Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 303. Mari Bersantai Sejenak


__ADS_3

Yan Qingshan pun membawa Ling Tian dan yang lainnya ke pelataran Murid Dalam. Terlihat sudah begitu banyak orang berkumpul ketika mereka sampai di sana.


“Salam, Pemimpin!” sapa semua orang secara serempak, lalu segera membungkuk memberi hormat saat melihat kedatangan Yan Qingshan dan yang lainnya.


“Mmm!” Yan Qingshan menganggukkan kepalanya seraya tersenyum menanggapi sapaan dari anggota sektenya. Kemudian menoleh ke arah Jiang Su dan berkata pelan, “Mengapa aku tidak melihat ada Batu Pencitraan terpampang di sini?”


“Maaf, Pemimpin! Aku lupa menempatkannya karena sekte kita telah terbiasa tidak menggunakan Batu Pencitraan selama beberapa tahun ini,” jawab Jiang Su dengan nada canggung.


Batu Pencitraan adalah sebuah batu kecil yang dapat saling berhubungan satu sama lainnya. Batu ini juga bisa digunakan untuk merekam dan menampilkan gambar yang telah terjadi di tempat lain.


Jadi, bagi orang-orang dari Sekte Cahaya Matahari yang tidak ikut ke dalam pertemuan Aliansi Delapan Sekte tersebut, bisa juga menonton dan menyaksikan setiap kejadian secara langsung dari gambar yang ditayangkan melalui Batu Pencitraan.


Selama beberapa tahun ini, Yan Qingshan selalu melarang pemakaian Batu Pencitraan untuk digunakan pada acara pertemuan Aliansi Delapan Sekte. Hal itu dikarenakan sektenya selalu saja berada diurutan terakhir.


Jika adegan kekalahan mereka pada setiap tahunnya terus ditonton oleh anggota sektenya yang lain, itu hanya akan menurunkan kepercayaan diri mereka sendiri. Bahkan mungkin para murid jenius akan mulai berpikir untuk berpaling ke sekte yang mereka anggap lebih kuat dan lebih mampu dari Sekte Cahaya Matahari.


“Hmmm ... Sudah saatnya Sekte Cahaya Matahari bangkit. Untuk tahun ini dan seterusnya, kita akan menempatkan Batu Pencitraan agar semua orang bisa menyaksikan kekuatan sekte kita yang sebenarnya!” ujar Yan Qingshan dengan nada tegas, sembari memandang ke arah sepuluh murid yang telah terpilih untuk mengikuti kompetisi di acara pertemuan Aliansi Delapan Sekte.


“Baik, Pemimpin!” sahut Jiang Su singkat dan bergegas mengeluarkan beberapa Batu Pencitraan dari Cincin Ruangnya.


Setelah itu, Jiang Su pun segera memberikan Batu Pencitraan tersebut kepada beberapa tetua dan memerintahkan mereka untuk menempatkannya di beberapa bagian wilayah Murid Luar, Murid Dalam serta Murid Inti.

__ADS_1


Ketika semuanya telah selesai, Yan Qingshan akhirnya mengeluarkan sebuah kapal besar dari Cincin Ruangnya. Bentuknya sangat sederhana seperti sebuah perahu layar. Tetapi itu merupakan Harta Pusaka Tingkat Kaisar dengan level tertinggi.


“Naiklah! Sudah saatnya kita berangkat,” ucap Yan Qingshan pada semua orang yang akan ikut ke acara pertemuan Aliansi Delapan Sekte.


Mendengar perintah dari pemimpin sekte mereka, sekitar 5.000 orang langsung bergegas melompat ke atas kapal milik Yan Qingshan, termasuk kesepuluh murid yang akan berpartisipasi dalam acara kompetisi.


Setelah semua orang yang akan pergi ke acara pertemuan Aliansi Delapan sekte telah naik ke atas kapal, Yan Qingshan juga segera membawa Ling Tian beserta yang lainnya untuk ikut naik ke atas kapalnya tersebut.


Sejak awal, para anggota Sekte Cahaya Matahari sudah sangat terkejut melihat Ling Tian dan teman-temannya terus bersama Yan Qingshan. Namun pada saat ini, tak ada seorang pun di antara mereka yang berani mempertanyakannya.


“Jiang Su! Kami pergi dulu! Urusan sekte akan menjadi tanggung jawabmu sekarang,” ucap Yan Qingshan.


“Baik, Pemimpin!” sahut Jiang Su sembari membungkuk memberi hormat.


Selanjutnya, kapal Yan Qingshan melesat dengan kecepatan penuhnya menuju ke sebuah kota yang wilayahnya juga memiliki sebuah Formasi Teleportasi.


Para prajurit yang menjaga Formasi Teleportasi di kota tersebut sudah sangat hafal dengan kapal milik Yan Qingshan. Sehingga, mereka langsung mengizinkannya untuk menggunakan Formasi Teleportasi itu.


Kapal Yan Qingshan terus melaju dan keluar masuk dari satu formasi ke formasi yang lainnya. Ini sudah merupakan prosedur dan aturan yang telah ditetapkan di Benua Langit Tingkat Atas. Dengan begitu, tak ada lagi individu maupun kelompok yang semena-mena langsung masuk ke dalam wilayah orang lain.


“Sistem seperti ini sangat bagus juga bila diterapkan di Benua Langit Tingkat Rendah dan di Benua Langit Tingkat Menengah,” ucap Ling Tian di dalam hatinya. “Fiiuuhh ... Tapi terlebih dahulu aku harus cepat meningkatkan kultivasiku sendiri agar dapat mewujudkan semua itu.”

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, Yan Qingshan berbicara melalui telepatinya, “Guru! Di depan kita adalah Formasi Teleportasi yang terakhir. Setelah keluar dari sini, kita akan memasuki wilayah Sekte Badai Langit Utara yang merupakan tuan rumah dari acara pertemuan Aliansi Delapan Sekte.”


“Berapa lama lagi acara pertemuan tersebut akan dimulai?” tanya Ling Tian melalui telepatinya juga.


“Masih ada sekitar empat jam, Guru!” jawab Yan Qingshan.


“Hmmm ... Kalau begitu, mari kita singgah dulu di kota ini. Sejak kedatanganku di Benua Langit Tingkat Atas, aku belum pernah sekali pun berjalan-jalan untuk melihat-lihat sebuah kota.”


“Baik, Guru!” balas Yan Qingshan singkat.


Dengan cepat, Yan Qingshan segera menghentikan laju kapalnya tepat di atas sebuah kota yang sedang mereka lalui. Hal itu langsung membuat semua orang menjadi kebingungan.


“Karena waktu pertemuan masih cukup lama, maka kita akan bersantai sejenak di kota ini. Semua orang diperbolehkan untuk turun dan melihat-lihat. Namun, ingat! Kalian tidak diizinkan untuk membuat keributan sekecil apa pun,” tutur Yan Qingshan dengan nada tegas.


Sontak semua orang terkejut mendengar perkataan Yan Qingshan itu. Sebab, baru kali ini pemimpin sekte mereka tersebut mengajak mereka semua untuk bersantai sebelum acara pertemuan Aliansi Delapan Sekte dimulai.


Biasanya, mereka akan langsung dibawa menuju ke tempat acara pertemuan meski waktu dimulainya acara itu masih lama. Tampang Yan Qingshan akan selalu terlihat sangar dan tegang walau acara pertemuan Aliansi Delapan Sekte belum berlangsung.


Tapi sekarang, mereka melihat raut wajah Yan Qingshan tampak santai dan sangat tenang. Bahkan sesekali Yan Qingshan terlihat menyunggingkan senyum percaya dirinya.


Hanya beberapa orang saja yang mengerti mengapa Yan Qingshan bertindak sedemikian rupa ingin bersantai sejenak dan melihat-lihat kota. Beberapa orang tersebut adalah Meng Wanlian dan para sahabat Ling Tian.

__ADS_1


Mereka tahu bahwa ini sebenarnya adalah keinginan Ling Tian dan bukannya kehendak dari Yan Qingshan sendiri.


__ADS_2