
Ling Tian yang masih berdiri di udara segera menghilang dari tempatnya dan langsung muncul di dekat Kera Salju, Xiaohai dan Xiao Jun.
"Maaf! Aku lupa memasang Formasi Penyegelan di sekitar area Kolam Darah Iblis tersebut, sehingga membuat sebagian hutan di sekitarnya menjadi porak-poranda dan kalian juga ikut menerima dampak dari teknik yang aku olah," ucap Ling Tian sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Dan untukmu, maukah kamu bermain sekali lagi bersamaku? Aku ingin menguji sampai di mana batas kekuatanku saat ini," lanjut Ling Tian menatap Kera Salju dengan niat bertarung yang menggebu-gebu.
"Ehem... Erm... A-anu, Tuan Muda! Setelah melihat kekuatan yang baru saja kamu tampilkan, aku merasa bahwa kemampuanmu telah jauh melampauiku. Mungkin hanya dalam beberapa menit saja aku bisa bertahan dalam menghadapi setiap seranganmu. Meskipun aku menggunakan kekuatan penuhku untuk melawanmu, kamu pasti akan sangat mudah mengalahkan aku," jawab Kera Salju terbata dengan nada canggung.
"Hmmm... Bagaimana kalau aku hanya menggunakan 70% saja dari kekuatanku? Apakah kamu masih tak mau untuk melawanku?" tanya Ling Tian dengan wajah cemberut.
"Aaiihh... Anu.. Itu... Erm... Maksudku...." Kera Salju tak tahu harus mengucapkan apa pada Ling Tian. Ia hanya menoleh ke arah Xiao Jun seakan meminta bantuan darinya.
"Huuhh... Sudahlah! Jika kamu memang tak ingin bertarung denganku, maka aku juga tak mau menghapus Segel Perbudakan yang ada di dalam tubuhmu," keluh Ling Tian.
"Aahh! Baik, Tuan Muda! T-tapi kamu...." Kera Salju tak menyelesaikan kalimatnya lagi dan kembali menoleh ke arah Xiao Jun dengan menampakkan wajah memohon padanya.
"Apa sebenarnya yang ingin kamu katakan? Mengapa kamu terus saja menatap Jun seperti itu?" Ling Tian berkata dengan nada sedikit kesal.
Xiao jun ingin terkikik melihat tingkah Kera Salju tersebut tapi ia dengan cepat menahannya dan segera berkata pada Ling Tian, "Guru! Kakak besar ini sebenarnya tak keberatan untuk bertarung denganmu. Namun, kamu tak boleh lagi menggunakan Teknik Auman Naga padanya."
"Ooh... Bukankah sebelumnya kamu pernah bilang bahwa sangat menyukai teknik tersebut dan itu juga membuat telingamu terasa gatal?"
"Aaiihh... Aku memang pernah mengatakannya sebelum kamu menerobos tingkat kultivasimu, Tuan Muda. Tapi sekarang...."
"Hmmm... Baiklah! Aku berjanji takkan menggunakan teknik tersebut untuk melawanmu. Kalau begitu, mari temani aku bermain di tempat yang agak jauh dari Jun dan Xiaohai!"
Setelah mengatakan hal itu, Ling Tian melambaikan tangannya sebanyak beberapa kali ke arah Xiao Jun dan Xiaohai untuk memasang Formasi Pelindung di sekitar mereka.
"Ikuti aku!" ujar Ling Tian yang langsung menghilang dari tempatnya sesudah menyelesaikan Formasi Pelindung buatannya.
__ADS_1
"Huufftt!" Kera Salju hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil menghela napas panjang. Lalu ia pun segera menyusul Ling Tian dengan menggunakan kecepatan penuhnya.
Tak lama sesudah kepergian keduanya, suara pertarungan pun terdengar menggema di sekitar hutan. Banyak pepohonan dan bebatuan yang hancur akibat dampak dari pertarungan Ling Tian dan Kera Salju.
Xiao Jun dan Xiaohai yang berada di dalam Formasi Pelindung cuma bisa tersenyum kecut karena tak dapat menyaksikan dengan jelas pertarungan itu. Mereka berdua hanya memandang ke arah langit sambil menunggu hasil pertarungan Ling Tian dan Kera Salju.
Setelah beberapa saat kemudian, pertarungan keduanya pun berakhir. Ling Tian muncul terlebih dahulu di dekat Xiao Jun dan Xiaohai lalu selanjutnya disusul oleh Kera Salju yang datang dengan wajah penuh bengkak.
"Hahaha... Kakak besar! Kamu terlihat sangat tampan dengan wajah seperti itu." Xiaohai tak mampu lagi menahan tawanya ketika melihat wajah Kera Salju.
Xiao Jun yang juga ingin tertawa segera menutup mulutnya dengan tangannya sendiri saat menatap wajah Kera Salju yang tampak kesal ditertawakan oleh Xiaohai.
"Seandainya Tuan Muda masih tetap menggunakan 70% kekuatannya untuk melawanku, mungkin pertarungan tersebut akan seimbang. Namun, Tuan Muda menaikkan sedikit tingkat kekuatannya sehingga aku menjadi seperti ini," keluh Kera Salju seraya mengusap wajah untuk menghilangkan bengkaknya.
"Sesuai janjiku tadi, karena kamu telah mengikuti keinginanku, maka aku akan segera menghapus Segel Perbudakan yang ada di dalam tubuhmu," ucap Ling Tian sambil berjalan menghampiri Kera Salju.
"Aahh! Aku hampir lupa bahwa saat ini aku tak bisa mengedarkan indra spiritualku karena efek dari Formasi Penyegelan Jiwa. Yang harus kita lakukan terlebih dahulu adalah ke tempat makam Tuanmu untuk menemukan inti dari formasi ini," lanjut Ling Tian yang langsung menghentikan langkahnya saat menyadari Formasi Penyegelan Jiwa masih terpasang di seluruh area hutan itu.
Ling Tian melambaikan tangannya untuk menghapus Formasi Pelindung yang dibuatnya untuk Xiao Jun dan Xiaohai, kemudian berkata, "Jun, naiklah cepat ke atas punggung Xiaohai dan ikuti aku!"
Ling Tian pun langsung menghilang dari tempatnya dan terbang mengikuti arah Kera Salju dengan memperlambat sedikit kecepatannya agar Xiaohai dapat menyusulnya.
Beberapa menit kemudian, mereka semua akhirnya sampai di depan sebuah bangunan yang besar dan sangat luas.
"Tuan Muda! Ini adalah tempat tinggal Tuanku. Di dalam bangunan ini juga adalah makamnya sendiri. Aku tak bisa lagi memasukinya karena di sekitarnya sudah terpasang Formasi Pelindung yang sangat kuat." Kera Salju berkata sambil menunjuk ke arah bangunan yang berada di depannya.
"Hmmm... Formasi ini memang sangat kuat, tetapi masih terdapat banyak celahnya. Kalian semua tunggulah di sini! Aku akan masuk sendiri untuk melihat apa yang ada di dalamnya," ucap Ling Tian yang langsung terbang menembus dinding Formasi Pelindung tersebut.
Dinding dari formasi itu transparan, sehingga Kera Salju beserta Xiao Jun dan Xiaohai dapat melihat dengan jelas tubuh Ling Tian bersinar terang ketika telah memasukinya.
__ADS_1
Api Ilahi secara otomatis langsung melindungi tubuh Ling Tian saat aura kematian yang sangat pekat menyerangnya ketika ia baru saja masuk ke dalam Formasi pelindung.
"Hehehe... Ternyata roh iblis yang sudah memakan aura kehidupan dari pemilik tempat ini masih berada di sini." Ling Tian tertawa lirih di dalam hatinya.
"Siapa kamu? Apa yang kamu lakukan di tempatku?" tanya sebuah suara berat dengan nada ketakutan.
"Tak perlu kau tahu siapa diriku!" jawab Ling Tian sambil berjalan dengan santai ke arah pintu masuk dari bangunan yang ada di depannya.
"Cepat pergi! Jangan mengusik ketenanganku! Kalau tidak...."
Sebelum suara berat tersebut melanjutkan kalimatnya, Ling Tian langsung memotong kata-katanya, "Kalau tidak... Apa? Kamu ingin membunuhku yah? Lakukanlah jika kamu merasa mampu!"
Api Ilahi yang berada di dalam tubuh Ling Tian terus bergerak-gerak gelisah dan hendak keluar. Merasakan hal itu, Ling Tian tersenyum kecil lalu segera berkata, "Keluar dan bermainlah sepuasmu!"
Mendengar perintah dan persetujuan dari Ling Tian, Api Ilahi melompat-lompat dengan gembira dan kemudian tiba-tiba langsung membelah dirinya sendiri. Ling Tian yang melihat hal tersebut seketika tersentak kaget.
Selama bertahun-tahun bersama dengannya, baru kali ini Ling Tian melihat apa yang baru saja dilakukan oleh Api Ilahi. Setelah membelah dirinya, salah satu api berwarna ungu tetap tinggal di dalam tubuh Ling Tian.
Sedangkan untuk enam warna api lainnya yang masih terlihat menyatu itu, segera keluar dari tubuh Ling Tian dan melesat dengan sangat cepat ke arah asal suara yang sebelumnya telah menghardik Ling Tian.
Api berwarna ungu yang tersisa di dalam tubuh Ling Tian pun langsung bersinar membentuk kilatan petir di sekeliling tubuhnya untuk melindunginya dari serangan aura kematian.
"Hehehe... Aku tak menyangka ternyata kamu bisa melakukan hal seperti ini. Penampilanku juga terlihat keren ketika dikelilingi oleh kilatan petir," ucap Ling Tian dengan nada bersemangat.
***
Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.
Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan TIP.
__ADS_1
Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca, baik itu yang suka maupun yang tidak suka dengan Novel "LSM" ini.
Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.