Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 46. Panen Besar


__ADS_3

Sesudah berpakaian, Su Mei hanya duduk terus di samping Ling Tian yang sedang memulihkan kekuatan spiritualnya. Sesekali dia menyunggingkan senyumnya saat mengingat kata-kata yang di ucapkan oleh Ling Tian.


Jika orang lain yang melihat senyumannya itu, mungkin mereka akan segera bertarung mati-matian untuk memperebutkannya.


Setelah beberapa jam kemudian, Ling Tian telah mengembalikan kekuatan spiritualnya ke puncaknya. Dia menoleh ke arah Su Mei dan berkata..


"Karena tubuhmu semakin kuat, sudah saatnya untuk meningkatkan kultivasimu. Makanlah setengah dari pil ini..!" Ling Tian berkata sambil membelah pil tersebut menjadi 2 bagian.


Su Mei mengambil pil dari tangan Ling Tian lalu menelannya. Itu adalah Pil Susu Merah yang di buat oleh Ling Tian dari Ramuan Roh berumur 500 tahun. Tubuh Su Mei dan yang lainnya belum kuat untuk memakan Pil Susu Merah yang terbuat dari Ramuan Roh berumur 2000 tahun.


Dengan cepat Su Mei duduk untuk menyerap energi dari pil tersebut. Ling Tian juga segera duduk di belakangnya untuk membantunya menerobos.


"BANG"


Beberapa menit kemudian, ledakan teredam pun terdengar dari dalam tubuh Su Mei. Dia akhirnya menerobos ke tahap pertama Bintang Emas. Ling Tian juga membantunya menstabilkan kultivasinya.


Kini tingkat kultivasi Su Mei telah sama dengan tingkat kultivasi Ling Han.


Setelah semuanya selesai, Ling Tian kemudian melambaikan tangannya untuk menghilangkan Formasi Penyegelan, lalu berdiri dan mengajak Su Mei keluar dari dalam gua.


Di luar gua hanya Ling Tian yang bisa melihat Xiaohai masih tertidur sambil terus mendengkur dan mengeluarkan gelembung dari hidungnya.


Dia segera menggunakan indera spiritualnya untuk memeriksa keadaaan Ling Han dan Lin Yue, sebab dia tidak menemukan mereka berdua berada di luar gua.


Kemudian dia tersenyum karena merasakan bahwa mereka sedang bertarung dengan Binatang Roh di tempat yang berbeda sekitar 70 km dari tempat Ling Tian.


"Mei'er.. Kamu juga harus segera berlatih agar tidak tertinggal jauh dari Ling Han dan Lin Yue."


"Mmm.." Su Mei hanya mengangguk pelan.


Su Mei pun mulai berlatih Teknik Pedang Kesepian. Sedangkan untuk Ling Tian, dia sedang berpikir apakah harus membawa mereka masuk lebih dalam ke Lembah Obat. Sebab di sini adalah tempat yang bagus untuk yang lainnya berlatih.


Ling Tian telah membuat keputusan, dia akan menunggu Ling Han dan Lin Yue kembali kemudian mengatakannya kepada mereka. Dia menunggu sekitar 3 jam hingga akhirnya keduanya datang.

__ADS_1


"Baiklah.. Aku akan mengatakan sesuatu kepada kalian bertiga. Karena di sini adalah tempat yang sangat bagus untuk mempertajam teknik bertarung kalian, aku akan masuk sendiri ke area terdalam dari Lembah Obat ini."


Mendengar perkataan Ling Tian itu, mereka bertiga berpikir sejenak kemudian mengangguk bersamaan.


"Baiklah kalau begitu.. Aku akan berangkat sekarang."


Setelah mengatakan itu, Ling Tian langsung menghilang dari tempatnya berdiri dan kemudian berlari dengan sangat cepat ke bagian terdalam Lembah Obat. Beberapa Binatang Roh tingkat 3 yang mencoba menghalanginya segera di bunuh olehnya.


Ling Tian juga melihat beberapa Tumbuhan Roh tingkat rendah, tapi dia tidak mengambilnya karena itu belum bisa di jadikan Ramuan Roh karena umur Tumbuhan Roh tersebut masih sangat muda.


Dia terus bergerak selama 1 jam dan tiba-tiba berhenti. Di depannya ada beberapa Tumbuhan Roh yang berumur sekitar 500 tahun, itu di jaga oleh Binatang Roh tingkat 3 yang kultivasinya pada tahap kesembilan Bintang Emas.


Ling Tian dengan cepat melambaikan tangannya untuk membunuh Binatang Roh tersebut, kemudian segera memanen Tumbuhan Roh itu dan memasukkannya ke dalam Cincin Ruangnya beserta tubuh Binatang Roh itu juga.


Ling Tian kemudian terus melanjutkan perjalanannya ke dalam Lembah Obat. Semakin ke dalam, semakin tinggi juga kualitas dan umur Tumbuhan Roh yang di temuinya. Dan itu juga membuat Binatang Roh yang menjaganya semakin kuat.


Saat Ling Tian menjumpai beberapa Tumbuhan Roh yang berumur 1000 tahun, dia juga melihat Binatang Roh tingkat 4 yang kultivasinya pada tahap pertama Bintang Berlian menjaga Tumbuhan Roh tersebut. Itu adalah Musang Hijau yang panjangnya sekitar 30 meter.


Musang Hijau itu memandang sekilas ke arah Ling Tian dan kemudian langsung menyerangnya.


Ling Tian dengan santai menampar kepala Musang tersebut hingga membuat kepalanya meledak.


"Paman Zhang pasti sangat senang jika aku membawakannya tubuh Binatang Roh tingkat 4 ini." Ling Tian membatin sambil memasukkan Musang itu ke dalam Cincin Ruangnya.


"Panen hari ini lumayan banyak." Kata Ling Tian lagi, kemudian segera mengumpulkan semua Tumbuhan Roh yang ada di tempat itu.


Setelah semuanya selesai, Ling Tian langsung melanjutkan perjalanannya lagi. Dia tidak beristirahat karena kekuatan Qi nya tetap terisi penuh dengan bantuan Pil Restorasi miliknya.


Dalam perjalanannya, Ling Tian tidak menemukan hambatan yang berarti. Dia telah membunuh beberapa Binatang Roh tingkat 4 yang kultivasinya berada pada tahap pertama Bintang Berlian dan juga memanen banyak Tumbuhan Roh.


Saat malam tiba pun Ling Tian tetap melanjutkan perjalanannya sebab penglihatannya sangat terang seperti pada siang hari. Itu semua karena Api Ilahi yang berada di dalam tubuhnya.


Beberapa saat kemudian, Ling Tian merasakan ada 10 ekor Binatang Roh tingkat 4 sekitar 90 km darinya. Dia segera melesat dengan kecepatan penuhnya ke arah tempat itu.

__ADS_1


Binatang Roh yang merasakan kehadiran Ling Tian tersebut langsung waspada dan bersiap menyerangnya kapan saja. Hanya beberapa detik saja, Ling Tian telah muncul di hadapan para Binatang Roh itu.


Dia tidak sempat memperhatikan sekelilingnya karena semua Binatang Roh itu segera menyerangnya dengan ganas.


Ling Tian hanya terus berkelit menghindari serangan-serangan tersebut seperti sedang bermain-main dengan para Binatang Roh itu.


Meskipun kultivasi dari para Binatang Roh tersebut berada pada tingkat kedua Bintang Berlian, itu menjadi sangat tidak berarti bagi Ling Tian. Setelah puas bermain-main, Ling Tian segera membunuh mereka semua.


Ling Tian kemudian memperhatikan sekelilingnya dan menemukan banyak sekali Tumbuhan Roh berumur 1500-2000 tahun di tempat itu.


"Woouuww.. Ini adalah panen yang sangat besar. Aku tidak perlu lagi membeli Ramuan Roh untuk membuat beberapa pil bagi kultivator tingkat Bintang Berlian. Ini akan sangat membantu dalam meningkatkan kultivasiku." Kata Ling Tian gembira.


"Huuuhhh.. Meskipun ini adalah panen yang sangat besar, tapi mungkin itu tidak akan cukup bagiku untuk menembus tingkat Bintang Bumi karena Teknik Dewa Naga Surgawi membutuhkan sumber daya yang sangat banyak." Gumam Ling Tian pelan dengan nada sedikit mengeluh.


"Hehehe.. Tapi itulah yang membuatku berbeda dengan kultivator lainnya." Ling Tian tertawa, kemudian segera memanen semua Tumbuhan Roh yang berada di tempat itu seperti sedang memanen di kebunnya sendiri.


"Na.. Na.. Na.. Na.."


"La.. La.. La.. La.."


Dia tidak terburu-buru untuk langsung memanen semuanya sekaligus, tetapi dia hanya memanennya secara santai seperti menikmatinya sambil bernyanyi pelan.


"Betapa indahnya hidup ini.. La.. La.. La.."


"Para Dewi terus menari.. La La..La.."


"Aku pun ikut bernyanyi.. Na.. Na.. Na.."


"Tentang hidup yang Abadi.. Na.. Na.. Na.."


Walaupun Ling Tian bernyanyi pelan, tapi suara nyanyiannya sangat merdu dan sangat indah di dengar, sehingga membuat suasana di tempat itu seperti ikut bergembira bersamanya.


Karena keasyikan bernyanyi sambil memetik Tumbuhan Roh, Ling Tian tidak menyadari bahwa pagi akan segera tiba.

__ADS_1


***


Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.


__ADS_2