
Waktu berlalu dengan cepat, tak terasa Ling Tian dan yang lainnya telah berada di Klan Ling selama 6 hari.
"Ayah.. Ibu..! Aku sekarang akan kembali ke kota Bulan Biru, dan selanjutnya aku akan pergi ke Ibukota kekaisaran." Ling Tian berpamitan kepada Ling Sheng dan Ling An.
"Baiklah Tian'er..! Kamu harus selalu berhati-hati, dan jaga dirimu baik-baik." Ucap Ling An dengan nada tegas.
"Iya Bu..! Ayah dan Ibu juga harus berhati-hati dan jaga diri saat aku tidak ada di sini. Jika Yanyan ingin datang bermain kesini, biarkan saja dia tinggal di kamarku." Ling Tian tersenyum kepada keduanya.
"Iya..! Nanti biar Yanyan yang menemani kami berdua di sini agar rumah ini tidak sunyi lagi."
"Kamu juga harus selalu menjaga Yue'er dan Mei'er. Jangan pernah kamu mengintimidasi mereka berdua. Ibu akan sangat marah jika kamu melakukan itu."
"Iya Bu..! Aku tidak akan pernah melakukan itu."
"Han'er.. Selalu awasi anak nakal ini, jangan biarkan dia selalu bertindak sesuka hatinya."
"Baik Bu..!" Ling Han menjawab dengan cepat.
"Kami akan segera berangkat Bu..!" Ling Tian melompat ke atas punggung Xiaohai.
"Paman.. Bibi..! Kami juga akan berangkat." Lin Yue dan Su Mei segera menunduk memberi hormat, lalu mengikuti Ling Tian.
"Paman.. Bibi..! Aku juga akan berangkat. Jika nanti Paman dan Bibi tidak sibuk, datanglah ke Ibukota kekaisaran. Aku akan selalu menemani kalian saat berada di sana." Jia Xiulan pun menunduk hormat meskipun dia seorang Putri Kaisar.
"Aahh Xiu'er.. Jika kami tidak sibuk lagi, kami pasti akan pergi melihat-lihat ke Ibukota kekaisaran." Ling An tersenyum senang.
"Kalian semua harus selalu berhati-hati." Ling Sheng berkata saat melihat mereka semua telah berada di atas punggung Xiaohai.
"Baiklah Ayah.. Kami pergi dulu..!" Ling Tian dan yang lainnya melambaikan tangan mereka kepada Ling Sheng, Ling An dan anggota Klan Lin lainnya.
"Kwaaakkk"
Xiaohai segera menghentakkan kakinya lalu melesat dengan sangat cepat kelangit. Di atas punggung Xiaohai, Lin Yue dan Su Mei berdiri seperti seorang penjaga di setiap sisi Ling Tian agar Jia Xiulan tidak bisa mendekatinya.
Jia Xiulan hanya bisa tersenyum kecut saat melihat tingkah kedua gadis tersebut. Wajahnya tampak terlihat sedih, tapi dengan cepat di sembunyikan di balik senyumannya yang sangat indah.
Sedangkan untuk pengawalnya, dia cuma menggelengkan kepalanya saja. "Tuan Putri sepertinya harus berusaha keras jika dia ingin memiliki hubungan yang lebih dekat dengan Monster itu."
Setelah 5 Jam berlalu, mereka semua telah memasuki area wilayah kediaman Klan Lin.
"Kwaaakkk"
Xiaohai tidak lupa memekik untuk mengingatkan kepada semua orang di Klan Lin, bahwa dia "Xiaohai" yang gagah perkasa dan keren ini telah tiba.
Anggota Klan Lin yang berada di sekitar situ segera datang menyambut Ling Tian dan yang lainnya. Lin Qiangda dan Zhang Xuan juga terlihat bergegas ke tempat mereka.
"Salam hormat Tuan Putri." Semuanya segera memberi hormat kepada Jia Xiulan.
__ADS_1
"Mmm.. Terima kasih Patriark Lin." Jia Xiulan mengangguk kepada mereka semua, kemudian melompat turun dari punggung Xiaohai.
Ling Tian dan yang lainnya juga segera melompat dan tiba di depan Lin Qiangda dan yang lainnya.
"Apakah Paman Zhang telah menyelesaikan semuanya..?" Ling Tian langsung bertanya pada Zhang Xuan.
"Aahh.. Tuan Muda Ling..! Aku sudah menyelesaikan semuanya." Kata Zhang Xuan sambil mengangguk.
"Baiklah.. Kakek.. Paman.. Bibi..! Bolehkah aku akan membawa Yue'er ke Ibukota kekaisaran untuk melihat-lihat apa saja yang ada di sana..?" Ling Tian meminta izin kepada mereka bertiga.
Lin Yue segera menghampiri Lin Qiangda, lalu memegang tangannya seakan membujuk untuk mengizinkannya mengikuti Ling Tian.
"Iya.. Iya..! Kakek akan mengizinkanmu, tapi kamu harus terus berada di sisi Tian'er agar dia bisa selalu menjagamu dan juga jangan menyusahkannya." Lin Qiangda hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah cucunya tersebut.
"Kakek memang yang lebih mengerti aku daripada Ayah dan Ibu." Lin Yue mencium wajah tua Lin Qiangda.
"Aahh anak nakal ini..! Itu karena kami mengkhawatirkanmu." Lin Hua berkata kesal.
"Hehehe.. Pokoknya Kakek yang terbaik..!" Lin Yue tertawa kepada Lin San dan Lin Hua, yang membuat keduanya bertambah kesal.
"Apakah kalian tidak akan beristirahat sejenak..? Sebab perjalanan ke Ibukota kekaisaran mungkin akan memakan waktu selama 3 hari dengan kecepatan Elang ini, dan mungkin Elang ini juga akan merasa kelelahan." Jia Xiulan mencoba memberi saran kepada Ling Tian.
"Kwaaakkk"
Xiaohai membusungkan dadanya seakan mengatakan bahwa itu hanya sesuatu hal yang sangat mudah baginya. Dia sangat percaya diri karena jika dia kelelahan, Ling Tian akan memberi Pil Restorasi untuk mengembalikan semua kekuatan Qi nya yang telah habis hanya dalam sekejap.
"Mmm.. Baiklah..! Semoga saja dia tidak kelelahan selama perjalanan kesana." Jia Xiulan berkata dengan nada seperti tidak percaya dengan kemampuan Xiaohai.
Ling Tian hanya tersenyum mendengar nada Jia Xiulan tersebut. "Kakek.. Paman.. Bibi..! Kalau begitu kami akan segera berangkat sekarang."
"Kakek.. Ayah.. Ibu..! Tidak perlu mencemaskanku, aku akan baik-baik saja bersama mereka." Lin Yue melompat ke atas punggung Xiaohai lalu melambaikan tangannya ke arah Lin Qiangda dan yang lainnya.
Lin San dan Lin Hua tersenyum kecut melihat Lin Yue bertingkah seperti itu.. "Aahh.. Anak nakal ini..!"
Ling Tian dan yang lainnya juga segera melompat ke punggung Xiaohai.
"Kwaaakkk"
Xiaohai memekik keras lalu segera melesat ke langit dan menghilang dari pandangan orang-orang Klan Lin.
Xiaohai bergerak dengan kecepatan penuhnya sesuai arahan dari pengawal Jia Xiulan, karena dia lebih tahu jalan tercepat menuju Ibukota kekaisaran.
Setiap kali Xiaohai akan kelelahan, Ling Tian langsung memberikan Pil Restorasi kepadanya. Dalam sekejap, kekuatannya pulih ke puncaknya.
Jia Xiulan dan pengawalnya sangat terkejut melihat pil yang di berikan Ling Tian kepada Xiaohai. Mereka belum pernah melihat ada pil yang bisa mengembalikan Qi dengan sangat cepat seperti itu.
"Pantas saja Elang ini sangat percaya diri, ternyata Ling Tian memiliki pil untuk membantunya agar dia tidak kelelahan." Jia Xiulan berpikiran sama dengan pengawalnya.
__ADS_1
Karena Xiaohai tidak pernah berhenti untuk beristirahat, mereka akhirnya sampai ke wilayah Ibukota kekaisaran hanya dalam waktu 2 hari saja.
"Elang hitam.. Kamu langsung saja terbang menuju ke istana, itu tidak akan melanggar peraturan karena aku yang berada di atas punggungmu." Jia Xiulan menyuruh Xiaohai untuk langsung membawa mereka ke istana.
Xiaohai segera memperlambat kecepatan terbangnya dan hanya berputar-putar di udara, lalu mendengus kesal ke arah Jia Xiulan. Tidak ada yang boleh memerintah dirinya selain Ling Tian, apalagi setelah mendengar Jia Xiulan memanggilnya sebagai Elang hitam.
"Bos..! Katakan padanya bahwa aku akan mengantarkannya langsung ke istana asalkan dia memanggilku Elang tampan atau Elang gagah perkasa." Xiaohai berkata dengan nada kesalnya.
Melihat Xiaohai hanya berputar-putar di udara, Jia Xiulan dan pengawalnya keheranan, kemudian mereka memandang aneh ke arah Ling Tian.
"Dia tidak suka jika di panggil dengan sebutan Elang hitam. Kamu harus memanggilnya Elang Tampan, atau Elang gagah perkasa agar dia mau membawamu langsung ke istana." Ling Tian berkata sambil tersenyum kepada mereka.
Xiaohai mengangguk-anggukkan kepalanya sambil terus terbang berputar-putar.
"Maaf Elang yang sangat keren..! Tolong antarkan kami langsung ke istana yah." Ucap Jia Xiulan pelan.
"Kwaaakkk"
"Aahh.. Bos..! Sebutan itu boleh juga, sebab aku memang sangat keren."
"Whooossshhh"
Setelah mengatakan itu, Xiaohai dengan cepat menggunakan kecepatan penuhnya menuju ke istana kekaisaran.
"Kwaaakkk"
Ketika mereka akan mendekati area istana, Xiaohai memekik lagi yang membuat semua prajurit segera berkumpul dan mulai mengeluarkan senjata mereka.
Beberapa kultivator tingkat Bintang Emas langsung menuju ke arah mereka dan bersiap akan menyerang.
"Ini adalah Tuan Putri..!" Pengawal Jia Xiulan segera berkata menggunakan Qi nya hingga semua orang yang bersiap menyerang mereka langsung membungkuk memberi hormat.
"Salam hormat Tuan Putri..!" Semua orang tersebut langsung berseru secara serempak.
"Kwaaakkk"
Xiaohai yang merasa tidak senang dengan sambutan para prajurit itu segera memekik sekali lagi sambil membusungkan dadanya saat mereka telah mendarat di tanah.
"Tenanglah Elang keren..!" Jia Xiulan segera melompat dan pergi ke arah kepala Xiaohai lalu membelainya dengan lembut.
"Aahh.. Bos..! Sentuhan tangan gadis yang sangat cantik ini ingin membuatku tertidur." Xiaohai juga menggerak-gerakkan kepalanya menandakan dia sangat menyukai dibelai oleh Jia Xiulan.
"Ciiihhh.. Setelah mengambil hati Bibi, dia akan mengambil hati Xiaohai lagi untuk mendekati Ling Tian." Lin Yue mendengus kesal di dalam hatinya.
***
Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.
__ADS_1
Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.