Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 211. Penggemar Ling Tian


__ADS_3

"Salam, Tuan Muda Ling Tian! Silakan masuk!"


Ketika Ling Tian dan yang lainnya hendak memasuki sebuah toko yang menjual pakaian serta perhiasan, para pelayan segera menyambutnya dengan begitu antusias. Bahkan pemilik toko langsung bergegas turun dari lantai atas bangunan toko tersebut untuk secara pribadi menyambut Ling Tian, saat tahu bahwa Ling Tian yang datang berkunjung ke tempatnya.


"Salam, Tuan Muda Ling Tian! Aku adalah pemilik toko ini. Apakah ada yang Anda butuhkan dari toko kecilku? Silakan saja katakan padaku!" Seorang pria paruh baya yang memiliki tubuh gendut dan agak pendek berkata dengan nada sedikit terengah-engah sambil membungkuk memberi hormat.


Melihat hal tersebut, Ling Tian mengerutkan alisnya dengan tampilan wajah yang sedikit keheranan.


"Apakah wajahku yang tampan ini telah menjadi sangat terkenal di Kota Primordial?" tanya Ling Tian di dalam hatinya. Kemudian berkata pelan, "Aku hanya ingin membeli beberapa pakaian dan perhiasan saja."


"Ooh ... Kalau begitu, silakan ikuti aku, Tuan Muda Ling Tian! Semua pakaian dan perhiasan yang terbaik di toko ini ada di lantai ketiga," ucap pemilik toko seraya tersenyum.


"Mmm!" Ling Tian menjawabnya dengan anggukan pelan.


Kemudian, Ling Tian dan yang lainnya pun segera mengikuti pemilik toko tersebut. Sesampainya di lantai ketiga, mereka melihat semua pakaian serta perhiasan yang sangat indah berjejer rapi di tempatnya masing.


"Silakan melihat-lihat, Tuan Muda Ling Tian. Jika ada ...."


Sebelum sang pemilik toko menyelesaikan kalimatnya, seruan Xiaohai sudah terlebih dahulu menyelanya.


"Aku mau yang ini!"


"Hahaha ... Sepatu yang mungil ini sepertinya sangat cocok untuk dipakai Yuemeilan kecil."


"Aahh ... Gelang ini juga akan lebih terlihat cantik jika berada di tangan Yuemeilan kecil."


"Hmmm ... Yang ini juga!"


"Hei, gadis cantik! Aku mau yang ini juga."


Garis-garis hitam segera muncul di dahi Ling Tian saat melihat tingkah Xiaohai yang seperti itu. Bahkan Xiaohai masih sempat-sempatnya untuk menggoda gadis pelayan di toko tersebut.


"Ehem ... Erm ... Maaf, Paman!" ujar Ling Tian dengan nada canggung.


"Aaiihh ... Tidak apa-apa ... Tidak apa-apa, Tuan Muda Ling Tian! Banyak pelanggan di sini yang juga sering bertingkah seperti itu. Jadi, kami sudah terbiasa menghadapinya." jawab sang pemilik toko seraya melambai-lambaikan tangannya.

__ADS_1


"Hehehe ... Baiklah. Kalau begitu, aku tidak akan sungkan, Paman!"


Setelah berkata demikian, Ling Tian dan yang lainnya segera pergi melihat-lihat pakaian dan perhiasan yang ada di tempat itu. Ling Tian membiarkan Ning Qian Qian yang memilihkan untuknya, karena ia tidak tahu-menahu tentang pakaian wanita.


"Apakah kita akan membeli banyak, saudara Ling Tian?" tanya Ning Qian Qian sembari melihat-lihat beberapa pakaian.


"Hehehe ... Itu ... Kira-kira begitulah. Sebenarnya, aku memiliki tiga istri," ucap Ling Tian pelan sambil menggaruk-garuk kepalanya.


"Apa?!" seru Yan Xifeng dan Ning Qian Qian secara bersamaan.


Awalnya mereka juga terkejut ketika Ling Tian mengajak mereka berdua untuk menemaninya berbelanja. Saat itu, Ling Tian mengatakan akan membeli pakaian untuk istrinya. Sehingga mereka akhirnya mengetahui bahwa Ling Tian telah menikah dan memiliki anak.


Tetapi, baru sekarang mereka mengetahui bahwa Ling Tian memiliki istri lebih dari satu orang dan jumlahnya ada tiga.


"Aaiihh ... Tak perlu terkejut begitu! Inilah beban yang harus ditanggung oleh pria tertampan di Benua Langit," gerutu Ling Tian dengan wajah cemberut.


"?@!"


Ning Qian Qian pun mulai kembali memilih beberapa pakaian serta perhiasan yang menurutnya terlihat sangat cantik jika dipakai oleh para istri Ling Tian. Ia juga memilih untuk dirinya sendiri karena merasa pakaian dan perhiasan di toko itu benar-benar sangat bagus.


"Itu tidak perlu, Tuan Muda Ling Tian. Benar-benar tidak perlu! Semuanya gratis untukmu. Seharusnya, aku yang bersyukur karena Anda sudah mau berkunjung ke tokoku."


"Aahh!" Mendengar jawaban pemilik toko tersebut, Ling Tian dan yang lainnya tersentak kaget.


"Hohoho ... Sebenarnya, aku adalah salah satu penggemarmu, Tuan Muda Ling Tian. Namamu di kota ini sudah sangat terkenal dan telah menjadi idola bagi para penduduk. Bahkan anakku yang masih kecil tak mau tidur sebelum aku menceritakan tentang dirimu. Dari anak-anak, remaja, serta para kultivator jenius muda sudah menjadikan dirimu sebagai acuan dan tujuan dari kultivasi mereka. Mereka juga telah memberikan julukan kepadamu, yaitu Ling Tian sang Monster."


"Jika saja para penduduk mengetahui anda sedang berada di sini, mungkin tokoku akan segera ramai di serbu oleh mereka semua. Untungnya banyak dari mereka yang tidak pernah melihat wajahmu dan hanya mendengar namamu saja. Sehingga, jarang di antara penduduk tersebut yang bisa langsung mengenalimu."


"Hmmm ... Begitu yah!? Namun, mengapa Paman bisa langsung mengenaliku? Bahkan para pelayan di sini juga dapat mengetahuinya," tanya Ling Tian keheranan tapi sangat bersemangat.


"Itu karena aku melihatmu setelah mengalahkan patriark lama dari Klan Zhuge. Pada saat itulah aku langsung melukis wajahmu." Pemilik toko tersebut segera mengeluarkan sebuah lukisan dari Cincin Ruangnya, kemudian melanjutkan, "Aku memperlihatkan lukisan ini kepada para pelayan di sini, sehingga mereka akan langsung mengenali anda, Tuan Muda Ling Tian."


"Hehehe ... Ternyata aku benar-benar terkenal." Ling Tian tertawa lirih seraya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


"Sebenarnya para penduduk juga sangat bersyukur karena anda sudah menghancurkan Klan Zhuge."

__ADS_1


"Ooh ... Mengapa begitu, Paman!" tanya Ling Tian dengan wajah bingung.


"Itu karena Klan Zhuge terlalu mendominasi di kota ini dengan mengandalkan patriark lama mereka. Sehingga para anggota klannya sering bertindak semena-mena terhadap penduduk. Bahkan anggota klannya tidak segan-segan untuk membunuh penduduk yang tidak senang dengan apa yang mereka lakukan."


"Jadi, seperti itu yah!? Hmmm ... Tapi aku akan tetap membayarmu, Paman! Meskipun kamu adalah penggemarku, aku takkan mengambil keuntungan darimu."


"Aahh ... Jangan! Tidak usah, Tuan Muda Ling Tian!" Pemilik toko melambai-lambaikan tangannya untuk menolak.


Ling Tian tak menghiraukan perkataan sang pemilik toko tersebut dan bertindak seolah-olah tidak mendengarnya. Ia dengan cepat mengeluarkan selembar kertas tebal yang cukup lebar, kuas dan tinta berwarna dari Cincin Ruangnya.


Kemudian Ling Tian membuat kertas itu melayang di depannya. Lalu, tangannya yang memegang kuas dengan cepat menari bersama tinta di atas kertas tersebut.


Setelah beberapa menit, Ling Tian pun akhirnya menyelesaikan apa yang dilakukannya. Gambar seorang pemuda tampan yang sedang memegang pedang terlihat jelas dalam lukisan itu. Sang pemuda tampak seperti sedang melakukan tarian pedangnya sambil menunjukkan wajah yang tersenyum bahagia.


Pemuda di dalam lukisan tersebut adalah Ling Tian sendiri. Pose yang digambarkannya adalah salah satu posisi yang ada dalam Teknik Menari Bersama Pedang.


Tak hanya sampai di situ saja. Ling Tian kemudian menggerakkan tangannya sebanyak beberapa kali ke arah lukisannya. Ketika ia telah selesai, lukisan tersebut seolah-olah tampak terlihat benar-benar hidup. Itu karena Ling Tian menempatkan Formasi Roh ke dalam lukisannya.


"I-ini ... Ini ...."


Bukan hanya pemilik toko yang terkejut, tetapi Xiao Jun dan yang lainnya juga ikut tercengang melihat lukisan Ling Tian. Mereka tidak mengetahui bahwa Ling Tian juga pandai dalam hal melukis. Sebab, Ling Tian tak pernah menunjukkannya.


Jika para kolektor melihat lukisan tersebut, mereka akan berani membayar sangat mahal untuk menjadi barang koleksinya. Bahkan bila itu dilelang di Asosiasi Harta Kuno, orang-orang akan saling bersaing untuk memdapatkannya.


"Bos! Kamu benar-benar sesuatu. Bagaimana kalau kamu juga melukis wajahku yang sangat tampan ini? Karena jika lukisan wajahku dipajang di sini, maka semua orang pasti akan berbondong-bondong membeli pakaian dan perhiasan yang ada di toko ini," ujar Xiaohai yang langsung berpose di depan Ling Tian.


"?@!"


Garis-garis hitam seketika muncul di dahi semua orang. Bila saja Kera Salju ada di sini, mungkin ia akan langsung memberikan pukulan ke kepala Xiaohai.


"Hehehe ... Paman! Aku akan memberikan lukisan ini padamu sebagai bonus. Sedangkan untuk pembayaran semua barang yang aku beli, aku akan membayarnya dengan ini!" Ling Tian mengeluarkan sebuah Pil Susu Awan dari Cincin Ruangnya dan segera menempatkannya di tangan pemilik toko. Kemudian melanjutkan, "Terima kasih sudah menjadi penggemar dari pria tertampan di Benua Langit ini."


Lengan pemilik toko bergetar saat memegang Pil Susu Awan di tangannya. Dia dapat merasakan energi yang sangat kuat terkandung di dalam pil itu. Sejenak, dia dan para pelayan tokonya menutup mata untuk meresapi aroma pil yang membuat energi Qi di dalam tubuh mereka masing-masing terasa bergejolak.


Ketika mereka membuka mata, Ling Tian dan yang lainnya telah menghilang.

__ADS_1


__ADS_2