Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 278. Perlawanan Sia-sia Dari Sang Semut


__ADS_3

“Senior Niu! Ini ... Apa sebenarnya yang sedang terjadi?” tanya Pang Huaxian dengan nada kebingungan.


“Aku juga tidak tahu. Jelasnya, orang yang saat ini sedang dihajar bukanlah Junior Ling, melainkan Hong Cao Yan,” jawab Niu Lang yang juga keheranan dengan apa yang terjadi di depan mata mereka.


Keterkejutan yang dialami teman-teman Ling Tian sama halnya dengan yang dirasakan oleh para murid lainnya. Tak ada seorang pun di antara mereka yang pernah menyangka, bahwa peristiwa yang sekarang sedang berlangsung itu tak sesuai dengan apa yang mereka bayangkan sebelumnya.


“Senior, apakah aku sedang bermimpi? Coba pukul aku!”


PLAK


“Aduuhh! Senior, mengapa kamu menamparku? Itu sakit sekali!”


“Huuhh ... Bukankah tadi kamu sendiri yang menyuruhku untuk memukulmu? Karena kamu merasakan sakit, berarti kamu tidak bermimpi dan hal ini benar-benar nyata.”


Sementara itu di atas arena, Ling Tian dengan santainya melemparkan tubuh Hong Cao Yan hingga jatuh tersungkur ke lantai. Kemudian segera berbalik ke arah teman-temannya. Sambil menunjukkan wajah cemberut, ia pun berkata dengan nada menggerutu, “Aaiihh ... Senior! Mengapa kalian diam saja dan tidak bersorak untukku?”

__ADS_1


Mendengar keluhan Ling Tian, keempat sahabatnya tersebut saling berpandangan dengan tampang yang canggung. Tak pernah terpikirkan dalam benaknya masing-masing bahwa Ling Tian akan menjadi orang yang sangat kuat melebihi mereka semua.


Pantas saja selama ini mereka melihat Ling Tian tetap tenang dan begitu santai ketika ia dengan sengaja memprovokasi Hong Cao Yan. Ternyata, ia benar-benar menganggap rendah Hong Cao Yan dan sama sekali tak memperhitungkannya.


“Hahaha ... Maaf, Junior Ling! Kami sangat terkejut, hingga membuat kami lupa untuk memberikan dukungan terhadapmu. Ayo, teman-teman! Mari kita bersorak keras untuk Junior Ling,” ujar Niu Lang sembari tertawa senang.


Walau masih dalam keadaan canggung, namun Niu Lang segera bergerak membuka baju seperti yang sudah dilakukan oleh teman-temannya. Akhirnya, mereka berempat pun mulai bersorak kembali, sama seperti yang mereka lakukan sebelumnya saat Niu Lang bertarung melawan Dugu Qiu Li.


Di sisi lain, Hong Cao Yan kini telah bangkit berdiri. Dengan cepat pula ia segera mengedarkan energi Qi-nya untuk mengobati lebam yang terdapat di seluruh wajahnya. Secara perlahan, semua benjolan yang memenuhi wajahnya itu pun mulai berangsur-angsur menghilang dan kembali seperti semula.


Untungnya, Ling Tian hanya menggunakan kekuatan tubuhnya saja untuk memberikan tamparan santai kepada Hong Cao Yan. Jika dia menggunakan sedikit energi Qi-nya, mungkin sedari awal kepala Hong Cao Yan sudah meledak terpisah dari tubuhnya.


“Hmph ... Ini benar-benar kelalaianku karena telah meremehkanmu. Sehingga, aku berpikir bahwa hanya dengan 40 persen saja dari kekuatanku sudah bisa menghancurkan dirimu. Tapi ternyata aku salah! Kamu sungguh telah menyembunyikan sesuatu di lengan bajumu,” dengus Hong Cao Yan dengan nada geram. Baru kali ini ia merasa sangat malu diperlakukan sedemikan rupa di depan umum. “Baiklah! Kalau begitu, aku akan mulai serius dari sekarang. Bersiaplah untuk menghadapi kekuatanku yang sesungguhnya!”


Setelah mengatakan hal tersebut, Hong Cao Yan langsung mengeluarkan pedang dari Cincin Ruangnya. Mempertimbangkan bahwa Ling Tian mempunyai Harta Pusaka pelindung, maka untuk melawannya Hong Cao Yan juga harus menggunakan Senjata Pusakanya sendiri.

__ADS_1


Energi Qi milik Hong Cao Yan seketika melonjak tajam saat pedang telah berada di tangannya. Lantai arena yang menjadi pijakannya langsung hancur berkeping-keping karena tak mampu menahan tekanan dari energi Qi yang terpancar keluar dari tubuhnya.


Meski demikian, Ling Tian tak terpengaruh sedikitpun dengan lonjakan energi Qi yang dipancarkan oleh Hong Cao Yan. Bahkan ia dengan santai berbalik menoleh ke atas panggung, seolah-olah tak menghiraukan tindakan Hong Cao Yan tersebut.


“Hehehe ... Bukankah kalian juga adalah antek-antek dari semut yang ada di depanku ini? Bagaimana kalau kalian semua ikut juga bermain bersamaku? Mungkin itu akan terlihat sedikit menyenangkan jika menginjak-injak beberapa semut arogan yang merasa dirinya paling berkuasa di lingkaran wilayah Murid Luar ini,” Ling Tian tertawa kecil seraya mengangkat bahunya.


Melihat Ling Tian yang seolah menganggapnya tak ada, Hong Cao Yan menjadi semakin kalap. Niat membunuhnya pun semakin besar. Tanpa basa-basi lagi, ia segera menyerang Ling Tian dengan segenap kekuatannya.


Pedang di tangan Hong Cao Yan bergerak menebas dari atas kepala Ling Tian. Ia bermaksud membelah terpisah tubuh Ling Tian menjadi dua bagian. Yang ada di benaknya sekarang hanyalah membunuh Ling Tian, agar ia bisa meredakan semua amarah di dalam hatinya.


Akan tetapi, begitu pedangnya tersebut masih berjarak sekitar 50 sentimeter di atas kepala Ling Tian, tubuh Hong Cao Yan secara tiba-tiba terdiam tak bergerak di udara. Bahkan sedikit pun Ling Tian tak memaling wajah ke arahnya.


“Huuhh ... Semut kecil ini benar-benar tak memiliki sopan santun!” gerutu Ling Tian dengan ekspresi kesal, kemudian melanjutkan, “Apakah kamu tidak melihat bahwa aku sedang berbicara dengan teman-temanmu yang ada di sana? Dasar semut pengganggu. Enyahlah!”


Begitu Ling Tian menyelesaikan kata-katanya, ia segera mengayunkan tangannya lagi untuk memberikan tamparan santai ke wajah Hong Cao Yan. Gerakannya tersebut tampak seolah-olah seperti sedang menepik seekor lalat.

__ADS_1


BAM


Tubuh Hong Cao Yan meluncur dengan sangat cepat dan menabrak dinding penghalang pada Formasi Pelindung arena, hingga menimbulkan bunyi ledakan yang cukup keras.


__ADS_2