
Ling Tian tak mempedulikan tatapan aneh dari para kultivator yang masih saja memandanginya. Dia terus berjalan dengan santai memasuki area turnamen beladiri tersebut.
"Jun, Lihua! Mengapa kalian masih mengikutiku? Aku akan pergi mencari tempat dudukku sendiri. Kalian pergilah ke tempat khusus para peserta turnamen ini." Ucap Ling Tian yang melihat kedua muridnya itu masih saja berada di sampingnya.
"Itu benar. Kalian berdua harus bergabung dengan peserta lainnya dan tidak di izinkan untuk duduk di kursi penonton. Sebelumnya, aku juga telah mendaftarkan kalian sesuai dengan tingkat kultivasi masing-masing." Wu Dunrui membenarkan perkataan Ling Tian.
"Aaiihh... Baiklah, Guru! Kami berdua akan segera ke sana." Xiao Jun berkata canggung sambil menggaruk-garuk kepalanya.
Lalu mereka berdua pun berpisah dengan Ling Tian dan menuju ke tempat berkumpulnya para peserta turnamen beladiri tersebut.
Ketika Xiao Jun dan Wu Lihua datang ke tempat peserta dan bergabung dengan para kultivator yang memiliki tingkat kultivasi yang sama dengan keduanya, semua orang yang berada di situ sangat terkejut.
Wu Lihua yang masih berusia sekitar 15 tahun, berdiri di antara para peserta yang berusia sekitar 17-18 tahun. Sedangkan untuk Xiao Jun sendiri, dia bergabung dengan para peserta yang berusia sekitar 20-21 tahun.
"Bocah, di sini bukan tempatmu. Kamu harus pergi ke tempat gadis yang bersamamu tadi. Gadis itu juga salah memilih tempat, seharusnya dia pergi ke arah para peserta yang seumuran dengannya." Ujar seorang kultivator yang merasa heran melihat Xiao Jun berdiri di sampingnya.
"Di sini memang seharusnya tempatku berada. Sebab, tingkat kultivasiku sama seperti tingkat kultivasi orang-orang yang ada di tempat ini." Kata Xiao Jun dengan nada santai.
"Haaahhh!"
Semua kultivator yang berada di situ sangat terkejut mendengar jawabannya. Mereka dapat dengan jelas mengetahui usia Xiao Jun dengan hanya sekali pandang saja, namun tak ada yang dapat melihat tingkat kultivasinya.
Mereka semua berpikir bahwa Xiao Jun mengolah teknik untuk menyembunyikan kekuatannya, hingga akhirnya mereka hanya dapat memperkirakan tingkat kultivasinya masih berada di tahap kelima atau keenam Bintang Emas.
Kejadian serupa juga terjadi pada Wu Lihua, namun dia hanya tersenyum mendengar perkataan dari para peserta turnamen yang berada di sekitarnya.
Ini di sebabkan karena Ling Tian telah mengajarkan pada kedua muridnya itu untuk mengolah teknik kultivasi Tingkat Dewa, sehingga tingkat kultivasi keduanya juga sangat sulit untuk di ukur dan di lihat oleh para kultivator yang belum berada di tahap Bintang Berlian.
Beberapa saat kemudian, seorang pria tua berjalan memasuki arena pertarungan, lalu tersenyum ke arah semua orang yang berada di area turnamen beladiri tersebut.
"Halo, semuanya! Perkenalkan namaku adalah Luo Shi, yang akan memimpin acara turnamen beladiri tahun ini." Kata pria tua itu pelan namun dengan menggunakan energi Qi-nya hingga suaranya menggema ke seluruh area turnamen tersebut.
"Peraturan kompetisi masih sama seperti tahun sebelumnya. Yaitu, tidak di izinkan untuk membunuh lawan ketika dia telah menyerah atau sudah mengaku kalah. Dan juga, tidak di bolehkan menggunakan Pil Hitam Terlarang ataupun sejenisnya saat bertarung, karena itu adalah sebuah kecurangan."
__ADS_1
"Jika kami menemukan hal seperti itu terjadi, maka tim kami akan segera bertindak dan membunuh peserta tersebut karena telah melanggar aturan yang berlaku dalam turnamen beladiri ini."
"Untuk hadiah bagi pemenangnya masih sama juga seperti tahun sebelumnya, yaitu senjata Pusaka, teknik beladiri, teknik kultivasi, dan pil yang akan di sesuaikan dengan tingkat kultivasi masing-masing para peserta turnamen."
"Baiklah, turnamen beladiri pada tahun ini telah resmi di buka. Silakan bersiap dan menunggu giliran nama kalian di panggil untuk bertarung di atas arena."
Setelah menjelaskan semuanya, pria tua itu pun berjalan kembali ke tempat duduknya.
Kemudian beberapa pria paruh baya dengan kultivasi pada tingkat Bintang Berlian langsung melesat ke tiap-tiap arena turnamen, untuk menjadi wasit yang memimpin jalannya pertarungan.
Kompetisi pun mulai berlangsung dengan sangat sengit. Xiao Jun dan Wu Lihua masih duduk dengan tenang memperhatikan jalannya pertarungan sambil menunggu nama mereka di panggil.
Ketika tiba saatnya nama Wu Lihua di sebutkan, dia pun langsung berdiri dan berjalan ke arah arena pertarungan, di ikuti oleh tatapan heran dan terkejut dari semua penonton yang melihatnya.
"Siapa gadis muda itu? Dari Klan atau Sekte mana dia berasal? Usianya masih 15 tahun, tapi kultivasinya telah berada pada tahap ketiga Bintang Emas!" Salah seorang kultivator di tingkat Bintang Berlian berbicara pelan dengan nada yang sangat terkejut.
"Aku juga tidak mengenalnya. Mungkin dia salah satu jenius yang selama ini sengaja di persiapkan oleh Klan atau Sekte besar, yang khusus untuk mengejutkan persaingan pada turnamen beladiri tahun ini." Jawab kultivator lainnya yang juga sangat terkejut saat melihat Wu Lihua.
"Hmmm... Mari kita lihat saja dulu, apa yang bisa di lakukan oleh gadis muda tersebut ketika menghadapi lawannya yang juga terlihat tangguh di atas arena itu."
Hampir semua penonton yang berada di area turnamen mulai berkomentar tentang Wu Lihua. Sedangkan untuk penonton yang kultivasinya belum bisa melihat tingkat kultivasi dari Wu Lihua, hanya terbengong-bengong mendengar orang-orang mulai membicarakannya.
Ling Tian hanya tersenyum santai melihat semua itu, namun Wu Dunrui dan Xiu Rong merasakan sedikit tekanan ketika melihat putri mereka telah naik ke atas arena pertarungan.
Lawan Wu Lihua adalah seorang pemuda yang memiliki tubuh tinggi dan kekar berotot. Sangat berbanding jauh dengan tubuh kecilnya yang ramping dan terlihat sangat lemah itu.
"Huuhh... Pertarungan ini sangat membosankan. Apakah tidak ada lawan yang lebih tangguh untukku?" Keluh pemuda tersebut dengan nada mencibir.
Mendengar apa yang telah di katakan sang pemuda di depannya, Wu Lihua hanya menyunggingkan senyumnya seolah-olah tidak mempedulikan semua keluhan dari pemuda itu.
"Kalian berdua, bersiaplah! Dengarkan aba-abaku ini!" Seru seorang wasit yang memimpin jalannya pertarung tersebut.
Pemuda itu cuma berdiri santai tanpa menghiraukan perkataan dari sang wasit. Dia tetap menunjukkan wajah yang mengeluh dan sangat meremehkan Wu Lihua.
__ADS_1
"Mulai!"
Ketika aba-aba dari wasit itu sudah terdengar, Wu Lihua langsung menghilang dari tempat berdirinya dan melesat dengan sangat cepat ke arah lawannya.
Kepalan dari tangan mungilnya tersebut segera di arahkan tepat ke wajah pemuda yang masih belum sadar dengan bahaya yang telah datang padanya.
Seketika pemuda itu terkejut melihat tinju kecil yang sangat cepat mengarah tepat ke mukanya, namun dia sudah terlambat untuk mengelak dari terjangan pukulan tersebut.
BAM
Suara keras di iringi dengan terpentalnya tubuh pemuda itu, mengagetkan semua orang yang melihatnya. Dalam hitungan detik, pertarungan itu telah selesai dengan hanya sekali pukul saja.
Pemuda yang sebelumnya telah meremehkan Wu Lihua, kini terkapar tak sadarkan diri di tanah.
"Apakah aku telah memenangkan pertarungan ini?" Tanya Wu Lihua dengan nada lembut.
Wasit yang memimpin jalannya pertarungan itu segera tersentak dari keterkejutannya.
"Hmmm... Kamu telah memenangkan pertarungan ini. Kembalilah ke tempat dudukmu terlebih dahulu untuk menunggu giliran selanjutnya!" Kata wasit itu dengan nada canggung.
Wu Lihua kemudian berbalik dan memandang ke arah Ling Tian yang berada cukup jauh darinya. Melihat hal tersebut, Ling Tian tertawa pelan sambil mengangkat jempol kepadanya.
Wu Lihua pun tersenyum gembira ketika mendapatkan respon seperti itu dari Ling Tian. Dia kemudian berjalan pelan ke arah tempat duduknya, tanpa menghiraukan semua tatapan heran dan kagum dari semua penonton di sekitarnya.
***
Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.
Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan Tip.
Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca, baik itu yang suka maupun yang tidak suka dengan Novel "LSM" ini.
Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.
__ADS_1