
Sejak lahir, kultivasi Ling Yuemeilan telah berada di tahap pertama Bintang Perak. Kekuatan tubuhnya pun cukup keras sebab dia juga sudah mencapai Tulang Naga Perunggu.
Ling Tian sangat memanjakan putrinya tersebut. Dia selalu bersama dengannya meskipun sedang memberikan pencerahan dan pelatihan kepada anggota Sektenya, sehingga semua orang sudah menjadi sangat akrab dengan Ling Yuemeilan.
Lin Yue, Su Mei, Jia Xiulan, Ling Han, Mo Qingcheng dan Xiao Jun juga terus bersamanya. Mereka semua tidak pernah mengeluh melihat tingkah Ling Tian itu.
Sebab mereka tahu bahwa Ling Tian melakukan semua hal tersebut karena dia akan segera pergi meninggalkan mereka untuk waktu yang cukup lama.
Saat menggendong Ling Yuemeilan, putrinya tersebut terkadang akan mengencingi pakaiannya. Namun Ling Tian malah membiarkannya saja tanpa menghilangkan dan membersihkan cairan kencing itu dengan energi Qi-nya.
Semua pakaian tersebut juga akan segera dimasukkan ke dalam Cincin Ruangnya tanpa mencucinya.
Orang pertama dalam Sektenya yang terlebih dahulu di tingkatkan kultivasinya adalah Mu Bai. Ling Tian membantunya menerobos ke tahap ketiga Bintang Bumi.
Sebab setelah kepergiannya nanti, Mu Bai akan mengambil alih Sektenya dibantu oleh Huang Fu dalam menjaga seluruh anggota keluarganya. Dengan tidak adanya Ling Tian, maka otomatis Mu Bai telah menjadi orang terkuat di wilayah Kota Seribu Bunga.
Karena Pil Awan Bening pun sudah habis, kultivasi Ling Tian hanya mampu naik ke tahap kedua Bintang Bumi, yang berarti kekuatannya juga telah setara dengan kultivator tahap kelima Bintang Bumi.
Waktupun terus berputar dengan cepat, tak terasa sudah 5 bulan Ling Tian menemani Ling Yuemeilan semenjak kelahirannya. Dia merasa sudah saatnya untuk pergi meskipun hatinya sangat berat meninggalkan mereka semua.
Ling Tian mengumpulkan semua orang-orang yang sangat penting baginya di aula, sambil masih terus menggendong Ling Yuemeilan di lengannya.
"Yue'er! Jika kamu dan yang lainnya akan pergi berjalan-jalan serta berbelanja ke pusat kota, sebaiknya kalian selalu bersama dengan Paman Mu." Ucap Ling Tian pelan.
"Dia akan melindungi kalian semua dan itu lebih aman bila terus bersama dirinya. Jangan sekali-kali kalian pergi seorang diri keluar dari Sekte ini."
"Ambilah juga Cincin Ruang ini! Aku telah menyiapkan semua kebutuhan kultivasi kalian dan kebutuhan kultivasi Yuemei'er di dalamnya."
"Aku pun telah menuliskan cara menggunakan Susu Stalaktik agar tubuh kalian semua menjadi lebih kuat lagi, terutama tubuh Yuemei'er yang sama seperti aku. Gunakanlah bahan tersebut sesuai dengan aturan yang sudah tertulis di buku itu."
"Beberapa teknik beladiri juga telah aku tinggalkan di dalamnya, agar Yuemei'er bisa memilih teknik mana yang paling disukainya."
"Kakak! Ini untukmu, ambilah! Semua kebutuhan kultivasimu dan Kakak ipar, juga berada di dalam Cincin Ruang ini."
"Dan untukmu, Jun! Aku telah berubah pikiran. Mungkin sebaiknya kamu mengikutiku pergi melihat dunia luar, agar kamu bisa memiliki pengalaman yang juga sangat baik bagi kultivasimu." Lanjut Ling Tian lagi setelah melihat wajah Xiao Jun yang tampak murung.
"Hehehe... Baik, Guru!" Jawab Xiao Jun dengan nada bersemangat sambil tertawa lirih.
"Paman Mu! Aku mohon agar kamu mau melindungi mereka semua jika mereka ingin keluar melihat-lihat atau berbelanja buat keperluan Yuemei'er." Ling Tian berbalik dan menoleh ke arah Mu Bai.
"Siap, pemimpin! Permohonanmu adalah perintah bagiku. Aku akan melaksanakan semuanya." Mu Bai berkata sambil membungkuk memberi hormat.
"Paman Huang! Setelah aku pergi, kamu bisa membantu Paman Mu mengurus semua hal tentang Sekte. Dan bila kamu membutuhkan pencerahan tentang kultivasimu, kamu juga bisa bertanya kepadanya." Ucap Ling Tian sambil menoleh ke arah Huang Fu.
__ADS_1
"Siap, Bos!" Huang Fu pun berkata tegas sambil membungkuk memberi hormat.
"Oeekk ... Oeekk"
Ling Yuemeilan yang berada di dalam gendongan Ling Tian seolah mengetahui bahwa ayahnya itu akan segera pergi meninggalkannya, langsung menangis sangat keras hingga membuat seluruh bangunan aula tersebut sedikit bergetar.
Ling Tian pun dengan cepat melambaikan tangannya untuk membungkus ruangan aula dengan Formasi Penyegelan.
Sedangkan untuk semua orang yang telah berada di dalam Formasi itu, segera menutup telinga mereka dengan energi Qi-nya masing-masing.
"Hehehe... Ayahmu yang tampan ini tidak akan pergi terlalu lama." Ling Tian tertawa pelan sambil membelai lembut kepala putrinya tersebut untuk menenangkannya.
Seakan mengerti dengan apa yang telah diucapkan olehnya, tangis Ling Yuemeilan perlahan-lahan berhenti, lalu dia pun kembali tidur dengan nyenyak di dalam pelukan Ling Tian.
"Huufftt...." Ling Tian lalu menghela napas panjang dengan raut muka yang tampak sedih ketika menatap wajah putrinya.
Setelah beberapa saat terdiam menenangkan hatinya, Ling Tian kemudian berjalan menghampiri Jia Xiulan, lalu dia pun memberikan Ling Yuemeilan kepadanya.
"Hmmm... Mungkin sudah saatnya aku pergi. Kalian semua, baik-baiklah di sini!" Ucap Ling Tian sambil memandang mereka satu per satu.
"Tian'er, Jun! Kalian berdua juga harus berhati-hati di dalam perjalanan. Dan sebaiknya kalian harus menghindari bahaya yang datang mengusik, serta selalu utamakanlah keselamatan kalian terlebih dahulu." Ling Han berjalan menghampiri Ling Tian dan memeluknya.
"Iya, Kakak! Aku akan mendengarkan nasihatmu."
"Baiklah, semuanya! Kami akan pergi sekarang. Jika tidak ada sesuatu yang sangat penting untuk dilakukan di luar, maka jangan pernah meninggalkan Sekte."
"Sebab aku telah melindunginya dengan Formasi Pertahanan dan Penyerangan yang sangat kuat, sehingga kultivator tahap kelima Bintang Bumi tidak akan bisa menembusnya jika mereka melakukan serangan terhadap Sekte ini."
Setelah mengatakan hal tersebut, Ling Tian berjalan pelan keluar aula di ikuti oleh Xiao Jun dan yang lainnya.
Xiaohai yang sedari tadi sudah bersiap-siap akan berangkat bersama Ling Tian, langsung berdiri tegap membusungkan dadanya ke arah semua orang seakan menampilkan sikap kerennya kepada mereka yang akan melihat Ling Tian pergi.
Seluruh anggota Sektenya juga telah berbaris rapi di halaman aula yang sangat luas tersebut.
"Jun, naiklah ke punggung Xiaohai terlebih dahulu!"
"Baik, Guru!" Xiao Jun segera melompat ke atas punggung Xiaohai.
"Untuk kalian semua, dengarkanlah! Saat aku tidak berada di sini, Paman Mu akan menggantikanku sebagai pemimpin Sekte. Ikutilah semua yang dikatakannya, sebagaimana kalian mengikuti setiap apa yang telah aku perintahkan."
"Hargai dan hormatilah kakakku, kakak iparku, dan juga para Nyonya kalian, sebagaimana kalian menghargai dan menghormati aku. Karena kini, kita semua adalah keluarga."
"Ingatlah juga setiap pesan yang pernah aku katakan sebelumnya!"
__ADS_1
"Jika orang lain ingin menginjakmu, injak juga wajahnya. Jika orang lain ingin memukulmu, pukul juga seluruh tubuhnya. Dan jika orang lain akan membunuhmu...."
"Bunuh!"
Sebelum Ling Tian menyelesaikan kalimatnya tersebut, semua anggota Sektenya segera berteriak secara bersamaan hingga suara mereka menggema dengan keras ke seluruh wilayah Sektenya itu.
"Oeekk ... Oeekk"
Ling Yuemeilan seketika langsung menangis karena kaget dengan teriakan semua orang yang berada di tempat tersebut.
"Sssttt...." Ling Tian mengarahkan jari telunjuknya ke mulutnya untuk memberi tanda kepada semua orang agar segera menghentikan teriakan mereka.
Lalu dengan cepat dia berbalik dan bergegas menghampiri Jia Xiulan yang sedang menggendong Ling Yuemeilan.
"Hehehe... Maafkan ayahmu yang tampan ini Nak, karena telah mengganggu tidurmu!" Ling Tian tertawa lirih sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal tersebut.
Sesudah itu, dia pun segera mencium kening putrinya dengan sangat lembut. Kemudian Ling Tian memandang Ling Han, Mo Qingcheng, Lin Yue, Su Mei, dan Jia Xiulan.
"Mmm... Aku pergi!" Ling Tian berkata sambil menganggukkan kepalanya ke arah mereka.
Setelah mengatakan hal tersebut, Ling Tian langsung melompat ke atas punggung Xiaohai.
Dengan membusungkan dadanya, Xiaohai sudah bersiap-siap mengeluarkan pekikannya untuk memberitahu semua orang bahwa mereka akan segera berangkat.
Namun dengan cepat pula dia menutup kembali mulutnya setelah melihat Ling Yuemeilan sudah terlelap lagi.
Semua orang yang melihat tingkah Xiaohai tersebut pun ingin tertawa, tetapi mereka langsung menahannya mengingat bahwa putri Ling Tian telah tertidur dengan nyenyak.
Xiaohai menyentakkan kakikanya ke tanah dengan sangat pelan agar tidak mengagetkan Ling Yuemeilan, lalu melesat terbang dengan sangat cepat ke langit.
Ling Tian melambaikan tangannya kepada semua orang dengan wajah yang tersenyum masam. Perjalanan untuk memenuhi sumber daya bagi kultivasinya pun telah di mulai.
Dia juga sebenarnya tidak tahu apakah bisa kembali ke tempat ini lagi dalam waktu yang cepat.
***
Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.
Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan Tip.
Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca, baik itu yang suka maupun yang tidak suka dengan Novel "LSM" ini.
Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.
__ADS_1