
Acara pelelangan pun telah berakhir. Pil Awan Bening dengan efektivitas 91% dimenangkan oleh Sekte Tulang Abadi dengan harga 83 miliar koin emas.
Ling Tian yang baru saja keluar dari ruangan bersama dengan yang lainnya, merasakan beberapa indra spiritual memeriksa dirinya dan juga Xiao Jun.
"Hehehe ... Sepertinya orang-orang itu benar-benar ingin merebut Buah Roh yang aku dapatkan dari pelelangan!" batin Ling Tian seraya tertawa lirih.
"Pemimpin!" seru Yun Feilong setengah berbisik.
Sebagai seorang Alkemis yang memiliki indra spiritual kuat dan sangat peka, ia juga dapat merasakan beberapa indra spiritual yang tertuju ke arah Ling Tian dan Xiao Jun. Dugu Changfeng serta beberapa tetua Asosiasi Alkemis yang memiliki tingkat kultivasi tinggi itu pun bisa merasakannya juga.
"Biarkanlah! Aku juga ingin sedikit bermain-main bersama mereka semua. Lagi pula, sudah lama aku tak berolahraga hingga membuat seluruh tulang serta persendianku terasa kaku."
"Hmmm ... Tapi sebelumnya, saudara Yun dan yang lainnya harus menjaga jarak dari kami. Sebab, dengan reputasi kalian semua di Kota Primordial ini, mungkin mereka takkan berani menunjukkan taringnya."
"Apakah itu tak berbahaya, pemimpin?" tanya Yun Feilong dengan nada ragu-ragu.
"Aaiihh ... Tenanglah! Semuanya akan baik-baik saja. Kalian tetaplah di sini agar tak mengganggu kesenanganku!"
"Baik, pemimpin!"
"Tuan Muda! Izinkan aku tetap bersamamu," pinta Wei Ziqing.
"Yaah ... Baiklah! Mari kita keluar dari tempat ini!" jawab Ling Tian sembari mulai berjalan pelan meninggalkan Yun Feilong dan yang lainnya.
Xiao Jun dan Wei Ziqing segera mengikuti di belakangnya. Ling Tian tetap berjalan dengan santai meskipun ia tahu bahwa indra spiritual dari orang-orang yang mengincarnya terus saja mengikuti mereka bertiga.
Sebenarnya, Ling Tian bisa saja menyerang orang-orang tersebut melalui indra spiritualnya juga. Tetapi, karena ia ingin melihat langsung wajah semua orang itu, maka Ling Tian tetap membiarkan mereka untuk melakukannya.
"Hahaha ... Ini akan menjadi kesempatan yang bagus buat kita. Sebab, pemuda itu telah berpisah dengan ketua Yun Feilong. Hal ini juga akan membuat kita lebih mudah untuk mengurusnya."
"Pemimpin! Sepertinya bukan hanya kita saja yang mengincar pemuda tersebut. Aku merasa bahwa kemungkinan Sekte Tangan Baja juga akan bergerak."
"Ciihh ... Sebagai pemimpin Sekte Tulang Abadi, apa yang harus aku takutkan dari mereka. Jika mereka juga ingin merebut Buah Roh yang ada pada pemuda itu, kita akan melawannya meskipun hal tersebut akan membuat Sekte kita bermusuhan dengan mereka."
__ADS_1
"Baik, pemimpin!"
Sementara untuk Zhuge Changlai yang juga masih berada di dalam ruangan tempat acara pelelangan, merasa sangat gembira ketika ia mengetahui bahwa Ling Tian dan Yun Feilong tak lagi bersama. Sehingga hal itu membuatnya tak lagi takut untuk bergerak saat mereka menyergap Ling Tian.
"Hmmm ... Ketika mereka bertiga telah berada jauh dari tempat ini, kita akan langsung bertindak sebelum yang lainnya mengganggu rencana kita!" Zhuge Changlai berkata dengan nada tegas.
"Baik, patriark!"
"Yun'er! Kamu kembalilah terlebih dahulu. Sebab, mungkin akan terjadi pertarungan karena aku yakin bukan hanya klan kita saja yang mengincar pemuda itu."
"Baiklah, Ayah!" jawab Zhuge Liuyun.
***
"Tak pernah aku mengerti, mengapa aku setampan ini ... Lalala ... Nanana ...." Di sepanjang jalan, Ling Tian bersenandung pelan dan santai seakan tak terjadi apa-apa walaupun beberapa indra spiritual dengan niat membunuh terus mengikuti mereka bertiga.
Saat keluar dari gedung Asosiasi Harta Kuno, Ling Tian membawa Xiao Jun dan Wei Ziqing menjauh dari pusat keramaian. Mereka berjalan ke arah taman yang cukup sepi, meskipun masih ada juga sebagian orang yang berlalu-lalang di tempat itu.
"Wooaahh ... Ada banyak tikus yang bersembunyi! Apakah kalian semua tak berani menunjukkan batang hidung kalian?" seru Ling Tian seraya tersenyum ketika mereka telah sampai di tengah taman yang dikelilingi oleh pepohonan.
Beberapa sosok langsung muncul tak jauh dari tempat Ling Tian berada. Mereka berjumlah lima orang dan semuanya adalah pria tua.
"Hehehe ... Mengapa tikus yang lainnya masih tetap bersembunyi? Bukannya kalian semua ingin merebut Buah Roh yang ada padaku?" Ling Tian tertawa kecil saat merasakan masih ada beberapa orang yang belum muncul dan hanya mengamatinya dari kejauhan.
"Hmmm ... Ternyata indra spiritualmu sangat tajam juga, sehingga masih mampu merasakan kehadiran kami walau aku telah menyembunyikan aura keberadaan kami semua."
Seketika beberapa sosok pun muncul dari arah samping kanan tempat Ling Tian dan yang lainnya berada. Mereka pun berjumlah lima orang. Salah satunya adalah seorang pria paruh baya dan keempat orang lainnya adalah pria tua.
"Hehehe... Aku merasa sangat tersanjung mendapatkan pujian dari kalian semua. Namun, beberapa tikus masih tetap ingin bersembunyi dan mengintai dari lubangnya. Yaah ... Biarkanlah! Mungkin itu hanya tikus kecil yang takut saat melihat kalian semua muncul," ucap Ling Tian dengan santai seraya mengangkat bahunya.
"Hmph .... Mulutmu ternyata sangat pedas juga, bocah! Sungguh berani mengatakan kami semua sebagai tikus."
Suara dengusan kasar terdengar diikuti oleh beberapa sosok yang langsung muncul dari arah belakang Ling Tian. Semuanya adalah pria tua yang juga berjumlah lima orang.
__ADS_1
"Nah, sekarang tikus-tikusnya sudah lengkap. Kira-kira, tikus mana yang akan bergerak terlebih dahulu untuk merebut Buah Roh yang ada padaku?"
Mendengar perkataan Ling Tian yang sedari tadi memanggil mereka sebagai tikus, membuat semua orang tersebut menjadi semakin geram terhadapnya. Belum pernah ada seorangpun di Kota Primordial yang berani memanggil mereka seperti itu.
"Jaga mulutmu, bocah! Kamu tak memiliki sopan santun ketika berbicara dengan kami. Jika saja aku tak memandang ketua Yun Feilong, mungkin sejak awal kami akan langsung membunuhmu!" Pemimpin Sekte Tulang Abadi berbicara dengan menunjukkan niat membunuh di matanya.
Ling Tian hanya tersenyum tak menghiraukan ancaman dari Pemimpin Sekte Tulang Abadi. Ia berjalan maju beberapa langkah dan mulai menggerakkan tangannya. Seketika, sebuah Formasi Pelindung yang sangat kuat mengelilingi Xiao Jun dan Wei Ziqing.
Melihat hal yang dilakukannya, semua orang yang berada di tempat itu sangat terkejut termasuk Wei Ziqing yang baru mengetahui bahwa Ling Tian adalah seorang Master Formasi. Namun, yang membuat mereka lebih keheranan adalah Ling Tian masih tetap berdiri di luar Formasi Pelindung seolah-olah tak takut menghadapi mereka semua.
"Patriark! Menurut mata-mata kita, pemuda yang berdiri di samping pria paruh baya itulah yang melukai Tuan Muda kedua serta anggota Sekte kita yang lainnya," ucap seorang tetua klan Zhuge dengan nada setengah berbisik sambil menunjuk ke arah Xiao Jun.
"Hmmm ... Aku tak tahu siapa kalian sebenarnya hingga bisa memiliki hubungan dengan ketua Yun Feilong. Tetapi, aku ingin kau menyerahkan pemuda yang berada di dalam Formasi Pelindung itu. Sebab, ia telah berani melukai anakku dan juga beberapa anggota klanku." Zhuge Changlai berkata dengan nada mengancam.
"Ooh ... Ternyata kalian berasal dari klan Zhuge, yah?!" ucap Ling Tian sembari menoleh ke arah Zhuge Changlai.
"Karena kamu sudah tahu kami berasal dari klan Zhuge, maka cepat serahkan pemuda itu! Kami juga akan melepaskanmu dan tak akan ikut memperebutkan Buah Roh yang ada padamu."
"Hahaha ... Pilihanmu ternyata lebih bijak, patriark Zhuge! Buah Roh itu akan menjadi milik kami. Sebab, jika kalian juga berniat untuk mengambilnya, mungkin Sekte Tulang Abadi kami akan menjadi musuh dengan klan Zhuge milikmu."
"Ciihh ... Bukan hanya kamu saja yang menginginkan Buah Roh tersebut. Sekte Tangan Baja kami pun juga sangat membutuhkannya."
"Hmph ... Aku juga ingin melihat apakah kalian Sekte Tangan Baja mampu melakukannya ketika ada kami di sini!" Pemimpin Sekte Tulang Abadi mendengus dengan nada mencibir ke arah orang-orang dari Sekte Tangan Baja.
"Hehehe ... Apakah kalian semua telah selesai membual? Jika sudah, mari kita segera bersenang-senang! Siapa di antara kalian yang terlebih dahulu akan bermain bersamaku? Atau, biar permainannya tak membosankan, bagaimana kalau kalian semua sekaligus yang menemaniku bermain?" ucap Ling Tian yang tertawa lirih sambil menyunggingkan senyum khasnya.
***
Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.
Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan TIP.
Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca, baik itu yang suka maupun yang tidak suka dengan Novel "LSM" ini.
__ADS_1
Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.