Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 302. Teknik Pedang Penggoda Kematian


__ADS_3

Meng Wanlian memperhatikan ekspresi Ling Tian dengan saksama, untuk mencari tahu apakah muridnya tersebut sedang berpura-pura. Namun, ia tidak menemukan sedikit pun kebohongan dari raut muka Ling Tian.


“Aku juga tidak tahu!” jawab Meng Wanlian cepat. “Aku hanya memiliki sedikit asumsi tentang alam yang lebih tinggi dari seluruh Benua Langit. Mungkin itu benar-benar ada di luar sana.”


Sebenarnya Ling Tian juga mempunyai dugaan yang sama seperti Meng Wanlian. Ia berpikir bahwa dunia ini tidak mungkin hanya sebatas Benua Langit saja.


“Hehehe ... Muridku, mari kita tidak memikirkan hal itu dulu! Yang terpenting saat ini adalah, apakah aku juga bisa mengolah Teknik Pedang Gravitasi? Sebab, aku ingin sekali meningkatkan kultivasiku dengan cepat agar tidak menghabiskan waktu selama bertahun-tahun untuk naik ke tahap selanjutnya,” ujar Meng Wanlian seraya tertawa kecil.


“Aaiihh ... Guru! Bukankah seharusnya kamu yang memanggilku sebagai 'Guru'? Karena selain mengajarkanmu tentang cara meramu pil, aku juga akan mengajarkanmu teknik bela diri,” kata Ling Tian dengan nada mengeluh.


“Yah, baiklah! Karena Guruku sendiri adalah muridmu, maka mulai sekarang aku akan memanggilmu dengan sebutan Kakek Guru,” tutur Meng Wanlian.


“Huuhh ... Tidak bisakah kamu memanggilku sebagai 'Guru' saja dan hilangkanlah sebutan 'Kakek' itu?” gerutu Ling Tian dengan wajah cemberut.


“Tentu saja tidak bisa!” balas Meng Wanlian singkat.


“Hmph ... Kalau begitu, biarlah aku memanggilmu sebagai 'Guru' daripada aku harus dipanggil sebagai 'Kakek Guru'. Sebutan itu hanya akan mencemari julukanku sebagai pria tertampanan di Benua Langit ini,” ucap Ling Tian sembari mendengus kesal.


“Hahaha ... Jangan tarik kembali kata-katamu itu! Sampai kapan pun, kamu harus memanggilku sebagai gurumu.” Meng Wanlian tertawa bahagia karena merasa menang berdebat dengan Ling Tian. Kemudian menambahkan, “Jadi bagaimana? Apakah gurumu ini bisa juga mengolah Teknik Pedang Gravitasi?”

__ADS_1


“Ciihh ... Guru! Kamu sama halnya seperti Qingshan yang selalu meremehkanku. Apakah kalian berpikir bahwa aku hanya memiliki satu saja Teknik Tingkat Dewa? Bukankah sebelumnya aku telah menyuruh Qingshan untuk memperagakan teknik bela dirinya sendiri agar aku bisa tahu teknik apa yang cocok untuknya? Itu karena aku memiliki Teknik Tingkat Dewa yang lainnya juga,” jawab Ling Tian sambil menganjurkan bibir bawahnya ke depan.


“Hah?!”


Lagi-lagi Meng Wanlian dan yang lainnya dibuat terkejut dengan pernyataan Ling Tian. Mulut mereka sudah ternganga lebar kembali seolah-olah rahangnya hendak jatuh ke tanah.


“Aaiihh ... Hampir setiap hari aku melihat tampang kalian yang seperti ini. Apakah kalian semua tidak malu memperlihatkan tampang jelek itu?” keluh Ling Tian seraya memandang aneh pada semua orang yang ada di depannya.


“Peragakanlah teknik bela diri terkuatmu, Guru! Nanti aku akan memberikan Teknik Tingkat Dewa yang cocok bagi dirimu,” seru Ling Tian sedikit keras untuk menyadarkan Meng Wanlian yang masih berada dalam keterkejutannya.


“Yah ... Yah ... Akan kulakukan!” sahut Meng Wanlian dengan nada bersemangat. Lalu ia dengan cepat bergegas mengeluarkan sebuah pedang dari Cincin Ruangnya dan mulai memperagakan teknik bela dirinya sendiri.


“Woah ... Luar biasa!” ujar Meng Wanlian dengan nada takjub. “Muridku! Apa nama dari teknik pedang ini?”


“Hehehe ... Mari kita sebut saja dengan nama Teknik Pedang Yang Suka Menggoda Muridnya Sendiri,” jawab Ling Tian tertawa lirih seraya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


Wajah semua orang seketika berubah masam saat mendengar nama teknik bela diri yang diberikan oleh Ling Tian pada Meng Wanlian. Mereka semua tahu bahwa itu bukanlah nama sesungguhnya dari teknik pedang tersebut.


“Hmph ... Apakah kamu sengaja menyinggung gurumu ini karena sering menggodamu?” Meng Wanlian mendengus kesal. “Sebaiknya aku sendiri yang memberikan nama pada teknik ini. Aku akan menyebutnya Teknik Pedang Penggoda Kematian.”

__ADS_1


“Yah ... Terserah Gurulah!” ucap Ling Tian sembari mengangkat bahunya.


Selanjutnya, Ling Tian memberikan Teknik Tingkat Dewa lainnya kepada para sahabatnya dan juga untuk keempat pria paruh baya yang kini sudah termasuk sebagai pengikutnya. Ia tidak akan bersikap pelit demi meningkatkan kekuatan orang-orang yang sudah dianggap sebagai kerabatnya sendiri.


Hal itu juga akan membuat basis kultivasi mereka semakin cepat naik ke tahap selanjutnya, tanpa harus terus bergantung pada Ling Tian untuk membantu meningkatkan kultivasi mereka semua.


Waktu pun terus berputar dengan cepat. Tanpa terasa tinggal dua hari lagi acara pertemuan Aliansi Delapan Sekte akan berlangsung. Keempat bawahan Yan Qingshan segera kembali untuk mengatur semua persiapan keberangkatan mereka.


Yan Qingshan sendiri tidak lagi mengadakan rapat dengan para tetua sektenya untuk membahas hal-hal mengenai acara pertemuan Aliansi Delapan Sekte. Ia hanya sibuk berlatih bersama yang lainnya untuk menguasai teknik pedang mereka masing-masing.


Suasana di puncak gunung kediaman milik Meng Wanlian yang dulunya sangat sunyi, kini telah menjadi riuh dengan suara-suara orang yang sedang berlatih. Ling Tian juga terus menemani mereka untuk memberikan pemahamannya tentang teknik yang mereka gunakan.


Ketika sehari lagi berlalu, Jiang Su muncul kembali di hadapan Ling Tian dan yang lainnya. Ia segera membungkuk memberi hormat menyapa Ling Tian, lalu bergegas menghampiri Yan Qingshan.


“Pemimpin! Persiapannya telah selesai. Semua orang yang akan berangkat sudah menunggumu di pelataran Murid Dalam,” kata Jiang Su pelan.


“Mmm ... Baiklah!” sahut Yan Qingshan sembari menganggukkan kepalanya. Kemudian ia berbalik ke arah Ling Tian dan berkata, “Guru! Mari kita berangkat sekarang!”


“Hmmm ... Sudah waktunya, yah?! Kalau begitu, mari kita bersenang-senang di acara pertemuan Aliansi Delapan Sekte ini,” ucap Ling Tian seraya menyunggingkan senyum khasnya.

__ADS_1


__ADS_2