Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 24. Kembali Pulang


__ADS_3

Melihat penjaga Kota telah mengepung mereka, Ling Tian akhirnya tahu bahwa pria di depannya ini adalah Tuan Walikota, kota Bulan Biru.


"Itu aku..!" Jawab Ling Tian singkat dengan menunjukkan senyum khasnya.


Tuan Walikota tertegun sejenak melihat Ling Tian yang tetap tenang walaupun telah di kelilingi oleh 100 penjaga dan di tambah dengan dirinya sendiri.


Dia juga telah memeriksa tingkat kultivasi Ling Tian, tapi dia tidak bisa melihatnya. Pemuda di depannya ini sepertinya bukan pemuda biasa.


Dengan usia 16-17 tahun dia bisa melukai anaknya yang berusia sekitar 20-21 tahun yang memiliki kultivasi pada tahap ketujuh Bintang Perak.


Tetapi dia akan tetap memberikan hukuman kepada pemuda di depannya ini karena telah melukai anak kesayangannya itu.


"Kalau begitu, aku akan memberikan pelajaran kepadamu agar kau mengingatnya untuk tidak sembarangan memukuli orang lagi. Penjaga, tangkap pemuda itu..!"


"Mengapa harus repot-repot menyuruh penjaga untuk menangkapku..? Kenapa bukan kamu sendiri saja yang maju kesini..?" Kata Ling Tian lagi dengan wajah yang masih tetap tersenyum.


"Baiklah anak nakal..! Aku juga akan mengajarimu sopan santun berbicara di depan orang yang lebih tua."


Setelah mengatakan itu, Tuan Walikota segera menyerang Ling Tian dengan sangat cepat. Tetapi Ling Tian tidak merasakan niat membunuh dari serangan Tuan Walikota tersebut. Dia benar-benar hanya ingin memberikan hukuman kepadanya karena Ling Tian telah melukai anaknya.


Ling Tian dengan santai mengangkat jari telunjuknya untuk menyambut pukulan itu. Saat jari dan tinju tersebut bersentuhan, energi yang sangat kuat dengan cepat menyerang tubuhTuan Walikota yang membuatnya terpental sejauh 50 meter.


"BOOM"


Tubuh Tuan Walikota menabrak tanah dengan sangat keras. Dia lalu mencoba untuk berdiri tetapi tubuhnya tidak bisa bergerak, sebab energi dari jari telunjuk Ling Tian masih terus bersarang di tubuhnya dan mengunci pergerakannya.


Wan Ying dan Su Mei yang melihat kejadian tersebut sangat terkejut. Meskipun mereka tidak tahu tingkat Kultivasi dari Tuan Walikota, tetapi mereka tahu bahwa seorang Walikota yang di takuti oleh penduduk kota Bulan Biru itu pasti memiliki kultivasi yang kuat.


Ling Tian berjalan pelan menghampiri tubuh Tuan Walikota yang masih terbaring di tanah.


"Bersyukurlah..! Aku tidak membunuhmu karena kamu tidak memiliki niat membunuh terhadapku."


"Aku ingin tahu, mengapa kamu melukai anakku..? Apa yang telah di lakukannya hingga menyinggung perasaanmu..?" Kata Tuan Kota dengan terbata-bata.


"Anakmu itu berkata bahwa dia akan menutup rumah makan Paman Zhang karena kedua gadis itu tidak mau makan bersamanya. Jadi, aku sedikit memberikan pelajaran kepadanya." Ucap Ling Tian sambil menunjuk Wan Ying dan Su Mei.


"Apakah Tuan Walikota tidak mendengar rumor yang mengatakan bahwa Mo Chen telah mempermainkan banyak gadis dan kemudian setelah bosan, dia akan membuang mereka kemudian mencari gadis yang lain lagi untuk memuaskan hawa nafsunya." Kata Wan Ying yang juga telah berada di dekat tubuh Tuan Walikota.


"Anak nakal itu..! Aku tidak pernah mendengar rumor tentang anak kurang ajar tersebut, karena aku selama ini terlalu sibuk dengan urusan pemerintahan."


"Hmmm.. Baiklah, aku harap kamu akan mengajari anakmu itu cara berperilaku yang baik. Karena jika aku yang mengajarinya, mungkin anakmu tidak akan pernah bangun lagi dari tempat tidurnya."


"Terima kasih.. Kalau boleh aku tahu, siapa nama Tuan Muda ini..?"


"Namaku Ling Tian." Kemudian Ling Tian membawa Wan Ying dan Su Mei berjalan pergi meninggalkan Tuan Walikota yang tetap terbaring di tanah.


Semua penjaga segera berlari ke arah Tuan Walikota dan beberapa dari mereka dengan cepat mengangkat tubuhnya.


"Aku akan menghukum dengan sangat kejam anak nakal itu setelah aku sampai di rumah, karena ternyata kelakuannya selama ini telah melewati batas." Gumam Tuan Kota dengan wajah yang sangat marah.


**


"Kalian sekarang akan pergi kemana..?" Tanya Ling Tian setelah berjalan beberapa saat bersama kedua gadis itu.


"Kami berdua akan kembali ke Sekte." Jawab Wan Ying.


"Baiklah, kalau begitu kita akan berpisah disini. Sampai jumpa lagi.." Ucap Ling Tian, kemudian dia pun berjalan pergi ke arah rumah makan Zhang Xuan.

__ADS_1


Su Mei terus menatap ke arah Ling Tian pergi, sampai dia menghilang dari pandangannya.


Wan Ying yang tidak pernah melihat tingkah Su Mei seperti itu, tertawa kecil lalu berkata menggodanya. "Apakah kamu menyukainya..? Dia memang sangat tampan."


"Aahh.."


Su Mei terkejut mendengar perkataan Wan Ying dan kemudian berkata.. "Dia telah membuka mataku hari ini, tidak ada lagi seseorang yang pantas di sebut Jenius di depan Monster seperti dia."


"Hmmm.. Aku pun berpikiran sama sepertimu Meimei. Baiklah, mari kita kembali."


Ling Tian yang telah sampai di rumah makan Zhang Xuan, segera memasuki ruangannya. Kemudian memasang Formasi Penyegelan lalu duduk berkultivasi untuk meningkatkan kultivasinya. Dia menelan beberapa butir Pil Susu Merah seperti memakan permen, tetapi hanya bisa menaikkan sedikit saja tingkat kultivasinya.


Jika dia ingin kultivasinya menerobos, dia membutuhkan sekitar 50 butir Pil Susu Merah. Sumber daya yang dia butuhkan saat ini semakin banyak yang membuatnya berpikir untuk pergi membeli beberapa Ramuan Roh besok pagi di toko Zhou Cheng.


Ramuan Roh yang berasal dari Cincin Ruang Ji Guo masih kekurangan beberapa bahan untuk membuat Pil Susu Merah.


Ling Tian terus duduk berkultivasi hingga pagi hari dan kemudian bergegas pergi ke toko Zhou Cheng. Kasir yang telah mengenali Ling Tian segera menyambutnya dengan sangat ramah dan langsung membawanya ke lantai 3 untuk mendapatkan semua bahan yang di butuhkan olehnya.


Dia mengeluarkan sekitar 500.000 koin emas untuk membeli semua bahan-bahan tersebut, hingga stok Ramuan Roh untuk bahan Pil Susu Merah di toko itu habis di beli olehnya. Ada beberapa mata kultivator tingkat Bintang Emas yang berada disitu menatapnya dengan sangat tajam.


Ling Tian yang merasakan tatapan para kultivator itu hanya tersenyum, kemudian dia segera keluar dari toko Zhou Cheng setelah menyelesaikan semuanya.


Beberapa saat setelah Ling Tian berjalan sejauh 3 km dari toko itu, dia pun menghentikan langkahnya.


"Keluarlah..! Tidak perlu bersembunyi lagi." Kata Ling Tian yang sedari tadi merasakan di ikuti oleh 10 kultivator tingkat Bintang Emas.


Beberapa bayangan berkelebat dari pepohonan dan muncul mengelilingi Ling Tian.


"Serahkan Cincin Ruangmu dan kami akan membiarkanmu pergi..!" Kata salah satu dari kultivator itu.


"Jika aku tidak mau menyerahkannya, apa yang akan kalian lakukan kepadaku..?"


"Membunuhku yah..! Kalau begitu, lakukanlah."


Para kultivator itu terkejut mendengar perkataan Ling Tian yang tampak terlihat santai menghadapi mereka.


Kemudian mereka semua segera mengedarkan indera spiritualnya untuk memeriksa sekitarnya jika ada seorang kultivator tingkat tinggi yang melindungi Ling Tian, tetapi mereka tidak menemukannya. Dengan cepat, mereka semua menyerang Ling Tian bersamaan.


"BOOM.. BOOM.. BOOM........"


Ling Tian hanya melambaikan tangannya dan terdengarlah bunyi ledakkan dari tubuh para kultivator itu. Kabut darah tersebar di udara yang berasal dari daging yang telah hancur berkeping-keping.


Cincin Ruang dari para kultivator tersebut telah melayang ke tangan Ling Tian. Jumlah uang dari keseluruhan Cincin Ruang tersebut sekitar 1 juta koin emas.


"Sangat miskin..!" Gumam Ling Tian sambil menggelengkan kepalanya.


Lalu dia pun berjalan kembali ke rumah makan Zhang Xuan. Dia akan segera membuat Pil Susu Merah untuk persiapan meningkatkan kultivasinya.


Di dalam ruangannya, Ling Tian mengeluarkan semua Ramuan Roh dari Cincin Ruangnya dan mulai menghilangkan semua kotoran yang terdapat pada Ramuan Roh tersebut.


Setelah selesai, dia pun segera melakukan proses pembuatan Pil Susu Merah. Proses tersebut membutuhkan waktu sekitar 3 jam yang membuat sebagian kekuatan spiritualnya terkuras.


Dari proses tersebut, dia berhasil membuat 100 butir Pil Susu Merah. Untuk saat ini, Ling Tian belum akan menelan pil itu karena akan membutuhkan waktu beberapa hari jika dia akan menerobos lagi. Sebab besok dia akan segera kembali ke kota Daun Wangi.


Untuk sekarang ini, dia hanya duduk bermeditasi untuk mengembalikan kekuatan spiritualnya sampai ke puncaknya.


Di saat pagi telah tiba, Ling Tian segera memanggil Xiaohai melalui panggilan jiwanya, dan menyuruhnya untuk menunggu sekitar 20 km dari gerbang kota.

__ADS_1


Ling Tian keluar dari ruangannya dan pergi menemui Zhang Xuan. Dia berpamitan kepadanya dan juga memberi Zhang Xuan 2 butir Pil Susu Merah. Kemudian Ling Tian pun segera bergegas ke tempat Xiaohai berada.


**


"Kwaaakkk.. Kwaaakkk.."


Kediaman Klan Lin segera kacau balau mendengar suara pekikan keras mendekati Klan mereka. Semua kultivator segera mengeluarkan senjatanya, dan para wanita beserta anak-anak kecil segera di amankan.


Lin Qiangda segera membawa 1000 kultivator tingkat tinggi dan mulai menyiapkan Formasi Pertempuran.


Mendengar pekikan tersebut, Lin Yue tersenyum senang dan berlari keluar. Sedangkan untuk Lin San dan Lin Hua, wajah mereka segera berubah pucat melihat Putrinya keluar mengikuti para kultivator yang akan bertempur bersama Lin Qiangda.


Lin Qiangda terkejut melihat Lin Yue yang telah berada di sampingnya di ikuti oleh Lin San dan Lin Hua.


"Bersembunyilah, ini bukan pertarunganmu..!" Kata Lin Qiangda kepada Lin Yue dengan nada panik.


Lin Yue hanya tersenyum mendengar perkataan Kakeknya itu, lalu berkata.. "Dia telah datang."


"Siapa..?" Lin Qiangda menjadi heran dengan kata-kata cucunya tersebut.


"Kwaaakkk.. Kwaaakkk.."


Seekor Elang dengan panjang 80 meter segera meluncur dengan sangat cepat dari langit, kemudian dengan sangat perlahan pula dia mendarat di dalam halaman Klan Lin.


Elang tersebut berpose dengan cara memajukan dadanya di depan semua kultivator Klan Lin yang telah mengangkat senjata mereka dan bersiap untuk menyerang.


"Kweeeek"


Suara Elang tersebut berubah menjadi suara bebek saat menjerit kesakitan merasakan tangan Ling Tian menjitak kepalanya.


"Kamu telah membuat keributan disini. Coba lihat wajah mereka, semua ini karena ulahmu." Kata Ling Tian melalui telepati kepada Xiaohai.


"Aduuuhhh Bos..! Itu karena aku juga ingin terlihat sangat gagah perkasa dan keren." Kata Xiaohai dengan nada sedih.


Semua rahang kultivator yang memandang ke arah mereka berdua seperti akan jatuh ke tanah. Ling Tian hanya bisa tersenyum canggung melihat hal tersebut. Dia pun segera menghampiri Lin Qiangda dan yang lainnya.


"Maaf Kakek, karena telah membuat kekacauan disini." Kata Ling Tian sambil menggaruk-garuk kepalanya.


"Aaahhh.."


Lin Qiangda dan yang lainnya segera tersadar dari keterkejutannya lalu segera menutup kembali mulut mereka yang ternganga.


Ling Tian kemudian berkata lagi.. "Kakek, Paman, Bibi..! Aku akan membawa Lin Yue ke kota Daun Wangi sekarang."


"Hmmm.. Baiklah, kalian berdua harus tetap berhati-hati." Kata Lin Qiangda dengan nada yang masih terkejut.


"Sampaikan salamku kepada orang tuamu." Ucap Lin Hua juga.


Lin San hanya terdiam karena tidak tahu harus berkata apa kepada Ling Tian.


"Yaa Baiklah..! Kakek, Paman, Bibi.. Kami akan segera pergi."


Ling Tian kemudian membawa Lin Yue ke atas punggung Xiaohai lalu melesat ke langit bersama dan menghilang di cakrawala.


"Anak nakal ini..! Dia tidak pernah berhenti untuk mengejutkanku." Kata Lin Qiangda sambil menggelengkan kepalanya.


***

__ADS_1


Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.


__ADS_2