
Sesampainya di kediaman Klan Lin, Ling Tian melihat Ling Han sedang berlatih di halaman depan.
"Kakak..! Aku akan kembali ke kota Daun Wangi, apakah Kakak akan ikut juga denganku..?"
Ling Han segera menghentikan latihannya, lalu berkata.. "Baiklah Tian'er..! Aku akan ikut denganmu."
"Aku akan menunggumu di sini, sebab aku akan mempersiapkan beberapa hal sebelum kita berangkat ke Ibukota kekaisaran." Ucap Lin Yue.
"Aku juga akan kembali ke Sekte terlebih dahulu untuk pamit kepada Guru, karena aku telah lama meninggalkan Sekte." Kata Su Mei masih dengan nada dinginnya.
"Baiklah kalau begitu..!" Ling Tian tersenyum kepada mereka berdua.
"Bolehkah aku mengikutimu ke kota Daun Wangi..? Aku belum pernah sekali pun kesana. Aku ingin melihat-lihat apa saja yang ada di kota itu." Jia Xiulan berkata dengan lembut.
Mendengar apa yang di ucapkan oleh Jia Xiulan, Lin Yue dan Su Mei langsung menoleh ke arahnya dan menatapnya dengan tajam.
"Itu hanyalah sebuah kota yang sangat kecil, dan tidak ada sesuatu yang bagus untuk di lihat di sana." Kata Ling Tian santai.
"Tidak apa-apa..! Aku sebenarnya lebih suka berada di kota kecil, sebab itu lebih tenang daripada suasana di Ibukota kekaisaran."
"Ooo.. Baiklah..! Jika Tuan Putri ingin ikut denganku ke kota Daun Wangi, aku tidak mungkin akan menolaknya." Ling Tian berkata sambil mengangkat bahunya.
"Aahh.. Aku baru ingat bahwa aku telah mempersiapkan semuanya di dalam Cincin Ruangku. Kebetulan.. Aku juga sangat merindukan Bibi, jadi aku akan ikut saja denganmu ke kota Daun Wangi." Lin Yue segera memotong pembicaraan Ling Tian dan Jia Xiulan.
"Mmm.. Aku baru ingat, ternyata Guru telah mengetahui bahwa aku sedang bersamamu. Guru juga pasti akan mengizinkan jika aku pergi denganmu ke Ibukota kekaisaran. " Nada Su Mei tegas dan dingin.
"Hmmm.. Apa yang terjadi dengan kalian berdua..? Mengapa kalian tiba-tiba ingin ikut juga ke kota Daun Wangi..?" Ling Tian memandang mereka dengan wajah heran.
"Aku belum pernah kesana, dan aku juga ingin bertemu dengan Bibi..!" Su Mei berkata dengan cepat.
"Bibi pernah berkata bahwa aku harus mengunjunginya jika aku tidak sibuk. Sekarang adalah waktu yang tepat untuk mengunjunginya." Lin Yue berdalih.
"Baiklah jika kalian ingin ikut juga." Ling Tian hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah kedua gadis itu.
Ling Tian kemudian pergi berpamitan kepada Lin Qiangda, Lin San dan Lin Hua untuk kembali ke kota Daun Wangi.
__ADS_1
"Aku akan terus mengikuti kemana Tuan Putri akan pergi..!"
Saat Ling Tian dan yang lainnya telah naik ke punggung Xiaohai, pria paruh baya yang selalu menemani Jia Xiulan itu telah ikut naik juga ke punggung Xiaohai.
Ling Tian yang sedari tadi merasakan keberadaan pria paruh baya tersebut, hanya mengangguk kepadanya. Sebab dia tahu bahwa pria paruh baya itu adalah pengawal Jia Xiulan.
"Kwaaakkk"
Xiaohai segera melesat ke langit dan langsung menggunakan kecepatan penuhnya menuju kota Daun Wangi.
Perjalanan ke kota Daun Wangi yang sebelumnya di tempuh selama 6 jam oleh Xiaohai, kini hanya sekitar 5 jam saja seiring dengan kecepatan Xiaohai yang telah meningkat.
Ling Tian tidak berhenti lagi di dekat kota, dia menyuruh Xiaohai untuk langsung terbang menuju kediaman Klannya.
"Kwaaakkk"
Setelah sampai di depan halaman rumah Ling Tian, Xiaohai memekik sambil membusungkan dadanya seakan memberitahu orang-orang di dalam Klan Ling bahwa dia "Xiaohai" yang gagah perkasa telah tiba.
Anggota Klan Ling yang berada di sekitar situ segera berlari menyambut Ling Tian dan yang lainnya.
"Tian'er.., Han'er.., akhirnya kalian kembali. Ibu sangat merindukan kalian." Ling An tersenyum gembira lalu segera memeluk Ling Tian dan Ling Han.
Meskipun Ling Han hanya keponakannya saja, tetapi dia telah menganggapnya sebagai anaknya sendiri sejak kematian kedua orang tuanya saat Ling Han masih kecil. Sama seperti Ling Tian yang telah menganggapnya sebagai Kakak kandungnya juga.
"Aahh Yue'er juga datang..!" Ling An pun segera memeluk Lin Yue juga.
"Iya Bibi..! Bagaimana kabar Paman dan Bibi selama ini..?" Lin Yue bertanya kepada Ling Sheng dan Ling An sambil tersenyum hangat kepada keduanya.
"Paman dan Bibi baik-baik saja." Ling An menjawab dengan senyum hangatnya juga.
Su Mei yang melihat keakraban antara Lin Yue dengan kedua orang tua Ling Tian, merasakan sedikit iri di dalam hatinya. Dia juga ingin seperti Lin Yue yang bisa akrab dengan kedua orang tua Ling Tian.
"Aahh.. Tian'er..! Apakah mereka teman-temanmu dari kota Bulan Biru..?" Ling An menoleh ke arah Su Mei, Jia Xiulan dan pengawalnya.
Ling Tian pun segera memperkenalkan mereka bertiga kepada Ling An.
__ADS_1
"Gadis yang jarang tersenyum ini namanya adalah Su Mei, hmmm.. Bisa di bilang dia juga adalah calon menantumu Bu..!" Ling Tian berkata sambil menggaruk-garuk kepalanya.
"Anak nakal ini..! Baru beberapa bulan saja dia pergi, kini setelah kembali dia membawa calon menantu yang lainnya kesini." Ling An membatin.
"Aahh.. Mei'er juga sangat cantik seperti Yue'er..!" Ling An berkata canggung, lalu segera berjalan ke arah Su Mei untuk memeluknya juga.
Ling An merasa tidak enak jika dia tidak melakukan hal itu, karena mungkin Su Mei akan merasa tidak bahagia melihat dia hanya memeluk Lin Yue.
Wajah dingin Su Mei segera berubah memerah setelah mendapatkan pelukan dari Ling An, dan kemudian dia menyunggingkan senyumnya yang sangat indah karena perasaannya sangat senang.
"Jika Mei'er tersenyum seperti ini, dia bahkan terlihat lebih cantik lagi." Ling An kagum saat melihat senyuman Su Mei yang sangat indah itu.
Su Mei yang mendengar apa yang di ucapkan oleh Ling An, tidak berani lagi menampilkan wajah dinginnya itu. Dia berusaha sekuatnya untuk tetap tersenyum.
Ling Tian hampir tertawa melihat tingkah Su Mei tersebut, lalu dia melanjutkan lagi memperkenalkan yang lainnya.
"Gadis ini namanya Jia Xiulan, dia adalah Putri Kaisar Jia. Dan Paman itu adalah pengawalnya." Ling Tian menunjuk ke arah mereka berdua.
"Aahh.. Salam hormat Tuan Putri..!" Patriark Klan Ling yang baru saja tiba di tempat mereka, langsung membungkukkan badannya karena terkejut saat mendengar apa yang di katakan oleh Ling Tian.
Ling An dan yang lainnya juga sangat terkejut, lalu mereka pun langsung membungkukkan badan dan memberi hormat kepada Jia Xiulan.
Tetapi Jia Xiulan bergerak dengan sangat cepat ke arah Ling An, dan segera menahan tubuhnya agar tidak membungkuk kepadanya.
"Bibi..! Aku juga adalah salah satu teman Ling Tian, jadi Bibi tidak boleh membungkuk kepadaku. Paman dan yang lainnya juga tidak perlu melakukan itu." Jia Xiulan berkata dengan sangat lembut kepada Ling An, Ling Sheng dan anggota Klan Ling lainnya.
"Terima kasih Tuan Putri..!" Ling An dan yang lainnya segera mengucapkan terima kasih kepada Jia Xiulan.
"Aahh.. Ada satu hal lagi Bibi..! Jangan memanggilku dengan sebutan Tuan Putri, panggil saja namaku secara langsung atau Bibi bisa juga memanggilku Xiu'er."
"Ciiihhh..! Si Tuan Putri kita ini mulai mencoba mengambil hati Bibi." Lin Yue berkata kesal di dalam hatinya.
***
Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.
__ADS_1
Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.