
Yun Feilong kemudian memasukkan Batu Semangat Api ke dalam tungku. Dengan sedikit lambaian tangan darinya, api yang sangat panas langsung berkobar dari dalam tungku tersebut. Lalu dengan cepat ia segera menaruh kuali pil di atas tungku dan mulai mengeluarkan beberapa Ramuan Roh sambil menunggu kuali pilnya menjadi panas.
Setelah kuali pil berubah menjadi warna merah karena panas yang dihasilkan dari dalam tungku, Yun Feilong langsung melemparkan salah satu Ramuan Roh yang telah disiapkannya ke dalam kuali pil.
Namun, Ramuan Roh itu tak jatuh ke dalamnya dan hanya terus melayang sekitar 10 cm di atas kuali pil tersebut. Yun Feilong tersentak kaget dan segera menoleh ke arah Ling Tian kemudian berkata, " Senior Ling! Apa yang kamu lakukan?"
Mengetahui bahwa Ling Tian lah yang menahan Ramuan Roh itu agar tak jatuh ke dalam kuali pilnya, Yun Feilong merasa keheranan. Tapi sebelum ia hendak bertanya lebih lanjut lagi, Ling Tian telah berkata sambil tersenyum kecil, "Ini dinamakan proses pemurnian bahan. Fungsinya adalah untuk menghilangkan kotoran dan racun yang terdapat dalam Ramuan Roh."
"Jika kamu memasukkannya secara langsung, Ramuan Roh itu akan dengan cepat mencair dan sisa kotoran serta racunnya masih belum menghilang seluruhnya."
Semua orang yang berada di dalam aula itu sangat terkejut ketika mendengarkan penjelasan Ling Tian. Mereka semua telah terbiasa melakukan proses meramu pil mengikuti petunjuk yang ada di dalam buku, yaitu dengan cara mencairkan semua bahannya terlebih dahulu, karena merasa bahwa kotoran dan racun pil akan segera menguap ketika Ramuan Roh telah mencair.
"Lemparkanlah semua Ramuan Roh tersebut dan gunakan energi Qi-mu untuk mengontrolnya dengan jarak seperti ini di atas kuali. Jika jaraknya lebih dekat, maka itu juga akan dapat mengakibatkan bahan-bahannya mencair," ucap Ling Tian pelan.
Yun Feilong segera mengikuti instruksi dari Ling Tian untuk melemparkan semua Ramuan Roh yang tersisa. Setelah itu, ia pun mengontrolnya sesuai jarak yang telah dicontohkan oleh Ling Tian sebelumnya.
"Lakukan hal ini selama 2 batang dupa (sekitar 2 jam) agar kotoran dan racun dari semua Ramuan Roh itu menghilang. Dan hal yang paling penting dari proses pemurnian ini adalah... Tolong bawakan aku segelas teh! Sebab hal ini akan membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama dan itu akan membuatku lelah menunggu," lanjut Ling Tian sambil berjalan ke arah salah satu tempat duduk di dalam aula tersebut.
Tanpa menunggu para anggota lainnya bergerak, Zhang He sudah terlebih dahulu menghilang dari tempatnya. Hanya dalam hitungan detik saja, ia telah kembali membawa sebuah teko besar yang berisi Teh Hitam Tiga Daun dan beberapa Buah Roh sebagai camilan.
"Silakan dinikmati, senior Ling!"
"Hehehe... Terima kasih, saudara Zhang!" jawab Ling Tian sambil tertawa lirih.
__ADS_1
Xiao Jun, segera menghampiri Ling Tian dan ikut duduk di sampingnya. Sedangkan untuk Xiaohai dan Kera Salju, mereka berdiri di sisi lainnya sambil memperhatikan Yun Feilong melakukan proses pemurnian Ramuan Roh.
"Guru! Mengapa cara meramu pil dari kakek tua itu sangat berbeda denganmu? Ia juga menggunakan tungku dan kuali untuk melakukan prosesnya, sedangkan Guru sendiri tak pernah memakai peralatan semacam itu," ucap Xiao Jun setengah membisik.
"Aaiihh... Itu karena cara meramu pil mereka sangat kuno. Mereka hanya selalu mengikuti apa yang tertulis di dalam buku dan tak mau untuk berkreasi sendiri. Akhirnya pengetahuan mereka juga hanya terbatas di dalam buku saja."
Semua anggota Asosiasi Alkemis yang berada di dalam aula tersebut hanya bisa tersenyum kecut mendengar pembicaraan keduanya. Tetapi di dalam hati mereka semua merasa sangat senang karena bisa mendapatkan ilmu pengetahuan yang baru tentang cara meramu pil.
Mereka juga sangat terkejut ketika mendengar ucapan Xiaojun yang mengatakan bahwa Ling Tian tak menggunakan tungku dan kuali di dalam proses meramu pilnya.
"Lantas alat apa yang digunakannya saat ia meramu pil?"
Pertanyaan ini akhirnya mengganjal di dalam benak orang-orang tersebut. Berbagai spekulasi juga muncul di dalam pikiran mereka semua. Namun, tak ada seorangpun yang berani bertanya pada Ling Tian untuk memuaskan rasa penasaran mereka.
"Jika Ramuan Roh sudah mulai menghitam seperti itu, cepat tambahkan sedikit lagi Batu Semangat Api agar intensitas panasnya bertambah. Hal tersebut juga akan membuat kotoran dan racun di dalamnya lebih cepat menghilang!" ujar Ling Tian sambil menyeruput tehnya.
"Biar aku saja, ketua! Tetaplah berkonsentrasi pada bahan-bahannya!" Meng Hu segera membantu memasukkan beberapa Batu Semangat Api ke dalam tungku.
"Cukup! Pertahankan agar suhunya tetap seperti itu."
Meng Hu langsung berhenti menambahkan Batu Semangat Api ketika mendengar perintah Ling Tian. Kini ia pun ikut ambil bagian dalam proses pemurnian yang dilakukan oleh Yun Feilong karena harus memperhatikan suhu panas yang dihasilkan oleh api di dalam tungku.
Ruangan aula tersebut sangat hening sebab tak ada seorangpun yang berani berbicara karena takut mengganggu konsentrasi Yun Feilong. Satu-satunya orang yang bisa melakukan apa saja di tempat itu hanyalah Ling Tian.
__ADS_1
"Aaiihh... Tak usahlah terlalu gugup begitu! Rilekskan pikiranmu dan buatlah sesantai mungkin. Jika kamu terus seperti itu, kekuatan spiritualmu akan cepat habis dan malah akan menghambat jalannya proses pemurnian ini."
"Yaa... Lakukanlah seperti itu dan tersenyumlah sedikit agar Ramuan Roh itu bisa merasakan ketulusanmu saat memurnikan mereka."
"Sebagai seorang Alkemis, kamu harus melakukan semuanya melalui hati dan jiwamu saat sedang meramu pil. Sebab hal itu jugalah yang dapat meningkatkan efektivitas pil yang kamu buat."
"Huuhh... Sepertinya senyummu itu kurang lebar. Ayo, lebih tersenyum lagi! Jika hanya begitu saja, senyummu malah tampak terlihat dipaksakan."
"Nah... Begitulah yang aku maksudkan! Pertahankan senyummu seperti itu karena hal tersebut juga dapat mengurangi keriput di wajahmu."
Ling Tian terus berbicara mengomentari semua tindakan yang dilakukan oleh Yun Feilong dalam proses pemurnian Ramuan Roh tersebut. Semua orang yang mendengarnya merasa aneh dengan apa yang dikatakannya. Tapi tak ada seorangpun yang berani menyanggahnya.
Sementara untuk Yun Feilong sendiri, ia mengikuti semua apa yang diperintahkan oleh Ling Tian kepada dirinya. Ia sangat percaya dengan apa yang diucapkan Ling Tian meskipun itu juga sangat aneh menurutnya.
"Rasakan pembalasanku, kakek tua bangka! Ini adalah ganjaranmu karena telah memanggilku dengan sebutan KAKEK, Hahaha...." Ling Tian tertawa terbahak-bahak di dalam hatinya karena merasa sangat gembira telah berhasil mengibuli Yun Feilong dengan menyuruhnya tersenyum saat melakukan proses pemurniannya.
***
Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.
Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan TIP.
Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca, baik itu yang suka maupun yang tidak suka dengan Novel "LSM" ini.
__ADS_1
Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.