
"Iya ... Iya ... Baiklah! Ayah akan menunjukkannya kepadamu." Ling Tian tersenyum dan mencium pipi Ling Yuemeilan lagi, kemudian melambaikan tangannya untuk menghancurkan Formasi Penyerang dan Formasi Pertahanan yang terpasang di seluruh wilayah sektenya.
Melihat hal ini, semua orang seketika menjadi tercengang dan takjub dengan tindakan Ling Tian. Sebab, Formasi Penyerang dan Formasi Pertahanan tersebut hanya bisa dihancurkan oleh kultivator tahap ketujuh Bintang Bumi, itu pun mereka harus menggunakan kekuatan penuh mereka untuk menghancurkannya.
Namun, Ling Tian hanya melambaikan tangannya dengan santai untuk membuat kedua formasi tersebut hancur berkeping-keping.
"Woah ... Ayah, kamu sangat kuat! Aku juga ingin menjadi kuat sepertimu. Aku mau semua orang memberikan julukan kepadaku sebagai Monster, sama seperti julukan Ayah!" seru Ling Yuemeilan terkesima.
"Hehe ... Suatu hari nanti, kamu pasti akan melebihi kekuatan ayahmu ini. Lihatlah! Usiamu baru lima tahun tapi telah memiliki tingkat kultivasi di tahap pertama Bintang Emas. Dulu, Ayah bahkan belum bisa berkultivasi saat masih seusiamu." Ling Tian tertawa kecil sambil mencubit lembut hidung Ling Yuemeilan.
"Yeah! Suatu hari nanti aku akan lebih kuat lagi dari Ayah," ucap Ling Yuemeilan dengan menyunggingkan senyum imutnya, kemudian melanjutkan, "Kalau begitu, mari kita bertanding dengan Paman Xiaohai dulu, Ayah!"
"Yah, baiklah!" jawab Ling Tian, lalu menoleh ke arah Xiaohai dan berkata, "Xiaohai, sudah lama kita tidak bertanding. Aku ingin melihat seberapa cepat kamu sekarang."
"Haha ... Siapa takut, Bos!? Jangan berkecil hati lagi jika kamu kalah dariku," kata Xiaohai seraya melompat ke udara dan berubah ke wujud aslinya, yaitu Elang Petir Hitam. Kera Salju juga masih tetap berdiri di atas punggung Xiaohai seakan tak mau turun dari sana.
"Hore ... Paman Xiaohai, mari kita berlomba ke puncak gunung yang ada di sana?" Tangan kecil Ling Yuemeilan menunjuk gunung besar yang jaraknya sekitar 50 kilometer dari sekte tersebut, kemudian menambahkan, "Ayah, Paman Xiaohai, bersiaplah! Aku akan menghitungnya sampai tiga."
"Mmm!" Ling Tian hanya menganggukkan kepala dan menyunggingkan senyum khasnya.
"Satu ... Dua ... Tiga!" teriak Ling Yuemeilan.
Xiaohai langsung menghilang dan melesat sangat cepat ketika Ling Yuemeilan telah mengucapkan kata 'Tiga'. Sementara itu, Ling Tian masih tetap berdiri santai di tempatnya sambil menggendong putrinya tersebut.
"Ayah! Mengapa kamu belum bergerak? Jika seperti ini, Paman Xiaohai akan lebih dulu sampai di gunung itu," ujar Ling Yuemeilan dengan menunjukkan wajah cemberut.
"Tenanglah! Ayah akan mengalahkannya untukmu."
Setelah mengatakan hal tersebut, Ling Tian segera menghilang dari tempatnya dan dalam sekejap saja langsung muncul di atas puncak gunung. Setelah itu, Xiaohai pun muncul juga di sana.
__ADS_1
"Hehe ... Benar 'kan apa yang tadi Ayahmu ini katakan? Kecepatan dari anj1ng jelek itu hanya seperti kura-kura saja di mataku," ucap Ling Tian seraya tertawa lirih.
"Haha ... Ayah, kamu benar-benar terbang sangat cepat. Mulai sekarang Paman Xiaohai tidak akan berani sombong lagi untuk mengatakan bahwa dialah yang tercepat di sekte kita." Ling Yuemeilan tertawa keras karena merasa gembira mengetahui bahwa Xiaohai telah dikalahkan oleh ayahnya.
Wajah Xiaohai menjadi masam saat melihat bahwa Ling Tian sudah lebih dulu sampai di puncak gunung.
"Bos, ternyata kecepatanmu meningkat sangat banyak selama beberapa tahun ini," ujar Xiaohai pelan, lalu melanjutkan, "Omong-omong, kamu berada di mana selama ini, Bos?"
"Pusaran hitam yang dulu itu adalah Terowongan Spasial. Aku dibawa olehnya ke salah satu tempat yang sangat jauh dari sini. Tempat tersebut bernama Benua Persimpangan Langit. Itu berada di antara Benua Langit Tingkat Menengah dan Benua Langit Tingkat Atas."
"Apa?!"
Xiaohai dan Kera Salju berseru secara bersamaan setelah mendengar perkataan Ling Tian.
"Tuan Muda! Bukannya Benua Langit ini hanya ada tiga tempat saja?" tanya Kera Salju dengan nada keheranan.
"Dulu aku juga berpikir seperti itu. Tapi ternyata masih ada tempat lain lagi yang disebut sebagai Benua Persimpangan Langit," jawab Ling Tian.
"Ya! Benua Persimpangan Langit lebih besar dan lebih luas dari Benua Langit Tingkat Menengah ini."
"Kalau begitu, aku juga ingin pergi ke sana, Ayah!" kata Ling Yuemeilan dengan nada bersemangat.
"Hehe ... Suatu hari nanti, Ayah akan membawa kalian semua ke sana." balas Ling Tian sambil membelai rambut putrinya itu dengan lembut.
Ling Yuemeilan merebahkan kepalanya di samping telinga Ling Tian, kemudian berbicara pelan seraya menutup matanya, "Ayah, aku sangat merindukanmu!"
"Ayah juga sangat merindukan Tuan Putrinya ini," ucap Ling Tian sembari mengusap-usap punggung Ling Yuemeilan dengan penuh kasih sayang. Lalu melanjutkan, "Mari kita kembali dulu!
"Mmm!"Ling Yuemeilan hanya mengangguk menanggapi perkataan Ling Tian.
__ADS_1
Setelah itu, Ling Tian pun muncul kembali di tempatnya semula bersama Ling Yuemeilan yang ada dalam gendongannya. Melihat Ling Han sudah ada di tempat itu juga, Ling Tian segera menghampirinya dan berkata, "Kakak, bagaimana kabarmu? Apakah kamu sudah menikah dengan Kakak ipar?"
"Aku ingin menunggu sampai kita bisa kembali ke Benua Langit Tingkat Rendah, lalu menikah di depan Ayah dan Ibu!" jawab Ling Han cepat.
"Hehe ... Tenang saja, Kakak! Kita bisa pulang ke rumah dalam beberapa hari lagi setelah aku menyelesaikan semua permasalahan di sekte ini!" balas Ling Tian.
"Aahh! Benarkah itu, Tian'er?" tanya Ling Han dengan wajah penuh harap.
"Tentu saja itu benar, Kakak! Kapan aku pernah membohongimu? Aku juga ingin menikah secara sah di depan Ayah dan Ibu."
Mendengar penuturan Ling Tian tersebut, Lin Yue, Su Mei dan Jia Xiulan juga menjadi sangat bersemangat. Itu berarti mereka akhirnya bisa kembali lagi ke rumah mereka yang sesungguhnya setelah meninggalkan Benua Langit Tingkat Rendah selama lebih dari enam tahun.
Semua orang pun merasa sangat gembira dengan kepulangan Ling Tian ke sektenya. Anggota sektenya juga terus berdatangan ke arena pertarungan karena ingin melihat secara langsung pemimpin yang sangat mereka kagumi itu.
Ling Tian juga menyambut mereka semua dengan senyum hangat. Sektenya yang dulu masih kecil, kini menjadi sekte terbesar di Benua Langit Tingkat Menengah dengan beranggotakan jutaan orang. Hal ini pula tidak terlepas dari usaha Mu Bai dan Huang Fu yang mengatur sektenya dengan sangat baik meski tanpa Ling Tian.
"Ayah! Mengapa semua kakak perempuan itu memandangmu dengan tatapan yang sangat aneh?" tanya Ling Yuemeilan pelan, ketika melihat para anggota sekte wanita yang memandang Ling Tian dengan mata berbinar seolah-olah dipenuhi bintang-bintang.
"Itu karena ayahmu ini sangat tampan," jawab Ling Tian berbisik di telinga Ling Yuemeilan.
"Ciihh!" Lin Yue yang mendengar percakapan antara keduanya tersebut langsung mencibir ke arah Ling Tian.
"Apakah para kakak perempuan di Benua Persimpangan Langit juga bertindak seperti itu bila mereka bertemu dengan Ayah?" tanya Ling Yuemeilan lagi.
Semua orang yang berada di dekat keduanya langsung terkejut saat mendengar nama Benua Persimpangan Langit yang disebutkan oleh Ling Yuemeilan. Sebab, itu adalah nama tempat yang sangat asing bagi mereka semua.
"Hehe ... Yah, begitulah!" balas Ling Tian yang tertawa lirih sambil mencubit lembut hidung putrinya itu.
"Apakah di sana ada kakak perempuan yang cantik seperti ketiga ibuku?"
__ADS_1
"Tentu sa ...." Ling Tian segera menghentikan kata-katanya ketika merasakan tatapan dingin dari Lin Yue. Kemudian ia dengan cepat mengalihkan pembicaraan, "Mari kita kembali dulu. Ayahmu ini sangat lelah setelah melalui perjalanan yang panjang hingga bisa kembali ke sini."