Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 137. Serigala Bayangan Bulan


__ADS_3

Xiaohai terus terbang dengan kecepatan penuhnya ke arah yang telah di tunjukkan oleh Ling Tian. Setelah terbang selama beberapa hari, akhirnya mereka bertiga sampai di sebuah hutan yang di penuhi dengan aura kematian yang sangat kuat dan menakutkan.


"Hmmm... Sepertinya, inilah tempatnya. Xiaohai, mari kita turun dan memeriksanya!"


"Baik, Bos!" jawab Xiaohai lalu segera turun di depan hutan tersebut.


Ling Tian dengan cepat mengedarkan indra spiritualnya untuk memeriksa keadaan hutan depannya. Namun, indra spiritualnya seolah-olah seperti tertelan dalam lautan yang sangat luas dan tak mampu sedikitpun untuk mendeteksi apa yang ada di dalam hutan itu.


"Aahh, ini sangat aneh! Aku tak bisa merasakan apapun yang ada di dalamnya. Sepertinya ada sebuah Formasi yang melindungi tempat ini dan menghalangi semua kekuatan spiritual yang hendak memeriksanya," batin Ling Tian yang sangat terkejut dengan apa yang sedang terjadi.


"Hutan ini sangat berbahaya karena tak bisa di deteksi oleh indra spiritual. Jika aku tidak salah, mungkin tempat ini telah terpasang Formasi Penyegelan Jiwa dan kekuatan dari Master Formasi yang memasangnya jauh lebih tinggi dariku."


"Haahh!"


Xiaohai dan Xiao Jun tersentak kaget secara bersamaan. Mereka tak menyangka bahwa hutan di depan mereka ini memiliki kekuatan perlindungan yang sangat kuat. Jika Ling Tian telah mengatakan bahwa hutan tersebut sangat berbahaya, itu berarti tingkat bahayanya akan lebih jauh dari apa yang mereka bayangkan.


"Kita hanya bisa memasukinya tanpa dapat mengetahui bahaya apa yang sedang menunggu di dalam sana. Kalian berdua, tunggulah di sini! Aku akan pergi memeriksanya sendiri."


"B-baik, Bos! Berhati-hatilah!" Xiaohai berkata terbata karena tahu bahwa Ling Tian tak pernah bercanda tentang masalah keselamatan mereka.


Ling Tian pun terbang dengan pelan memasuki hutan itu. Karena tak bisa menggunakan indra spiritualnya, ia hanya dapat mengandalkan penglihatan dan nalurinya sendiri.


Hutan tersebut terlihat tampak biasa saja dan sinar matahari juga dapat masuk ke dalamnya. Namun, aura kematian yang terpancar dari dalam hutan itu sangat kuat, sehingga para kultivator dan juga para Binatang Roh sangat ketakutan untuk mendekatinya.


Semakin masuk ke dalam, aura kematian yang dirasakan oleh Ling Tian pun semakin pekat. Tanpa perintah dari Ling Tian, Api Ilahi mengambil inisiatif sendiri untuk melindungi seluruh tubuhnya.


"Huuff... Seperti dugaanku, ini memang benar Formasi Penyegelan Jiwa. Jika saja tingkat kultivasiku sedikit lebih tinggi lagi, mungkin aku akan dapat dengan mudah menghancurkannya," gerutu Ling Tian di dalam hati seraya menghela napas panjang.


Ia terus bergerak dengan kecepatan yang sama ke area terdalam hutan tersebut sambil kepalanya menoleh ke kiri dan ke kanan untuk melihat apa yang ada di sekitarnya.


Waktu pun berlalu dengan cepat. Tanpa terasa Ling Tian telah terbang selama 2 hari, namun dia belum juga sampai di pusat hutan itu. Dengan pergerakannya saat ini, ia mungkin akan membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama untuk mencapai pusat hutan tersebut.


Ketika malam datang, Ling Tian tiba-tiba berhenti di udara saat instingnya merasakan ada sesuatu yang sedang memperhatikan pergerakannya dengan memancarkan niat membunuh yang sangat kuat.

__ADS_1


Dalam sekejap mata, sebuah sosok bayangan berkelebat dari depan dan langsung menerjang ke arahnya. Dengan gerakan refleks, Ling Tian seketika menggunakan kecepatan penuh untuk menghindari serangan yang tertuju padanya.


"Huuhh, ini akan sangat merepotkan! Aku tak bisa mengetahui apa yang menyerangku dan aku juga tak tahu di mana sekarang posisinya berada. Formasi Penyegelan Jiwa ini sangat tidak menguntungkan diriku. Aku hanya dapat melacaknya dengan memperhatikan fluktuasi udara yang berasal dari energi Qi yang digunakannya untuk menyerangku." Ling Tian membatin dengan nada mengeluh.


Ling Tian memalingkan wajahnya ke kiri dan ke kanan untuk memeriksa fluktuasi udara agar dapat mengetahui dari mana asal serangan yang akan datang padanya. Sesekali ia juga memutar tubuhnya untuk melihat ke arah belakang.


"Hahaha... Manusia, tak perlu susah payah untuk mencari keberadaanku. Hari ini, kamu sudah di takdirkan untuk mati di sini!" Suara tawa yang menggelegar terdengar menggema di dalam hutan.


Ling Tian memusatkan indra pendengarannya untuk mencari tahu dari mana asal suara tersebut. Tetapi, suara itu menggema seakan berasal dari segala penjuru area hutan di sekitarnya. Ia juga terus memperhatikan fluktuasi udara di sekelilingnya tanpa menurunkan sedikitpun tingkat kewaspadaannya.


Beberapa saat kemudian, Ling Tian akhirnya melihat ada fluktuasi udara yang berasal dari samping kanannya. Dengan menggunakan Teknik Langkah Dewa Naga, ia bergerak mundur untuk mengelak sambil ikut melancarkan serangan dari Teknik Tapak Dewa Naga.


Namun, serangannya itu hanya sia-sia saja karena tak mampu mengenai sasarannya. Sosok bayangan tersebut kembali menghilang dalam kegelapan malam. Walaupun penglihatan Ling Tian sangat jelas saat malam hari, tetapi karena adanya Formasi Penyegelan Jiwa yang terpasang di dalam hutan tersebut membuat indra penglihatannya juga ikut terbatasi.


"Hmmm... Dari arah belakang!" gumam Ling Tian sambil berkelit menghindari serangan dari bayangan itu.


"Dari samping kanan!"


"Dari belakang lagi!"


"Dari atas!"


"Dari depan!"


"Dari bawah!"


Ling Tian terus menggumamkan pola serangan yang selalu berubah-ubah dari sosok bayangan tersebut sambil terus mengelak dan juga sesekali melancarkan serangan balasan ke arahnya.


"Hahaha... Sampai kapan kamu akan seperti ini? Sebaiknya kamu menyerah saja agar aku bisa memberikan kematian yang sangat cepat untukmu tanpa kamu sempat merasakan rasa sakitnya." Sekali lagi suara tawa menggelegar menggema di sekeliling Ling Tian.


"Jika aku hanya terus diam menunggu untuk diserang, maka itu sama saja mejadikan tubuhku sebagai sasaran empuk baginya. Sebaiknya aku terus bergerak cepat ke depan agar bisa memancingnya untuk mengejarku," ucap Ling Tian di dalam hatinya, lalu ia pun langsung melesat dengan sangat cepat menghilang dari tempatnya.


"Hahaha... Mau melarikan diri yah? Kau sudah menjadi mangsaku sekarang. Jangan pernah berharap lagi bisa lolos dari genggamanku!"

__ADS_1


Setelah berkata begitu, sosok bayangan tersebut langsung mengejar Ling Tian dengan kecepatan penuhnya. Cakarnya yang sangat tajam di arahkan tepat ke punggung Ling Tian.


Merasakan fluktuasi udara dari arah belakangnya, Ling Tian tersenyum mencibir. Tanpa menoleh ke belakang, ia segera memiringkan tubuhnya untuk menghindari serangan yang akan mendarat di punggungnya.


Lalu dengan gerakan yang sangat cepat pula, Ling Tian berputar di udara dan melayangkan kakinya menggunakan Teknik Tendangan Dewa Naga ke arah bayangan yang menerjangnya.


Kali ini, sosok bayangan tersebut tidak mencoba untuk menghindar, melainkan segera membalas serangan Ling Tian dengan cakarnya.


BAM


Bunyi ledakan terdengar ketika kaki Ling Tian dan cakar dari bayangan itu saling beradu. Mereka berdua sama-sama terdorong mundur ke belakang akibat lonjakan energi yang dikeluarkan oleh keduanya.


"Ooh... Akhirnya aku mengerti bahwa yang menyerangku selama ini adalah Binatang Roh tingkat 5, Serigala Bayangan Bulan," ujar Ling Tian ketika melihat sosok bayangan di depannya telah menunjukkan penampilan aslinya.


Itu adalah seekor Serigala Bayangan Bulan yang memiliki tubuh sebesar kerbau. Meskipun ukuran tubuhnya tidak sebesar Binatang Roh lainnya, tapi kemampuannya sangat kuat serta gerakannya juga sangat lincah dan cepat.


"Hahaha... Bocah manusia, apakah kamu juga akhirnya mulai merasa ketakutan saat mengetahui siapa aku sebenarnya? Kamu seharusnya merasa bersyukur karena dapat melihat wujud asliku sebelum kamu mati. Selama 1500 tahun menjaga hutan ini, belum ada seorang manusia pun yang dapat melihat wujudku, selain kamu. Sebab, semua ras manusia yang masuk ke dalam hutan ini telah menjadi santapan yang lezat bagiku!" Serigala Bayangan Bulan berkata sambil tertawa terkekeh.


"Hehehe... Sejak awal kamu terus mengatakan bahwa akan membunuhku. Tapi sampai saat ini aku masih tetap berdiri dihadapanmu. Kemarilah! Jangan terus bersembunyi seperti seekor tikus." Ling Tian menggerak-gerakan tangannya seolah-olah memanggil Serigala Bayangan Bulan untuk menyerangnya.


"Apa katamu? Beraninya bocah manusia sepertimu menyamakan diriku dengan seekor tikus!" teriak Serigala Bayangan Bulan sambil menunjuk ke arah Ling Tian dengan cakar tajamnya.


"Akhirnya dia mulai marah. Aku harus terus memancingnya agar ia mau bertarung denganku secara langsung. Jika dia terus menyerangku sambil bersembunyi dengan memanfaatkan kegelapan malam ini, maka itu akan membuatku sulit untuk membunuhnya," batin Ling Tian sambil menunjukkan senyum mengejek untuk membuat Serigala Bayangan Bulan semakin bertambah marah.


***


Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.


Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan TIP.


Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca, baik itu yang suka maupun yang tidak suka dengan Novel "LSM" ini.


Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.

__ADS_1


__ADS_2