
Ling Han dan yang lainnya mengepalkan tangannya kuat-kuat saat melihat Ling Tian terhempas ke tanah ketika terkena serangan dari ketiga Tetua tersebut.
Lin Yue memegang tangan Su Mei dan meremasnya. Wajahnya yang sangat cantik itu kini terlihat pucat dan tampak panik. Jika saja Zhang Xuan tidak menahannya, mungkin dia telah bergerak dan pergi ke tempat pertarungan Ling Tian.
Sedangkan untuk Su Mei sendiri, dia tanpa sadar telah mengeluarkan pedangnya dari Cincin Ruangnya. Wajahnya terlihat semakin dingin, seakan-akan dapat membekukan orang-orang yang menatapnya.
Jia Xiulan mengangkat kedua tangannya lalu merapatkan telapaknya, kemudian menggumamkan sesuatu seperti seorang yang sedang berdoa.
Namun Kaisar Jia masih tetap tenang setelah melihat wajah bersemangat dan senyum yang tampak dari wajah Ling Tian. Dia tahu bahwa Ling Tian sedang ingin menikmati pertempuran tersebut dan tidak ingin ada orang lain yang mengganggunya.
"TRANG"
"BAM"
"TRANG"
"BAM"
Bunyi suara yang dihasilkan oleh pertarungan antara Ling Tian dan ketiga Tetua itu mulai terdengar kembali.
Kecepatan pergerakan mereka masih sama dan tidak berkurang sedikitpun. Ketiga Tetua tersebut masih memiliki energi Qi yang banyak sehingga belum merasakan kelelahan.
"Roooaaarrr"
Auman Naga menggema di sekitar area pertarungan. Ling Tian memusatkan teknik itu kepada ketiga Tetua tetapi masih membuat semua orang yang telah menjauh dari area tersebut merasakan sangat sakit pada telinga mereka.
Sementara untuk ketiga Tetua yang menjadi pusat dari Teknik Auman Naga itu, telinga mereka telah mengeluarkan banyak darah namun dengan cepat mereka menyegel pendengaran mereka sehingga darah yang mengalir keluar segera terhenti.
Itu berlangsung selama 3 detik saja. Tetapi dalam 3 detik tersebut, Ling Tian telah memukul ketiganya hingga terlempar menabrak tanah.
"BOOM"
"BOOM"
"BOOM"
Ketiga Tetua itu terhempas ke arah yang berbeda. Saat Ling Tian bergerak ke arah salah satu Tetua tersebut, Tetua yang lainnya sudah bangkit kembali dan langsung menyerang Ling Tian.
Sedangkan untuk Tetua yang telah menjadi incaran Ling Tian, segera menghindar dengan kecepatan penuhnya yang membuat Ling Tian hanya memukul tanah saja.
"BOOM"
__ADS_1
Tanah yang telah menjadi sasaran dari pukulan Ling Tian tersebut kini berlubang sedalam 5 meter dan luasnya sekitar 10 meter akibat energi Qi yang sangat kuat mengalir keluar melalui tinju Ling Tian.
Dengan sangat cepat pula dia menarik pukulannya lalu berbalik menangkis serangan yang telah di lancarkan oleh Tetua lainnya.
"TRANG"
"BAM"
"TRANG"
"BAM"
Bunyi suara beradunya antara daging dan besi terus berlanjut kembali. Pakaian Ling Tian telah terlihat compang camping akibat terkena tusukan dan sayatan dari senjata ketiga Tetua itu.
"Bagaimana mungkin..? Mengapa kecepatan dari regenerasi tubuh pemuda ini sangat cepat meskipun dia telah terluka parah..?"
Memikirkan hal ini, ketiga Tetua tersebut mulai merasakan kekhawatiran di dalam hati mereka.
Salah satu dari Tetua itu langsung menebas dada Ling Tian dengan sangat kuat ketika dia melihat Ling Tian sibuk menangkis serangan dari kedua Tetua lainnya.
"BOOM"
"Hahaha.. Ayo lagi..!" Ling Tian tertawa keras, kemudian langsung bangkit dengan sangat cepat dan menerjang kembali ke arah ketiga Tetua itu.
Ling Tian telah menggunakan seluruh kemampuan beladirinya yang berasal dari Teknik Dewa Naga Surgawi untuk bertempur melawan ketiga Tetua tersebut, tetapi dia masih belum mampu membuat salah seorang dari mereka terluka parah.
Begitupun dengan ketiga Tetua itu, mereka sudah mengeluarkan segenap kekuatan penuh mereka tapi belum juga dapat mengalahkan Ling Tian.
Karena mulai kehabisan Qi nya, Ling Tian melesat dengan sangat cepat untuk menjauh dari para Tetua tersebut lalu mengeluarkan Pil Restorasi dan menelannya.
Melihat apa yang di lakukan oleh Ling Tian, ketiga Tetua itu juga segera mengeluarkan Pil Restorasi mereka dan menelannya. Tapi efektivitasnya sangat jauh berbeda dengan Pil Restorasi milik Ling Tian.
Pil Restorasi ketiga Tetua hanya bisa mengembalikan 30% Qi mereka yang telah hilang, sedangkan untuk Pil Restorasi Ling Tian, itu bisa memulihkan 100% Qi nya yang terbuang hanya dalam waktu 2 detik saja.
Setelah energi Qi nya telah penuh kembali, Ling Tian langsung bergerak dengan kecepatan penuhnya menggunakan Teknik Langkah Dewa Naga. Setiap serangannya selalu berubah-ubah.
Tangan kanannya menggunakan Teknik Pukulan Dewa Naga dan tangan kirinya menggunakan Teknik Tapak Dewa Naga. Kedua teknik tersebut berfungsi menyerang dan menangkis serangan dari ketiga Tetua tersebut.
Ketika salah seorang dari Tetua itu lengah, Ling Tian menendang dadanya dengan Teknik Tendangan Dewa Naga.
"BOOM"
__ADS_1
Tetua tersebut terlempar sejauh 100 meter dan jatuh menabrak tanah. Dan ketika dia bangkit kembali, darah dapat terlihat dengan sangat jelas keluar dari mulutnya. Dia segera menenangkan arus energi Qi nya yang mengalir dengan kacau di dalam tubuhnya.
Melihat hal itu, Ling Tian dengan cepat berbalik untuk mencoba mengambil kesempatan menyerang Tetua yang telah terluka akibat terkena Tendangannya, namun kedua Tetua lainnya tidak membiarkan itu terjadi.
Mereka langsung menghadang Ling Tian dengan melancarkan serangan kepadanya. Mendapatkan serangan yang datang bertubi-tubi dan sangat cepat itu, Ling Tian membatalkan niatnya lalu membalas setiap serangan dengan kekuatan penuhnya juga.
Ling Tian terus bertarung dengan wajah berseri-seri dan penuh semangat. Senyuman yang dia tampakkan di wajahnya membuat kedua Tetua yang menghadangnya mulai merasakan ketakutan di dalam hati mereka.
"TRANG"
"BAM"
"TRANG"
"BAM"
Senjata Pusaka Tingkat Berlian yang mereka gunakan untuk menebas dan menusuk tubuh Ling Tian itu, sudah mulai terlihat aus dan sedikit rusak pada bilahnya akibat terus menerus beradu dengan tubuh Ling Tian.
Saat salah satu Tetua menusukkan tombaknya ke arah leher Ling Tian, dengan gerakan yang sangat cepat pula Ling Tian menghindarinya dan maju mendekat kepadanya, kemudian menangkap tangan Tetua tersebut dan melayangkan pukulan ke wajahnya.
Namun Tetua yang lainnya segera menebas tangan Ling Tian sehingga pukulannya meleset, yang membuat Tetua yang akan terkena pukulan itu dapat berkelit dan menghindar kemudian langsung membalas serangan Ling Tian dengan tinjunya juga.
Ling Tian berputar menghindari tinju Tetua yang hendak memukulnya dengan sangat cepat lalu menendang ke arah Tetua yang telah menebas tangannya. Tetua itu segera mundur lalu menusukkan pedangnya ke arah tubuh Ling Tian.
Ling Tian ingin menggunakan Teknik Auman Naga, tetapi dia tahu bahwa itu tidak berguna karena para Tetua tersebut telah menyegel pendengaran mereka.
Jika saja kekuatannya lebih tinggi dari mereka, Teknik Auman Naga itu tetap akan dapat meledakkan gendang telinga ketiga Tetua tersebut meskipun mereka telah menyegelnya.
Dia melayangkan pukulannya ke depan untuk beradu dengan ujung pedang itu, sambil menghindari serangan tombak dari Tetua lainnya.
"BAM"
Suara beradunya tinju dan pedang terdengar lagi. Tetua yang menusuk Ling Tian dengan pedangnya tersebut, terhempas mundur beberapa langkah ke belakang. Sedangkan untuk Ling Tian sendiri, dia masih sibuk berkelit untuk menghindari setiap serangan tombak dari Tetua lainnya.
Kaisar Ma yang melihat bahwa salah satu dari ketiga Tetua itu telah terluka, kini mulai menjadi panik. Sedangkan untuk Kaisar Jia, dia hanya diam dengan tenang dan masih terus menunggu siapa yang akan keluar menjadi pemenang dari pertempuran itu.
***
Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.
Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.
__ADS_1