
Meskipun Buah Roh Petir hanya dikhususkan bagi para kultivator yang mengolah teknik penguatan tubuh serta untuk para Binatang Roh yang memiliki elemen petir, namun masih banyak juga para tamu dari klan dan Sekte besar yang menginginkannya.
Contohnya Sekte Tulang Abadi. Para anggota Sektenya mengkhususkan diri mereka dalam mengolah teknik penguatan tubuh. Dan juga beberapa Sekte besar lainnya yang sebagian anggotanya ada yang berlatih teknik seperti itu.
"550 juta...."
"570 juta...."
"580 juta...."
Para tamu mulai meneriakkan penawaran mereka masing-masing terhadap Buah Roh Petir. Sementara Ling Tian sendiri, ia masih tetap duduk tenang sambil sesekali menyeruput teh yang telah disediakan untuknya.
"700 juta...."
"970 juta...."
"1,2 miliar...."
Harga Buah Roh Petir semakin cepat naik seiring persaingan yang dilakukan oleh para tamu yang sangat menginginkan buah tersebut. Hanya dalam beberapa menit saja, harga Buah Roh Petir telah mencapai 1,6 miliar.
"2 miliar...."
"Aku akan menaikkan harganya menjadi 2,5 miliar!"
"Hmmm... Kalau begitu, aku akan menaikkannya lagi menjadi 2,6 miliar!"
"Jangan bersaing dengan kami! Sekte Tangan Baja pasti akan memenangkan Buah Roh Petir itu. Penawaranku 3 miliar!"
"Ciihh... Bukan hanya kalian yang menginginkannya. Kami klan Zhuge juga membutuhkan Buah Roh Petir. Aku akan menaikkan tawarannya menjadi 3,1 miliar!"
"Hahaha... Kalau begitu, Sekte Tulang Abadi kami juga takkan kalah dengan kalian semua. Aku akan menawarnya dengan harga 3,3 miliar!"
Persaingan di antara klan dan Sekte besar pun semakin sengit. Meskipun sebelumnya senjata Pusaka Tingkat Langit kelas rendah juga dibutuhkan oleh mereka, tetapi mereka tak terlalu antusias untuk menaikkan harganya. Sebab, bagi klan atau Sekte besar, senjata seperti itu sudah ada sebagian juga di dalam harta perbendaharaan mereka masing-masing.
Sedangkan untuk suatu benda berupa pil atau Tumbuhan Roh yang dapat meningkatkan kekuatan maupun kultivasi mereka, itu jauh lebih penting dibandingkan sebuah senjata Pusaka Tingkat langit kelas rendah.
"3,5 miliar...."
"3,6 miliar...."
"3,8 miliar...."
__ADS_1
Penawaran pun terus berlangsung dengan ketat karena belum ada yang mau mengalah. Suasana di aula kini menjadi semakin memanas. Bahkan ada beberapa di antara mereka yang sudah mulai geram dan saling membentak satu sama lainnya.
"4 miliar! Jika ada yang membiarkanku untuk memenangkan Buah Roh Petir tersebut, kami dari Sekte Tangan Baja akan mengingat kebaikan ini!"
"Hmph... Maaf! Kami Sekte Tulang Abadi juga sangat membutuhkannya. Penawaranku akan berlanjut 4,1 miliar!"
"Patriark! Mungkin sebaiknya kita menyerah saja pada mereka. Lebih baik menggunakan keuangan kita untuk bersaing pada Pil Awan Bening nantinya."
"Aku juga berpikir demikian. Tetapi Ayahku sangat membutuhkan Buah Roh Petir untuk meningkatkan kekuatan tubuhnya."
Di dalam ruangannya, Zhuge Changlai serta beberapa tetua klan Zhuge yang datang bersamanya sedang berbincang tentang mendapatkan Buah Roh Petir. Sebab, ayahnya yang juga merupakan patriark klan Zhuge sebelumnya adalah seorang kultivator yang mengolah teknik penguatan tubuh.
"Bila memang seperti itu, kami akan menyerahkan semua keputusan ini padamu, patriark!"
Setelah berpikir sejenak, Zhuge Changlai segera berteriak dengan nada sedikit mengancam, "Aku akan memberikan penawaran terakhirku yaitu 5 miliar pada Buah Roh Petir. Jika ada yang menawarnya lebih tinggi lagi, kami dari klan Zhuge akan menyerah!"
"Hahaha... Tak perlu marah seperti itu, patriark Zhuge. Kita di sini harus bersaing secara adil. Jika memang kamu sudah menyerah, kami dari Sekte Tangan Baja akan mengambilnya dengan harga 5,1 miliar!"
"Bukan kalian yang memutuskan untuk mengambilnya dengan harga seperti itu. Kami dari Sekte Tulang Abadi akan menaikkan harganya lagi menjadi 5,2 miliar!"
"Ciihh... Aku ingin melihat sampai di mana batas kemampuan Sekte Tulang Abadi kalian. Aku akan menawarkan 5,3 miliar!"
"5,4 miliar...."
Yang tersisa kini hanya Sekte Tangan Baja dan Sekte Tulang Abadi yang bersaing memperebutkan Buah Roh Petir. Keduanya terus meneriakkan penawaran mereka. Ketika harganya telah mencapai 7,9 miliar, masing-masing dari mereka mulai berpikir keras.
Sebab, mereka juga harus menyisihkan sebagian keuangannya untuk bersaing memperebutkan Pil Awan Bening yang menjadi item utama dalam acara pelelangan tersebut.
"Kami dari Sekte Tangan Baja juga akan memberikan penawaran terakhir yaitu 8 miliar. Bila kalian mampu menaikkan tawarannya lagi, kami akan menyerah pada Buah Roh Petir!"
"Hmmm... Baiklah! Kalau begitu, aku ucapkan terima kasih karena sudah membiarkan Sekte Tulang Abadi kami untuk memenangkan buah tersebut. Aku akan mengambilnya dengan harga 8,1 miliar!"
Gadis bernama Ning'er yang memimpin acara pelelangan itu tersenyum gembira karena harga Buah Roh Petir menjadi lebih tinggi dari dugaannya.
"Hehehe... Aku tak menyangka buah tersebut bisa mendapatkan penawaran dengan harga yang seperti ini!" Dugu Changfeng yang merupakan ketua Asosiasi Harta Kuno, menoleh ke arah Yun Feilong seraya tertawa kecil.
"Kamu sangat beruntung karena cukup banyak kultivator yang mengolah teknik penguatan tubuh di wilayah Kota Primordial ini," balas Yun Feilong sambil tersenyum.
"Baiklah! Apakah masih ada yang akan memberikan penawarannya pada Buah Roh Petir?" Ning'er berkata basa-basi ke arah para tamu yang berada di dalam aula. Sebab, ia tahu bahwa takkan ada lagi yang berani meneriakkan penawaran mereka.
"Kalau begitu, aku akan mulai menghitungnya."
__ADS_1
"8,1 miliar, pertama!"
"8,1 miliar, kedua!"
"8,1 miliar ke...."
"10 miliar!"
Belum sempat Ning'er menyelesaikan kalimatnya, suara yang terdengar santai berasal dari ruangan nomor 8 seketika menghentikan ucapannya.
"Apaaaa?!"
Semua orang hampir secara serempak langsung berteriak kaget ketika mereka mendengar seseorang meneriakkan penawarannya sebanyak 10 miliar koin emas untuk Buah Roh Petir.
"Siapa itu?" Pemimpin Sekte Tulang Abadi secara spontan langsung berdiri dari tempat duduknya.
Wajah yang awalnya sudah sangat gembira sebab merasa telah berhasil memenangkan Buah Roh Petir, kini berubah merah karena marah. Ia tak menyangka akan ada seseorang lagi yang berani bersaing dengannya untuk mendapatkan buah tersebut.
Sementara Dugu Changfeng yang berada di ruangan bersama Ling Tian, langsung menyemprotkan anggur yang masih berada di dalam mulutnya. Sebab, yang menyebutkan penawarannya sebanyak 10 miliar itu adalah Ling Tian yang sedari tadi hanya diam dengan tenang menikmati tehnya.
Dengan tatapan kebingungan, ia menoleh ke arah Yun Feilong seakan bertanya padanya. Tetapi Yun Feilong hanya menjawabnya dengan senyum canggung seraya mengusap-usap janggutnya.
"Hahaha... Ternyata masih ada juga orang yang berani bersaing dengan Sekte Tulang Abadi kami. Kalau boleh aku tahu, siapa gerangan Tuan ini dan dari klan atau Sekte mana anda berasal?" Meskipun pemimpin Sekte Tulang Abadi terdengar sedang tertawa, namun ada niat membunuh di dalamnya.
Ling Tian yang merasakan hal tersebut hanya mengelengkan kepalanya dan berkata pelan, "Ini adalah aturan yang berlaku di setiap tempat pelelangan. Siapa yang menawar lebih tinggi, dialah yang mendapatkan barangnya. Kalian tak perlu tahu siapa aku dan dari Sekte mana aku berasal. Cukup naikkan lagi penawarannya jika kalian ingin mendapatkan Buah Roh Petir tersebut."
"Siapa orang yang berada di ruangan nomor 8 itu?"
"Aku juga tak tahu! Sebab, setiap ruangan yang ada di sini telah terpasang Formasi Penyegelan sehingga kita tak bisa memeriksanya dengan menggunakan indra spiritual."
"Orang tersebut sangat berani menyinggung Sekte Tulang Abadi. Sepertinya dia tak sadar bahwa hal itu telah membahayakan dirinya sendiri."
"Hmmm... Sudahlah! Kita tak boleh ikut campur dengan urusan mereka."
***
Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.
Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan TIP.
Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca, baik itu yang suka maupun yang tidak suka dengan Novel "LSM" ini.
__ADS_1
Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.