
“Muridku! Mengapa kamu masih diam saja? Cepatlah ke sini dan berilah pelukan pada Gurumu ini!” lanjut Meng Wanlian lagi.
Ling Tian tertegun sejenak saat mendengar ucapan Meng Wanlian yang memanggilnya sebagai murid. Ketika ia tersadar dan hendak mengatakan sesuatu, sebuah kekuatan yang sangat dahsyat segera menariknya untuk datang ke tempat Meng Wanlian.
Dengan rasa tak berdaya dan karena tidak kuasa untuk menolaknya, Ling Tian hanya bisa pasrah mengikuti kekuatan dari daya isap yang menariknya itu.
BUK
Bunyi gedebuk terdengar saat kepala Ling Tian menabrak dada besar milik Meng Wanlian. Posisi mereka saat ini benar-benar dalam keadaan ambigu, karena kepala Ling Tian terus terbenam di dada Meng Wanlian tanpa bisa digerakkannya. Bahkan Ling Tian merasa sulit bernapas dalam keadaan yang seperti itu.
“Hehehe ... Murid baik ... Murid baik!” ujar Meng Wanlian seraya mengusap-usap kepala Ling Tian yang berada di dadanya. Ling Tian diperlakukan seolah-olah seperti seorang anak kecil yang sedang dipeluk oleh orang dewasa.
Melihat bahwa Zi Cheng Feng sedang memperhatikannya dengan tatapan menyelidik, Meng Wanlian langsung mendengus kesal ke arahnya, “Hmph ... Apa lagi yang kamu tunggu? Cepatlah pergi dari sini bersama muridmu itu!”
Walau Zi Cheng Feng masih tak mau menerima bahwa Cincin Ruang milik Hong Cao Yun telah diambil oleh Ling Tian, tapi ia tidak berani membuat keluhan di depan Meng Wanlian. Dengan sangat berat hati, ia pun segera membawa Hong Cao Yun pergi meninggalkan arena pertarungan.
“Hehehe ... Orang tua busuk itu akhirnya pergi.” Meng Wanlian tertawa kecil sembari melepaskan dekapannya pada kepala Ling Tian. “Hmmm ... Muridku! Siapa namamu.”
Zi Cheng Feng yang sengaja memperlambat kecepatannya, hampir terjatuh dari atas udara karena merasa sangat marah ketika mendengar perkataan dari Meng Wanlian. Ia merasa benar-benar telah dipermainkan.
__ADS_1
Sebab, dengan pertanyaan yang baru saja dilontarkan oleh Meng Wanlian, itu menandakan bahwa ia tidak mengenal pemuda yang sudah diklaimnya sebagai muridnya tersebut.
Bahkan para murid yang berada di sekitar arena juga menjadi kebingungan. Menurut mereka semua, mana mungkin ada seorang guru yang melupakan nama muridnya sendiri. Apalagi gurunya itu adalah seorang kultivator tingkat tinggi yang memiliki memori yang sangat kuat.
Sementara itu, Ling Tian yang telah terlepas dari dekapan Meng Wanlian, bergegas mengatur napasnya yang tampak terengah-engah. Aroma wangi dari tubuh Meng Wanlian masih menempel erat di hidungnya. Butuh waktu selama beberapa detik untuk membuat napasnya kembali berjalan dengan normal.
Setelah beberapa saat, Ling Tian akhirnya berbicara, “Ehem ... Tetua, namaku adalah Ling Tian!”
“Huuhh ... Mulai saat ini kamu adalah muridku! Jadi sekarang panggil aku dengan sebutan Guru,” keluh Meng Wanlian dengan wajah cemberut.
“Hah?! Kapan aku setuju ingin menjadi muridmu?” rutuk Ling Tian di dalam hatinya.
Namun, mengingat bahwa wanita di depannya ini telah menolongnya, ia pun berkata pelan, “Baik Te ... Erm, maksudku ... Baik, Guru!”
Mungkin dulu Ling Tian tidak memerlukannya. Namun, di Benua Langit Tingkat Atas yang dipenuhi oleh para kultivator yang kuat, ia harus mempunyai dukungan dari orang yang cukup kuat juga untuk menjadi pelindungnya. Jika tidak, ia mungkin akan mati bila bertemu musuh yang sangat kuat seperti Zi Cheng Feng dan lainnya.
“Hahaha ... Bagus! Kalau begitu, mari ikuti Gurumu ini ke wilayah Murid Dalam. Mulai sekarang, kamu akan tinggal bersamaku di sana. Tapi sebelum itu, pakailah terlebih dahulu bajumu tersebut.” Meng Wanlian tertawa senang saat mendengar Ling Tian memanggilnya dengan sebutan Guru.
Mendengar perintah dari Meng Wanlian, Ling Tian pun segera memakai bajunya kembali. Setelah selesai, ia mulai berbicara lagi dengan nada canggung, “Guru! Erm... Bisakah aku membawa teman-temanku juga untuk tinggal bersama kita?”
__ADS_1
“Ooh ... Siapa mereka? Apakah tingkat kultivasi mereka telah berada di tahap Bintang Langit sepertimu?” tanya Meng Wanlian cepat.
Walau Meng Wanlian tidak bisa melihat tingkat kultivasi Ling Tian yang sebenarnya, tetapi ia bisa menebak bahwa tingkat kultivasi dari muridnya tersebut sudah berada di tahap Bintang Langit. Ini dikarenakan Ling Tian mampu mengalahkan Hong Cao Yun dengan sangat mudah.
“Itu mereka yang tidak memakai baju sepertiku tadi, Guru!” ujar Ling Tian sembari menunjuk ke arah Niu Lang dan yang lainnya.
“Hmmm ... Bukannya aku tidak mau membawa mereka bersama kita. Tapi peraturan sekte tidak bisa dilanggar. Hanya murid yang memiliki tingkat kultivasi di tahap Bintang Langit saja yang bisa memasuki wilayah Murid Dalam. Jadi, Gurumu ini meminta maaf karena tidak bisa mengabulkan keinginanmu,” kata Meng Wanlian seraya menggelengkan kepalanya pelan.
“Tenang saja, Guru! Dalam waktu empat hari, aku akan membantu mereka semua untuk menerobos ke tahap pertama Bintang Langit,” jawab Ling Tian dengan nada santai pada Meng Wanlian melalui telepatinya.
“Apa?!” Meng Wanlian yang terkejut saat mendengar pernyataan percaya diri dari Ling Tian itu, secara spontan berseru keras. Hal ini juga membuat semua orang yang berada di sekitar arena menjadi tersentak kaget mendengar seruannya.
Sebab, untuk menerobos tingkat kultivasi ke tahap Bintang Langit diperlukan waktu bertahun-tahun lamanya. Meng Wanlian sangat tahu tentang hal tersebut karena dia telah melaluinya sendiri.
Meskipun itu adalah seorang kultivator yang sangat jenius, paling cepat untuk menerobos ke tahap Bintang Langit membutuhkan waktu selama satu sampai dua tahun. Apalagi bila itu hanya kultivator jenius biasa. Pasti mereka akan membutuhkan waktu yang lebih lama.
Jadi, secara otomatis Meng Wanlian akan menjadi sangat terkejut dengan pernyataan dari muridnya tersebut. Bahkan jika itu adalah pemimpin sekte sendiri, ia juga akan terperanjat dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Ling Tian.
Meng Wanlian menatap lekat-lekat wajah Ling Tian mencoba mencari tahu apakah muridnya itu sedang bercanda. Namun, ia hanya mendapati tampang Ling Tian yang terlihat bersungguh-sungguh dan penuh percaya diri.
__ADS_1
“Jika apa yang tadi kamu katakan adalah benar, maka aku akan membawa mereka juga untuk pergi bersama kita ke wilayah Murid Dalam,” balas Meng Wanlian melalui telepatinya.
“Mmm ... Yakinlah, Guru!” ucap Ling Tian seraya mengangguk tegas.