
Tetua yang sedang terluka itu telah selesai mengatur arus Qi nya menjadi normal lagi. Dia pun segera kembali bergabung dengan Tetua lainnya untuk bertarung melawan Ling Tian.
Kini pertarungan berlangsung dengan sangat sengit lagi, tetapi stamina ketiga Tetua itu mulai menurun. Energi Qi mereka juga secara perlahan mulai berkurang.
Sedikit demi sedikit Ling Tian telah menguasai alur pertarungan tersebut, dan membuat ketiga Tetua kini sangat kewalahan menghadapi setiap serangan yang dilancarkan olehnya.
Mereka bertiga pun mulai terlihat agak menjauh karena takut untuk terlalu dekat dengan Ling Tian, yang terus menerus menyerang mereka dengan sangat bersemangat dan juga dengan senyum yang menghiasi wajahnya.
Kecepatan mereka telah banyak berkurang dan tak mampu lagi mengikuti kecepatan gerakan dari setiap serangan Ling Tian.
Nafas ketiganya mulai terengah-engah, dan tangan mereka pun tampak gemetar memegang senjata yang ada di dalam genggaman mereka masing-masing.
Ling Tian yang mengetahui keadaan ketiga Tetua itu, tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada di depannya. Dengan menggunakan Teknik Langkah Dewa Naga, dia bergerak sangat cepat ke arah mereka bertiga yang terus mundur untuk menjauh darinya.
Ling Tian melayangkan Pukulan Dewa Naga dan Tapak Dewa Naga ke arah dada kedua Tetua yang sudah terlihat sangat lelah.
Keduanya mencoba menahan serangan itu, akan tetapi gerakan Ling Tian sangat cepat dan sangat kuat, hingga membuat mereka berdua terpental sejauh 500 meter dan menabrak sebuah batu yang cukup besar.
"BOOM"
"BOOM"
Batu yang tertabrak oleh tubuh kedua Tetua itu langsung hancur berkeping-keping. Sedangkan untuk keduanya, mereka telah terbaring tak berdaya di tanah.
Tulang-tulang mereka berdua telah banyak yang retak dan patah hingga membuat kedua Tetua tersebut tidak sanggup lagi untuk bangkit berdiri.
Darah segar dan cukup banyak telah mengalir keluar dari mulut keduanya. Organ-organ di dalam tubuh mereka telah terluka sangat parah dan sebagiannya telah berhenti berfungsi.
Kedua Tetua itu hanya bisa menunggu kematian yang akan menghampiri mereka beberapa saat lagi.
Tubuh Kaisar Ma gemetar keras dan hampir terjatuh saat melihat kedua kartu AS kekaisaran Ma tersebut telah berada di ambang pintu kematian. Wajahnya pucat pasi dan terlihat sangat panik.
Para kultivator tahap keempat Bintang Berlian yang berjumlah 50 orang itu segera melesat ke arah Tetua yang tersisa untuk mencoba membantunya menghadapi serangan Ling Tian.
Mereka semua bergerak secara spontan tanpa menunggu perintah dari Kaisar Ma, karena melihat bahwa Tetua tersebut telah terdesak dan tidak akan bertahan lebih lama lagi melawan setiap serangan yang berasal dari Ling Tian.
Dengan kecepatan penuhnya, Zhaoyang Hong melesat untuk menghalau semua kultivator dari kekaisaran Ma yang mencoba mengganggu pertarungan Ling Tian.
"BOOM"
Sebelum Zhaoyang Hong sampai ke tempat para kultivator kekaisaran Ma, suara ledakan yang sangat keras terdengar di sekitar area pertempuran itu.
Kepala Tetua yang tinggal seorang diri melawan Ling Tian, telah meledak terkena pukulan yang sangat keras darinya.
"BOOM"
"BOOM"
"BOOM"
__ADS_1
Zhaoyang Hong juga seakan tak mau kalah ikut meledakkan beberapa tubuh kultivator dari kekaisaran Ma tersebut.
Wajah Ling Tian langsung berubah cemberut melihat apa yang telah dilakukan oleh Zhaoyang Hong.
"Aahh.. Gurunya Tuan Putri telah merampas sebagian harta kekayaanku." Gumam Ling Tian dengan nada sedih.
"Hahaha.." Mendengar apa yang telah digumamkan oleh Ling Tian, Zhaoyang Hong tertawa gembira karena mengerti dengan maksud dari Ling Tian tersebut.
Dia terus bergerak sangat cepat untuk membunuh semua kultivator tahap keempat Bintang Berlian itu.
"BOOM"
"BOOM"
"BOOM"
Tanpa perlawan yang berarti, Zhaoyang Hong meledakkan seluruh tubuh kultivator yang berasal dari kekaisaran Ma tersebut. Setelah menyelesaikan semuanya, Zhaoyang Hong bergerak dengan cepat ke tempat Ling Tian berada.
"Tuan Ling Tian..! Semua harta yang ada di tempat ini adalah milikmu. Aku tidak pernah sedikitpun berpikir untuk menyentuhnya." Zhaoyang Hong berkata dengan wajah yang tersenyum senang.
"Hehehe.. Gurunya Tuan Putri sangat mengerti dengan hidupku yang sangat miskin dan melarat ini. Jadi, jangan pernah lagi menarik kata-katamu itu kembali." Ling Tian tertawa kecil.
"Hahaha.. Tentu saja Tuan Ling Tian." Zhaoyang Hong ikut tertawa gembira.
Melihat semua hal yang terjadi di depan matanya itu, Kaisar Ma langsung melompat ke punggung Binatang Rohnya dan segera terbang ke langit mencoba untuk melarikan diri.
"Tidaaaaa..!" Kaisar Ma berteriak ketakutan.
"BOOM"
Sebelum menyelesakan teriakannya itu, tubuh Kaisar Ma telah hancur berkeping-keping menjadi daging cincang yang di iringi dengan kabut darah yang bertebaran di udara.
Xiaohai juga tak mau tinggal diam. Dia segera melesat terbang dan menerjang Binatang Roh dari Kaisar Ma yang juga akan mencoba melarikan diri.
Tubuh Binatang Roh itu terpental jatuh menabrak tanah di dekat para Binatang Roh lainnya dari kekaisaran Ma.
"Kwaaakkk"
Kemudian Xiaohai mengangkat kepalanya tinggi-tinggi dan segera memekik dengan sangat keras ke arah para Binatang Roh tersebut, hingga membuat kepala mereka semua tertunduk patuh kepadanya.
Ling Tian mengangkat jempolnya ke arah Xiaohai sambil menyunggingkan senyum khasnya.
Melihat hal itu, Xiaohai tampak semakin merasa bangga. Dia membusungkan dadanya seakan berkata bahwa dia lah yang paling keren di antara semuanya.
Ling Tian juga segera melambaikan tangannya ke arah kedua Tetua yang telah sekarat itu.
"BOOM"
"BOOM"
__ADS_1
Tubuh keduanya langsung meledak berkeping-keping menjadi daging cincang seperti tubuh Kaisar Ma. Setelah itu, Ling Tian mengerakkan tangannya dan mengeluarkan daya hisap yang kuat untuk mengambil Cincin Ruang dari Kaisar Ma serta seluruh pasukannya yang kultivasinya berada pada tahap Bintang Berlian.
Dia tidak mengambil Cincin Ruang dari kultivator tahap Bintang Perak dan tahap Bintang Emas, karena meninggalkannya untuk para pasukan dari kekaisaran Jia yang telah ikut berpartisipasi dalam perang tersebut.
"Hidup Ling Tian sang Monster..!"
"Hidup Ling Tian sang Monster..!"
Entah siapa yang memulainya terlebih dahulu, suara sorakan keras dari pasukan kekaisaran Jia menggema di sekitar wilayah medan perang itu.
Mereka semua berlari sambil terus bersorak gembira memanggil nama Ling Tian dan juga julukannya sebagai Monster, untuk merayakan hasil kemenangannya yang berarti juga adalah kemenangan kekaisaran Jia dari peperangan melawan kekaisaran Ma.
"Ambillah seluruh harta yang ada pada pasukan kekaisaran Ma karena Tuan Ling Tian telah memberikannya untuk kalian semua, dan bagilah harta itu secara merata." Zhaoyang Hong berbalik dan berkata kepada pasukan kekaisaran Jia.
"Terima kasih Tuan Ling Tian..!"
"Terima kasih Tuan Monster..!"
Dengan sangat cepat para pasukan kekaisaran Jia segera berpencar dan mengambil semua Cincin Ruang yang telah bercampur dengan darah dari para pasukan kekaisaran Ma.
Mendengar sorakan dari pasukan kekaisaran Jia yang menyebutnya sebagai Monster, Ling Tian hanya bisa tersenyum kecut dan mendesah dengan nada sedih di dalam hatinya. "Huuuhhh.. Apakah wajahku yang tertampan di Benua Langit ini terlihat seperti Monster..?"
Ling Han dan yang lainnya tidak mempedulikan tentang harta tersebut, mereka langsung berlari ke tempat Ling Tian berada.
Lin Yue dan Su Mei segera berdiri di depan Ling Tian untuk menghalangi pandangan memuja dari para kultivator wanita terhadap tubuh Ling Tian yang terlihat gagah karena sebagian pakaiannya telah terbuka memperlihatkan bentuk tubuhnya.
Wajah keduanya yang sangat cantik itu langsung berubah menjadi garang menatap kepada semua kultivator wanita tersebut.
Jia Xiulan juga sempat melihat ke arah tubuh Ling Tian yang membuat wajahnya berubah memerah. Namun dia segera menundukkan kepalanya dan terus berjalan ke arah Ling Tian.
"Terima kasih karena telah menyelamatkan kekaisaran Jia dari perang ini." Jia Xiualan berkata dengan sangat lembut sambil masih terus menundukkan kepalanya.
"Aahh.. Tidak perlu seperti itu..! Kekaisaran Jia juga termasuk tempat tinggalku, dan sebagai orang yang berasal dari kekaisaran Jia, sudah sewajarnya aku melenyapkan musuh yang akan menghancurkannya." Ucap Ling Tian dengan nada santai, tetapi dia heran melihat tingkah Lin Yue dan Su Mei yang terus menghalanginya saat berbicara.
"Tian'er.. Pakaianmu..!" Ling Han yang mengerti dengan maksud Lin Yue dan Su Mei itu segera memberi tanda kepada Ling Tian untuk memperhatikan pakaiannya.
"Pakaian apa Kakak..?" Ling Tian bingung dengan perkataan Ling Han.
"Coba kamu perhatikan pakaian yang di tubuhmu..!" Kata Ling Han sangat pelan sambil matanya terus memberi kode kepada Ling Tian.
"Ooo.. Pakaian yang ini yah..! Aaaahhhh..!" Ling Tian segera berteriak kaget melihat ke arah pakaiannya yang sebagian telah terbuka itu.
Dia segera melambaikan tangannya untuk membuat Formasi Penyegelan dan langsung mengganti pakaiannya.
***
Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.
Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.
__ADS_1