Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 227. Menggoda Putri Qing Ruan


__ADS_3

Ling Tian yang merasakan niat bertarung dari pria tua yang berada di dekat Kaisar Qing, hanya tersenyum kecil, lalu berkata, "Kemarilah jika kamu ingin mengujiku!"


Pria tua itu tak mengatakan apa-apa. Dia langsung menghilang dari tempatnya dan dalam sekejap telah muncul di depan Ling Tian. Namun, Ling Tian hanya melambaikan tangannya dengan santai ke arah pria tua tersebut.


Embusan angin yang sangat kuat terpancar keluar dari tangan Ling Tian dan langsung membuat tubuh pria tua itu terhempas jauh ke udara hingga menghantam langit-langit aula istana tersebut.


Mereka berdua hanya menggunakan sedikit kekuatannya saja untuk saling menguji. Sebab, jika mereka menggunakan kekuatan yang sedikit lebih kuat lagi, istana Kekaisaran itu akan langsung hancur menjadi serpihan halus.


Namun, meski demikian, sudah dapat dipastikan bahwa kekuatan dari pria tua tersebut masih berada sangat jauh di bawah Ling Tian, walau hanya melalui pertukaran kecil yang baru saja mereka lakukan.


Semua orang yang melihat hal itu menjadi sangat terkejut sekali lagi. Awalnya, mereka berpikir bahwa pertarungan antara Ling Tian dan pria tua tersebut akan menjadi sengit dengan adanya pertukaran pukulan di antara mereka berdua. Tapi, mereka tak pernah menyangka bahwa Ling Tian hanya bergerak dengan santai melambaikan tangannya untuk membuat tubuh pria tua itu terhempas ke udara.


"Monster!" gumam Putri Qing Ruan secara tidak sadar ketika menyaksikan apa yang terjadi.


"Nah, itu dia! Orang-orang di Benua Langit Tingkat Menengah tidak tahu lagi untuk memberikan julukan apa yang pantas terhadap diriku. Sehingga mereka hanya menyebutku sebagai Monster. Namun, sebenarnya aku lebih menyukai mereka menyebutku sebagai pria tertampan di Benua Langit. Karena julukan Monster terdengar seram dan menakutkan. Padahal wajahku ini sangat tampan," celetuk Ling Tian menanggapi perkataan Putri Qing Ruan sambil menyunggingkan senyum khasnya.


Kaisar Qing menekuk sudut-sudut bibirnya membentuk sebuah senyum yang sulit untuk dijelaskan setelah melihat sendiri kekuatan yang ditunjukkan oleh Ling Tian. Di dalam hatinya, dia sangat berharap Ling Tian menikah dengan Putri Qing Ruan.


Kaisar Qing tak mempermasalahkan lagi apakah Ling Tian sudah memiliki istri atau tidak. Jangankan hanya mempunyai tiga istri, bahkan jika Ling Tian memiliki sepuluh istri atau lebih, dia tetap akan menerimanya.


Sebab, dengan menjadikan Ling Tian sebagai menantunya, kekuatan Kekaisaran Qing akan menjadi lebih kuat lagi dan mungkin akan bisa bersaing dengan kekuatan dari Kekaisaran besar lainnya.


"Penatua Sun, kembalilah!" ujar Kaisar Qing pada pria tua yang telah dihempaskan oleh Ling Tian, karena melihat ada jejak ketidakpuasan di wajah pria tua itu setelah kalah dari Ling Tian.


Dengan cepat, pria tua yang disebut sebagai penatua Sun segera melesat kembali ke tempatnya semula.


Setelah berkata demikian, Kaisar Qing melanjutkan, "Ling Tian! Meskipun kamu telah memiliki tiga istri, kamu harus tetap menikahi putriku. Sebab, jika semua orang tahu bahwa pernikahan ini batal, maka putriku tidak akan memiliki wajah untuk bertemu dengan mereka dan mungkin ia tak bisa lagi menikah seumur hidupnya karena orang-orang akan merendahkan dirinya. Sebagai seorang pria sejati, kamu harus mengambil tanggung jawab ini karena kamu sendirilah yang memulainya."


"Erm ... Anu ... Itu ...." Ling Tian tak tahu harus menjawab apa untuk menanggapi perkataan dari Kaisar Qing.


"Hmmm ... Pembicaraan kita berakhir sampai di sini! Ruan'er, bawalah Ling Tian ke paviliun istana yang berdekatan denganmu. Tak perlu menggunakan pelayan. Karena mulai saat ini, kamu sendirilah yang harus melayani segala kebutuhan Ling Tian."


Setelah selesai mengatakan itu, Kaisar Qing langsung menghilang dari atas takhtanya. Dia terburu-buru meninggalkan tempat tersebut agar Ling Tian tak memberikan alasannya lagi untuk menolak proposal pernikahan yang telah ditetapkannya.


Para pengawal pribadi Kaisar Qing juga segera menghilang dari aula dan kembali bersembunyi dalam bayang-bayang di dekat Kaisar Qing.


Sepeninggal Kaisar Qing, suasana aula menjadi sangat hening. Tidak ada seorang pun yang berani bergerak terlebih dahulu dari tempat duduknya. Bahkan napas mereka dihembuskan sangat pelan agar tak menimbulkan suara di tempat tersebut.

__ADS_1


Orang-orang yang sebelumnya mencibir terhadap Ling Tian karena penampilannya yang tampak biasa-biasa saja, kini terdiam seperti seekor kucing basah karena ketakutan. Suasana di dalam aula benar-benar menjadi canggung.


Putri Qing Ruan yang mendapatkan perintah secara langsung dari Kaisar Qing untuk membawa Ling Tian ke paviliun, masih duduk diam di tempat duduknya karena tak tahu apa yang harus ia lakukan selanjutnya.


"Fiiuuhh!"


Helaan napas panjang dari Ling Tian seketika membuat semua orang yang masih berada di dalam aula menjadi tersentak kaget.


"Hmmm ... Apakah Tuan Putri ingin membuatku berdiri di sini sepanjang hari?" tanya Ling Tian membuka percakapan.


"Erm ...." Hanya itu yang terdengar dari mulut Putri Qing Ruan, kemudian ia langsung berdiri dari tempat duduknya dan mulai berjalan pelan keluar dari aula istana.


"Fiiuuhh!" Ling Tian sekali lagi menghela napas panjang, lalu berbalik dan mengikuti Putri Qing Ruan.


Dalam perjalanan menuju paviliun, Ling Tian dan Putri Qing Ruan hanya diam dan tidak berbicara. Hanya entakan kaki mereka saja yang terdengar di sepanjang lantai istana Kekaisaran.


Beberapa saat kemudian, sebuah bangunan megah kini telah berada di depan mereka. Sebuah paviliun yang indah juga berdiri tepat di sebelah bangunan tersebut. Putri Qing Ruan terus berjalan ke arah paviliun dan masuk bersama Ling Tian yang mengikutinya dari belakang.


Para pelayan yang ada di tempat itu bergegas datang menyambut kedatangan Putri Qing Ruan dan Ling Tian. Namun, Putri Qing Ruan tidak segera menyuruh mereka untuk pergi meskipun Kaisar Qing telah memerintahkan agar ia secara pribadi melayani semua kebutuhan Ling Tian.


Sesampainya di dalam paviliun, Putri Qing Ruan berkata pelan, "Kediamanku ada di sebelah paviliun ini. Jika kamu memerlukan sesuatu, perintahkanlah pelayan untuk memanggilku."


"Apakah Tuan Putri sedang datang bulan? Mengapa dia terlihat sangat tertekan?" tanya Ling Tian pada seorang pelayan wanita yang berdiri tak jauh darinya.


"Hamba juga tidak tahu, Tuan Muda!" jawab pelayan wanita tersebut sambil menundukkan kepalanya.


"Huuhh ... Tidak perlu terlalu formal seperti itu jika berbicara denganku. Santai sajalah! Aku akan merasa sangat aneh jika kalian bersikap seperti itu kepadaku," ucap Ling Tian dengan nada mengeluh.


"Ta ... Tapi, Tuan Muda ...."


"Tidak ada kata 'tapi', lakukan sajalah!" Sebelum pelayan tersebut menyelesaikan kalimatnya, Ling Tian sudah terlebih dahulu menyela.


"Ba-baik, Tuan Muda!"


"Hmmm ... Baiklah! Kalian semua bisa pergi dan lakukan aktivitas kalian masing-masing."


"Baik, Tuan Muda!"

__ADS_1


Ling Tian kemudian memilih salah satu ruangan di dalam paviliun tersebut dan tinggal di dalamnya. Ia segera melemparkan dirinya ke tempat tidur dan mulai memikirkan situasinya saat ini.


Setelah beberapa saat, ia pun mengeluarkan kotak kayu dari Cincin Ruangnya, laku bergumam pelan, "Huuhh ... Sebaiknya aku tidak memikirkan masalah tentang pernikahanku dengan Tuan Putri. Yang terpenting saat ini adalah meningkatkan kultivasiku ke tahap Bintang Langit."


Baru saja Ling Tian berkata demikian, ia merasakan Putri Qing Ruan sedang berlatih dengan keras di halaman kediamannya sendiri.


"Hmmm ... Dia benar-benar gila berlatih. Pantas saja kultivasinya lebih cepat meningkat dari yang lain. Sebagai seorang Tuan Putri, hari-harinya terus dipenuhi dengan latihan. Tapi, apakah dia tidak bosan melakukan hal itu?" ucap Ling Tian dengan nada sedikit heran. Kemudian melanjutkan sambil tertawa lirih, "Hehehe ... Mari kita pergi melihatnya sejenak!"


Ling Tian menghilang dari tempatnya dan dalam sekejap langsung muncul di udara, tepat di atas halaman Putri Qing Ruan. Dengan aura Ling Tian yang tersembunyi, Putri Qing Ruan tak akan bisa mendeteksi keberadaannya.


"Huuhh ... Apakah dia akan terus menutupi wajahnya dengan cadar meskipun berada di kediamannya sendiri?" gerutu Ling Tian di dalam hatinya. Lalu menambahkan seraya menyeringai jahat, "Hehehe ... Mari kita mengusilinya saja!


Setelah mengatakan hal itu, Ling Tian mengulurkan tangannya ke arah Putri Qing Ruan. Seketika itu juga, cadar dari Putri Qing Ruan sudah terlepas dari wajahnya tanpa ia sadari karena terlalu fokus dalam latihannya.


"Woah ... Sangat indah! Ternyata lebih cantik jika melihatnya secara langsung daripada menggunakan indra spiritualku," batin Ling Tian dengan nada takjub.


Kemudian ia segera turun ke halaman Putri Qing Ruan dan berkata menggodanya, "Apakah Tuan Putri tidak takut memiliki otot yang kekar seperti pria jika berlatih terus-menerus setiap hari?"


Putri Qing Ruan tersentak kaget dengan kemunculan tiba-tiba dari Ling Tian yang sudah berada di halamannya. Seketika ia menghentikan latihannya. Wajahnya langsung berubah marah dan akan menegur Ling Tian. Tetapi, saat dia mengingat bahwa Ling Tian nantinya akan menjadi suaminya, Putri Qing Ruan pun segera mengurungkan niatnya.


"Hmph ... Apakah kamu takut jika memiliki istri yang bertubuh kekar seperti pria?" Putri Qing Ruan tidak menjawab pertanyaan Ling Tian, melainkan balik bertanya kepadanya sembari mendengus.


"Aku jelas sangat takut!" jawab Ling Tian sambil menunjukkan wajah berpura-pura merasa ngeri, kemudian melanjutkan, "Sepertinya tubuh Tuan Putri hari ini mulai terlihat sedikit berotot. Mungkin karena telah bertarung dengan banyak orang dan juga melakukan latihan yang berlebihan."


"Ah! Benarkah?!" Putri Qing Ruan berseru kaget dengan wajah yang tampak sangat cemas. Ia terlihat kalang kabut. Dengan cepat, Putri Qing Ruan langsung memeriksa lengan serta bagian tubuh lainnya yang menurutnya akan mudah timbul otot di sana.


"Hah! Wajah Tuan Putri juga mulai ditumbuhi dengan otot-otot kecil!" seru Ling Tian dengan menunjukkan wajah terkejut.


"Apa?! Di mana? Di mana itu?" tanya Putri Qing Ruan dengan nada ketakutan. Ia segera mengeluarkan cermin dari Cincin Ruang dan bergegas memeriksa wajahnya.


"Pfftt! Hahaha ...." Melihat tingkah Putri Qing Ruan yang seperti itu, membuat Ling Tian tak mampu lagi menahan tawanya.


Putri Qing Ruan sejenak menatap heran pada Ling Tian yang sedang tertawa. Kemudian ia segera tersadar bahwa wajahnya sudah tidak ditutupi oleh cadar. Putri Qing Ruan akhirnya tahu bahwa Ling Tian sedang mempermainkannya.


Dengan cepat, ia langsung mengeluarkan sebuah cadar yang lain dari Cincin Ruangnya untuk menutupi wajahnya yang telah memerah karena malu.


Namun, Ling Tian segera mengunci pergerakan Putri Qing Ruan dengan menggunakan sedikit energi Qi-nya yang membuat Putri Qing Ruan tak mampu menggerakkan tubuhnya sedikit pun. Hanya mata serta mulutnya saja yang saat ini bisa digerakkannya.

__ADS_1


"Biarkan aku memakai penutup wajahku kembali!" ujar Putri Qing Ruan seraya memelototkan matanya pada Ling Tian.


"Hehehe ... Tak ada orang lain di tempat ini. Jadi, biarkan aku sejenak menikmati pemandangan dari wajah Tuan Putri yang sangat indah itu," ucap Ling Tian sambil tertawa lirih.


__ADS_2