
Pria tua itu tetap diam dan tidak menjawab perkataan Ling Tian. Dia hanya terus menatap tajam ke arahnya sambil memeriksa seluruh tubuh dan kekuatan Ling Tian.
Beberapa saat kemudian, dia mengerutkan alisnya karena tidak menemukan sesuatu hal yang istimewa dalam diri Ling Tian tersebut.
"Apakah kamu sudah selesai mengagumi wajahku yang sangat tampan ini?" Tanya Ling Tian sambil terus menyunggingkan senyum khasnya.
"Hmmm... Kamu telah datang ke Sekteku tanpa permisi terlebih dahulu, lalu mengacaukannya dan malah membunuh salah satu Tetua penting dalam Sekte Pedang Keadilan ini."
"Atas dasar apa kamu menuduh Sekte kami telah mendiskriminasi kakakmu. Sistem dan aturan yang berlaku di Sekte ini telah ada sejak dahulu saat pertama kali Sekte kami di dirikan oleh para leluhur."
"Aku tidak pernah melarang kakakmu untuk menyukai semua gadis di Sekte ini jika dia mampu menunjukkan kekuatannya dan bisa menjadi Murid Inti."
"Namun sebagai Murid Luar... Bukannya berlatih lebih tekun lagi, tetapi dia malah lebih memilih untuk bersenang-senang dengan seorang gadis yang berstatus Murid Inti dan kebetulan gadis itu adalah cucuku sendiri."
"Untuk semua yang telah kamu lakukan pada Sekte kami, kamu harus menanggung semua konsekuensinya dan mendapatkan hukuman yang lebih kejam lagi dari apa yang telah dialami oleh saudaramu itu." Lanjut pria tua yang sebenarnya adalah kakek dari gadis tersebut dan juga merupakan pemimpin Sekte Pedang Keadilan.
"Ooh... Jadi seperti itu yah! Karena kamu juga telah melihat sedikit kekuatanku... Kalau begitu aku ingin bertanya padamu, apa statusku di Sektemu jika aku mendaftar sebagai murid di sini?" Tanya Ling Tian pelan dengan nada sedikit menghina.
"Itu...."
Pemimpin Sekte tersebut tidak bisa melanjutkan kata-katanya lagi, sebab dia sendiri menjadi bingung untuk menentukan posisi Ling Tian itu, bila seandainya Ling Tian akan menjadi murid di Sektenya.
"Hehehe... Tak perlu berpikir lagi, karena kamu tidak akan mungkin bisa menemukan jawabannya. Maka dari itulah aku mengatakan bahwa sistem dan aturan dari Sektemu ini salah." Ujar Ling Tian dengan tawa lirih.
"Mungkin sistem dan aturan seluruh Sekte sejak Era Kehancuran sampai sekarang, akan sama seperti Sekte kalian ini juga. Tapi itu terjadi sebelum pria tertampan di Benua Langit ini lahir." Ling Tian berkata sambil menyunggingkan senyum khasnya, dan menunjuk ke arah dirinya sendiri.
"Sebab, aku terlahir ke dunia ini untuk mematahkan semua sistem dan aturan yang telah dianut oleh semua Sekte yang ada di Benua Langit ini." Lanjut Ling Tian lagi.
"Ciiihhh... Meskipun apa yang kamu katakan tersebut sedikit ada benarnya juga, namun aku harus tetap menghukummu dengan sangat kejam karena telah membunuh salah satu Tetua penting dari Sekte kami." Cibir pemimpin Sekte itu.
"Hehehe... Apakah kamu yakin mampu melakukannya hanya dengan tingkat kultivasimu yang berada pada tahap pertama Bintang Bumi tersebut?" Tanya Ling Tian dengan tertawa kecil sambil mengangkat bahunya.
"Haahh!"
Pemimpin Sekte Pedang Keadilan itu sangat terkejut mendengar perkataan Ling Tian yang mampu melihat tingkat kultivasinya.
Semua kultivator yang berada di tempat itu juga ikut terkejut mendengar pernyataan yang keluar dari mulut Ling Tian, termasuk Ling Han dan Li Weiheng.
Ling Tian bermaksud mengatakan hal tersebut agar dia tidak perlu lagi bertarung dengan sang pemimpin sekte, sebab dia juga adalah kakek mertua dari Ling Han.
"Hmmm... Pemuda ini mungkin hanya menggertak dan pura-pura bisa melihat tingkat kultivasiku, agar aku tidak memberikan pelajaran kepadanya." Batin pemimpin tersebut.
__ADS_1
"Aahh... Tak perlu berbasa-basi lagi, mari kita buktikan apakah yang telah kamu katakan itu benar!" pemimpin Sekte tersebut berkata sambil mengeluarkan pedang besar sepanjang 5 meter dari Cincin Ruangnya.
"Wouw... Pedangmu itu terlalu panjang dan tidak sebanding dengan tinggi badanmu." ucap Ling Tian yang merasa lucu melihat pemandangan di depan matanya tesebut.
Itu karena pemimpin Sekte memiliki tubuh yang kurus dan pendek hingga terlihat sangat tidak serasi dengan pedangnya yang sepanjang 5 meter tersebut.
"Hehehe... Baiklah kalau itu adalah keinginanmu. Aku menemanimu bermain selama beberapa menit."
Setelah mengatakan hal tersebut, Ling Tian juga segera mengeluarkan Pedang Pelangi dari Cincin Ruangnya.
"Mari kita mulai!" seru pemimpin Sekte yang langsung melesat dengan sangat cepat menyerang ke arah Ling Tian.
Ling Tian menggunakan sedikit auranya untuk mendorong Ling Han dan Li Weiheng menjauh darinya. Lalu dengan sangat cepat juga dia melesat menyambut serangan dari pemimpin Sekte tersebut.
TRANG
TRANG
TRANG
Hanya bunyi pedang yang saling beradu saja yang bisa di dengarkan oleh seluruh kultivator di dalam wilayah Sekte itu. Sebab tak ada seorangpun di antara mereka yang bisa melihat pergerakan dari keduanya. Pertarungan itupun dengan sangat cepat segera beralih ke atas udara.
"Gerakanmu cukup cepat juga dengan pedang sebesar itu di tanganmu, dan teknik pedangmu pun lumayan bagus." Ling Tian berkata di sela-sela pertarungan sambil terus menangkis semua serangan yang di arahkan kepadanya.
"Tapi teknik pedangmu masih sedikit kaku karena tidak sepadan dengan pedangmu yang sangat besar tersebut."
"Mungkin lebih baik kamu mengganti pedangmu ke ukuran yang lebih kecil lagi. Atau sebaiknya kamu menggantinya dengan tombak karena pedangmu itu terlalu panjang."
"Aahh... Tapi nama sektemu nanti akan berubah menjadi Sekte Tombak Ketidak Adilan."
"Coba perbaiki setiap langkah dan ayunan pedangmu menjadi lebih tegas lagi, hingga menghasilkan tebasan yang sangat kuat."
"Nah... Seperti itu! Tapi itu masih terlihat sangat lemah."
Suara Ling Tian terus saja terdengar menggema bersama bunyi pedang mereka yang masih saling beradu.
Dia selalu menegur setiap gerakan-gerakan yang salah dari pemimpin Sekte, seolah dia sedang mengajarkan teknik bermain pedang pada anggota Sektenya sendiri.
"Hmmm... Sampai di sini saja, sebab waktu bermain kita telah habis." Kata Ling Tian yang segera berhenti menangkis dan mulai menyerang menggunakan Teknik Satu Dengan Pedang.
Mendapatkan serangan yang cepat dan sangat kuat dari Ling Tian, pemimpin Sekte tersebut seketika menjadi kewalahan hingga dia tidak mampu bertahan lebih lama lagi.
Hanya dalam waktu sekitar 5 menit saja ketika Ling Tian mulai menyerang, tubuh pemimpin Sekte itu telah terkena pukulan dari bilah tumpul Pedang Pelangi milik Ling Tian.
Itu karena Ling Tian sengaja melakukan hal tersebut. Sebab pemimpin Sekte itu juga adalah calon kakek mertua dari Ling Han, sehingga dia tidak ingin membuat luka yang sangat parah pada tubuhnya.
__ADS_1
BOOM
Sebuah gedung segera hancur akibat tertabrak dengan sangat keras oleh tubuh pemimpin Sekte yang terpental jatuh, setelah terkena pukulan dari Pedang Pelangi.
"Kakek!" Gadis yang disukai oleh Ling Han segera berteriak, kemudian langsung melesat ke arah pemimpin Sekte tersebut.
"Hehehe... Apakah kini kamu percaya dengan perkataanku yang sebelumnya?" Tanya Ling Tian yang masih berdiri dengan santai di atas udara sambil tertawa kecil.
Pemimpin Sekte itu tidak menjawab pertanyaan dari Ling Tian. Dia hanya bangkit secara perlahan dengan dibantu oleh cucunya.
"Tahukah kalian semua, bahwa aku mengalahkan pemimpin Sektemu itu dengan teknik pedang yang digunakan oleh kakakku." Ling Tian berkata kepada seluruh kultivator yang berada di tempat tersebut.
"Jika itu tentang teknik berpedang, kalian semua masih sangat jauh dari kakakku. Mungkin tingkat kultivasinya saat ini lebih rendah dibandingkan dengan kalian, namun dalam waktu yang tidak lama lagi dia akan segera melampaui tingkat kultivasi para Murid Inti yang kalian banggakan tersebut."
Setelah mengatakan hal itu, Ling Tian segera menghilang dari tempatnya dan langsung muncul di depan Ling Han dan Li Weiheng.
"Kakak, siapa nama gadis itu?" Tanya Ling Tian pelan.
"Namanya adalah Mo Qingcheng, aku memanggilnya Qing'er. Dan pemimpin Sekte yang juga adalah kakeknya bernama Mo Jung." Jawab Ling Han dengan nada canggung dan sedikit malu-malu.
"Hmmm... Nona Mo, apakah kamu ingin mengikuti kakakku atau tetap berada di sini?" tanya Ling Tian sambil berbalik ke arah Mo Qingcheng yang sedang memapah tubuh kakeknya tersebut.
Mo Qingcheng tidak menjawab tetapi menoleh kepada kakeknya seakan meminta persetujuan darinya.
"Qing'er, pergilah bersamanya! Mungkin kamu akan lebih mengenal dunia luar jika ikut dengan mereka. Kamu juga sudah terkurung sangat lama di Sekte ini." Mo Jung berkata pelan.
"Mmm..." Mo Qingcheng hanya mengangguk dengan lembut setelah mendengar perkataan kakeknya itu.
Ling Tian segera mengeluarkan Pil Penyembuh, lalu melemparkannya ke arah Mo Qingcheng yang tertegun sejenak melihat pil tersebut melayang di udara tepat di depannya.
"Berikanlah pil itu kepada kakekmu! Itu akan segera menyembuhkan semua lukanya."
Tanpa menunggu lebih lama lagi, Mo Qingcheng langsung mengambil Pil Penyembuh itu dan memberikannya pada Mo Jung karena mendengar bahwa pil tersebut akan segera menyembuhkan semua luka yang di derita oleh kakeknya.
Mo Jung menatap sejenak ke arah Ling Tian, lalu dia pun segera menelan pil itu. Hanya dalam beberapa detik saja, semua lukanya telah sembuh dan kondisi tubuhnya juga kembali seperti semula.
"Aahh... Pil ini adalah Pil Penyembuh terbaik yang pernah aku makan!" Mo Jung tersentak kaget setelah merasakan efektivitas dari pil pemberian Ling Tian.
***
Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.
Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan Tip.
Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca Novel "LSM" ini.
__ADS_1
Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.