Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 193. Mengambil Misi


__ADS_3

Pada malam hari, Ling Tian berbaring di tempat tidurnya sambil memikirkan beberapa rencana yang akan dilakukannya untuk mendapatkan Rumput Roh Bintang. Tepat ketika ia hendak menutup matanya, Ling Tian merasakan bahwa Shen Tu Jiang bersama teman-temannya mulai bergerak menuju ke arah tempat tinggalnya.


"Hehehe ... Para semut ini sudah tak sabar ingin mencari masalah denganku," gumam Ling Tian pelan. Kemudian melanjutkan, "Sebaiknya aku menghindari mereka saja agar tidak menimbulkan keributan yang membuat orang-orang di sekte ini curiga terhadapku."


Setelah mengatakan hal tersebut, Ling Tian langsung menghilang dari tempatnya dan muncul di dahan sebuah pohon yang terdapat di halaman kediamannya. Ia dengan cepat menyembunyikan auranya agar mereka tak bisa melacak keberadaannya.


"Hmmm ... Di mana dia? Mengapa tiba-tiba auranya menghilang? Padahal baru saja aku merasakan Ling Tian sedang berada di dalam kamarnya," kata Qingxue dengan nada keheranan.


"Aku juga merasakan hal yang sama. Mari kita memeriksanya terlebih dahulu! Mungkin dia sedang bersembunyi saat mengetahui bahwa kita akan mengunjunginya," balas Shen Tu Jiang sembari terus berjalan masuk ke dalam kediaman Ling Tian.


"Mmm!" Teman-teman Shen Tu Jiang mengangguk secara bersamaan, lalu segera mengikutinya.


Di atas dahan pohon, Ling Tian duduk santai sambil menoleh ke arah kediamannya.


"Huuhh ... Jika aku menjadi orang tua kalian, aku akan malu memiliki anak-anak yang tidak memiliki etika dan sopan santun seperti ini. Masuk ke dalam rumah orang lain tanpa permisi terlebih dahulu." Ling Tian menggerutu di dalam hati seraya mengutuk Shen Tu Jiang dan teman-temannya.


Di dalam kediaman Ling Tian, Shen Tu Jiang dan yang lainnya terus mengedarkan indra spiritual mereka. Meskipun mereka sudah berusaha sekeras mungkin untuk mencari keberadaan Ling Tian, tetap saja mereka tak bisa menemukannya.


Nalan Peng yang masih memiliki dendam terhadap Ling Tian karena tak bisa menangkapnya pada saat kompetisi di Kota Luan, menjadi semakin kesal. Dia segera melayangkan tendangannya pada pintu kamar Ling Tian yang membuat pintu tersebut langsung hancur berkeping-keping.

__ADS_1


Mereka semua pun masuk ke dalam kamar Ling Tian berniat untuk memeriksanya lebih teliti lagi. Karena sejak awal mereka merasakan bahwa aura keberadaan Ling Tian berasal dari kamar tersebut.


Tetapi, pencarian mereka tetap sia-sia belaka. Sebab, kamar itu dalam keadaan kosong dan bersih seolah-olah Ling Tian tidak pernah tinggal di dalamnya.


"Aarrgghh ... Di mana sampah ini bersembunyi?" geram Nalan Peng.


"Sepertinya dia telah melarikan diri menggunakan teknik pergerakannya, sehingga itu membuat kita terlambat untuk menyadarinya. Apa pun yang terjadi, kita harus mendapatkan teknik pergerakan dari sampah Ling Tian itu." Shen Tu Jiang menegaskan dengan semangat yang berapi-api, "Lihatlah! Dia berhasil mengecoh kita semua dengan teknik pergerakannya tersebut. Padahal tingkat kultivasinya hanya berada di tahap pertama Bintang Berlian. Coba kalian bayangkan bila kita yang menggunakan teknik pergerakan itu. Pasti hasilnya akan lebih baik lagi dan akan sangat memuaskan dari apa yang ditampilkan oleh Ling Tian."


"Yaah ... Itu benar sekali. Aku pun sesungguhnya sudah tak sabar ingin mempelajari teknik pergerakan Ling Tian tersebut. Mari kita lihat apa yang akan dilakukannya esok hari. Jika ada kesempatan, sebaiknya kita langsung menangkap Ling Tian dan memaksanya untuk memberikan teknik pergerakan tersebut." Saat berbicara, Ming Cheng menunjukkan wajah bersemangat ketika ia membayangkan dirinya yang menggunakan teknik pergerakan Ling Tian.


"Aku setuju denganmu. Kita tidak perlu menunda-nunda terlalu lama. Jika Ling Tian berhasil menaikkan tingkat kultivasinya, aku yakin kita semua takkan bisa lagi mengejarnya," desak Nalan Peng. Setiap kata yang diucapkannya mengandung kebencian besar terhadap Ling Tian.


"Hmmm ... Baiklah, mari kita kembali terlebih dahulu! Untuk menangkap sampah licik seperti Ling Tian, diperlukan rencana yang sangat matang agar dia dapat masuk ke dalam perangkap kita," ujar Shen Tu Jiang.


"Mmm!"


Dengan tenang dan sangat santainya Ling Tian menyandarkan tubuhnya ke batang pohon seakan tak memedulikan kepergian Shen Tu Jiang dan teman-temannya. Sebuah rencana untuk mencari keberadaan Rumput Roh Bintang juga sudah terpikirkan di kepalanya.


---------------

__ADS_1


Keesokan harinya ketika matahari telah bersinar terang, Ling Tian berjalan ke arah lokasi tempat berkumpulnya para murid yang ingin menjalankan misi dari sekte. Ia ingin melihat-lihat apakah ada misi yang cocok baginya untuk bisa mendapatkan akses ke tempat yang memiliki kemungkinan besar terdapat Rumput Roh Bintang di dalamnya. Sebab, menurut cerita dari Wei Ziqing bahwa Rumput Roh Bintang yang ditemukan oleh Gurunya berada di salah satu lembah di dalam Sekte Kabut Racun.


Sesampainya di lokasi tersebut, Ling Tian segera masuk ke dalam gedung tempat dijalankannya semua prosedur bagi para murid yang ingin menerima sebuah misi. Dia melihat beberapa kertas bertuliskan tentang pengumuman misi yang ditempelkan pada dinding.


Semua misi yang berhasil dijalankan oleh para murid akan mendapatkan poin kontribusi sebagai kompensasi untuk mereka. Poin-poin kontribusi inilah yang nantinya akan ditukarkan dengan berbagai sumber daya yang mereka butuhkan untuk meningkatkan kultivasinya.


Ada beberapa misi yang mengharuskan para murid untuk keluar dari sekte seperti menangkap atau membunuh Binatang Roh. Namun hal ini bukanlah misi yang diinginkan oleh Ling Tian karena dirinya mencari sebuah misi yang berada di dalam sekte.


Ling Tian terus memeriksa pengumuman yang tertera di dinding. Di sana ia melihat sebuah misi untuk mengumpulkan beberapa Tumbuhan Roh beracun. Misi ini hanya memiliki nilai poin kontribusi yang sedikit sehingga belum ada dari para murid yang tertarik untuk mengambilnya.


Ling Tian tidak menghiraukan tentang jumlah poin yang akan di dapatnya setelah berhasil menjalankan misi. Selama misi tersebut berada di dalam sekte, dia akan mengambilnya. Ling Tian kemudian berjalan ke arah seorang pria paruh baya yang sedang duduk dengan mata terpejam.


"Permisi, Tetua! Aku akan mengambil misi itu," ucap Ling Tian seraya menunjuk salah satu pengumuman yang ada di dinding. Lalu melanjutkan, "Itu adalah misi untuk mengumpulkan Tumbuhan Roh beracun."


Pria paruh baya tersebut menggerakkan tangan tanpa membuka matanya. Dua lembar kertas langsung keluar dari Cincin Ruangnya dan muncul di atas meja. Kemudian pria paruh baya itu berkata dengan nada acuh tak acuh. "Tulislah namamu di sini! Lalu ambilah kertas ini. Ini adalah daftar semua Tumbuhan Roh yang harus kamu kumpulkan secepatnya. Kamu hanya punya waktu selama 15 hari. Jika kamu tidak bisa menyelesaikannya tepat waktu, maka kamu takkan mendapatkan poin kontribusi."


Tanpa memedulikan tindakan dari pria paruh tersebut, Ling Tian pun segera menuliskan namanya di salah satu kertas yang ada di hadapannya. Setelah selesai, Ling Tian lalu mengambil kertas lainnya, yaitu daftar semua Tumbuhan Roh beracun yang harus ia kumpulkan.


Tanpa berkata apa-apa lagi, Ling Tian bergegas pergi meninggalkan tempat itu karena dirinya tahu bahwa pria paruh baya yang merupakan tetua penjaga gedung penerimaan misi tersebut takkan perlu repot-repot untuk melihatnya.

__ADS_1


"Hehehe ... Rupanya para semut itu ingin datang ke tempat ini juga." Ling Tian bergumam pelan sambil tertawa lirih ketika merasakan aura Shen Tu Jiang beserta teman-temannya yang menuju ke arahnya. "Pasti mereka berniat untuk menyulitkanku lagi. Aku harus terus menghindari mereka agar mereka tak mengganggu rencanaku."


Setelah berkata demikian, Ling Tian berlari menjauh dari gedung penerimaan misi. Saat merasakan bahwa tidak ada seorang pun yang memperhatikannya, Ling Tian langsung melesat dengan sangat cepat menuju ke arah salah satu lembah yang sejak awal telah menjadi targetnya.


__ADS_2