
"10 ribu koin emas..!" Seorang penjaga meminta biaya kepada orang yang sedang mengantri untuk masuk ke dalam kota Seribu Bunga.
"Aahh.. Aku hanya punya 500 koin emas saja. Bisakah kalian memberikan keringanan kepadaku..? Aku akan membayarnya nanti jika aku telah mendapatkan pekerjaan yang layak di kota ini." Seorang remaja berusia 15 tahun berbicara dengan penjaga tersebut.
"Maaf..! Ini sudah menjadi peraturan yang telah di tetapkan di kota ini." Penjaga itu menjawab dengan nada tegas.
"Aahh.. Tolonglah..! Aku pasti akan membayar sisanya jika aku telah mendapatkan pekerjaan." Remaja tersebut memohon kepada penjaga.
"Hei.. Jangan menghalangi antrian..! Jika kamu tidak memiliki uang, menyingkirlah. Kamu telah membuat antrian ini terhenti." Seorang pemuda yang berpenampilan mewah berkata dengan nada ketus.
"Aahh.. Maaf.. Maaf..! Aku harus masuk ke dalam karena aku ingin mencari pekerjaan di kota ini." Remaja itu masih berkata dengan nada memohon.
"Anak sepertimu tidak akan mendapatkan pekerjaan yang layak di sini. Melihat dari penampilanmu, kamu mungkin hanya bisa menjadi seorang pelayan di kota ini." Pemuda lainnya berkata mencibir.
"Menyingkirlah..! Jika kamu tidak segera menyingkir, aku akan menghajarmu." Pemuda berpenampilan bangsawan itu berkata sambil mendekat ke arah remaja tersebut.
"Aahh.. Maaf Tuan Muda..! Aku..."
"BUK"
"BOOM"
Sebelum pemuda itu menyelesaikan kalimatnya, dia telah dipukul hingga terpental sejauh 20 meter dan jatuh tersungkur menabrak tanah.
"Itu akibatnya jika kamu tidak mendengarkan perkataanku." Pemuda berpenampilan bangsawan tersebut menepuk-nepuk telapak tangannya seakan-akan sedang membersihkan debu yang menempel di tangannya itu.
"Hahaha.. pergilah menangis ke Ibumu jika kamu tidak terima dengan perlakuan kami. Mungkin Ibumu akan menjual dirinya agar bisa memberikanmu uang untuk masuk ke dalam kota ini." Pemuda yang lainnya tertawa terbahak-bahak.
"Aarrgghh"
Mendengar perkataan itu, remaja tersebut berteriak dengan marah lalu segera bangkit berdiri dan langsung menyerang dengan tinjunya kepada pemuda yang mengatakan hal tentang Ibunya.
Mendapatkan serangan seperti itu, pemuda tersebut tidak tinggal diam. Dia juga segera membalas setiap serangan yang datang padanya.
"BAM"
"BAM"
Suara pertarungan mulai terdengar di depan pintu gerbang kota Seribu Bunga. Para penjaga hanya diam saja dan tidak mempedulikan hal tersebut. Mereka hanya akan bergerak jika pertarungan itu terjadi di dalam kota.
__ADS_1
Ling Tian yang berada di tempat antrian paling belakang, sangat jelas mengetahui apa yang sedang terjadi di depan pintu gerbang kota. Dia hanya diam saja dan terus menonton pertunjukan itu dengan tenang.
"BAM"
Setelah beberapa saat, pukulan remaja itu akhirnya mengenai wajah pemuda yang sedang bertarung dengannya dan membuatnya terpental sejauh 10 meter.
"Itu akibatnya jika kamu menyebutkan sesuatu hal yang tidak pantas tentang Ibuku. Kamu boleh menghinaku, tapi jangan sekali-kali kamu berani menghina Ibuku." Remaja tersebut berkata dengan nada yang sangat marah.
"Ayo kita serang dia bersama-sama..!" Pemuda yang terkena pukulan itu memanggil pemuda lainnya agar membantunya menyerang remaja tersebut.
Dengan cepat, pemuda yang lainnya segera mengelilingi remaja itu dan bersiap akan menyerangnya.
"Hei..! Aku sudah menunggu terlalu lama di belakang sini. Gara-gara kalian semua, antrian ini jadi terhenti." Ling Tian berteriak dengan kesal ke arah para pemuda yang telah mengelilingi remaja tersebut.
Semua orang yang berada di tempat itu segera berbalik menoleh ke arah Ling Tian. Para pemuda tersebut memandangnya dari atas ke bawah dengan tatapan yang sangat tajam.
"Hahaha..!" Mereka semua segera tertawa ketika melihat penampilan Ling Tian yang tampak sangat sederhana seperti penampilan dari remaja yang telah mereka kelilingi itu.
"Tutup mulut busukmu itu..! Jika tidak, kami juga akan menghajarmu setelah menghajar anak nakal ini." Salah seorang pemuda berteriak dan menunjuk pada Ling Tian.
"Aahh.. Ternyata aku mendapatkan sambutan yang tidak ramah sebelum memasuki kota ini." Ling Tian bergumam pelan dengan nada mengeluh sambil menggelengkan kepalanya.
Dia kemudian berjalan keluar dari antriannya dan pergi menghampiri para pemuda tersebut.
"BOOM"
Semua orang yang berada di situ tidak dapat melihat kecepatan dari gerakan tangan Ling Tian. Mereka hanya melihat pemuda yang berada di depannya langsung terpental menabrak keras pada tembok di samping pintu gerbang kota.
Jika saja Ling Tian menggunakan sedikit lebih besar lagi dari kekuatannya, mungkin tubuh pemuda itu langsung meledak seketika dan berubah menjadi kabut darah.
Pemuda yang lainnya menjadi sangat marah melihat teman mereka berdiri dalam keadaan pingsan di tembok kota tersebut.
"Beraninya kamu melakukan hal itu pada murid Sekte Bunga Kebajikan. Kamu harus mendapatkan hukuman yang sangat berat dari perbuatanmu tersebut." Salah seorang pemuda langsung berteriak marah kepada Ling Tian.
Ling Tian menyunggingkan senyum khasnya lalu berkata kepada para pemuda itu. "Mungkinkah kalian juga berasal dari Sekte Bunga Kebajing4n tersebut..?"
"Tutup mulut kotormu itu..! Kamu telah berani menghina dan melecehkan nama Sekte Bunga Kebajikan kami." Pemuda lainnya menunjuk dengan tatapan membunuh ke arah Ling Tian.
"Aahh.. Mungkinkah pendiri Sekte kalian telah salah memberi nama pada Sektenya itu. Melihat perbuatan kalian semua, sepertinya nama Sekte itu harus segera di ganti secepatnya." Ling Tian berseru pura-pura terkejut.
__ADS_1
"Bajing4n..!" Para pemuda tersebut berteriak dengan keras secara bersamaan ke arah Ling Tian.
"Nah, seperti itu..! Itulah nama yang cocok untuk Sekte kalian, yaitu Sekte Bunga Kebajing4n." Ucap Ling Tian sambil mengangkat bahunya.
Setelah mendengar perkataan Ling Tian, tubuh para pemuda itu bergetar karena sangat marah. Tanpa basa-basi lagi mereka semua langsung mengeluarkan senjatanya, dan dengan cepat menyerang Ling Tian tanpa menghiraukan remaja yang telah mereka kelilingi itu.
Di mata semua orang, Ling Tian terlihat dengan sangat santai melambaikan tangannya ke arah semua pemuda yang telah menyerangnya.
"BOOM"
"BOOM"
"BOOM"
Para pemuda tersebut seketika langsung terpental jauh. Sebagian menabrak tembok kota, dan sebagian lagi tersungkur menabrak tanah dengan keras.
Semua orang yang berada di tempat itu sangat terkejut melihat apa yang telah terjadi di depan mata mereka. Pemuda yang terlihat berusia sekitar 17-18 tahun itu telah membuat para pemuda yang berasal dari Sekte Bunga Kebajikan tersebut, terkapar pingsan hanya dengan melambaikan tangannya saja.
Wajah para penjaga pintu gerbang kota itu juga segera berubah menjadi panik saat melihat Ling Tian berjalan ke arah mereka.
"Aku terlalu lelah menunggu lama di antrian paling belakang sana. Ambilah uang ini, jumlahnya 20 ribu koin emas. Aku membayar biaya masukku sendiri dan juga biaya anak itu." Kata Ling Tian sambil menunjuk ke arah remaja yang telah di kelilingi oleh para pemuda sebelumnya.
"Huuuhhh.. Biaya masuk ke dalam kota saja sudah sebanyak ini." Ling Tian mengeluh di dalam hatinya.
"Aahh.. Iya Tuan..! Silahkan masuk ke dalam, kami akan membiarkan anda mengambil antrian para pemuda itu." Penjaga tersebut berkata dengan nada panik dan segera mengambil uang yang di berikan oleh Ling Tian.
Ling Tian berjalan dengan santai memasuki kota Seribu Bunga tanpa ada yang berani menegurnya karena telah melewati giliran antriannya.
"Tuan, tunggu aku..! Aku belum mengucapkan terima kasih kepadamu." Remaja itu berteriak, kemudian segera berlari masuk ke dalam kota mengejar Ling Tian.
Ling Tian terus berjalan tanpa mempedulikannya. Dia ingin menikmati keindahan kota yang ada di depan matanya itu. Kota Seribu Bunga sangat besar dan sangat indah daripada Ibukota kekaisaran Jia.
"Aahh.. Semoga Kakak dan yang lainnya baik-baik saja dan tidak di teleportasi ke dalam hutan yang sangat luas seperti yang telah terjadi padaku." Ling Tian membatin dengan nada sedih karena mengkhawatirkan Ling Han dan yang lainnya.
***
Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.
Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.
__ADS_1
Author juga ingin mengucapkan :
Selamat Hari Raya Idul Fitri, Minal Aidhin Wal Faidzin Mohon Maaf Lahir dan Batin.