
Ling Tian berbalik kepada para kultivator wanita tua tersebut, lalu mencabut pedang yang menembus dadanya dengan santai.
Luka dari hasil tusukan pedang itu juga secara perlahan menutup, dan darah yang menetes pun segera berhenti mengalir. Itu semua dikarenakan oleh Api Ilahi yang langsung bekerja memulihkan semua luka yang terdapat dalam tubuh Ling Tian.
Meskipun para kultivator tingkat tinggi yang berada di tempat tersebut sangat terkejut melihat semua itu, namun mereka tetap tenang seakan tidak mempedulikannya.
"Hehehe... Aku tidak tahu apa yang telah kalian perbuat pada istriku. Namun aku tahu satu kata bagi orang yang melakukan hal ini padanya, yaitu MATI." Ling Tian tertawa lirih sambil tersenyum sinis.
"Aahh! Apakah dia benar-benar suamiku?" Su Mei yang telah kehilangan ingatannya tersebut bertanya dalam hatinya dengan nada terkejut.
"Hmmm... Aku hampir melupakan satu hal lagi. Jika tidak ada di antara kalian semua mengatakan padaku siapa yang telah melakukannya, maka aku jamin tidak akan ada lagi Sekte yang penuh dengan salju ini di Kota Musim Dingin." Lanjut Ling Tian pelan dengan tatapan membunuh ke arah semua kultivator wanita tua tersebut.
"Hahaha... Bocah sombong sepertimu hanyalah semut di mataku. Belum ada orang di Kota Musim Dingin ini yang berani mengancam Sekteku. Bahkan jika itu adalah Sekte besar lainnya, mereka semua akan selalu hormat kepada kami." Salah seorang kultivator tua itu berkata sambil tertawa mengejek pada Ling Tian.
"Untuk semut kecil sepertimu, aku akan menginjak-injaknya sampai hancur karena telah berani sesumbar di depan kami semua." Lanjutnya lagi.
"Ooh... Benarkah? Kalau begitu, semut kecil ini ingin melihat siapa di antara kalian semua yang bisa menginjaknya." Ujar Ling Tian tenang sambil mengangkat bahunya.
"Hmmm... Baiklah jika itu yang kamu inginkan."
Setelah mengatakan hal tersebut, salah satu kultivator tua itu seketika menghilang dari tempatnya berdiri dan langsung tiba di atas kepala Ling Tian. Dia mengangkat kakinya seakan benar-benar ingin menginjak tubuh Ling Tian sampai hancur.
Mendapatkan serangan seperti itu, Ling Tian hanya dengan santai mengulurkan tangan kirinya seolah-olah sedang menampar lalat yang akan hinggap di tubuhnya.
BOOM
Kabut darah langsung menyebar di udara bersama suara ledakan yang berasal dari tubuh kultivator tua tersebut, tanpa mengotori sedikitpun pakaian Ling Tian yang telah terlindungi dengan energi Qi-nya.
"Hehehe... Maaf! Kamulah sebenarnya yang hanya seekor semut di mataku." Ling Tian tertawa kecil sambil mencibir.
Wajah semua Tetua dan anggota Sekte Salju Putih yang berada di halaman itu segera berubah menjadi sedikit pucat setelah melihat apa yang telah di lakukan oleh Ling Tian.
Seorang kultivator yang memiliki tingkat kultivasi pada tahap kesembilan Bintang Berlian, telah hancur berkeping-keping hanya dengan tamparan santai dari pemuda yang berdiri di depan mereka itu.
"Seperti yang sudah aku katakan sebelumnya, jika tidak ada di antara kalian mengatakan siapa orang yang melakukan hal tersebut kepada istriku, maka mungkin aku juga akan membuat tubuh kalian tanpa pemakaman seperti semut tua ini." Ling Tian memandang ke arah semua kultivator tingkat tinggi di tempat itu, sambil menunjuk pada tubuh Tetua yang baru saja dihancurkannya.
Para Tetua yang lainnya saling pandang sejenak, kemudian segera mengeluarkan senjata mereka masing-masing dan langsung bergerak mengelilingi Ling Tian. Lalu mereka pun melesat dengan sangat cepat menyerangnya secara bersamaan.
Ling Tian yang tidak memiliki niat untuk bermain dengan para Tetua tersebut, segera mengangkat pedang Su Mei yang ada di tangan kanannya, lalu dalam sekejap menghilang dari tempatnya berdiri untuk membalas semua serangan yang datang menuju ke arahnya.
TRANG ... BOOM
TRANG ... BOOM
Bunyi senjata saling beradu diiringi dengan suara ledakan dari tubuh yang hancur berkeping-keping, menggema di sekitar halaman Sekte tersebut.
__ADS_1
Hanya sekitar 5 menit saja, salju yang awalnya berwarna putih bersih di tempat itu kini menjadi berwarna merah karena di penuhi oleh darah yang berasal dari seluruh tubuh para Tetua yang menyerang Ling Tian.
Suasana di halaman tersebut menjadi hening seketika. Tubuh Binatang Roh yang telah di tunggangi Ling Tian pun gemetar ketakutan melihat semua hal yang terjadi di depan matanya.
"Yaah... Inilah akibatnya bila tidak mendengarkan apa yang sudah aku katakan sebelumnya." Ucap Ling Tian santai sambil mengangkat bahunya, seakan tidak ada apapun yang telah terjadi di tempat itu.
"Ciiihhh..." Ling Tian tersenyum mengejek lalu mengangkat kakinya dan menendang ke arah belakangnya.
BAM
Ling Tian terdorong sejauh 30 meter bersamaan dengan sosok kultivator wanita tua yang tiba-tiba muncul dari belakangnya.
"Kamu datang terlambat! Mungkinkah kamu adalah pemimpin Sekte ini dan juga orang yang telah membuat istriku kehilangan ingatannya serta menjadikan aura tubuhnya berbeda?" Tanya Ling Tian tenang.
Su Mei yang berdiri cukup jauh dari Ling Tian menjadi semakin bingung ketika mendengar pertanyaannya itu.
"Mungkinkah semua yang telah dikatakan oleh pemuda tersebut adalah benar? Apakah itu sebabnya hatiku merasa sangat sakit saat aku menusukkan pedang ke tubuhnya? Tapi mengapa aku tak bisa mengingat sedikitpun tentang dirinya?" Su Mei membatin dengan nada gelisah.
Wanita tua itu tidak menjawab pertanyaan Ling Tian, tetapi langsung mengeluarkan senjatanya yang berupa sebuah kipas besi. Setelah itu, dia pun menyerang kembali dengan sangat ganas ke arahnya.
"Karena kamu tak mau menjawabnya, aku pastikan bahwa itu benar." Ujar Ling Tian lalu melesat dengan sangat cepat menyambut serangan wanita tua tersebut.
TRANG ... TRANG
Hanya dalam sekejab saja, pertarungan itupun telah beralih ke atas udara. Energi kuat yang berasal dari pertempuran itu juga membuat semua orang yang berada di tempat tersebut segera menjauh.
Ling Tian tidak ingin berlama-lama bertarung melawan wanita tua itu, sehingga dia segera menggunakan Teknik Pedang Tanpa Nama untuk menghabisinya.
BOOM
Hanya dalam waktu kurang dari 3 menit saja, kepala wanita tua tersebut telah terpisah dari tubuhnya yang jatuh terlebih dahulu menabrak tanah.
"Pemimpin!"
Semua anggota Sekte yang melihat hal itu langsung berteriak histeris saat memandang tubuh wanita tua yang telah tergeletak tak bernyawa di tanah.
Ling Tian dengan santai melambaikan tangannya untuk mengambil semua senjata dan Cincin Ruang dari para kultivator wanita tua yang telah di bunuhnya. Lalu kemudian melesat turun menuju ke arah Su Mei.
"Mei'er... Ambilah kembali pedangmu ini!" Ling Tian mengangkat tangannya memberikan pedang tersebut kepada Su Mei.
Su Mei mengulurkan tangannya dengan hati-hati untuk mengambil pedangnya dari tangan Ling Tian. Setelah itu dia pun memasukkannya ke dalam Cincin Ruangnya.
"Jangan menatapku seperti itu!" Ling Tian berkata pelan sambil menyunggingkan senyum khasnya.
"Tutuplah matamu! Aku akan mengembalikan ingatanmu yang telah hilang. Mungkin ini akan terasa sedikit sakit." Lanjut Ling Tian lagi.
__ADS_1
Su Mei sedikit ragu-ragu ketika mendengar apa yang telah di perintahkan oleh Ling Tian. Namun setelah tertegun sejenak, dia pun akhirnya menutup matanya.
Ling Tian kemudian mengulurkan kedua jari tangannya dan menyentuhkannya pada dahi Su Mei. Api Ilahi pun segera masuk ke dalam kepalanya dan mulai membuka semua saraf sensoris dan motoris yang telah tersegel di dalam otaknya.
Raut muka Su Mei tampak terlihat meringis menahan sakit pada kepalanya saat Api Ilahi bekerja. Keringat dingin juga mulai keluar secara perlahan dan membasahi wajahnya.
Hanya dalam beberapa menit saja, Ling Tian mengakhiri proses tersebut dan menarik tangannya setelah merasakan aura Su Mei telah kembali seperti semula.
Sesudah itu, dia hanya berdiri diam di depan Su Mei untuk membiarkannya menyatukan kembali semua fragmen memori yang sempat tersegel sebelumnya.
Beberapa saat kemudian, Su Mei secara perlahan membuka matanya. Dan tanpa basa-basi lagi, dia langsung melompat memeluk tubuh Ling Tian dengan sangat erat sambil menangis terisak-isak.
"Maaf, karena telah melukaimu." Gumam Su Mei pelan di sela-sela isak tangisnya tersebut.
Ling Tian mengangkat tangannya dan membelai rambut Su Mei dengan lembut, lalu berkata, "Tenanglah! Semuanya baik-baik saja."
"Aku hanya menyayangkan pakaian yang kamu belikan untukku ini telah di rusak oleh dirimu sendiri." Lanjut Ling Tian dengan nada sedih.
"Nanti aku akan membelikanmu pakaian yang baru lagi."
"Hehehe... Baiklah, mari kita segera pergi dari tempat ini!"
"Mmm..." Su Mei hanya menganggukkan kepalanya menanggapi ucapan Ling Tian tersebut.
Ketika Ling Tian dan Su Mei telah muncul di atas punggung Binatang Roh tunggangan mereka itu, Li Weiheng segera maju dan membungkuk memberi hormat kepadanya. Lalu dia pun berkata, "Pemimpin! Aku tidak akan kembali ke Sekte bersamamu, sebab ingin melanjutkan misi yang telah kamu berikan padaku."
"Hmmm... Baiklah Paman Li! Kalau begitu, kita berpisah di sini."
"Baik pemimpin!" Li Weiheng meghilang dari tempatnya berdiri dan melesat dengan sangat cepat ke arah yang berlawanan dengan tujuan Ling Tian.
Ling Tian pun juga segera mengendalikan Binatang Roh itu, lalu terbang kembali ke arah Sektenya.
Setelah kepergian Ling Tian, semua kultivator wanita yang masih berada di tempat itu juga segera beranjak pergi meninggalkan Sekte mereka tersebut.
Sebab mereka semua tahu, bahwa mulai saat ini tidak akan ada lagi Sekte Salju Putih di Kota Musim Dingin.
***
Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.
Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan Tip.
Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca Novel "LSM" ini.
Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.
__ADS_1