Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 267. Kembali Dari Kematian


__ADS_3

Di sebuah kamar yang cukup luas, tampak tubuh seorang pemuda terbaring kaku seolah tak bernyawa. Seberkas cahaya redup yang hampir tak kasatmata terpancar keluar dari dalam tubuh pemuda tersebut dan menyelimuti setiap bagian dirinya.


Secara perlahan-lahan pula, aura kehidupan mulai muncul di dalam tubuh pemuda itu meski masih terasa sangat lemah.


"Ugh ... Di mana ini? Bukankah seharusnya aku sudah mati?" Sembari mengerang kesakitan, sang pemuda bergumam di dalam lautan spiritualnya. Di sekelilingnya juga tampak sebuah api yang memiliki tujuh warna sedang menyelimutinya.


"Ini adalah inti dari jiwaku sendiri. Ternyata Api Ilahi telah melindunginya, sehingga ia bisa meregenerasi kembali tubuhku ke bentuk yang semula. Jadi, meskipun aku telah mati, namun selama jiwaku tidak hancur, aku bisa dibangkitkan kembali oleh Api Ilahi. Tapi, untuk memulihkan kembali kekuatanku ke puncaknya mungkin akan membutuhkan waktu yang sedikit lama. Kecuali ada beberapa pil atau Ramuan Roh yang dapat membantuku untuk mempercepat pemulihan tubuhku." Lanjut pemuda tersebut yang sebenarnya adalah Ling Tian.


Baru saja Ling Tian selesai berkata demikian, sebuah tekanan yang sangat kuat mendorong jiwanya dengan sangat keras hingga membuat kesadarannya menghilang. Beberapa saat kemudian, tubuh Ling Tian yang terbaring kaku di atas tempat tidur akhirnya mulai bereaksi sedikit demi sedikit.


Pertama-tama, napasnya mulai berhembus lagi walau masih terasa berat dan sesak. Kemudian diikuti dengan kedua matanya yang terbuka secara perlahan-lahan. Lalu selanjutnya jari-jari tangan dan kakinya mulai bergerak secara lambat.


"Ugh ...." Rintihan Ling Tian terdengar keluar dari mulutnya ketika ia merasakan seluruh otot di dalam tubuhnya seperti tercabik-cabik akibat tubuhnya yang masih terus-menerus beregenerasi.


Sambil mengencangkan rahangnya keras-keras, Ling Tian mencoba menahan rasa sakit yang sedang dideritanya. Ia merasakan bahwa satu per satu Meridian-nya yang hancur mulai diperbaiki kembali. Begitu pula yang terjadi dengan Dantian-nya yang secara perlahan kembali ke bentuknya semula.

__ADS_1


Setelah melalui proses yang panjang dan cukup lama, Ling Tian akhirnya dapat membuat tubuhnya bangkit dan bersandar di tempat tidur.


"Di mana sebenarnya aku berada sekarang? Aku merasakan energi langit dan bumi di tempat ini sangat tebal dibandingkan dengan yang ada di Benua Persimpangan Langit. Bahkan tekanan gravitasinya juga lebih besar dari yang di sana," gumam Ling Tian dengan nada kebingungan, seraya memandang ke sekeliling ruangan kamar. Kemudian melanjutkan, "Aaiihh ... Tak perlu memikirkan semua itu. Yang paling penting saat ini adalah menyerap energi langit dan bumi agar cidera yang aku alami sedikit membaik."


Walaupun Api Ilahi di dalam tubuh Ling Tian terus-menerus memperbaiki dan meregenerasi kerusakan pada setiap inci bagian tubuhnya, tetapi prosesnya akan membutuhkan waktu yang cukup lama, karena saat ini energi Qi Ling Tian benar-benar kosong.


Jika saja ia memiliki Pil Restorasi untuk mengembalikan energi Qi-nya ke puncak, mungkin itu akan sedikit lebih membantu Api Ilahi untuk memulihkan cidera yang dialami oleh Ling Tian. Namun, Cincin Ruang milik Ling Tian ikut hancur menjadi debu bersama tubuhnya.


Baru saja Ling Tian hendak memperbaiki posisi duduknya untuk menyerap energi langit dan bumi, tiba-tiba pintu kamar di dorong terbuka. Tampak empat orang pemuda yang berpakaian warna ungu dan memiliki corak yang sama dengan yang dipakai oleh Ling Tian, berjalan masuk ke ruangan tersebut.


"Woah ... Rupanya kamu sudah sadar, teman! Ternyata Pil Penguatan Jiwa milikku benar-benar bisa menyelamatkan hidupmu."


Sambil menahan rasa sakit yang mendera tubuhnya, Ling Tian memaksakan dirinya untuk tersenyum dan berkata pelan, "Aku ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya karena telah menyelamatkan hidupku. Aku akan selalu mengingat hutang budi ini."


"Hehehe, sudah ... sudahlah, teman! Tak perlu sungkan seperti itu. Kalau boleh aku tahu, siapa namamu, teman? Dari mana asalmu? Dan mengapa kamu bisa berada di wilayah dimensi kekosongan."

__ADS_1


"Aaiihh ... Pertanyaanmu itu terlalu banyak, Junior Pang. Apakah kamu tidak melihat bahwa saudara ini sedang terluka parah? Lihatlah wajahnya masih sangat pucat," timpal Senior Niu dengan nada mengeluh.


"Tidak apa-apa, saudara! Aku akan menjawab semua pertanyaan tersebut. Namaku adalah Ling Tian. Aku berasal dari Benua Langit Tingkat Menengah dan aku tidak tahu ...."


"Apa?!"


Sebelum Ling Tian menyelesaikan kata-katanya, keempat orang pemuda yang berdiri di depannya itu langsung berseru hampir secara bersamaan. Mereka sangat terkejut dengan ucapan Ling Tian yang mengatakan dirinya berasal dari Benua Langit Tingkat Menengah.


"Teman, apakah kamu sungguh berasal dari Benua Langit Tingkat Menengah?" tanya Junior Pang dengan nada tak percaya.


"Panggil saja aku Ling Tian. Itu benar, saudara. Aku berasal dari Benua Langit Tingkat Menengah," jawab Ling Tian.


"Woah ... Ini kejadian yang sangat langka. Belum ada seorang pun dari Benua Langit Tingkat Menengah yang datang ke sini. Menurut legenda yang aku dengar dari kakekku, hanya orang-orang dari Benua Langit Tingkat Atas saja yang pernah ke Benua Langit Tingkat Menengah dan bahkan ada yang pergi ke Benua Langit Tingkat Rendah. Tapi itu terjadi ratusan ribu tahun yang lalu," balas Junior Pang.


"Maaf, saudara! Kalau aku boleh tahu, apa nama tempat ini?"

__ADS_1


"Hehehe ... Maaf juga sebelumnya karena aku belum memperkenalkan namaku. Karena kamu lebih muda dariku, panggil saja aku dengan sebutan Senior Pang. Namaku yang sesungguhnya adalah Pang Huaxian. Yang di sebelahku ini namanya Niu Lang. Aku memanggilnya Senior Niu. Sementara yang bertubuh kekar ini adalah Xuan Jirou. Aku memanggilnya Senior Xuan. Sedangkan dia adalah Tang Fei. Aku memanggilnya Senior Tang." Pang Huaxian berbicara dengan nada cepat hingga air liurnya menyembur ke mana-mana. Lalu ia pun melanjutkan kembali, "Junior Ling, tempat ini adalah Benua Langit Tingkat Atas."


Ling Tian seketika tersentak kaget begitu mendengarkan penjelasan dari Pang Huaxian yang mengatakan bahwa tempatnya saat ini adalah Benua Langit Tingkat Atas. Dia tidak pernah menyangka bahwa dirinya akan bisa sampai di Benua Langit Tingkat Atas setelah kembali dari kematiannya.


__ADS_2