
Setelah mengalahkan semua pemimpin Sekte Besar di wilayah Kota Seribu Bunga, Ling Tian memerintahkan Huang Fu agar mengambil semua senjata dan Cincin Ruang mereka untuk menjadikannya sebagai harta perbendaharaan Sektenya.
Ling Tian segera bergerak ke arah tempat tinggal Xiao Jun karena ingin melanjutkan menempa seluruh tulang-tulangnya.
"Guru!"
Xiao Jun langsung membungkuk memberi hormat ketika melihat Ling Tian telah kembali ke kamarnya.
"Mmm... Segera keluarkan bak mandimu, lalu bukalah semua pakaianmu dan berendamlah di dalam bak tersebut." ucap Ling Tian pelan.
"Gu-guru! Aku tidak memiliki bak mandi di dalam Cincin Ruangku. Itu kan hanya untuk para wanita saja yang menyimpan benda seperti itu di dalam Cincin Ruangnya." jawab Xiao Jun canggung.
"Hmmm... Benar juga! Aku mengira kamu menyimpan hal-hal yang tak berguna tersebut."
"Aahh... Itu mengingatkanku kepada mereka bertiga, sebab mereka selalu membawa benda tak berguna tersebut di dalam Cincin Ruangnya. Apakah ketiganya dalam keadaan baik-baik saja?" lanjut Ling Tian dengan nada sedih ketika mengingat Lin Yue, Su Mei dan Jia Xiulan.
"Siapa ketiganya itu, Guru?"
"Mereka bertiga adalah termasuk orang-orang yang paling aku sayangi dan membuatku terus merindukan kehadiran mereka di sisiku."
"Terutama Yue'er. Dia selalu menendang atau menginjak kakiku jika aku menggoda gadis lain di depannya. Huuufff... Entah dimana mereka sekarang berada." Ling Tian berkata sambil menghela napas panjang.
"Hei! Mengapa aku jadi menceritakan kisah cinta dari Gurumu yang tampan ini? Dan apa maksud tatapanmu yang seolah-olah tidak menyukai ceritaku tersebut."
"I-itu karena Gu-guru memiliki lebih dari satu wanita, yang menandakan bahwa Guru tidak setia." jawab Xiao Jun terbata-bata.
"Huuuhhh... Itu bukannya aku tidak ingin setia, tetapi karena aku tidak bisa menolaknya. Aahh, sudahlah! Kamu tidak akan pernah mengerti beban berat yang harus aku tanggung ketika menjadi pria tertampan di Benua Langit ini." keluh Ling Tian kesal.
"Ciiihhh... Itu tetap saja namanya tidak setia." Xiao Jun membatin sambil memanyunkan bibirnya.
"Apa yang kamu tunggu lagi? Cepatlah pergi mencari tong atau bak mandi tempatmu untuk berendam."
"Ba-baik Guru!"
Xiao Jun segera berlari keluar dari kamarnya. Setelah beberapa saat, dia pun kembali lalu mengeluarkan sebuah tong air yang cukup besar.
Dengan cepat dia membuka seluruh pakaiannya dan langsung masuk ke dalam tong tersebut sesuai instruksi Ling Tian sebelumnya.
"Bersiaplah!"
Setelah mengatakan hal itu, Ling Tian segera menuangkan Susu Stalaktit ke dalam tong. Saat botol ketiga yang berisi Susu Stalaktit itu di tambahkan oleh Ling Tian, wajah Xiao Jun mulai terlihat meringis.
__ADS_1
Ling Tian kemudian menuangkan setetes demi setetes Susu Stalaktit itu ke dalam tong tersebut. Dia menggunakan metode yang berbeda ketika menempa seluruh tulang Ling Han dan yang lainnya.
Saat tetesan ke-30, Xiao Jun mulai berteriak kesakitan. Ling Tian seketika berhenti untuk menuangkan Susu Stalaktit.
Jika dulu dia langsung menuangkan sebotol lagi Susu Stalaktit itu ketika melihat wajah Ling Han dan yang lainnya kesakitan, sekarang dia hanya menambahkannya setetes demi setetes saja untuk Xiao Jun.
Itu karena Ling Tian ingin menempa seluruh tulang Xiao Jun secara perlahan-lahan sebab kultivasi Xiao Jun telah berada di tingkat Bintang Emas. Dia tidak ingin kejadian seperti saat menempa tulang Jia Xiulan terulang kembali.
Dan juga Ling Tian tidak perlu lagi menggunakan kekuatan spiritualnya untuk menjaga keselamatan Xiao Jun, sebab jumlah cairan Susu Stalaktit yang di tuangkannya itu tidak membahayakan nyawanya.
Ling Tian tidak memasang Formasi Penyegelan di dalam kamar Xiao Jun, karena dia ingin teriakan kesakitannya terdengar menggema di sekitar tempatnya tersebut.
Agar anggota Sekte lainnya tahu bahwa Xiao Jun telah berlatih sangat keras, dan itu juga akan memicu semangat mereka semua untuk berlatih lebih keras lagi.
Kemudian Ling Tian meninggalkan Xiao Jun dan berjalan keluar dari kamarnya. Dia ingin melihat-lihat segala aktivitas yang sedang berlangsung di dalam Sektenya.
Huang Fu mulai memperluas area Sekte, karena seluruh murid dari Sekte Teratai Hitam yang berjumlah sekitar 1 juta orang itu kini telah bergabung dengan Sekte mereka.
Ketika sedang memandang ke arah gedung-gedung yang mulai di bangun, Ling Tian melihat Mu Bai juga sibuk membantu di situ. Namun wajahnya terlihat tampak lesu dan kurang bersemangat.
Ling Tian segera bergegas menghampirinya dan bertanya, "Paman Mu, apa yang sedang terjadi? Mengapa wajahmu terlihat sangat suram?"
"Aahh... Pemimpin! Tidak ada apa-apa. Aku sedikit lelah saja, mungkin karena usiaku ini sudah sangat tua." jawab Mu Bai dengan nada canggung.
"Ini... Ini..." Mu Bai berkata dengan nada ragu-ragu.
"Katakanlah Paman! Jika aku bisa membantumu, aku akan segera melakukannya."
"Ini... Ini menyangkut pedangku yang telah pemimpin patahkan sebelumnya. Pedang tersebut adalah pemberian dari istriku dan aku menamakannya sesuai dengan nama istriku juga."
"Setelah kematiannya, pedang itulah yang selalu menemaniku selama ini saat bertualang ke berbagai wilayah hingga akhirnya aku membangun Sekte Teratai Hitam di Kota Seribu Bunga."
"Untuk dapat menyambung pedang tersebut agar bisa kembali seperti semula, dibutuhkan seorang Master Penempa yang sangat ahli dan itu masih sangat langka di benua ini. Aku mungkin harus pergi mencari Master Penempa di wilayah lain." lanjut Mu Bai dengan nada sedih.
"Ooh... Jika hanya itu masalah yang mengganjal di dalam hati Paman Mu, mungkin aku bisa membantu." ucap Ling Tian santai.
"Aahh... Apakah pemimpin mengenal salah seorang Master Penempa di benua ini? Ataukah Master Penempa tersebut jugalah yang telah membuatkan pedang yang sangat kuat itu bagi pemimpin?" Mu Bai bertanya dengan nada bersemangat.
"Hahaha... Aku hanya mengetahui salah seorang Master Penempa yang sangat tampan di benua ini." Ling Tian tertawa terbahak-bahak.
"Aahh... Pemimpin, aku mohon beri tahu dimana tempat Master Penempa tersebut. Aku akan segera pergi ke sana untuk menemuinya dan memperbaiki pedangku." Kata Mu Bai dengan nada memohon.
__ADS_1
"Paman Mu... Master Penempa yang sangat tampan itu berdiri tepat di depanmu sekarang." ucap Ling Tian sambil menyunggingkan senyum khasnya.
"Haaahhh! Apakah pemimpin juga seorang Master Penempa?" tanya Mu Bai yang tersentak kaget mendengar perkataan Ling Tian.
"Yaah... Bisa dibilang seperti itu. Aku bisa memperbaiki pedang Paman Mu yang patah tersebut kembali menjadi seperti semula. Aku juga bisa meningkatkan sedikit kekuatannya."
"Walaupun tidak sekuat Pedang Pelangi milikku, namun itu akan lebih kuat dari yang sebelumnya." lanjut Ling Tian sambil mengangkat bahunya.
"Aku mohon pemimpin!"
Mu Bai akan berlutut di tanah, tetapi Ling Tian segera menahannya dengan energi Qi-nya.
"Tidak perlu seperti itu Paman Mu, sebab kita sekarang adalah keluarga. Keluarkanlah pedang itu! Biar aku memperbaikinya sebagai hadiah karena Paman Mu telah bergabung dengan Sekteku."
Mu Bai dengan cepat mengeluar pedang bersama bilahnya yang telah patah tersebut. Ling Tian pun segera mengambilnya dan sejenak memeriksa seluruh kerusakan yang dialami oleh pedang itu.
Setelah selesai memeriksa semuanya, Ling Tian mulai membuat Formasi Pembentukan yang sama seperti bentuk dan ukuran pedang Mu Bai. Selanjutnya dia mulai mengontrol Api Ilahi untuk melebur kembali pedang tersebut.
Dengan sangat cepat pedang itupun mulai mencair. Ling Tian kemudian menambahkan sebuah bongkahan kecil dari Wurtzite Pelangi, lalu menggabungkannya bersama cairan yang lainnya.
Mu Bai masih terus berdiri seperti patung di samping Ling Tian, dengan mata yang terbelalak menatap semua itu.
Selanjutnya Ling Tian menuangkan semua cairan tersebut ke dalam Formasi Pembentukannya. Hanya dalam waktu kurang dari 1 jam, pedang Mu Bai telah kembali seperti semula namun ada sedikit warna pelangi di dalamnya.
"Hehehe... Paman Mu, aku sudah selesai menyatukan kembali semua bilah pedangmu yang telah retak dan patah. Aku juga sedikit menambahkan bahan lain agar pedang ini menjadi lebih kuat lagi." Ling Tian berkata sambil mengeluarkan pedang Mu Bai dari Formasi Pembentukan lalu menyerahkan kepadanya.
Mu Bai segera mengambil pedang tersebut lalu memeriksanya. Itu seperti yang telah dikatakan oleh Ling Tian, bahwa pedangnya kini telah menjadi lebih kuat dari sebelumnya.
"Hahaha... Rou'er-ku telah menjadi lebih kuat lagi." Mu Bai tertawa senang sambil bermain-main sejenak bersama pedangnya.
Lalu dia pun memasukkan pedang tersebut ke dalam Cincin Ruangnya, kemudian membungkuk memberi hormat ke arah Ling Tian, "Terima kasih pemimpin!"
"Tidak perlu sungkan Paman Mu. Itu hanyalah hal sepele dan tidak menjadi masalah bagiku. Baiklah, aku akan melanjutkan melihat-lihat semua aktivitas dari anggota Sekte kita." ucap Ling Tian pelan.
***
Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.
Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan Tip.
Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca Novel "LSM" ini.
__ADS_1
Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.