
Pertarungan di darat dan di atas udara berlangsung dengan sangat sengit. Bunyi senjata yang saling beradu terus terdengar menggema di sekitarnya. Formasi Pelindung pada Kota Primordial pun telah aktif secara otomatis.
Wilayah Asosiasi Alkemis benar-benar telah hancur porak-poranda. Bangunan yang masih terlihat utuh hanyalah gedung harta perbendaharaan saja karena memiliki Formasi Pelindung yang menjaganya. Dan juga ruangan yang masih bertahan adalah kamar tempat Ling Tian berkultivasi. Sedangkan untuk bangunan yang lainnya, semuanya telah rata dengan tanah.
Para kultivator yang bertarung di darat, satu per satu mulai melesat terbang dan melanjutkan pertempuran mereka di atas udara. Formasi Pelindung pada Kota Primordial terus bergetar akibat terkena lonjakan energi Qi yang dilepaskan oleh masing-masing kultivator tersebut.
Kera Salju yang mengetahui bahwa Zhuge Lao lebih kuat dari dirinya, segera mengambil inisiatif untuk melancarkan serangan terlebih dahulu. Ketika ia melayangkan pukulan dengan kekuatan penuhnya, udara di sekitarnya juga dalam sekejap berubah menjadi sangat dingin, seolah-olah hendak membekukan tubuh Zhuge Lao.
Beberapa kultivator yang sedang bertarung dalam jarak 500 meter dari Kera Salju, segera menjauh karena tak sanggup menahan suhu dingin yang ada di sekitar mereka.
Zhuge Lao yang mendapatkan serangan seperti itu, segera mengangkat tangannya dan menipis dengan santai pukulan dari Kera Salju yang akan mengenai tubuhnya.
BAM
Tubuh Kera Salju sedikit terpental mundur ke belakang akibat dorongan energi Qi yang dilepaskan dari tangan Zhuge Lao. Tetapi dengan cepat Kera Salju melesat kembali dan melayangkan tendangan yang sangat kuat ke arah kepalanya.
Sama seperti tadi, Zhuge Lao sekali lagi menepis tendangan tersebut dengan gerakan yang santai, seolah-olah menganggap serangan Kera Salju itu tak memiliki arti apa-apa terhadap dirinya.
BAM
Bunyi yang cukup keras itu pun terdengar kembali. Dan masih sama seperti sebelumnya, Kera Salju sekali lagi terpental mundur ke belakang akibat dorongan energi Qi yang dilepaskan oleh Zhuge Lao.
Namun, Kera Salju tak mau menyerah sedikitpun walau ia tahu semua serangannya hanya akan sia-sia saja. Pukulan dan tendangan terus dilepaskannya ke seluruh bagian tubuh Zhuge Lao meski terus berulang kali juga ia terhempas mundur ke belakang.
"Ciihh ... Percuma saja! Sekeras apapun kamu berusaha, tetap takkan bisa untuk mengalahkan diriku ini!"
Sementara itu pada waktu yang bersamaan pula, sedikit agak jauh dari tempat pertarungan Zhuge Lao dan Kera Salju, Yun Feilong pun sedang bertempur melawan salah seorang tetua dari klan Zhuge yang memiliki tingkat kultivasi yang sama seperti dirinya.
Keduanya bertarung dengan senjata mereka masing-masing. Tetua dari klan Zhuge tersebut terus menusukkan tombaknya ke arah Yun Feilong dengan gerakan yang sangat cepat dan mematikan. Sesekali ia juga menggunakan batang tombaknya dengan gerakan memukul ke bagian tubuh Yun Feilong.
Mendapatkan serangan seperti itu, Yun Feilong pun menggunakan teknik pedangnya untuk menangkis dan menghalau setiap serangan yang datang menerjang ke arahnya. Terkadang ia juga memberikan serangan balasan terhadap tetua dari klan Zhuge tersebut.
__ADS_1
Pertarungan keduanya sangat sengit dan belum ada satu pun di antara mereka yang terlihat sedang terdesak. Sampai saat ini, kekuatan Yun Feilong dan tetua dari klan Zhuge masih tampak seimbang.
Pergerakan mereka berdua sangat cepat. Setiap serangan yang mereka lepaskan terarah dengan sangat baik ke titik-titik berbahaya pada bagian tubuh lawan masing-masing.
"Ketua Yun! Sebaiknya kamu menyerah dan mengatakan di mana Ling Tian berada! Hal itu akan menyelamatkan nyawa kalian semua," bujuk tetua klan Zhuge sembari menangkis serangan pedang Yun Feilong.
"Jangan bermimpi! Meskipun aku mati, aku takkan pernah mengatakannya!" balas Yun Feilong dengan nada tegas.
"Hmph ... Mungkin kamu sendiri tak takut mati. Tetapi, bagaimana dengan para anggota Asosiasi Alkemis lainnya? Apakah kamu tak mempedulikan nyawa mereka?"
"Semua orang takut mati. Aku pun demikian! Tapi kami semua selalu memperjuangkan apa yang kami rasa benar. Dan tindakan yang kami lakukan saat ini adalah sebagai bentuk penghargaan terhadap pemimpin yang kami percaya," jawab Yun Feilong sambil melancarkan serangan balasan pada tetua dari klan Zhuge tersebut.
"Ciihh ... Kalau begitu, jangan salahkan aku bila berlaku kasar terhadapmu! Aku akan segera menangkap dan menyiksamu sampai kamu mau mengatakannya," cibir tetua dari klan Zhuge itu seraya kembali melancarkan serangannya yang sangat cepat dan kuat.
"Itu kalau kamu mampu untuk melakukannya!" jawab Yun Feilong singkat, sambil menebaskan pedangnya ke arah kepala tetua dari klan Zhuge.
TRANG ... TRANG
Di sisi lain, Dugu Changfeng pun bertarung dengan salah satu tetua dari klan Zhuge yang memiliki tingkat kultivasi yang sama dengan dirinya, yaitu tahap keenam Bintang Bumi.
Serangan dan pertahanan yang mereka tunjukkan sangat kuat, sehingga belum ada satu pun di antara keduanya yang mampu saling melukai lawannya. Fluktuasi udara juga tampak jelas terlihat di sekitar mereka, ketika energi Qi yang mereka lepaskan saling bertabrakan.
"Hahaha ... Ketua Dugu! Sudah lama kita tak melakukan hal ini sejak pertarungan kita yang terakhir kalinya. Kekuatanmu ternyata telah meningkat lagi." Tetua dari klan Zhuge terkekeh seraya mengayunkan salah satu sabitnya dengan gerakan memotong ke arah tangan Dugu Changfeng.
"Begitu pula halnya dengan kamu, tetua Ming! Kekuatanmu juga menjadi lebih kuat lagi dari yang sebelumnya," balas Dugu Changfeng sembari mengangkat gagang tombaknya untuk menangkis serangan dari tetua klan Zhuge yang nama sebenarnya adalah Zhuge Ming.
"Aku tak menyangka kamu akan bersedia membantu ketua Yun untuk melawan klan Zhuge kami. Mengapa kamu tak kembali saja bersama para anggotamu agar pekerjaaan kami menjadi sedikit lebih ringan?"
"Hehehe ... Ketua Yun adalah temanku. Dan kamu juga adalah temanku. Aku tak bisa membiarkannya menghadapi masalah ini. Coba kamu perhatikan wajah para penduduk kota. Sesungguhnya mereka ingin ikut membantu Asosiasi Alkemis untuk melawan kalian semua. Namun, aku tahu mereka juga tak berani menyinggung patriark tua klan Zhuge."
"Aaiihh ... Aku juga hanya menuruti perintah! Jadi tak usah pedulikan hal itu. Mari bertarung dengan segenap kekuatan penuh kita! Aku ingin melihat, apakah kamu sanggup untuk melawan teknik yang baru-baru ini aku kuasai."
__ADS_1
"Hmmm ... Bukan hanya kamu saja yang memiliki teknik beladiri yang baru. Aku juga punya. Mari kita lihat, teknik siapa yang lebih unggul!"
Dugu Changfeng dan Zhuge Ming terus bertarung dengan sangat sengit. Masing-masing serangan yang mereka lepaskan semakin kuat lagi dari yang sebelumnya. Namun, meski demikian, tak ada sedikitpun niat membunuh yang mereka keluarkan. Sebab, itu adalah murni saling mengadu kemampuan mereka masing-masing.
Tetapi itu berbeda dengan lawan-lawan yang dihadapi oleh Zhang He, Meng Hu serta para tetua Asosiasi Alkemis lainnya. Para tetua dari klan Zhuge tersebut memiliki niat membunuh yang sangat kuat karena mereka ingin membalaskan dendam patriark klannya, yaitu Zhuge Changlai.
Kera Salju masih tetap saja berusaha melancarkan serangannya pada Zhuge Lao dengan menggunakan segenap kekuatan penuhnya. Meski ia terus dipermainkan seperti anak kecil oleh Zhuge Lao, tapi Kera Salju tak pernah bosan memberikan serangan terkuatnya walau semua itu hanya sia-sia saja.
"Ciihh ... Aku menghargai ketekunanmu.! Namun sayangnya, kekuatanmu sangat lemah dan takkan pernah bisa melukaiku. Jadi, mari kita akhiri saja sampai di sini!" cibir Zhuge Lao sambil menyambut pukulan Kera Salju dengan tinjunya.
BAM
Tubuh Kera Salju langsung terpental jauh kemudian jatuh ke bawah dan menabrak lapisan dinding pada Formasi Pelindung Kota Primordial yang membuat formasi tersebut bergetar cukup keras. Ia pun segera memuntahkan darah segar dari mulutnya. Tetapi, ia dengan cepat bangkit dan melesat kembali menerjang ke arah Zhuge Lao.
"Kakak besar!" gumam Xiao Jun seraya mengencangkan kepalan tinjunya lebih erat lagi.
"Hmph ... Ternyata tubuhmu kuat juga! Kalau begitu, coba terima yang ini!"
Zhuge Lao mengayunkan kembali tinjunya yang mengandung energi Qi yang sangat kuat, ketika Kera Salju telah tiba dihadapannya.
BAM
Sekali lagi tubuh Kera Salju menabrak keras pada lapisan dinding Formasi Pelindung yang membuat formasi itu bergetar kembali. Darah yang dimuntahkannya pun lebih banyak lagi dari yang sebelumnya.
"Kakak besar!" teriak Xiao Jun di dalam hatinya dan hendak berjalan keluar dari kerumunan penduduk. Namun, sebuah energi Qi yang sangat kuat segera menahan pergerakannya. Itu adalah kekuatan yang dikeluarkan oleh Wei Ziqing untuk mencegah Xiao jun agar tidak mengambil keputusan yang salah.
***
Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.
Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan TIP.
__ADS_1
Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca, baik itu yang suka maupun yang tidak suka dengan Novel "LSM" ini.
Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.