Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 126. Xiao Jun vs Duan Chen - 02


__ADS_3

Semua orang yang mendengar perkataan Xiao Jun itu, tertegun sejenak lalu segera menatap ke arah Ling Tian. Sementara untuk Duan Chen sendiri, hanya tertawa sinis melihat Xiao Jun menunjuk marah pada dirinya.


Kemudian Duan Chen juga dengan cepat mengeluarkan pedang dari Cincin Ruangnya. Lalu segera memasang posisi siap bertarung.


"Mulai!" Seru Wasit yang memimpin pertarungan tersebut.


Ketika aba-aba dari sang wasit sudah terdengar, Xiao Jun langsung melesat dengan menggunakan kecepatan penuhnya. Pedang di tangannya pun mulai bergerak menebas ke arah Duan Chen dengan sangat cepat.


Mendapatkan serangan yang ganas seperti itu, Duan Chen juga segera mengayunkan pedangnya dengan gerakan yang lincah.


TRANG ... TRANG


Bunyi kedua pedang yang saling beradu bergema di dalam Formasi Perlindungan pada arena pertarungan tersebut. Sejak dari awal, Xiao Jun dan Duan Chen sudah menggunakan serangan yang sangat kuat agar bisa dengan cepat menyelesaikan pertarungan mereka.


Udara di sekitar mereka juga ikut berfluktuasi akibat energi Qi yang terpancar dari setiap serangan yang dilancarkan oleh keduanya.


Waktu 2 napas pun telah berlalu dengan sangat cepat, namun Xiao Jun dan Duan Chen saat ini masih terlihat seimbang.


"Hmmm... Ini sangat menarik. Jika pemuda bernama Xiao Jun itu bisa membuktikan kata-katanya dengan mengalahkan Duan Chen dalam waktu 10 napas, dia layak untuk menjadi lawanku." Gumam seorang pemuda yang sedang duduk dengan tenang di area peserta tempat Xiao Jun dan Duan Chen berada.


Para penonton di sekitar arena itu juga menjadi lebih bersemangat lagi melihat pertarungan keduanya yang semakin sengit, meskipun pertarungan itu baru saja dimulai.


"Hahaha... Bila hanya ini yang bisa di perbuat oleh Xiao Jun, dia tidak akan mampu mengalahkan Duan Chen bahkan dalam waktu 20 napas."


"Yaah, Itu benar! Walaupun dia terlihat cukup kuat, tetapi Duan Chen juga bisa menahan dan membalas setiap serangan yang di lancarkan olehnya."


"Hahaha... Sepertinya kita yang akan memenangkan taruhan dalam pertarungan ini."


Para penonton yang bertaruh melawan Ling Tian tertawa gembira ketika mereka mengomentari jalannya pertarungan antara Xiao Jun dan Duan Chen.


Sedangkan untuk Ling Tian sendiri, dia tetap tersenyum santai saat mendengarkan apa yang dikatakan oleh para penonton itu.


Sudah tiga napas berlalu. Xiao Jun mulai meningkatkan lagi setiap serangannya dengan gerakan yang semakin cepat juga. Pedang di tangannya terus menari dengan indah, namun keganasan dari serangan pedang tersebut tetap dapat dirasakan oleh para penonton yang sedang mengamati pertarungan itu.


Sementara untuk Duan Chen yang mendapatkan terjangan dari setiap tebasan pedang Xiao Jun tersebut, segera meningkatkan kekuatan pertahanannya juga. Sehingga pertarungan mereka masih tetap terlihat seimbang.


"Hahaha... Jika kemampuanmu hanya seperti ini, kamu masih harus berlatih lagi selama puluhan tahun untuk dapat mengalahkanku." Kata Duan Chen sambil tertawa terbahak-bahak di sela pertarungan mereka.


"Seperti yang aku katakan sebelumnya, meskipun kalian berdua Guru dan murid melawanku secara bersamaan, keadaannya akan tetap sama saja." Lanjut Duan Chen dengan nada mengejek.


Tanpa menghiraukan perkataan dari Duan Chen tersebut, Xiao Jun tetap fokus melancarkan serangan dari teknik pedang kembarnya. Namun, saat ini dia hanya menggunakan salah satu pedangnya saja, karena Xiao Jun merasa bahwa Duan Chen bukanlah lawan yang layak baginya.


Tanpa terasa, waktu 5 napas pun telah berlalu. Suara pedang yang saling beradu terus terdengar mengiringi pertarungan di dalam arena tersebut. Aura yang di keluarkan oleh keduanya juga semakin bertambah kuat.

__ADS_1


"Aahh! Apa yang terjadi dengan pedangku?"


Ketika pertarungan itu telah mencapai waktu 6 napas, Duan Chen tersentak kaget saat merasakan pedang di tangannya seakan tak mampu menahan gempuran dari setiap serangan yang dilancarkan oleh Xiao Jun.


Dengan penglihatannya yang sangat tajam, Ling Tian dapat melihat semua hal itu dengan sangat jelas. Dia seakan hendak tertawa, namun dengan cepat segera menutup mulutnya.


Meskipun pedang Duan Chen termasuk senjata Pusaka Tingkat Langit, namun kualitasnya sangat jauh berbeda dengan pedang yang digunakan oleh Xiao Jun.


Sebenarnya, senjata Pusaka juga memiliki tingkatannya sendiri. Yaitu, rendah, menengah dan tinggi. Itu semua tergantung dari bahan-bahan yang digunakan ketika menempa senjata Pusaka tersebut.


Sedangkan untuk pedang Xiao Jun, Ling Tian telah menempanya dengan bahan-bahan yang sangat langka dan juga kualitasnya yang sangat baik.


Sehingga pedang di tangan Xiao Jun tersebut bisa dikatakan sebagai senjata Pusaka Langit tingkat tinggi. Tetapi kekuatannya masih sedikit di bawah Pedang Pelangi milik Ling Tian sendiri.


Xiao Jun pun dapat merasakan bahwa pedang di tangan Duan Chen sedikit bergetar dan juga telah memiliki banyak celah di kedua bilahnya.


Melihat hal itu, Xiao Jun tersenyum kecil sambil terus meningkatkan setiap serangannya dengan gerakan yang intens dan terarah sangat baik di titik berbahaya pada tubuh Duan Chen.


Para penonton yang memiliki tingkat kultivasi cukup tinggi, dapat pula melihat apa yang sedang terjadi dengan pedang di tangan Duan Chen.


Seiringin dengan hal tersebut, kini Duan Chen terlihat sedikit kewalahan ketika menangkis setiap serangan yang datang padanya. Saat dirinya hendak mundur untuk menghindari tebasan pedang Xiao Jun, tendangan dari kaki kanan Xiao Jun sudah terlebih dahulu mengenai dadanya.


BAM


Xiao Jun melesat dengan menggunakan kecepatan penuhnya menyerang kembali ke arahnya, tanpa memberikan kesempatan pada Duan Chen untuk mempersiapkan posisi bertarungnya lagi.


Ketika dirinya tepat berada di dekat Duan Chen, Xiao Jun mengayunkan pedangnya sangat kuat dengan gerakan memotong ke depan. Melihat hal itu, Duan Chen langsung mengelak sambil menangkis serangan tersebut dengan pedangnya juga.


TRANG


KRAK


Bunyi retakan terdengar pelan berasal dari pedang Duan Chen ketika saling beradu dengan pedang milik Xiao Jun. Dapat dilihat dengan jelas bahwa ketahanan dari senjata Pusaka Tingkat Langit itu kini telah mencapai batasnya.


Mengetahui apa yang baru saja terjadi, Xiao Jun menyunggingkan senyumnya lalu segera mengayunkan pedangnya kembali dengan sangat cepat dan kuat ke arah pedang Duan Chen.


TRANG


KLANG


Pedang milik Duan Chen tidak sanggup lagi bertahan dan akhirnya patah ketika mendapatkan serangan seperti itu.


"Aahh! Aku mengaku ka...."

__ADS_1


BUK


Sebelum Duan Chen menyelesaikan kalimatnya, Xiao Jun sudah terlebih dahulu melayangkan tinju ke arah mulutnya. Pukulan tersebut tidak mengandung energi Qi karena Xiao Jun murni hanya menggunakan kekuatan tubuhnya.


Wasit yang memimpin pertarungan itu hendak menghentikan Xiao Jun, namun segera mengurungkan niatnya. sebab, Duan Chen belum sempat melanjutkan semua kalimat yang akan dikatakannya, bahwa dirinya telah mengaku kalah.


BUK ... BUK


Dalam waktu sedetik saja, tinju Xiao Jun sudah puluhan kali mengenai wajah Duan Chen hingga bentuknya terlihat bukan lagi seperti wajah manusia, karena telah dipenuhi dengan benjolan yang cukup besar. Seluruh giginya juga sudah rontok dan tertinggal di dalam mulutnya.


"Aaahhh!"


Hanya jerit kesakitan tersebut yang sempat keluar dari mulut Duan Chen, sebelum akhirnya tubuhnya jatuh tak sadarkan diri.


"Aahh! Aku belum puas menghajar wajah jelekmu yang membosankan itu." Ucap Xiao Jun ketus.


Setelah mengatakan hal tersebut, Xiao Jun langsung berbalik dan segera menuju ke sisi arena tempat Ling Tian berada.


"Maaf, Guru! Aku tidak bisa memenuhi kata-kataku, karena telah mengalahkan orang itu hanya dalam waktu 9 napas saja. Mungkin aku harus sedikit memperlambatnya, agar bisa mencapai waktu 10 napas sesuai dengan janjiku tadi." Xiao Jun berkata sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


"Huuhh... Seharusnya kamu tidak menggunakan tinjumu ketika memukul wajahnya. Kamu bisa melakukan gerakan menampar agar bisa mencapai waktu 10 napas." Kata Ling Tian dengan nada mengeluh.


"Hmmm... Sudahlah! Kembalilah ke tempat dudukmu dan renungkan semua kesalahanmu itu." Lanjut Ling Tian lagi.


"Baik, Guru!"


Xiao Jun membungkuk memberi hormat kepada Ling Tian, kemudian berjalan kembali ke arah tempat duduknya.


"...................."


Mendengar percakapan keduanya, para penonton di sekitar arena tersebut hanya bisa terdiam. Di dalam benak mereka, semuanya merasa sangat heran dengan sikap Ling Tian yang seakan tidak senang dengan kemenangan Xiao Jun, karena bertindak terlalu cepat dalam mengalahkan Duan Chen.


Sementara untuk orang-orang yang telah bertaruh melawan Ling Tian, mereka hanya bisa tertunduk dengan wajah lesu dan tidak bersemangat lagi seperti sebelumnya.


***


Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.


Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan Tip.


Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca, baik itu yang suka maupun yang tidak suka dengan Novel "LSM" ini.


Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.

__ADS_1


__ADS_2