
"Hehehe ... Ini hadiah yang lebih istimewa lagi, Bu!" ungkap Ling Tian seraya tertawa kecil, lalu melanjutkan dengan nada setengah berbisik, "Aku membawa seorang cucu untuk Ayah dan Ibu."
Ling Sheng dan Ling An secara bersamaan terkejut ketika mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Ling Tian. Dengan cepat Ling An melepaskan pelukannya pada Ling Tian dan segera mengusap air matanya dengan lengan bajunya sendiri.
"Tian'er! Di mana dia? Di mana cucu Ibu?" tanya Ling An dengan nada tergesa-gesa.
Sebelum Ling Tian menjawab pertanyaan ibunya, Ling Yuemeilan sudah terlebih dahulu berbicara, "Aku di sini, Nenek! Aku hampir saja akan menangis karena kalian semua mengabaikanku."
Ling An segera menoleh ke arah Ling Yuemeilan, lalu melirik kembali pada Ling Tian untuk meminta jawabannya. Melihat hal tersebut, Ling Tian hanya mengangguk sembari tersenyum menanggapi maksud dari ibunya itu.
Tanpa menunggu lebih lama lagi, Ling An segera bergerak ke arah Ling Yuemeilan dan langsung menggendongnya.
"Haha ... Nenek tidak akan pernah mengabaikanmu jika tahu bahwa kamu adalah cucu Nenek sendiri. Suami, lihatlah! Kita punya cucu sekarang. Ternyata dia adalah cucu kita," ujar Ling An sambil tertawa gembira. Air mata kebahagiaan mengalir kembali di wajahnya.
"Sini ... Sini! Cepat berikan padaku! Aku juga ingin menggendongnya." sahut Ling Sheng kegirangan sembari mengulurkan kedua tangannya.
"Aahh ... Nanti saja! Aku masih belum puas memeluknya. Lihatlah! Dia sangat cantik dan juga sangat kuat. Bahkan Moli'er tidak bisa mengalahkan cucuku ini. Hahaha ...." balas Ling An cepat seraya terus tertawa gembira. Ia merasakan kebahagiaan yang begitu sempurna dengan kehadiran Ling Yuemeilan saat ini.
Ling Sheng hanya bisa tersenyum canggung melihat tingkah istrinya itu. Tangannya yang semula diulurkannya untuk menggendong Ling Yuemeilan, akhirnya hanya bisa digunakannya untuk mengelus-elus pipi cucunya tersebut.
Suasana di halaman kini menjadi semakin ramai. Semua orang yang berada di sana sangat gembira dengan kepulangan Ling Tian serta yang lainnya.
"Pantas saja kamu memanggilku sebagai 'Bibi'. Ternyata kamu adalah putri dari Kakak Tiantian!" Yanyan pun mendekati Ling An dan segera mencubit lembut pipi Ling Yuemeilan dengan gemas.
__ADS_1
"Ya! Bahkan aku telah tertipu olehnya." Ling Molihua juga datang menghampiri Ling Yuemeilan dengan menunjukkan wajah pura-pura cemberut.
"Hehehe ... Ayah tadi yang menyuruhku untuk memberikan kejutan pada Nenek dan Bibi Yanyan," ucap Ling Yuemeilan sambil cekikikan.
Ling An pun tertawa mendengar jawaban dari Ling Yuemeilan. Perasaan senang dan bahagia yang ada di dalam hatinya tidak bisa lagi dijelaskan dengan kata-kata. Segala kesedihan karena berpisah dengan Ling Tian dan Ling Han dalam waktu yang cukup lama itu, seketika menghilang berganti menjadi kebahagiaan.
"Katakan pada kami, siapa nama cucu Nenek yang sangat cantik ini?" tanya Ling An seraya membelai-belai rambut Ling Yuemeilan.
"Namaku Ling Yuemeilan, Nenek! Orang-orang memanggilku Yuemei'er," jawab Ling Yuemeilan dengan nada polosnya.
"Woah ... Nama yang sangat bagus!" Nenek sangat menyukainya. Yuemeilan dapat diartikan sebagai 'Bulan Biru Yang Cantik'. Dan cucu Nenek ini memang sangat cantik seperti bulan." Ling An mencium pipi gemuk milik Ling Yuemeilan berulang kali.
Setelah puas mencium Ling Yuemeilan, Ling An pun berbicara sembari memandang ke arah Lin Yue, Su Mei dan Jia Xiulan, "Tian'er! Omong-omong, siapa ibu kandung dari Yuemei'er?"
Mendengar perkataan Ling Tian tersebut, ekspresi wajah Lin Yue dan Su Mei langsung memerah malu. Itu karena mereka berdua tahu apa maksud dari ucapan Ling Tian.
Melihat hal ini, Ling An segera tertawa senang. Lalu ia menoleh ke arah Ling Han dan berkata, "Han'er! Segeralah cari seorang istri agar kamu juga bisa memberikan kami cucu yang lucu seperti Yuemei'er."
"Tenanglah, Bu! Aku juga sudah membawa calon istriku. Kami berdua akan melangsungkan pernikahan di sini," jawab Ling Han dengan menyunggingkan senyumnya.
"Mana dia? Cepat tunjukan pada kami!"
"Baik, Bu!"
__ADS_1
Ling Han dengan cepat meminta semua orang yang masih berdiri di atas udara untuk turun. Ketika mereka semua sudah berada di halaman, Ling Han memanggil Mo Qingcheng untuk bertemu dengan Ling Sheng dan Ling An.
"Qing'er memberi salam kepada Paman dan Bibi!" sapa Mo Qingcheng seraya membungkuk memberi hormat pada Ling Sheng dan Ling An.
"Hehe .. Suami! Kita akan mendapatkan menantu yang sangat cantik lagi," ucap Ling An yang tertawa lirih pada Ling Sheng, kemudian berjalan menghampiri Mo Qingcheng dan berkata, "Karena kamu akan menjadi istri dari Han'er-ku, maka mulai sekarang kamu harus memanggil kami berdua sebagai Ayah dan Ibu."
"Mmm!" Mo Qingcheng menganggukkan kepalanya sambil tersenyum gembira menanggapi perkataan Ling An.
"Cuaca di luar sedikit panas. Mari kita masuk dulu ke dalam!" ajak Ling Sheng.
Setelah itu, semua orang pun dibawa ke aula yang sangat besar. Para pelayan di Klan Ling segera menyiapkan jamuan sederhana untuk menyambut kedatangan Ling Tian dan yang lainnya. Mereka semua tidak sempat membuat perjamuan besar atau mengadakan pesta penyambutan karena Ling Tian beserta yang lainnya datang secara tiba-tiba tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
Aula tersebut menjadi semakin ramai dengan anggota Klan Ling yang terus berdatangan ingin melihat sosok idola yang merupakan Dewa di dalam hati mereka, yaitu Ling Tian. Suasana di dalam aula juga menjadi lebih hiruk pikuk lagi dengan kehadiran Ling Yuemeilan yang bertingkah lucu di depan semua orang.
Hari ini kediaman Ling Tian benar-benar diliputi dengan kegembiraan. Beberapa anggota klannya segera melesat terbang ke Kota Daun Wangi untuk memberi kabar ke Klan Ling tentang kedatangan Ling Tian.
Beberapa saat kemudian, berita tentang kepulangan Ling Tian ke Benua Langit Tingkat Rendah mulai menyebar di Ibukota Kekaisaran Jia. Orang pertama yang mendapatkan informasi tersebut selain anggota Klan Ling adalah Zhang Xuan.
Sebab, hubungan Zhang Xuan dan Klan Ling sangat akrab. Bahkan beberapa anggota Klan Ling bekerja padanya untuk membantu berburu Binatang Roh sebagai menu khas di restorannya. Dulu, ini adalah hal yang sering dilakukan Ling Tian dan sudah menjadi tugasnya untuk mengisi persediaan daging Binatang Roh di restoran Zhang Xuan.
Tapi setelah Ling Tian meninggalkan Benua Langit Tingkat Rendah, Zhang Xuan meminta bantuan pada Ling Sheng dan Ling An agar berkolaborasi dengannya untuk mengurus restoran. Karena sebagian uang yang dihasilkan oleh restoran juga akan menjadi harta perbendaharaan Klan Ling itu sendiri.
Sementara itu, Kaisar Jia yang sedang berada di dalam istananya akhirnya mendengar juga berita tentang kepulangan Ling Tian. Tanpa menunda lebih lama lagi, ia langsung melesat terbang ke kediaman Ling Tian bersama Permaisuri. Kemudian disusul oleh Pangeran dan juga beberapa pengawal pribadinya.
__ADS_1
Hal yang paling menggembirakannya adalah, Kaisar Jia mendengar kabar bahwa Ling Tian datang dengan membawa seorang gadis kecil yang merupakan anak dari Jia Xiulan. Itu berarti, gadis kecil tersebut adalah cucu dari Kaisar Jia sendiri.