Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 214. Terowongan Spasial


__ADS_3

Ling Tian dan yang lainnya telah berada di dalam ruang tamu di kediaman Wu Dunrui. Mereka terus berbincang dengan penuh semangat. Ling Tian juga menceritakan sedikit tentang apa yang di alaminya selama meninggalkan Kota Lima Warna.


"Paman, Bibi! Kali ini aku akan kembali ke sekteku di Kota Seribu Bunga. Apakah kalian ingin pergi juga?" tanya Ling Tian.


"Aku sangat ingin pergi ke sana, Guru!" Sebelum Wu Dunrui membuka mulutnya, Wu Lihua sudah menjawab terlebih dahulu. Kemudian melanjutkan dengan wajah cemberut, "Sebenarnya, beberapa bulan yang lalu aku ingin pergi melihat-lihat sekte, Guru. Namun, Ayah dan Ibu terlalu sibuk mengurusi penginapan dan tidak memiliki waktu luang."


"Aaiihh ... Baiklah ... Baiklah! Kali ini kita akan pergi ke sana bersama Gurumu. Aku dan ibumu juga akan beristirahat sejenak dari urusan penginapan." Wu Dunrui berkata sambil tersenyum.


"Ah! Benarkah? Hahaha ... Itu bagus ... Itu bagus! Kalau begitu, aku akan mulai bersiap sekarang," ucap Wu Lihua bersemangat seraya tertawa senang. Lalu ia pun berlari keluar dari ruangan tersebut.


"Hmmm ... Kalau begitu, aku dan istriku akan bersiap-siap juga, Tuan Muda Ling. Sebelum pergi, aku ingin mengatur beberapa urusan penginapan terlebih dahulu," ujar Wu Dunrui cepat.


"Yah ... Baiklah, Paman!" jawab Ling Tian singkat.


Wu Dunrui dan Xiu Rong pun berjalan pergi meninggalkan Ling Tian dan yang lainnya. Setelah beberapa saat, mereka akhirnya kembali ke ruangan itu bersama Wu Lihua.


"Karena semuanya sudah siap, mari kita berangkat sekarang!" ujar Ling Tian.


Mendengar perkataan Ling Tian tersebut, Xiaohai segera melesat ke halaman dan kembali berubah ke wujud aslinya, yaitu Elang Petir Hitam. Ling Tian beserta yang lainnya juga segera bergegas dan langsung melompat ke atas punggung Xiaohai.


KWAK


Suara Xiaohai melengking keras tanpa memedulikan penduduk Kota Lima Warna yang akan terkejut saat mendengar teriakannya. Lalu dengan cepat ia pun melesat terbang ke langit dan bergerak ke arah Kota Seribu Bunga.


Baru beberapa jam berlalu, ketika mereka semua sudah meninggalkan Kota Lima Warna dengan jarak yang sangat jauh, Ling Tian yang berada di atas punggung Xiaohai tiba-tiba mengernyitkan alisnya. Ia merasakan ada sesuatu yang aneh tiba-tiba muncul di kejauhan dan itu juga berada di depan mereka.


"Xiaohai! Segera turunkan kecepatanmu," ujar Ling Tian melalui telepati.


"Apakah kita akan singgah di tempat lain lagi, Bos!" tanya Xiaohai dengan nada keheranan dan langsung mengurangi kecepatan terbangnya.


"Tidak! Aku merasakan ada sesuatu yang tiba-tiba muncul di depan kita. Jaraknya hampir sekitar 200 kilometer dari sini."

__ADS_1


"Jadi, apa yang akan kita lakukan, Bos?"


"Hmmm ... Teruslah maju dengan kecepatan yang seperti ini!"


Kera Salju yang bisa mendengar pembicaraan keduanya, segera menghampiri Ling Tian dan berkata melalui telepatinya juga, "Apakah itu sesuatu yang berbahaya, Tuan Muda?"


"Aku juga belum tahu apa hal tersebut melalui indra spiritualku. Sebab, energi yang terpancar darinya terasa sangat asing bagiku. Mungkin kita bisa tahu setelah melihatnya secara langsung," jawab Ling Tian dengan nada serius.


Sementara untuk yang lainnya, mereka tetap berdiri tenang karena tak bisa merasakan keanehan itu. Sebab, jarak yang bisa ditempuh oleh indra spiritual mereka masih cukup terbatas.


Xiaohai terus bergerak lambat sesuai perintah Ling Tian. Meskipun yang lainnya merasa heran dengan tingkah Xiaohai tersebut, namun mereka tidak mempertanyakannya. Nanti setelah jarak Xiaohai berada sedikit dekat dengan keanehan yang dirasakan oleh Ling Tian, mereka akhirnya mulai bisa merasakannya secara samar-samar.


Beberapa saat kemudian, ketika jarak Xiaohai berada sekitar 10 kilometer dari keanehan yang dirasakan oleh Ling Tian sebelumnya, sebuah pusaran energi berbentuk seperti sebuah mata yang cukup besar akhirnya terlihat jelas oleh semua orang.


"Aahh! Mengapa hal ini tiba-tiba muncul di sini?" tanya Ling Tian di dalam hatinya dengan nada sangat terkejut saat melihat pusaran energi yang ada di depannya.


Orang lain mungkin tidak tahu apa hal tersebut. Tetapi, dari pengetahuan yang diberikan oleh Api Ilahi kepadanya, Ling Tian sangat jelas dengan apa yang ada di depan mereka sekarang. Itu adalah sebuah Terowongan Spasial.


Xiaohai seketika itu juga langsung berhenti. Sebab, dia dapat merasakan ada kepanikan yang sangat besar di dalam nada suara Ling Tian.


Setelah termenung selama beberapa saat, Ling Tian akhirnya berkata, "Kalian semua tunggulah di sini! Aku akan pergi memeriksanya terlebih dahulu."


"Bos! Berhati-hatilah! Sepertinya hal tersebut adalah sesuatu yang cukup berbahaya," ungkap Xiaohai dengan nada cemas.


"Mmm!" Ling Tian mengangguk tegas, lalu segera terbang dengan kecepatan yang lambat ke arah pusaran energi yang ada di depannya. Ia bergerak dengan sangat hati-hati mendekati pusaran energi tersebut.


Namun, ketika Ling Tian telah berada sekitar satu kilometer dari pusaran energi itu, sebuah daya mengisap yang sangat kuat secara tiba-tiba langsung menariknya.


"Sial! Apakah Terowongan Spasial ini akan menutup sekarang?" gumam Ling Tian yang langsung menggunakan kecepatan penuhnya untuk bergerak mundur ke belakang.


Meski sudah menggunakan seluruh kekuatannya, Ling Tian tetap tak bisa mengalahkan daya isap yang berasal dari Terowongan Spasial tersebut. Tubuhnya tertarik sedikit demi sedikit seiring pusaran energi dari Terowongon Spasial yang secara perlahan mulai menutup.

__ADS_1


Ledakan energi Qi yang sangat kuat langsung terpancar dari tubuh Ling Tian saat ia menggunakan Teknik Langkah Dewa Naga untuk berusaha melawan daya isap dari Terowongan Spasial yang terus menariknya. Bahkan Ling Tian menggunakan energi Qi-nya untuk menyerang Terowongan Spasial itu agar dapat menghasilkan kekuatan yang dapat mendorong dirinya menjauh.


Namun, hasilnya tetap sama saja. Daya isap yang menarik dirinya begitu dahsyat sehingga membuat usaha Ling Tian sia-sia belaka. Wajah Ling Tian terlihat panik karena tak mampu melakukan hal apa pun lagi terhadap keadaannya saat ini.


Ketika tubuhnya tinggal berjarak sekitar 500 meter dari Terowongan Spasial, Ling Tian segera berkata melalui telepati, "Xiaohai, Xiaohou! Kalian bawalah semua orang kembali ke sekte terlebih dahulu."


"Bos!"


"Tuan Muda!"


Xiaohai dan Kera Salju berseru secara bersamaan melalui telepati. Sewaktu mereka berdua merasakan ledakan energi Qi terpancar dari tubuh Ling Tian, pada saat itulah mereka merasa ada sesuatu yang tidak beres sedang terjadi.


"Tetaplah bersikap santai seolah-olah tidak ada yang terjadi, agar tak membuat yang lainnya menjadi lebih khawatir lagi. Katakan saja pada mereka bahwa aku akan masuk ke dalam pusaran energi untuk memeriksa apa yang ada di dalamnya. Mungkin aku akan membutuhkan waktu yang sedikit lama untuk keluar. Dan saat kalian sampai di sekte, katakan pada semua orang bahwa aku baik-baik saja."


"Ah! Bos!"


"Tuan Muda!"


"Cepatlah pergi dari sini! Ketika Terowongan Spasial ini hendak tertutup rapat, itu akan menghasilkan daya isap yang berkali-kali lipat lagi. Sehingga, kalian mungkin akan ikut tersedot masuk ke dalamnya," ujar Ling Tian dengan nada memerintah.


"B-baik, Bos!" jawab Xiaohai dan langsung melesat terbang dengan arah yang sedikit memutar untuk menjauh dari Terowongan Spasial.


"Aahh ... Kenapa kita meninggalkan Guru?" tanya Xiao Jun dengan nada kebingungan.


"Tuan Muda akan segera menyusul kita setelah dia selesai memeriksa apa yang ada di dalam pusaran energi tersebut. Dia menyuruh kita untuk pergi terlebih dahulu ke sekte. Tenanglah! Semuanya baik-baik saja. Dengan kekuatan Tuan Muda, hal tersebut bukanlah apa-apa." Kera Salju menjelaskan dengan sesantai mungkin agar tidak membuat Xiao Jun dan yang lainnya khawatir.


"Ooh ... Begitu yah?!" ucap Xiao Jun yang kembali merasa tenang.


Ketika Xiaohai telah melesat sangat jauh dan menghilang dari pandangan Ling Tian, daya isap dari Terowongan Spasial menjadi semakin kuat lagi seperti apa yang sudah dikatakan oleh Ling Tian sebelumnya. Bahkan pepohonan yang berada di tanah seolah-olah akan tercabut dari akarnya meski Terowongan Spasial itu berada cukup jauh di udara.


"Huuhh ... Sepertinya aku akan memiliki waktu yang sedikit lebih lama untuk bertemu dengan kalian lagi. Aku juga tak tahu ke mana arah Terowongan Spasial ini membawaku," gumam Ling Tian dengan nada mengeluh sambil menghela napas panjang.

__ADS_1


Setelah Ling Tian mengatakan hal itu, tubuhnya pun segera menghilang ke dalam pusaran energi seiring pintu Terowongan Spasial yang menutup. Koneksi jiwanya pada Xiaohai dan Kera Salju seketika itu juga langsung terputus.


__ADS_2