernah ada pertarungan antara satu melawan banyak orang di acara pengujian peringkat. Baru kali inilah terjadi hal demikian. Ini juga bukan lagi pertarungan biasa saja, tapi merupakan pertarungan yang sudah dipenuhi dengan niat membunuh dari Hong Cao Yan dan kawan-kawannya.
Walaupun sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mengalahkan Ling Tian, namun Hong Cao Yan dan yang lainnya tetap saja tak mampu melakukannya.
“Huuhh ... Hanya beginikah kemampuan yang kalian sombongkan sebagai murid paling jenius di sekte ini?” kata Ling Tian dengan nada mengeluh, lalu menambahkan, “Jika aku menjadi kalian, mungkin sudah lama aku menghancurkan kepalaku sendiri karena merasa telah menjadi katak di dalam sumur yang tak tahu betapa luasnya langit ini.”
“Ciihh ... Mari kita akhiri saja! Aku sudah bosan bermain bersama semut seperti kalian,” lanjut Ling Tian lagi sembari mencibir.
Setelah menyelesaikan kata-katanya, Ling Tian bergerak sangat cepat menghindari semua serangan yang datang ke arahnya, sambil mengayunkan tangannya ke sana-sini untuk memberikan tamparan keras pada Hong Cao Yan dan yang lainnya.
BAM ... BAM ... BAM
Bunyi ledakan yang cukup keras terus menggema di dalam arena, seiring jatuhnya satu per satu dari orang-orang yang terkena tamparan Ling Tian. Di antara mereka ada yang hidungnya patah, rahangnya bergeser, giginya rontok dan bahkan ada yang sangat sial karena mengalami ketiga-tiganya.
__ADS_1