
Sementara itu, para murid dan tetua yang berada di dalam Sekte Cahaya Matahari bersorak gembira saat menyaksikan kemenangan salah satu murid jenius di sekte mereka melalui Batu Pencitraan.
Hal tersebut hanya seperti mimpi bagi mereka semua. Tak ada seorang pun yang pernah membayangkan bahwa sekte mereka yang terus-menerus berada di urutan terakhir, dapat mengalahkan sekte yang berada di peringkat pertama dalam Aliansi Delapan Sekte.
Hal ini pula membuat kepercayaan diri semua anggota Sekte Cahaya Matahari yang dulunya telah jatuh, kini mulai bangkit kembali. Suasana yang sebelumnya tampak tegang, seketika menjadi riuh dengan sorakan-sorakan keras pemberi semangat dari para murid meski mereka tak bisa menyaksikan pertarungan secara langsung.
Apa yang dilakukan oleh para murid tersebut sama juga dengan yang dilakukan para murid yang berada di acara pertemuan Aliansi Delapan Sekte. Sorakan dan teriakan kegembiraan mereka membahana di sekitar area pertarungan.
“Ciihh ... Itu barulah satu pertarungan saja, tapi kalian sudah merasa seolah-olah telah memenangkan seluruh kompetisi! Masih banyak pertarungan lain yang akan dilalui oleh sekte kalian.” Pemimpin Chu yang merasa seakan tak menerima kekalahan dari murid sektenya, berkata dengan nada mencibir sambil melemparkan Cincin Ruang yang berisi 50.000 Batu Roh tingkat tinggi ke arah Yan Qingshan.
Sedangkan untuk Yan Qingshan sendiri, ia tidak menghiraukan sedikit pun cibiran dari Pemimpin Chu. Ia bahkan menyunggingkan senyumnya ketika menerima Cincin Ruang yang dilemparkan kepadanya, kemudian berkata dengan nada santai, “Hohoho ... Terima kasih atas kemurahan hatimu, Pemimpin Chu!”
Tampang Pemimpin Chu semakin kusut mendengar perkataan dari Yan Qingshan. Kemarahan di dalam hatinya semakin tumbuh besar.
Di atas arena pertarungan, murid Sekte Cahaya Matahari telah berdiri tegap kembali sambil menunggu penantang dari sekte lainnya. Energi Qi-nya yang sedikit terkuras mulai berangsur-angsur pulih setelah menelan Pil Restorasinya sendiri.
__ADS_1
“Guru! Bagaimana selanjutnya?” tanya Yan Qingshan melalui telepatinya.
“Perintahkan saja murid dari sektemu itu untuk bertahan sejenak. Hal tersebut juga tidak akan terlalu banyak menguras energi Qi-nya. Aku akan segera memberitahukan kelemahan lawannya kepadamu ketika nanti mereka sudah bertarung,” jawab Ling Tian.
“Baik, Guru!”
Beberapa saat kemudian, seorang murid dari Sekte Bayangan Surga melompat naik ke atas arena. Pertaruhan antara pemimpin sekte juga segera dilaksanakan. Sang wasit pun bergegas mengeluarkan aba-abanya lagi sebagai tanda dimulainya pertarungan.
Seperti yang sudah diperintahkan oleh Yan Qingshan, murid dari Sekte Cahaya Matahari tersebut terus melakukan gerakan bertahan tanpa memberikan serangan balasan. Setelah hampir satu menit melakukan hal itu, ia pun akhirnya mendapatkan perintah dari Yan Qingshan untuk menyerang kelemahan lawannya sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh Ling Tian.
Karena kemampuan dari murid Sekte Bayangan Surga masih jauh di bawah murid Sekte Lautan Mendalam yang tadi telah kalah, maka hanya sekitar dua menit saja dia sudah jatuh terkapar di lantai arena pertarungan.
Pang Huaxian yang berdiri tepat di sebelah Ling Tian, segera bertanya dengan nada pelan, “Junior Ling! Bolehkah aku ....”
Belum sempat Pang Huaxian meneruskan kata-katanya, Ling Tian sudah terlebih dahulu menyelanya, “Tentu saja boleh. Ayo kita lakukan bersama! Gunakan lemakmu untuk memprovokasi sekte lainnya.”
__ADS_1
Setelah berkata demikian, Ling Tian segera membuka bajunya dan melompat ke depan seraya memutar-mutarkan bajunya ke atas. Niu Lang, Tang Fei, Xuan Jirou serta Pang Huaxian bergegas pula mengikutinya.
Seketika itu juga, mereka berlima langsung menjadi pusat perhatian. Sorakan dan teriakan keras dari para murid Sekte Cahaya Matahari sendiri tiba-tiba terhenti. Bahkan wajah Yan Qingshan yang semula tampak berseri-seri, kini terlihat canggung dan hanya mampu menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Ling Tian dan keempat sahabatnya tersebut.
Namun, itu tidak berlangsung lama. Sebab, semua murid pria dari Sekte Cahaya Matahari segera membuka baju mereka satu per satu dan mengikuti gerakan yang dilakukan oleh Ling Tian dan teman-temannya. Sorakan dan teriakan keras pun sekali lagi terdengar menggema ke sekitar arena pertarungan.
Apa yang dilakukan oleh para murid Sekte Cahaya Matahari benar-benar membuat wajah semua orang dari sekte lainnya menjadi merah padam. Mereka benar-benar merasa terprovokasi dengan tindakan yang ditunjukkan para murid Sekte Cahaya Matahari tersebut.
“Hahaha ... Junior Ling, lihatlah! Semua murid pria di sekte kita mengikuti apa yang kita lakukan sekarang. Sepertinya gerakan ini akan menjadi terkenal nantinya,” ujar Pang Huaxian berkata sambil tertawa.
“Yah ... Mungkin sebaiknya Junior Ling memberikan nama pada gerakan yang kita tampilkan ini, karena Junior Ling adalah orang pertama yang melakukannya,” sambung Niu Lang dengan nada bercanda.
“Hahaha ... Aku juga berpikir demikian!” tambah Tang Fei.
“Hmmm ... Sepertinya itu ide yang sangat bagus. Jadi, setiap orang yang melakukan tindakan seperti ini akan mengingat ....”
__ADS_1
Sebelum Xuan Jirou menyelesaikan kalimatnya, Ling Tian sudah terlebih dahulu berkata sembari tertawa lirih, “Mari kita namakan saja dengan Tarian Pria Tertampan Di Benua Langit!”
“Hahaha ... Para senior! Apakah kalian mendengarnya? Apa yang kita lakukan ini disebut dengan Tarian Pria Tertampan Di Benua Langit. Ini merupakan tarian keberuntungan bagi sekte kita. Jika kita melakukannya pada setiap turnamen ataupun kompetisi, maka sekte kita akan mendapatkan keberuntungan dan kemenangan.” Pang Huaxian berbicara menggunakan energi Qi-nya hingga suaranya terdengar ke seluruh area pertemuan Aliansi Delapan Sekte. Ia sengaja melakukannya untuk lebih memprovokasi ketujuh sekte lainnya.