Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 96. Nama Sekte Mulai Tersebar


__ADS_3

Ketika Ling Tian telah kembali, banyak anggota Sektenya mulai bertanya tentang orang-orang yang bersamanya itu. Apalagi saat mereka memandang Su Mei yang cantik seperti seorang Dewi terlihat sangat intim dengan Ling Tian.


Para kultivator pria sangat terkagum-kagum ketika menatap wajah Su Mei, sedangkan untuk semua kultivator wanita merasa sedikit iri terhadapnya.


"Tian'er! Apakah Sekte ini milikmu?" Tanya Ling Han pelan dengan nada terkejut saat melihat wilayah Sekte tersebut sangat luas.


Sejak bergabungnya seluruh anggota Sekte Teratai Hitam yang di pimpin oleh Mu Bai, kini Sekte Ling Tian telah menjadi Sekte terbesar di wilayah Kota Seribu Bunga. Namanya juga sudah mulai menyebar ke berbagai kota lainnya.


"Iya Kakak! Ini sekarang adalah rumah kita." Jawab Ling Tian sambil tersenyum hangat.


Mereka terus berjalan dengan santai untuk melihat-lihat semua aktivitas yang terjadi di dalam Sekte.


"Pemimpin!"


Semua anggota Sekte yang bertemu dengan Ling Tian di jalan, akan selalu menyapa dan membungkuk untuk memberi hormat padanya.


"Mmm..." Ling Tian juga terus mengangguk menanggapinya sambil tersenyum kecil.


Suasana di dalam Sekte itupun semakin ramai dengan para kultivator yang melakukan kegiatan serta tugasnya masing-masing. Bahkan para murid Sekte besar yang pemimpinnya telah di bunuh oleh Ling Tian juga mulai ikut bergabung dengan mereka.


Kini Sekte Ling Tian terlihat seperti sebuah kota kecil yang hampir setara dengan Kota Seribu Bunga.


"Aahh! Aku hampir saja melupakan muridku yang telah kutinggalkan karena terburu-buru mencari kalian berdua. Ayo kita pergi ke sana untuk melihatnya!"


Setelah mengatakan hal itu, Ling Tian membawa Ling Han dan yang lainnya bergegas ke tempat Xiao Jun berada.


Ketika mereka telah memasuki halaman tempat tinggalnya, suara tebasan pedang yang memotong udara terdengar silih berganti dengan kecepatan yang bervariasi. Xiao Jun sedang berlatih dengan penuh semangat memperagakan teknik pedang kembar yang diajarkan oleh Ling Tian, padanya.


Merasakan kedatangan Ling Tian dan yang lainnya, Xiao Jun langsung menghentikan latihannya lalu segera berlari menghampiri mereka.


"Guru!" Sapa Xiao Jun sambil membungkuk memberi hormat.


"Hmmm... Teknik pedangmu mulai tampak memiliki kemajuan. Tubuhmu juga sudah terlihat sedikit bertambah kuat. Seandainya beberapa hari ini aku tidak meninggalkanmu, mungkin fisikmu akan lebih kuat lagi daripada yang sekarang."


"Aku akan memperkenalkan mereka terlebih dahulu kepadamu. Ini adalah kakakku, namanya Ling Han. Yang artinya, dia juga adalah Paman Guru bagimu."


"Dan yang di sebelahnya adalah calon istrinya, namanya Mo Qingcheng. Yang artinya, dia juga adalah Bibi Guru bagimu."


"Nah... Sedangkan untuk gadis yang malas tersenyum ini, namanya adalah Su Mei. Dia adalah calon istriku sendiri. Kamu bisa memanggilnya Nyonya Guru ke-2." Lanjut Ling Tian memperkenalkan ketiganya pada Xiao Jun, sambil menunjuk mereka satu per satu.

__ADS_1


Xiao Jun tertegun sejenak saat mendengar Ling Tian mengenalkan orang terakhir yang disebutkannya, yaitu Su Mei.


"Aahh! Apakah wanita yang sangat cantik ini adalah salah satu dari istri guru yang pernah diceritakannya padaku?" Xiao Jun membatin dengan nada sedikit terkejut.


Namun dengan cepat Xiao Jun segera menyapa mereka bertiga sambil membungkuk hormat, "Salam Paman Guru! Salam Bibi Guru! Salam Nyonya Guru ke-2!"


"Mmm..." Ketiganya menganggukkan kepala untuk menanggapi salam Xiao Jun.


"Hmmm... Baiklah! Besok aku akan meningkatkan kultivasi kalian berdua agar bisa bersaing dengan para jenius di wilayah Benua Langit tingkat menengah ini." Ucap Ling Tian kepada Ling Han dan Su Mei.


"Sementara buat kakak ipar, aku akan meramu Pil Penguat Tulang untukmu karena tidak bisa secara langsung menempa seluruh tulangmu itu. Kakak akan membunuhku jika aku melakukannya." Lanjut Ling Tian kepada Mo Qingcheng.


"Meskipun khasiatnya sedikit lebih rendah daripada menempanya secara langsung, namun itu akan sangat bagus untuk meningkatkan kekuatan tubuhmu."


Meskipun sangat terkejut setelah mengetahui bahwa Ling Tian juga adalah seorang Alkemis... Tapi sebagai cucu pemimpin Sekte besar di wilayah Kota Senjata, Mo Qingcheng tetap berusaha menyembunyikan keterkejutannya tersebut. Lalu dia pun berkata pelan, "Terima kasih Adik ipar!"


"Qing'er... Jangan berterima kasih kepadanya, sebab itu akan membuat adikku menjadi sangat marah karena kamu telah menganggapnya sebagai orang lain dengan ucapanmu tersebut." Ujar Ling Han dengan nada santai.


"Aahh... Maaf!" Mo Qingcheng berkata dengan nada canggung, karena sekali lagi dia menjadi terkejut mendengar apa yang telah diucapkan oleh Ling Han.


Hatinya merasa sangat bahagia, itu karena dia baru saja mengetahui bahwa Ling Tian sangat menghargai hubungan penting yang disebut keluarga.


"Hehehe... Kakak memang sangat mengerti dengan sifatku. Untuk sesama keluarga, tidak perlu lagi ada kata terima kasih. Sebab itu hanya akan membuat hubungan kekeluargaan kita menjadi lebih jauh seperti orang lain saja."


"Nah... Jun, Lanjutkanlah kembali latihanmu!"


Setelah mengatakan hal tersebut, Ling Tian segera membawa ketiganya untuk bertemu Huang Fu, sebab dialah yang lebih mengetahui tentang semua apa yang ada di dalam Sektenya itu.


"Bos!" Seru Huang Fu yang melihat Ling Tian berjalan ke arahnya.


"Paman Huang! Mereka bertiga adalah keluargaku. Aku ingin kamu menyuruh beberapa orang untuk menyiapkan ruangan pribadi bagi mereka, dan itu juga harus berdekatan dengan ruangan pribadiku."


Ling Tian kemudian menjelaskan kepada Huang Fu tentang Ling Han, Su Mei, dan Mo Qingcheng.


"Siap Bos!" Ujar Huang Fu, lalu beranjak pergi.


Setelah itu, Ling Tian membawa ketiganya ke ruangan pribadinya sambil menunggu Huang Fu selesai menyiapkan ruangan bagi mereka.


Hanya dalam beberapa menit, Huang Fu telah datang dan melaporkan bahwa ruangan bagi Ling Han, Su Mei, dan Mo Qingcheng telah siap karena semuanya sudah di bersihkan oleh para pelayan.

__ADS_1


Setelah mereka bertiga memilih ruangannya masing-masing, Ling Tian kembali ke tempat Xiao Jun dan membantunya untuk lebih memahami teknik pedang yang telah di ajarkannya.


Waktu berputar dengan cepat. Tak terasa sudah 3 bulan lagi berlalu semenjak Ling Tian membawa Ling Han dan yang lainnya ke Sektenya.


Selama 3 bulan itu juga, dia telah meningkatkan kultivasi Ling Han dan Su Mei ke tahap keenam Bintang Emas. Sedangkan untuk Mo Qingcheng sendiri, kekuatan tulangnya juga perlahan-lahan mulai bertambah keras setelah memakan pil yang dibuat oleh Ling Tian.


Dan selama 3 bulan itupun Xiao Jun telah mendapatkan penyiksaaan yang menyakitkan dari proses penempaan seluruh tulang-tulangnya.


Ling Tian juga terus menunggu dengan tenang kabar dari Li Weiheng tentang keberadaan Lin Yue dan Jia Xiulan.


🌀🌀🌀


Berita tentang sebuah Sekte baru yang telah menjadi sangat kuat dalam kurun waktu kurang dari setahun itu, telah menyebar ke berbagai wilayah yang kekuatannya setara dengan Kota Seribu Bunga.


Banyak dari berbagai kultivator yang sering membicarakannya, dan juga ingin membuktikan sendiri apakah berita yang mereka dengar itu benar. Bahkan sebagian dari mereka telah berangkat ke Kota Seribu Bunga untuk bergabung dengan Sekte tersebut.


Di sebuah restoran yang cukup besar, seorang gadis berpakaian sederhana berwarna hitam serta menutupi wajahnya dengan cadar yang juga berwarna sama, sedang duduk tenang sambil mendengarkan para kultivator yang berada di tempat itu membicarakan tentang Sekte baru tersebut.


"Senior, apakah kamu juga percaya dengan berita itu?" Tanya salah seorang pemuda kepada temannya yang duduk di depannya.


"Jika belum membuktikannya, kita tidak akan tahu apakah semua kabar itu benar atau mungkin hanya bohong belaka." Jawab teman pemuda tersebut.


"Tapi aku sedikit ragu setelah mendengar nama Sekte yang sangat aneh dan narsisme seperti itu. Sekte Pria Tertampan Di Benua Langit. Aku bahkan merasa canggung untuk menyebutkan namanya." Kata pemuda itu dengan nada mengeluh.


Gadis yang memakai cadar tersebut seketika tersentak kaget mendengar pembicaraan dari kedua kultivator yang duduk tidak terlalu jauh dari tempatnya itu.


Dia segera berdiri menghampiri keduanya lalu memberi hormat, dan kemudian berkata pelan, "Permisi Tuan! Aku ingin bertanya dimana tempat Sekte tersebut berada?"


Kedua kultivator itu tertegun sejenak melihat seorang gadis yang wajahnya tertutup cadar bertanya kepada mereka.


Lalu salah satu pemuda tersebut segera menjawabnya, "Sekte itu berada di wilayah Kota Seribu Bunga. Jaraknya sekitar 20.000 km dari tempat ini. bila Nona tidak keberatan, kita bisa pergi bersama ke sana karena tujuan kami berdua juga ingin melihat Sekte tersebut."


"Terima kasih Tuan! Jika memang begitu, aku akan ikut bersama kalian menuju ke tempat Sekte tersebut berada." Ucap Gadis bercadar itu sambil sekali lagi memberi hormat kepada keduanya.


***


Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.


Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan Tip.

__ADS_1


Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca Novel "LSM" ini.


Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.


__ADS_2