
"Sepertinya lebih baik menggunakan Binatang Roh jika Nona Mo juga ingin ikut bersama dengan kami." Ling Tian berkata sambil memandang penuh makna kepada Mo Jung dan Mo Qingcheng.
Mo Jung yang mengerti dengan maksud dari ucapan dan tatapan Ling Tian itu tersenyum tipis lalu berkata, "Gunakan saja kendaraan pribadiku. Itu cukup cepat karena dia adalah Binatang Roh tingkat 4 dengan kultivasi pada tahap kelima Bintang Berlian."
"Terima kasih. Karena kita saat ini telah menjadi keluarga, mulai sekarang aku akan memanggilmu kakek Mo."
"Mmm... Baiklah, semua masalah di sini telah terselesaikan." Lanjut Ling Tian sambil menganggukkan kepalanya.
Mo Jung kemudian menyuruh anggota Sektenya untuk membawa kendaraan pribadinya ke tempat itu.
Setelah Binatang Roh tersebut telah sampai di tempat mereka berada, Ling Tian langsung melompat ke atas punggungnya lalu berkata, "Kalau begitu, mari kita segera berangkat! Karena aku harus bergegas pergi ke Kota Musim Dingin, sebab aku juga masih memiliki urusan lain di sana."
Ling Han dan yang lainnya juga menyusul Ling Tian melompat atas punggung Binatang Roh itu.
"Bila kakek Mo ingin bertemu denganku atau lagi merindukan kakak iparku ini, datanglah ke Sekte Pria Tertampan Di Benua Langit di Kota Seribu Bunga, karena aku adalah pemimpin Sekte tersebut."
"Haahh! Sekte seperti apa yang memiliki nama aneh seperti itu?" Mo Jung terkejut di dalam hatinya.
Setelah mengatakan hal tersebut, Ling Tian segera mengendalikan Binatang Roh itu dan langsung melesat terbang ke langit dengan sangat cepat.
Jarak antara Kota Senjata dan Kota Musim Dingin sekitar 13.000 km. Tapi dengan kecepatan terbang dari Binatang Roh tingkat 4 yang memiliki kultivasi pada tahap kelima Bintang Berlian, itu hanya di tempuh dalam waktu 2 hari saja.
Ketika mereka memasuki wilayah Kota Musim Dingin, suhu di sekitarnya juga segera berubah menjadi dingin sesuai dengan nama kota tersebut.
Kota Musim Dingin juga di kelilingi oleh kabut yang sedikit agak tebal, sehingga kota itu hampir tidak terlihat jika semua orang memandangnya dari jauh.
Ling Tian dan yang lainnya segera mengedarkan energi Qi untuk melindungi tubuh mereka dari hawa dingin, dan terus melesat langsung ke arah Sekte Salju Putih.
Hanya dalam beberapa detik saja, mereka semua telah tiba di wilayah Sekte tersebut. Sekte ini juga sama sesuai dengan namanya, sebab wilayah di sekitarnya dipenuhi oleh salju yang berwarna putih bersih.
Para penjaga di pintu gerbang yang melihat kedatangan Ling Tian dan yang lainnya, segera bersiaga. Itu karena mereka baru melihat ada orang lain yang berani terang-terangan terbang menggunakan Binatang Roh yang cukup besar di wilayah Sekte mereka.
"Siapa kalian? Dan mau apa kalian datang ke sini?" Bentak penjaga di depan pintu gerbang tersebut, yang semuanya adalah kultivator wanita.
Ling Tian tidak menghiraukan mereka semua. Dia terus melaju dengan sangat cepat untuk masuk ke dalam Sekte itu melalui udara.
__ADS_1
Sama seperti yang terjadi sebelumnya saat Ling Tian memasuki Sekte Pedang. Di Sekte Salju Putih ini juga memiliki Formasi Pertahanan dan Penyerangan yang sama sekali tidak berfungsi saat menghadapi Ling Tian yang juga adalah seorang Master Formasi.
Aura membunuh yang berasal dari semua kultivator di dalam Sekte tersebut sangat terasa ketika Ling Tian bersama yang lainnya telah sampai dan mendarat tepat di tengah-tengah halaman Sekte itu.
Ling Tian dengan santai memandang ke arah sekelilingnya tanpa mempedulikan aura membunuh tersebut. Dia pun akhirnya mengetahui bahwa semua kultivator di Sekte itu adalah wanita.
"Hmmm... Aneh! Mengapa aku tidak menemukan aura Su Mei di tempat ini?" Tanya Ling Tian di dalam hatinya dengan nada sedikit bingung.
"Tian'er! Bukankah itu adik ipar? Tapi mengapa auranya sangat berbeda?" Ujar Ling Han sambil menunjuk ke arah salah satu kultivator wanita yang berada di kerumunan orang-orang itu.
Ling Tian segera berbalik melihat ke arah yang telah ditunjukkan oleh Ling Han. Dia lalu mengerutkan keningnya setelah melihat gadis tersebut yang wajahnya sama seperti Su Mei.
"Mei'er!" Seru Ling Tian pelan.
Gadis yang di panggil itupun tersentak kaget mendengar namanya disebutkan oleh Ling Tian.
"Siapa kamu? Apakah kamu mengenalku?" Ucap gadis itu dengan nada dingin namun di wajahnya menampakkan kebingungan.
"Aahh! Ada yang aneh. Mendengar dari suaranya, itu memang terdengar seperti Mei'er. Namun auranya sangat berbeda." Batin Ling Tian dengan nada terkejut.
"Aku juga tidak tahu, Kakak!"
"Apakah kamu tidak mengenali suamimu sendiri?" Tanya Ling Tian kepada gadis tersebut dengan nada menyeledik.
Gadis itu sejenak tersentak kaget setelah mendengar pertanyaan dari Ling Tian. Lalu dia pun berkata dengan marah, "Jangan berbicara omong kosong! Itu akan menjatuhkan reputasiku yang masih perawan ini di hadapan semua orang."
Tanpa menghiraukan apa yang telah dikatakan oleh gadis tersebut, Ling Tian segera turun dari atas punggung Binatang Roh lalu berjalan santai ke arahnya.
"Apa yang akan kamu lakukan? Jangan mendekat ke sini, atau aku akan membunuhmu!" Gadis itu berucap dingin sambil mengeluarkan pedangnya dari Cincin Ruangnya.
Melihat pedang yang ada di tangan sang gadis tersebut, Ling Tian tersenyum tipis sambil terus berjalan menghampirinya dan berkata, "Aku tidak tahu apa yang telah terjadi pada dirimu. Tapi apakah kamu tahu siapa yang telah membuatkan pedang itu untukmu?"
"Aku tidak perlu tahu semua itu! Karena kamu tidak mau mengindahkan perkataanku, maka aku terpaksa harus membunuhmu." Gadis tersebut langsung bergerak dan menusukkan pedangnya ke arah tubuh Ling Tian yang terus berjalan datang kepadanya, dan telah berada sekitar 2 meter di hadapannya.
SLEB
__ADS_1
Suara pedang yang menusuk masuk ke dalam daging pada dada Ling Tian terdengar jelas di telinga semua orang yang berada di tempat tersebut.
Meskipun dia telah berada pada tingkat Tulang Naga berlian yang membuat tubuhnya juga sangat kuat, tetapi karena menghadapi senjata Pusaka Tingkat Langit, kekuatan tubuhnya itu menjadi tak berarti.
"Tian'er!"
"Pemimpin!"
Ling Han dan Li Weiheng berteriak keras dan akan melompat turun dari punggung Binatang Roh, namun keduanya segera berhenti ketika melihat Ling Tian mengangkat tangannya untuk menahan pergerakan mereka.
"Aahh! Mengapa kamu tidak menghindarinya?" Gadis tersebut tersentak kaget melihat Ling Tian hanya membiarkan dirinya tertusuk oleh pedang itu.
Dan tidak tahu mengapa, hatinya juga merasa sangat sakit ketika pedang di tangannya tersebut menusuk masuk dan menembus ke dalam dada Ling Tian.
"Kenapa aku harus menghindarinya jika hal itu dapat membuat dirimu menjadi sedikit bahagia?"
"Aku hanya merasa sedih karena baju yang aku pakai ini telah di rusak olehmu. Tahukah kamu siapa orang yang membelikan pakaian ini untukku? Itu adalah kamu."
"Dan pedang yang ada di tanganmu tersebut, aku sendirilah yang telah menempanya untukmu." Lanjut Ling Tian dengan nada sedih sambil tersenyum kecut.
"Aahh!"
Mendengar semua yang telah dikatakan oleh Ling Tian, gadis itu seketika langsung melepaskan pegangan tangannya pada pedang tersebut dan membiarkannya terus tertancap di dada Ling Tian.
"Mei'er, Jangan terpengaruh oleh ucapannya!"
Beberapa kultivator wanita tua tiba-tiba muncul sekitar 30 meter di belakang Ling Tian. Salah seorang dari mereka jugalah yang telah berteriak kepada gadis itu.
***
Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.
Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan Tip.
Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca Novel "LSM" ini.
__ADS_1
Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.