Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 159. Mendapatkan Rumput Roh Bintang


__ADS_3

Ketiga pria tua tersebut terus bersujud di depan Ling Tian yang membuatnya sakit kepala melihat tingkah mereka.


"Huuhh... Jika kalian tak segera bangkit, maka aku akan mengambil semua isi dari harta perbendaharaan Asosiasi Alkemis ini!" keluh Ling Tian dengan nada mengancam.


Tetapi Ling Tian tak menyangka bahwa ketiga pria tua itu tetap saja bersujud padanya meski mereka telah mendengar ancaman darinya.


"Ternyata para kakek tua ini memiliki kepribadian juga!" batin Ling Tian sambil memikirkan bagaimana caranya agar Yun Feilong, Zhang He dan Meng Hu segera bangkit dari sujud mereka.


Setelah berpikir selama beberapa saat, Ling Tian akhirnya mendapatkan sebuah ide. Dengan penuh percaya diri, ia pun berkata santai, "Baiklah! Kalau kalian masih seperti ini, aku akan mempermalukan harga diri kalian bertiga di depan banyak orang."


Ling Tian memperhatikan reaksi ketiganya untuk memastikan apakah ancamannya berhasil. Namun, ketiga pria tua tersebut masih tetap tak bergeming.


"Ciihh! Oke, jangan salahkan aku karena kalian sendirilah yang tak mau mendengarkan perkataanku."


Dengan cepat Ling Tian pun berteriak keras sambil menggunakan sedikit energi Qi-nya, "Pencuriiiiiii! Ada pencuriiiiiii! Harta perbendaharaan telah dicuri!"


Suara teriakan Ling Tian menggema ke seluruh area Asosiasi Alkemis. Hanya dalam hitungan detik saja, gedung harta perbendaharaan itu telah dikepung oleh seluruh anggota dari Asosiasi Alkemis. Xiao Jun, Xiaohai dan Kera Salju ada di antara orang-orang itu karena mereka tahu bahwa yang berteriak tadi adalah suara Ling Tian.


Beberapa tetua segera melesat masuk ke dalam gedung untuk memeriksa apa yang sebenarnya telah terjadi. Tetapi yang mereka lihat tak seperti apa yang sudah mereka bayangkan. Semua harta perbendaharaan Asosiasi Alkemis masih tetap utuh dan hanya batu Meteor Hitam saja yang telah hilang.


Namun, hal yang paling mengejutkan para tetua itu adalah ketika melihat bahwa Yun Feilong, Zhang He dan Meng Hu bersujud di depan seorang pemuda yang mereka tak kenal. Selama mereka hidup bersama di dalam Asosiasi Alkemis, tak pernah sekalipun para tetua tersebut melihat ketiganya bersujud dihadapan orang lain meski itu adalah seorang Kaisar.


Justru sebaliknya. Kebanyakan orang yang berlutut dan bersujud kepada ketiganya untuk memohon agar dibuatkan pil sesuai yang mereka butuhkan. Sebab, Yun Feilong, Zhang He dan juga Meng Hu sangat dihormati serta dihargai oleh seluruh penduduk Kota Primordial.


"Hehehe... Bagus, kalian telah datang. Lihatlah, mereka bertiga telah menjadi gila!" Ling Tian tertawa kecil dan merasa telah menang karena bisa mempermalukan ketiga pria tua yang telah memanggil dirinya sebagai kakek.

__ADS_1


Mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh Ling Tian, wajah para tetua tersebut langsung berubah merah karena marah. Seorang pemuda yang hanya berusia sekitar 21-22 tahun telah berani menghina ketiganya, terutama pada Yun Feilong yang merupakan pemimpin mereka.


Walau demikian, tak ada seorangpun dari para tetua itu yang langsung mengambil tindakan untuk menyerang Ling Tian. Sebab, mereka semua juga berpikir bahwa orang yang dapat membuat Yun Feilong, Zhang He dan Meng Hu bersujud seperti yang sedang mereka saksikan sekarang ini, mungkin adalah seseorang yang memiliki kedudukan sangat tinggi di hati ketiganya.


"Ketua! Apa yang terjadi?" tanya Salah seorang tetua yang bergegas menghampiri Yun Feilong.


"Menyingkirlah! Jangan memaksaku untuk bangkit dari sujudku ini! Selama Kakek Ling tak mau menjadikanku sebagai muridnya ataupun menjadikanku salah satu dari anggota Sektenya, maka aku akan tetap dalam keadaan seperti ini." Yun Feilong berkata dengan nada tegas.


Para tetua yang berada dalam ruangan harta perbendaharaan itu semakin kebingungan ketika mendengar pernyataan tegas dari Yun Feilong. Mereka semua tak mengerti apa maksud dari semua ucapannya tersebut.


"Kakek Ling?! Siapa itu?"


Inilah pertanyaan yang ada di benak para tetua tersebut. Mereka semua memandang heran ke arah Ling Tian mencoba mencari jawaban darinya. Tapi yang mereka lihat hanyalah wajah Ling Tian yang berubah cemberut dan tampak kesal.


"Kalian telah menodai julukanku sebagai pria tertampan di Benua Langit. Jika kalian masih memanggilku dengan sebutan KAKEK lagi, aku takkan peduli tentang Rumput Roh Bintang dan juga jangan pernah berharap aku akan memberikan arahan pada kalian tentang cara meramu pil yang benar!"


Semua tetua awalnya hendak menyerang Ling Tian ketika melihatnya memarahi Yun Feilong, Zhang He dan Meng Hu seperti anak kecil. Tapi setelah mendengar kalimat terakhir dari Ling Tian, tak ada satu pun para tetua tersebut yang berani bergerak dari tempatnya.


"Aahh! Jangan kak... Eehh... Senior Ling! Aku berjanji takkan pernah lagi memanggilmu sebagai kakek. Ini Rumput Roh Bintang yang kamu inginkan. Ambilah, senior Ling!" Yun Feilong langsung bangkit lalu bergegas menghampiri Ling Tian dan menyodorkan sebuah kotak kayu padanya.


"Huuhh... Setidaknya kamu hapus dulu ingus yang masih menempel di wajahmu itu sebelum memberikannya kepadaku," gerutu Ling Tian sambil mengambil kotak tersebut dari tangan Yun Feilong dan segera membukanya.


Wajah Ling Tian yang semula terlihat cemberut langsung tersenyum gembira dan sangat bersemangat. Itu adalah benar Rumput Roh Bintang yang dicarinya. Dengan cepat ia pun segera memasukkannya ke dalam Cincin Ruangnya.


"Hehehe... Baiklah! Sesuai dengan apa yang telah aku katakan tadi, aku akan memberikan beberapa arahan tentang proses meramu pil yang benar. Mari kita segera ke ruangan pembuatan pil kalian dan tinggalkan saja kedua kakek jelek itu di sini. Mungkin pengetahuan mereka tentang meramu pil akan bertambah jika terus bersujud seperti itu," ucap Ling Tian sambil tertawa lirih lalu berjalan santai keluar dari ruangan tersebut.

__ADS_1


"Apa yang kalian berdua lakukan? Apakah kalian akan melewati kesempatan yang sangat langka ini?" bentak Yun Feilong ketika melewati Zhang He dan Meng Hu yang masih bersujud.


Mendengar hal tersebut, Zhang He dan Meng Hu secara bersamaan langsung bangkit dan bergegas menyusul Yun Feilong. Para tetua yang lainnya juga segera mengikuti di belakang mereka.


"Untuk kalian semua, ikutlah bersama kami ke aula pembuatan pil!" ujar Yun Feilong saat melihat banyak orang yang telah berkumpul di luar gedung harta perbendaharaan mereka.


"Baik, ketua!"


Beberapa saat kemudian, mereka semua telah sampai di sebuah aula yang sangat besar dan dapat menampung ribuan orang di dalamnya. Ling Tian melihat sebuah tungku dan sebuah kuali pil yang telah hancur berkeping-keping.


Itu adalah tungku dan kuali yang sebelumnya telah meledak ketika Yun Feilong sedang meramu Pil Penenang Jiwa. Tiga orang dari anggota Asosiasi Alkemis segera bergerak cepat untuk membersihkannya.


"Baiklah, senior Ling! Aku akan memulainya terlebih dahulu," kata Yun Feilong yang langsung mengeluarkan tungku, kuali pil dan beberapa Batu Semangat Api dari Cincin Ruangnya.


Melihat semua itu, Ling Tian hanya menggelengkan-gelengkan kepalanya. Proses meramu pil yang ditunjukkan oleh Yun Feilong sebagai seorang ketua dari Asosiasi Alkemis di Benua Langit tingkat menengah masih terbilang sangat kuno dan akan membutuhkan waktu yang lebih lama hanya untuk membuat sebutir pil saja.


***


Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.


Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan TIP.


Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca, baik itu yang suka maupun yang tidak suka dengan Novel "LSM" ini.


Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.

__ADS_1


__ADS_2